Posted in Balikpapan

Krisis Air di Balikpapan#2

image

Shalat Istisqo Meminta Hujan

Hujan yang dinanti-nanti oleh sebagian besar warga tidak kunjung turun. Suhu udara di Balikpapan terasa sangat panas, siang hari bisa mencapai 35 derajat celcius. Setiap pagi kabut asap juga menyelimuti kota, untungnya menjelang siang sudah tidak ada. Teman-teman yang tinggal di komplek Pertamina mengeluhkan kalau air sudah mulai tidak mengalir. Sementara di rumah saya air PDAM masih mengalir normal. Memasuki minggu kedua bulan Oktober PDAM mengeluarkan pengumuman jadwal mati air. Komplek rumah saya mendapat giliran mati air selama 4 hari yaitu setiap hari Senin pukul 10 pagi sampai Jumat malam dan air akan menyala selama 3 hari yaitu Jumat malam sampai Senin pagi.
Sejak saat itulah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari saya  mengambil air dari sumur di kantor suami. Di rumah tidak ada tempat penampungan air,hanya ada bak kecil di kamar mandi, 4 buah gentong dan  3 ember besar. Tentu saja untuk persediaan selama 4 hari tidak akan cukup.Untuk mengangkut air dari kantor kami angkut menggunakan 10 galon air mineral yang sudah kosong. Air sumur yang berasal dari kantor warnanya coklat, terpaksa kami pakai untuk mandi cuci kakus, sedangkan untuk masak dan gosok gigi menggunakan air mineral. Setiap malam kami bolak-balik ke kantor  untuk mengambil air.
Setiap hari Selasa saya mengikuti ta’lim di Mesjid Istiqomah dekat sekolah anak-anak. Pada ta’lim tanggal 7 Oktober 2014 pengurus BDI Pertamina mesjid Istiqomah atas saran dari pimpinan Pertamina berencana akan mengadakan shalat istisqo pada hari Kamis 9 Okt’14 di lapangan Mardeka Balikpapan, pengumuman ini disampaikan kepada jamaah ibu-ibu yang hadir pada hari itu. Tujuannya tak lain adalah untuk memohon turunnya hujan di kota Minyak yang sudah mulai kekeringan ini. Ajakan untuk shalat istisqo dengan cepat menyebar melalui bbm, wa dll ke seluruh warga kota, sampai akhirnya sampai ke pemerintah kota dan MUI Balikpapan. Rupanya ajakan yang sifatnya spontanitas karena didasari keprihatinan warga atas krisis air yang sedang terjadi ini ditanggapi serius oleh pemerintah kota. Namun untuk menyelenggarakan shalat istisqo  harus ada persiapan dan terlalu cepat kalau diadakan pada tgl 9 Okt’14. Karena berita akan ada shalat istisqo tgl 9 Okt’14 sudah  kadung tersebar luas, akhirnya pihak BDI Pertamina mesjid Istiqomah tetap mengadakan shalat berjamaah tapi bukan shalat istisqo melainkan shalat dhuha pada Kamis, 9 Oktober 2014. Saya berkesempatan mengikuti shalat dhuha pada pagi itu. Warga yang mengikuti shalat dhuha lumayan banyak, terutama dari pihak Pertamina, ibu-ibu jamaah majelis ta’lim, anak-anak SD Istiqomah dan Patra Dharma 3. Sebelum shalat dhuha berjamaah, diumumkan bahwa pemerintah kota,MUI dan BDI Pertamina akan mengadakan shalat istisqo minggu depan tgl 16 Okt’14 di lapangan Merdeka. Dianjurkan kepada semua warga kota untuk memperbanyak istigfar dan bersodaqoh agar Allah SWT segera menurunkan hujan.
Kamis, 16 Oktober 2014 sejak pukul 7.30 warga berbondong-bondong mulai berdatangan  ke lapangan Merdeka untuk mengikuti shalat istisqo. Shalat ini diikuti oleh Walikota Balikpapan Bapak Rizal Efendi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Bapak Mukmin Faisal, Ketua MUI Balikpapan dan para muspida. Berita lengkapnya mengenai shalat istisqo bisa dibaca di sini Shalat Istisqo di Balikpapan.

……bersambung……

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s