Posted in Jalan-Jalan

Liburan Ke Kidzania & Cibubur (3 Agustus 2013)

Tanggal 10 Juli saya dan anak-anak kembali ke Balikpapan, setelah selama hampir 17 hari berlibur di Bandung. Berlibur nggak harus selalu mengeluarkan kocek besar, dengan mengunjungi museum,tempat-tempat bersejarah, gedung-gedung kuno atau mesjid anak-anak pun bisa tetap happy. Dan tentu saja hal ini bisa memberikan pengalaman dan wawasan baru untuk anak-anak, karena mereka bisa belajar sambil bermain.

Dua minggu kami berada di Balikpapan, tgl 27 Juli’13 kami kembali terbang ke Jakarta untuk liburan hari raya Idul Fitri. Tiket pesawat sudah kami beli jauh-jauh hari (dari bulan Februari’13). Pada hari keberangkatan, saya dan anak-anak tetap menjalankan ibadah puasa ramadhan. Landing di Jakarta pk 11.30 wib, kami dijemput Mang Joko (adik saya). Kali ini kami berencana akan berlibur dulu di Cibubur selama 2 hari.

Dari bandara Tante Mita langsung mengajak kita jalan-jalan ke Pacific Place Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, tentu saja kita nggak ada yang menolak secara mumpung ada kesempatan mampir di Jakarta. Tujuan kita ke Pacific Place adalah untuk mengajak anak-anak bermain di Kidzania. Jam buka Kidzania pada bulan Ramadhan dari pk.10.00-15.00 wib, hanya dibuka satu sesi. Harga tiket masuk : anak-anak Rp 130.000, balita Rp 90.000, dewasa Rp 90.000. Harga tiket tersebut sudah termasuk : seluruh aktifitas yang ada di dalam Kidzania, gelang pengaman, boarding pass dan cek Kidzania senilai 50 KIDZOS.

Kidzania adalah sebuah area permainan yang bersifat edutaiment, di dalamnya terdapat replika sebuah kota lengkap dengan segala fasilitasnya ada rumah sakit,kawasan industri, supermarket,theater,salon, dan lain-lain. Di tempat ini anak-anak bisa memerankan berbagai macam profesi, mulai dari wartawan, artis, penyiar radio, bankir,pilot, dokter, pemadam kebakaran dan masih banyak lagi. Anak-anak akan menggunakan seragam profesi dan akan dipandu oleh kakak-kakak pendamping dari masing-masing area profesi. Orang tua tidak boleh masuk ke dalam, cukup menunggu di luar. Di Kidzania anak-anak menggunakan mata uang KIDZOS. Cek sebesar 50 KIDZOS bisa dicairkan di bank, uang tersebut dipergunakan oleh anak-anak untuk segala keperluan yang ada di sana misalnya untuk menyewa mobil, ke salon, ke gym, belanja dan lain-lain. Tetapi jika anak-anak ingin menambah penghasilan, maka ia bisa memilih profesi yang mereka inginkan lalu mereka akan mendapatkan uang dari hasil jerih payahnya. Uang yang diapatkan oleh anak-anak bisa juga ditabung di bank. Tentu saja mata uang KIDZOS hanya bisa digunakan di Kidzania dan tidak dapat diuangkan dalam bentuk rupiah.

Kebetulan kemarin waktu kita ke sana sedang penuh, jadi apa-apa harus mengantri lama sekitar 20-30 menit. Anak-anak juga nggak bisa banyak memilih, mana jam tutupnya juga lebih cepat. Anak-anak hanya sempat jadi pilot dan bikin SIM, mana uangnya Radit sebanyak 50 Kidzos hilang jatuh entah dimana…hu…hu…hu… Tapi anak-anak senang berkeliling melihat-lihat beragam profesi yang ada di sana, mungkin lain waktu kita akan mampir lagi ke sana *ayo kita nabung lagi anak-anak!*. Pk. 15.00 wib waktunya ke bagian imigrasi untuk keluar dari area permainan.

Dari Kidzania, kita langsung ke Cibubur, anak-anak sudah teler banget *tapi kita masih tetap puasa loh!* 🙂

Keesokan harinya sehabis sahur anak-anak nggak tidur lagi, kita shalat subuh mesjid, setelah itu kira-kira pk.6.30 wib kita jalan-jalan ke SOS melalui jalan Komplek DPR. Naufal membawa sepeda besar, bersepeda keliling komplek. Radit berlari-larian dengan Bagas. Alhamdulillah anak-anak tetap cerah ceria dan pada kuat puasannya. Setiap hari Minggu, SOS dipenuhi oleh para pedagang kaki lima, jalanan yang biasanya lengang kini berubah menjadi pasar kaget. Segala macam ada di sana, mulai dari perabotan rumah, baju anak, sepatu,mainan, odong-odong, kelinci, baju muslim, semua lengkap-kap ada di sana *pssst…buat yang hobby koleksi mobil Hot Wheel, di sana ada pedagang yang menjual mainan Hot Wheel dengan harga miring dan juga terdapat koleksi terbaru yang belum keluar di toko, juga dijual dengan harga miring*. Kalau anak-anak kemarin keukeuh ingin ke SOS karena mereka ingin membeli ikan hias. Anak-anak membeli lobster kecil satu bungkus isinya dua ekor, harganya Rp 5000,-. Nggak hanya anak-anak yang senang ke SOS, ini para Emak juga pada demen main ke sana soalnya banyak yang menjual baju muslim, kerudung-kerudung lucu dan semuanya dijual dengan harga yang murah :). Semakin siang semakin ramai pengunjungnya, pasar kaget SOS tutup pada pk.11.00 wib, jadi kalau mau main ke sana nggak boleh terlalu siang.

Nah, malam minggunya kita main ke Cibubur Junction. Anak-anak saya pada kangen ingin main ke sana, padahal di sana juga nggak cari apa-apa, cuma melihat-lihat saja. Kebetulan di depan mall-nya sedang ada pameran Flora dan Fauna, anak-anak pada senang melihat binatang di sana. Gak terasa malam itu adalah malam terakhir kita nginep di Cibubur, karena keesokan harinya pagi-pagi kita berencana melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Dari Cibubur ada banyak alternatif kendaraan umum tujuan ke Bandung. Bisa naik bis dari Kampung Rambutan caranya dari depan Cibubur Junction naik angkot ke Kampung Rambutan (kebetulan rumah dekat Cibubur Junction, jadi patokannya di situ), nanti di Kampung Rambutan banyak bis yang menuju ke Bandung. Atau naik travel, ada Cipaganti dan X-trans yang punya jurusan Cibubur-Bandung, ongkosnya sekitar Rp 90.000/orang. Naiknya di pool-nya maisng-masing yang terdapat di dekat Plaza Cibubur (Cipaganti) dan di seberang Hanamasa (X-Trans), nanti Cipaganti akan berhenti di daerah pasteur Bandung, sedangkan X-Trans akan berhenti di daerah Cihampelas. Satu lagi alternatif kendaraan umum yang bisa digunakan ke Bandung adalah dengan menggunakan Bis MGI jurusan Cileungsi-Bandung. Bis ini termasuk bis patas eksekutif, memiliki jadwal keberangkatan kalau nggak salah ini jadwalnya berangkat dari Cileungsi-Bandung mulai pk 06.00-08.00-09.30-11.00-13.00-15.00-17.00-19.00. Bandung-Cileungsi sama jadwalnya. Di Cileungsi bis ini berangkat dari Terminal Cileungsi, kalau di Bandung dari Terminal Leuwipanjang.

Kebetulan bis MGI ini melewati Cibubur Junction, ongkosnya pun murah, yaitu hanya Rp 55.000/orang, bisnya nyaman dan berhentinya di terminal Leuwipanjang Bandung (lebih dekat ke rumah). Saya pun memutuskan untuk berangkat ke Bandung menggunakan bis ini. Pk. 06.00 saya dan anak-anak sudah berdiri di pinggir jalan di seberang Cibubur Junction menunggu bis MGI lewat, sambil membawa sebuah koper besar dan menggendong sebuah ransel . Pagi itu seperti biasanya orang-orang yang akan berangkat ke kantor memenuhi trotoar untuk menunggu kendaraan. 40 menit kami menunggu, akhirnya bis MGI muncul di belokan Taman Wiladatika Cibubur. Saya dan anak-anak bersiap-siap, mengulurkan tangan melambai-lambai ke arah bis agar bisnya mau menepi. Dari kejauhan saya melihat si kernet bis membalas lambaian tangan kami, memberi isyarat bahwa mereka nggak bisa menepi untuk mengangkut kami. Pagi itu saya nekad aja, menggandeng anak-anak ke tengah jalan sambil menggendong ransel dan membawa koper besar yang lumayan berat. Mengetahui ada ibu-ibu bawa 2 anak sambil nenteng-nenteng koper besar dan menggendong ransel ke tengah jalan, supir bis pun melambatkan laju kendaraannya. Pintu bis dibuka, kernet menarik anak-anak terlebih dahulu, saya mendorong anak-anak dari bawah, lalu berusaha menaikkan koper dan terakhir saya pun naik ke dalam bis. Kami naik bis dalam keadaan bisnya masihberjalan di tengah jalan. Haduuuh, tolong jangan ditiru yah perbuatan ibu nekad ini!!!

Sebetulnya ada cara aman untuk naik bis MGI, terutama bagi yang tinggal di sekitar jalan Jambore atau dekat Cibubur Junction. Kita bisa naik di pos pemeriksaan bis MGI yang letaknya di seberang Rumah Makan Saung Kabayan Jl. Alternatif Cibubur. Jadi nggak usah susah-susah kayak pengalaman saya tadi.

Alhamdulillah pk.10.30 saya dan anak-anak tiba di terminal Leuwipanjang Bandung, di sana kita sudah dijemput sama Mbah AKung dan Neneknya anak-anak. 🙂 InsyaAllah tahun ini kita akan merayakan Idul Fitri di Bandung bersama keluarga besar.

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s