Posted in Jalan-Jalan

Liburan Ke Samarinda – Tenggarong #2 (23 Juli 2013)


Setelah melewati kawasan TAHURA Bukit Soeharto selama kurang lebih 30 menit, kemudian kami melintasi derah Loa Janan Samarinda. Hari itu hujan turun sejak malam belum berhenti. Tiga puluh menit kemudian kami sudah bisa melihat sungai Mahakam dari kejauhan.

3. Sungai Mahakam
Sungai Mahakam adalah sungai terbesar di Kalimantan Timur yang bermuara di Selat Makassar. Panjangnya 920 km lebar sekitar 300 – 500 m melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir. Di sungai Mahakam ini hidup ikan pesut Mahakam, spesies mamalia ikan air tawar yang sekarang hampir punah (kabarnya ikan pesut di dunia hanya hidup di tiga sungai, yaitu sungai Mahakam, sungai Irawady dan sungai Mekong, ikan pesut di sungai Irawady dan sungai Mekong sudah punah, tinggal di sungai Mahakam masih tersisa 50 ekor). Sejak dahulu sungai Mahakam memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat sekitarnya, sebagai sumber air, perikanan maupun transportasi.
(sumber : Wikipedia)

Saya begitu takjub melihat sungai yang sangat besar itu (maklum baru pertama kali melihat sungai seperti sungai Mahakam). Penduduk Samarinda sebagian menyebut sungai Mahakam dengan sebutan ‘laut’.

Selagi menyeberangi jembatan sungai Mahakam dari kejauhan terlihat sebuah mesjid besar di tepian sungai. Ternyata itu adalah Mesjid Islamic Centre Samarinda. Mesjidnya besaaaarrrr sekali  subhanalloh *maafkeun kalau saya naris beginih, harap maklum*. Selain besar, Mesjid ini indah sekali, bersih, nyaman, adem. Begitu tiba di kota Samarinda kami langsung menyambangi mesjid Islamic Centre. Di sana kami shalat sunnah dhuha dan mendengarkan kajian yang kebetulan sedang berlangsung. Betah berlama-lama di dalam mesjid.

Mesjid Islamic Center Samarinda adalah mesjid terbesar kedua se Asia Tenggara setelah mesjid Istiqlal Jakarta. Ketika masih tinggal di Jakarta, saya pernah mengunjungi mesjid Istiqlal, namun saya lebih suka dengan mesjid Islamic Center Samarinda karena lebih bersih, apalagi bagian tempat wudhu dan toiletnya, bersih dan terang. Kalau di mesjid Istiqlal, bagian tempat wudhunya terkesan gelap.

Mesjid ini punya satu kubah besar dikelilingi oleh 7 menara, yang satu diantaranya bernama menara 99 Asmaul Husna yang tingginya 99 meter. Kalau dilihat dari kejauhan mesjid ini seperti berasa persis di tepi sungai, apalagi kalau dilihat dari malam hari, sangat cantik.

Pelataran mesjid juga terlihat cantik, di sisi kanan dan kiri terdapat tempat berwudhu bernentuk bangunan lingkaran yang di sisi-sisinya terdapat keran-keran air untuk berwudhu. Di dekatnya ada pohon seperti pohon kurma yang tumbuh di dalam pot besar, yang sisi potnya bisa dipakai untuk duduk-duduk.

4.Mesjid Islamic Center Samarinda
Adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal.Dengan latar depan berupa tepian sungai Mahakam, masjid ini memiliki menara dan kubah besar yang berdiri tegak.Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih. Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun iman. (sumber : Wikipedia)

Setelah melepas lelah di mesjid plus sedikit foto-foto, kami meniggalkan mesjid karena sudah dijemput oleh anak buah Papa Noor, yaitu Mas Aan dan istrinya. Mereka yang menjadi guide kami di Samarinda. Setelah dari Mesjid Islamic Center kami ke Kebun Binatang Samarinda. Sepanjang perjalanan dari Balikpapan, hujan belum berhenti. Begitu pula ketika kami sampai di Kebun Binatang Samarinda. Sayang sekali, kebun binatang ini tidak dirawat dengan baik. Kesannya kotor dan kandang-kandang hewan kelihatan tidak dirawat dengan baik. Ada tempat penyewaan sepeda dan ATV, dan di belakang bagian hutan sebetulnya ada jalan setapak yang bisa ditelusuri untuk hiking. Tapi sayang, saat itu sedang turun hujan, jadi ngga bisa hiking di hutannya. Anak-anak aja yang senang melihat binatang-binatang, yang koleksinya sangat terbatas sekali.

Dari kebun binatang Samarinda, kita jalan lagi menuju Tenggarong. Sebetulnya rencana awal, kita akan ke Tenggarong hari minggu pagi untuk melihat penutupan festival Erau. Tapi informasi dari guide kita, katanya penutupan Festival Erau justru pada hari Sabtunya. Jadi buru-buru lah kita menuju ke Tenggarong. Samarinda-Tenggarong memakan waktu dua jam perjalanan darat plus naik feri 5 menit menyeberangi sungai Mahakam, karena jembatannya putus.

…….bersambung……..

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

One thought on “Liburan Ke Samarinda – Tenggarong #2 (23 Juli 2013)

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s