Posted in Dunia Pena dan Kertas

Workshop Menulis @TulisNusantara di Balikpapan

Perwakilan dari Kemenparekraf
Perwakilan dari Kemenparekraf
Materi Workshop
Materi Workshop
Raditya => "Peserta Termuda"
Raditya => “Peserta Termuda”

Sabtu, 8 Desember 2012 di Perpustakaan Kota Balikpapan Gn. Pasir

Saya mengikuti workshop menulis yang diselenggarakan oleh @TulisNusantara , Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, @Plot_Point , @Nulisbuku dan Indonesia Kreatif .  Kegiatan workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan kompetisi menulis yang disponsori oleh Kemenparekraf yang mengangkat tema “Ragam cerita Hidup di Indonesia”. Seperti yang dituturkan oleh Pak Dadan, perwakilan dari Kemenparekraf ketika membuka acara workshop menulis di Balikpapan kemarin, bahwa terinspirasi dari novel ”Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang bisa mengangkat pariwisata dan perekonomian daerah pulau Bangka Belitung sebagai latar cerita yang akhirnya bisa dikenal oleh dunia, kali ini Kemenparekraf mencoba mengangkat potensi kekayaan pariwisata yang unik dari daerah-daerah di seluruh nusantara melalui kompetisi menulis dan workshop menulis yang diselenggarakan di 12 kota di Indonesia.  Kompetisi menulis ini  terdiri dari cerita fiksi, puisi dan non fiksi.

Bertapa beruntungnya, Balikpapan menjadi salah satu kota yang dipilih untuk menyelenggarakan workshop menulis . Saya nggak ketinggalan tentunya ikut serta dalam workshop ini, meskipun harus membawa serta si bungsu Raditya selama workshop berlangsung. Sehari sebelumnya saya sudah kasih info ke Radit kalau hari Sabtu dia mau saya ajak ikut workshop, udah saya wanti-wanti, kalau mau ikut nggak boleh rewel, gak boleh rebut, nggak boleh minta pulang kalau belum waktunya pulang. Dia setuju asal dibelikan buku gambar baru. Pagi itu di dalam tasnya sudah saya siapkan : crayon, spidol, kotak pensilnya, kertas-kertas, buku mewarnai, dan dua macam cemilan. Sebelum berangkat, mampir ke warung dekat rumah beli buku gambar. Sampai di tempat workshop, langsung ambil posisi duduk paling depan, dia langsung sibuk bongkar tasnya ngambil peralatan gambarnya. Sementara saya agak deg-degan karena acara masih lama mulainya, tapi Raditya udah mulai sibuk, takutnya ntar pas acara dia keburu bosan.

Okeh, kembali ke workshop. Workshop menulis di Balikpapan diisi oleh sharing dari penulis “Life Traveler” Windy Ariestanty dan pengajar menulis Mas Arief Ash Shiddiq dari Plot Point.  Kita bahas sharing dari Windy dulu yaa…sesuai dengan rundown acara.

Pada sesi pertama, Windy memberikan kesempatan pada peserta untuk mengajukan pertanyaan. Berikut adalah beberapa hal yang saya catatat.

– Menulis dimulai dari menuliskan bukan sekedar berkata atau berkonsep, menulis adalah latihan, ada tindakan yang dilakukan.  Satu dua paragraph yang jelek masih lebih baik dari pada tidak menulis sama sekali. “Lawan halaman kosong itu!” …..(okeh Windy, cukup mak #JLEB juga pernyataannmu inih J).

– Ide adalah modal untuk menulis, ide untuk menulis bisa didapat dari mana saja. Proses menulis adalah komitmen pada diri sendiri. Sedang tidak mood menulis jangan dijadikan alasan untuk tidak menulis, karena sebetulnnya alasan utamanya adalah : MALAS. Jadi menjadi seorang penulis nggak boleh malas menulis loh! Tips dari Windy supaya kita nggak mati ide, ketika selesai menulis, Windy selalu mengedit tulisannya, dalam proses edit itu, ada beberapa paragraph yang dihilangkan oleh Windy, namun paragraph tersebut tidak Windy hapus, tatapi Windy simpan dan kumpulkan di sebuah folder.  Suatu saat Windy akan buka folder tersebut dan membaca paragraph-paragraf yang dulu ia buang itu, dari situ ia menemukan ide cerita baru.

– Kata sifat adalah musuh penulis, lebih baik banyak mendeskripsikan.

–  Mengenai pemilihan diksi, yang membuat tulisan kita tidak berkembang adalah diri kita sendiri. Kata-kata menjadi bernilai ketika diucapkan pada saat yang tepat. Penulis sendiri mempunyai kekuatan untuk menggetarkan kata-kata. Supaya penulis memiliki kata-kata yang semakin kaya, caranya antara lain : banyak baca buku, baca kamus, thesaurus dan lain-lain. Ada satu tips dari Windy untuk berlatih memperkaya kata, yaitu buka kamus lalu tunjuk secara acak sebuah kata, lalu buat sebuah kalimat dari kata yang kita tunjuk itu.

-Pertanyaan “Saya menulis untuk siapa?” diubah menjadi “Mengapa saya menulis?’

– Bila data yang kita miliki tidak cukup untuk bahan menulis, sebaiknya hentikan menulis, simpan dan kumpulkan kembali data yang akurat. Jangan menggelindingkan hal-hal yang datanya tidak akurat.

Berikutnya  sesi materi menulis dari Mas Arief Ash Shiddiq.

– Membuat Premis Cerita dengan rumus “Somebody want something very badly but having a hard time to getting it”

Pada sesi ini peserta diberi tugas membuat premis cerita secara berkelompok. Premis ini penting untuk membantu menjabarkan ide cerita yang akan kita kembangkan. Supaya premis cerita menjadi kuat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu : buat si tokoh menginginkan sesuatu yang kalau dia tidak mendapatkannya maka si tokoh akan mati, kemudian buat musuh dari tokoh utama berupa tokoh lain bukan keadaan, lalu buat cara atau alasan kuat mengapa musuh dari tokoh utama tersebut menghalangi keinginan si tokoh utama.

– Memiliki premis cerita artinya kita sudah memiliki 1/3 bagian dari cerita yang akan kita kembangkan.

– Mas Arief membuat handout yang dibagikan pada peserta berupa latihan utnuk menemukan cerita dan mengembangkan plot cerita dengan memakai genre novel detektif dan horror sebagai inspirasi.

– Satu hal yang saya catat dari Mas Arief adalah sebagai penulis harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya setuju sekali dengan hal ini Mas!

Alhamdulillah, terima kasih buat Papa Noor yang selalu mensupport saya dalam hal apapun, (Naufal dan Raditya) anak-anak Ibu yang kooperatif saat Ibu mau ikut kegiatan ini, Nulis Buku.com (Ega dan Nina…akhirnya kita bisa ketemu di Balikpapan yahh), Windy Ariestanty dan Mas Arief Ash Shiddiq (udah bagi-bagi ilmu).

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s