Posted in Jalan-Jalan

Berlibur Di Atas K.M. Bukit Siguntang (Balikpapan-Tarakan-Nunukan) #2

Pelabuhan Semayang Balikpapan
Pelabuhan Semayang Balikpapan

23 Juni 2014

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, pada tiket yang telah kami pegang tertulis jadwal keberangkatan K.M. Bukit Siguntang pada hari ini pk. 09.00 WITA. Kami berangkat dari rumah pukul 6.30, perjalanan menuju pelabuhan hanya 30 menit. Tiba di Pelabuhan Semayang tepat pk. 07.00, suasana sangat ramai. Saya baru tahu kalau sedang ada kapal bersandar di pelabuhan suasana akan sangat ramai persis seperti saatmudik lebaran. Kami bergegas turun dari mobil. Hujan rintik-rintik semenjak subuh belum berhenti, saya dan Papa Noor menggenggam erat tangan anak-anak berjalan di bawah rintik hujan menuju ruang tunggu pelabuhan.

Sebelum memasuki ruang tunggu, ada petugas yang memeriksa tiket, setelah diperiksa kami diperbolehkan masuk. Di dalam ruang tunggu terlihat sebuah kapal berukuran besar sedang bersandar. Inilah K.M. Bukit Siguntang yang dibuat pada tahun 1995, kapal laut ini memiliki rute : Lewoleba-Kupang-Maumere-Makassar-Parepare-Balikpapan-Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Baubau. Pintu-pintu besi menuju keluar anjungan masih tergembok, para penumpang belum diperbolehkan naik kapal, karena penumpang K.M. Bukit Siguntang dari Pare-Pare baru saja turun. Bersama kami ada ratusan anak-anak mahasiswa dari Universitas Mulawarman yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke daerah Tarakan dan Nunukan. Anak-anak mahasiswa ini dipersilahkan menuju kapal terlebih dahulu. Kami harus sabar mengunggu, karena kalau tidak sabar bisa kena semprot para petugas keamanan yang sedang bertugas menjaga pintu-pintu besi di anjungan pelabuhan. Setelah anak-anak mahasiswa semuanya sudah naik ke kapal barulah kami penumpang umum diperbolehkan naik.

Kami menaiki tangga kapal langsung masuk ke lantai 5. Di lantai 5 ini adalah kelas ekonomi berupa barak-barak dengan tempat tidur panjang yang di atasnya terdapat rak besi untuk menyimpan barang bawaan. Suasana di kelas ekonomi sangat pengap,panas, bau dan agak gelap. Asap rokok memenuhi setiap sudut ruangan, padahal di dalam kapal dilarang merokok, tetapi para penumpang kelas ekonomi ini cuek saja merokok seenaknya. Kuli-kuli pelabuhan turut berdesak-desakan  mereka sangat gesit membawa barang bawaan penumpang yang ukurannya besar-besar. Di kapal laut ini rupanya tidak ada aturan dalam membawa barang bawaan, semua orang boleh saja membawa barang sesuka hatinya dan sebanyak apa pun. Ada yang membawa binatang peliharaan seperti burung, kucing dan ayam, ada yang membawa setumpuk kardus-kardus ukuran besar yang entah apa isinya, ada yang membawa berkarung-karung beras dan tepung,bahkan ada yang membawa beratus-ratus papan berisi telur ayam, semua masuk bersatu bersama di dalam dek penumpang. Mereka menyimpan barang-barang bawaannya di tangga-tangga dek dalam kapal. Hari itu kapal sepertinya banyak sekali muatannya, entah berapa ribu orang yang masuk ke dalamnya menjadi penumpang, entah apakah sesuai dengan kapasitas kapal atau tidak. Karena penumpang ekonomi yang seharusnya berada di dek ekonomi ternyata banyak yang mengambil posisi di depan lobyy atau sepanjang gang-gang kabin kelas 1,2,3 bahkan nekad duduk di tangga di dalam ruangan kapal  dan di dek luar kapal.

dalam kapal1

Setelah berdesak-desakan dan bersusah payah dengan penumpang lain dan barang bawaannya yang menghalangi jalan serta tangga, akhirnya kami sampai di lantai 6, yaitu tempat kelas 1B kamar kami berada. Suasana di lantai 6 ber-AC, di lantai ini terdapat kabin-kabin kelas (1A,1B,2), restoran, dan mesjid yang terletak di dek luar. Oh iya harga tiket sudah termasuk makan sehari tiga kali di restoran kapal.

wpid-suasana-dlm-kapal.jpg.jpeg

Di lantai 6 kami ke ruangan informasi untuk meminta kunci kamar dengan menunjukkan tiket. Kamar yang kami tempati cukup nyaman dan kamar mandinya bersih. Anak-anak senang sekali memainkan tempat tidur lipat dan tangganya bolak-balik mereka buka tutup.

Tepat pukul 09.00 WITA terompet dibunyikan tanda kapal akan segera berlayar meninggalkan Pelabuhan Semayang Balikpapan menuju Tarakan, berlayar melintasi Selat Makassar menuju utara pulau Kalimantan. Selama tiga hari ke depan kami akan berada di atas K.M. Bukit Siguntang.

berlayar1

……bersambung……

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s