Posted in Jalan-Jalan

Berlibur Di Atas K.M. Bukit Siguntang (Balikpapan-Tarakan-Nunukan) #4

Selamat Pagi Tarakan Bagian 1 (Selasa, 24 Juni 2014)

tarakan1

Dari atas tempat tidur,  terdengar sayup-sayup suara adzan berkumandang. Saya membuka mata dan sesaat merasa agak bingung, ini dimana ya? Oh iya, saya masih berada di atas kapal. Alhamdulillah semalam kami berempat bisa tidur nyenyak di atas kapal yang sedang berlayar di Selat Makassar ini. Tidak ada ombak besar, kapal hanya sedikit bergoyang-goyang. Saya bangunkan suami dan anak-anak untuk shalat subuh. Tadinya mau shalat di musholla, tapi suasana di luar kamar masih ramai, kayaknya bakalan terlambat mengikuti shalat subuh berjamaah, akhirnya kami shalat subuh di kamar saja. Setelah shalat kami bergantian mandi. Tak sabar ingin segera keluar untuk melihat matahari terbit. Setelah semuanya beres, kami ke luar kamar menuju warung kopi di dek 7.

Warung kopi yang terletak di dek 7  sudah dipenuhi orang, masih tersisa sebuah bangku kayu panjang, kami duduk di situ.  Mungkin orang-orang juga ingin menikmati indahnya matahari terbit seperti kami berempat, atau mungkin hanya sekedar ngopi-ngopi saja sambil ngemil Pop Mie . Yang jelas si bungsu Raditya tergiur untuk memesesan sebungkus Pop Mie dan segelas teh manis hangat.  Angin pagi terasa dingin dan berhembus kencang menerpa wajah-wajah kami pagi itu. Suara musik dangdut yang terdengar keras dari speaker yang ditempel  di pojok-pojok tiang, mengiringi kami menikmati terbitnya matahari. Subhanallah suasana saat itu terasa sangat indah, sesaat kami tenggelam dalam pikiran kami masing-masing, kecuali si bungsu yang masih sibuk nyeruput Pop Mie dan teh manis hangatnya.

Tak lama kemudian awak kapal mengumumkan melalui speaker bahwa sarapan pagi telah tersedia, bagi penumpang kelas ekonomi dipersilakan untuk mengambil makanannya di tempat mengambil makanan, sedangkan bagi penumpang kelas 1,2 dan 3 dipersilakan segera ke restoran. Kami berempat beranjak dari bangku kayu di warung kopi menuju restoran di lantai 6 untuk sarapan. Menu sarapannya adalah nasi goreng, telur ceplok, sambal, acar dan buah. Kami menyantap sarapan bersama para penumpang lainnya.

Menurut jadwal, kapal akan bersandar di Pelabuhan Tarakan pada pukul 6.30. Karena sudah mendekati daratan, sinyal hp sudah mulai muncul. Suami menelpon temannya yang akan menjemput kami di pelabuhan. Selesai makan kami bergegas ke lantai 5, menuju pintu untuk turun dari kapal. Pintu masih di tutup, karena kapal belum bersandar tetapi sudah dipenuhi orang-orang yang mengantri akan turun di Pelabuhan Tarakan.  Kami berempat turut berdesak-desakan dalam antrian itu.

Akhirnya kapal bersandar, pintu menuju tangga keluar kapal pun mulai dibuka. Suasana antiran semakin penuh sesak, saya memegang erat tangan si sulung sementara suami di depan saya menggenggam erat tangan si bungsu. Proses turun dari kapal agak kacau karena ketika pintu dibuka, para kuli angkut dari luar kapal belum-belum sudah menyerobot masuk ke dalam, padahal kami yang ada di dalam sudah berdesakan. Keadaan agak tenang setelah petugas pelabuhan mengatur di ujung tangga.

Sinar matahari yang hangat menyambut kami di Pelabuhan Tarakan. Akhirnya kami menginjakkan kaki di tanah Tarakan. Suasana di dekat kapal sangat ramai, orang-orang sibuk berlalu-lalang dan menurunkan barang bawaan dari kapal. Kuli-kuli angkut berjalan cepat-cepat sambil menarik gerobaknya masing-masing, membawa barang bawaan milik penumpang yang baru turun kapal. Kira-kira 100 meter dari kapal ada beberapa truk tentara yang akan mengangkut para mahasiswa yang mengikuti KKN di sekitar daerah Tarakan. Harus hati-hati berjalan dan tidak boleh sambil melamun karena meleng sedikit saja kita bisa kena seruduk gerobak dan barang bawaan milik orang lain . Pada bagian dua saya ceritakan bertapa banyaknya orang yang membawa barang berupa kerdus-kerdus, karung-karung berisi tepung, beras, pupuk dsb termasuk berpapan-papan telur ayam. Ternyata barang-barang tersebut masing-masiing item jumlahnya mencapai satu truk penuh. Pantas saja di dalam kapal terasa sangat penuh sesak.

…bersambung….

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

4 thoughts on “Berlibur Di Atas K.M. Bukit Siguntang (Balikpapan-Tarakan-Nunukan) #4

  1. Pasti menyenangkan traveling bersama anak-anak.
    Saya pernah dinas di Tarakan selama 3 bulan, di Balikpapan selama 12 tahun
    Sayangnya belum pernah traveling naik kapal.
    Salam hangat dari Surabaya

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s