Posted in Balikpapan

Kasur Angin Kempes…..Ooh….No!! (Serial Kasur Butut #3)

Balikpapan, 25 Mei 2013

Awal bulan Maret kemarin, kami kedatangan tamu istimewa dari Bandung. Yup, Eyangnya anak-anak alias Mamah dan Papapnya Papa Noor alias mertua saya yang  datang ke Balikpapan. Kami sekeluarga bukan main senangnya dikunjungi oleh Mamah dan Papap dari Bandung.

Untung saja, kasur angin sudah dapat kembali kami gunakan. Meskipun sering kempes, tapi kempesnya nggak parah, tinggal ditiup lagi beres bisa tidur dengan nyaman. Dan kali ini ketika kami kedatangan tamu, kasur angin dan kasur butut sangat dibutuhkan untuk temapt kami tidur.

Rencananya Mamah dan Papap mertua akan kami persilakan tidur di kasur angin dengan pertimbangan kasurnya lebih tebal dan baru nggak seperti si kasur butut yang tipis ini. Nanti anak-anak tidur di kasur springbed, saya dan Papa Noor tidur di kasur butut.

Mamah dan Papap mertua datang sore hari karena pesawat di-delay lama sekali, alhamdulillah mereka sampai di Balikpapan dengan selamat. Di rumah sejak siang sebetulnya saya sudah buatkan masakan, tapi karena pesawat delay, akhirnya masakan saya baru dimakan sore hari ketiak mereka sudah tiba di rumah. Kami mendapatkan banyak oleh-oleh dari Bandung :).

Malamnya, sesuai dengan rencana Mamah dan Papap mertua tidur di kasur angin. Baru beberapa menit mereka tidur di kasur angin, tiba-tiba kasur anginnya menggelembung setengah di bagian Papap mertua dan setengahnya lagi kempes persis di bagian Mamah Mertua :(. Sempat heboh, anak-anak juga kaget, saya dan Papa Noor kaget, Mamah dan Papap mertua apalagi bukan main kagetnya…..loh, kok bisa begini kasurnya??

Saya dan Papa Noor gak tega,lalu segera meminta Mamah dan Papap untuk pindah kasur ke kasur butut. Tadinya mereka gak mau, tapi setelah kami paksa akhirnya mereka mau. Kondisi kasur butut saat itu jauh lebih baik dibandingkan dengan si kasur angin yang sebelah melendung sebelah kempes :(.

Saya dan Papa Noor tidur di kasur angin….duuuuh aseli gak nyaman!!! Bayangkan saja berarti yang sebelah kebagian yang kempes dan  yang sebelahnya lagi kebagian yang melendung keras :(. Yang satu agak masuk ke dalam kasur, yang satu membumbul ke atas, kalau salah satu dari kami meninggalkan kasur angin bakalan nggak balance bahkan salah satu bakalan terlipat masuk dalam kasur.

Dan sodara-sodara…..selama dua minggu penuh saya dan Papa Noor gak punya pilihan lain harus tidur di kasur angin yang kondisinya seperti itu :(. Sudah dapat dipastikan badan jadi pegal-pegal setiap hari.

Tapi alhamdulillah masih ada kasur butut yang bisa ditiduri oleh Mamah dan Papap mertua. Mamah dan Papap mertua pun bisa tidur nyenyak di atas kasur butut.

Mamah dan Papap mertua hanya dua minggu di Balikpapan, kemudian mereka harus pulang lagi ke Bandung. Sepeninggal Mamah dan Papap mertua, kasur angin semakin memprihatinkan kondisinya. Dia bertambah kempes dan kempes dan kempes parah sampai akhirnya tidak bisa digunakan lagi dan terpaksa saya lipat. Usaha untuk membetulkan kasur angin pun sia-sia saja, segala daya upaya telah dilakukan, namun ia tetap saja kempes :(.

Sejak saat itu, kami kembali tidur di kasur butut. Selamat bertugas kembali kasur butut.

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

One thought on “Kasur Angin Kempes…..Ooh….No!! (Serial Kasur Butut #3)

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s