Posted in Bandung, Buku, Sahabat

Acara Peluncuran Buku “Pintar ASI dan Menyusui” karya F.B.Monika

Launching Buku Pintar ASI dan Menyusui
Keceriaan di acara launching “Buku Pintar ASI dan Menyusui” di TB. Togamas Buah Batu Bandung – Sabtu, 27 Desember 2014 (foto diambil dari koleksi pribadi F.B. Monika)
F.B. Monika, Noura book and Ayah ASI Bdg
Penandatanganan Kolase “Buku Pintar ASI dan Menyusui” oleh : F.B. Monika (penulis buku), Noura Books (penerbit) dan Ayah ASI Bandung ( Kang Veby dan Kang Idzma)

Pemberian ASI ekslusif selama enam bulan pertama dalam kehidupan seorang bayi saat ini gaungnya sudah terdengar kemana-mana. Berbagai lembaga baik itu pemerintah maupun swasta, dan group-group pendukung pemberian ASI eksklusif sudah tersebar di pelosok negeri Indonesia Raya tercinta. Kabar gembira bagi para ibu menyusui, para penggiat ASI eksklusif dan siapa pun yang peduli pada pemberian ASI eksklusif ini adalah pada akhir Desember 2014 telah diluncurkan “Buku Pintar ASI dan Menyusui” yang ditulis oleh F.B.Monika seorang konselor menyusui dan orang pertama di Indonesia yang menjadi La Leche League Leader (La Leche League adalah organisasi internasional nonprofit dan nonsektarian pendukung ASI-menyusui) setelah ia mengambil program akreditasi La Leche League di Amerika Serikat.

F.B. Monika adalah seorang ibu yang sangat aktif dan rajin membuat artikel tentang menyusui dan seputar kesehatan anak yang ia bagikan di akun media sosialnya (facebook : Fatimah Berliana Monika Purba , dan twitter : @f_monika_b ). Pada 2010 Monik begitu biasanya ia dipanggil bergabung dan menjadi salah satu narasumber/pembicara di KLASI (Klub Peduli ASI) Bandung, Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) yang secara rutin mengadakan kelas edukasi persiapan kelahiran dan menyusui serta membantu para ibu yang memerlukan dukungan mengenai ASI dan menyusui.

Saya yang pada saat itu sedang berada di Bandung tidak mau melewatkan kesempatan emas ini untuk datang pada acara peluncuran “Buku Pintar ASI dan Menyusui” yang diadakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2014 di TB. Togamas Buah Batu Bandung. Tepat pada pukul 10 pagi acara dibuka oleh Kang Idzma dan Kang Veby sebagai moderator dari Ayah ASI Bandung. Peserta telah menempati semua kursi yang disediakan oleh penyelenggara, bahkan saya lihat masih banyak peserta yang datang ketika acara dimulai. Peserta yang datang tidak hanya berasal dari kota Bandung dan sekitarnya, tetapi ada yang datang dari Bekasi,Jakarta,Garut,Sumedang, Subang dll (termasuk saya yang datang dari Balikpapan…hehehe).

Setelah pembukaan dan perkenalan oleh moderator, Monik mulai angkat bicara. Yang melatarbelakangi Monik sangat aware kepada aktivitas pemberian ASI eksklusif adalah berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu dari dua orang anak yang pernah mengalami berbagai masalah menyusui bahkan nyaris gagal saat memberikan ASI eksklusif pada kedua bayinya. Hal ini disebabkan kurangnya informasi yang akurat mengenai pemberian ASI baik yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun orang-orang terdekat di sekitarnya. Justru yang banyak beredar adalah berbagai mitos yang katanya….katanya…. saja tanpa didukung oleh ilmu yang benar. Monik memiliki rasa penyesalan terhadap kedua putranya, inilah yang menjadikan motivasi bagi Monik untuk menggali lebih dalam lagi mengenai ilmu laktasi secara otodidak dan bertekad keras berjuang membantu ibu agar bisa menyusui bayinya secara eksklusif. Meskipun latar belakang Monik adalah sarjana Teknik Sipil ITB (bukan dari tenaga kesehatan seperti dokter, perawat atau bidan) menurutnya bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk mempelajari lebih dalam lagi ilmu laktasi. Karena tenaga kesehatan yang tersedia di Indonesia jumlahnya sedikit dan tidak berimbang dengan jumlah penduduknya dan yang memiliki pengetahuan tentang ilmu laktasi juga jumlahnya tidak banyak. Jadi jangan menggantungkan diri kepada para tenaga kesehatan untuk mendapatkan ilmu laktasi, tetapi kita sebagai masyarakat harus inisiatif untuk menggali ilmunya dan memberikan dukungan kepada ibu untuk sukses menyusui bayinya.

Yang menarik dari acara peluncuran buku ini adalah sesi sharing dari para peserta yang hadir. Yang pertama mendapatkan kesempatan untuk sharing adalah Ibu Bidan Nani, yaitu seorang Kepala Bidan di Desa Cimerang Padalarang Bandung Barat. Ibu Bidan Nani menjelaskan bahwa sebagian besar penduduk di wilayahnya adalah ekonomi menengah ke bawah yang berprofesi sebagai buruh pabrik. Pengetahuan mengenai ASI sangat minim salah satunya karena kekurangan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan mengenai laktasi. Ibu Bidan Nani ini bahkan harus melayani 15 Rukun Warga dan pernah dalam sehari ia membantu 5 persalinan. Pada tingkat posyandu di daerahnya pemberian ASI sangat sulit karena mayoritas ibu yang memiliki bayi berprofesi sebagai buruh pabrik. Menurutnya penyuluhan harus dilakukan secara terus-menerus selama susu formula masih gencar memasarkan produknya. Karena berdasarkan pengamatannya selama ia bertugas sebagai bidan desa, bayi yang diberi susu formula secara fisik memang gemuk namun sangat rentan terkena penyakit diare sejak usia 2 minggu, 3 bulan dan seterusnya. Sedangkan bayi yang diberikan ASI eksklusif badannya tidak gemuk tetapi daya tahan tubuhnya lebih kuat dan tidak mudah terkena penyakit diare. Ia merasa sangat senang dengan hadirnya “Buku Pintar ASI dan Menyusui” karya F.B. Monika ini karena isinya sangat lengkap mulai dari A-Z membahas mengenai ASI, dan disampaikan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh kalangan umum. Bahkan dalam “Buku Pintar ASI dan Menyusui” ini ia menemukan salah satu metoda induksi laktasi yang baru pertama kalinya ia baca.

Ayah ASI Bandung yang diwakili oleh Kang Veby dan Kang Idzma menambahkan bahwa di pedesaan banyak bayi yang diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) dini/sebelum 6 bulan justru atas saran dari tenaga kesehatan/bidan yang tidak paham mengenai pemberian ASI eksklusif.

Sharing berikutnya adalah dari Mba Mirra seorang gadis yang belum menikah tetapi sangat antusias dengan kegiatan pemberian ASI eksklusif. Menurutnya pemberian ASI eksklusif sangat penting dan ilmunya justru harus dipelajari jauh-jauh hari sebelum hamil bahkan sebelum menikah.

Selanjutnya sharing dari Mba Renny salah seorang ibu hamil. Mba Renny ini mempunyai pengalaman kurang enak ketika menyusui anak pertamanya. Salah satu penyebabnya adalah merasa dihakimi oleh para penggiat ASI dan ibu menyusui lainnya dengan perkataan yang kurang tepat pada saat ia mengalami kesulitan dalam memberikan ASI. Yang ada bukan dukungan yang ia dapatkan melainkan kata-kata yang semakin membuatnya tertekan dan tidak nyaman. Ia mengharapkan para penggiat ASI dan para ibu menyusui lebih memiliki empati kepada para ibu yang sedang mengalami masalah menyusui. Menurut saya hal ini juga sangat penting untuk diperhatikan, karena dalam komunitas menyusui biasanya anggotanya terdiri dari berbagai latar belakang dan juga karakter yang berbeda. Ada yang dengan semangat berkobar-kobar mengkampanyekan tentang ASI tanpa tendeng aling-aling dan menggunakan bahasa yang kurang ramah, ada yang memajang foto hasil perahan ASInya yang jumlahnya sangat banyak,ada yang memiliki karakter sensitive dan sebagainya. Monik juga mengingatkan kepada para aktivis pendukung ASI dan para ibu menyusui untuk lebih berempati kepada ibu yang memiliki masalah menyusui, justru pada saat itu kita harus berada di pihak ibu, bukan untuk menghakimi bahkan menyalahkan si ibu.

Sharing berikutnya dari Mba Ira Pitriawati yang berhasil menyusui bayi kembarnya (Carissa dan Cassidy) secara eksklusif. Mba Ira ini sejak mengetahui dirinya hamil anak kembar mulai berburu ilmu laktasi, ia pun tak segan untuk mengontak Monik yang ia kenal dari facebook. Monik mendampingi Ira mulai dari awal, dengan memberikan artikel-artikel seputar menyusui bayi kembar. Konseling dilakukan melalui facebook dan twitter karena pada saat itu Monik berada di Amerika, dan pada 2013 ketika Monik liburan summer ke Indonesia barulah mereka bertemu dan Monik mengechek growth chart bayi kembarnya Ira. Meskipun bayi kembarnya lahir premature dan dengan operasi SC Mba Ira berhasil menyusui bayinya smapai sekarang berusia 21 bulan. Keberhasilan Mba Ira ini atas usaha kerasnya untuk mencari tau mengenai ilmu laktasi dan juga tak luput dari dukungan dan bantuan penuh dari suaminya yang juga sama-sama belajar mengenai ilmu laktasi.

Dukungan dari suami atau keluarga terdekat yang mendampingi ibu menyusui sangat penting, hal ini ditegaskan oleh Kang Veby dan Kang Idzma dari Ayah ASI Bandung. Saat ibu menyusui sedang lelah, ayah bisa bergantian membantu ibu mengurus si kecil , memberikan kesempatan kepada ibu untuk istirahat yang cukup atau kalau si kecil sedang tertidur ayah bisa memberikan pijatan oksitosin kepada ibu agar lebih rilex dan lebih happy, ini bisa berpengaruh pada jumlah ASI yang dikeluarkan oleh ibu.

Selanjutnya sharing dari Ibu Ani Suryani seorang kader posyandu dari Bekasi. Berdasarkan pengamatannya sebagai seorang kader posyandu, permasalahan yang ia temukan di masyarakat di sekitar lingkungannya adalah minimnya pengetahuan mengenai ilmu per-ASI-an, sehingga bagi sebagian besar ibu, menyusui adalah hal yang sulit. Ditambah lagi pada umumnya para ibu sering membanding-bandingkan berat badan bayi, bayi yang memiliki berat badan banyak alias gemuk dianggap lebih sehat. Oh iya mengenai berat badan bayi, Monik mengingatkan bayi yang diberi ASI harus dipantau kurva pertumbuhannya, jika mengalami berat badan kurang maka harus segera diberikan tindakan misalnya ekstra pumping bagi si ibu untuk merangsang lebih banyak keluarnya ASI atau manajemen laktasi yang harus diperbaiki. Ibu Ani juga sharing mengenai bayinya yang mengalami  Hirschsprung’s desease. Apakah Hirschsprung’s desease? Hirschsprung’s desease adalah kelainan congenital yang menyebabkan gangguan pergerakan usus, akibat permasalahan pada persyarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus diatasnya Biasanya Hirschsprung’s desease dialami oleh bayi yang baru lahir. Ciri-ciri Hirschsprung’s desease antara lain : dalam 24 jam pertama setelah lahir bayi tidak mengeluarkan meconium yaitu feses (tinja) pertama bayi yang baru lahir bentuknya kental, lengket, dan berwarna hitam kehijauan, mengalami sembelit yang tidak normal dan muntah menyemprot. bayi yang mengalami Hirschsprung’s desease harus segera diatasi dengan cara dioperasi. Ibu Ani mengisahkan bayinya yang dioperasi ketika usianya 21 hari dengan cara ususnya dipotong lalu dibuatkan anus buatan sambil menunggu usus yang baru tumbuh. Alhamdulillah para dokter dan tenaga medis yang membantu proses penyembuhan bayi Ibu Ani semua pro ASI mereka membantu Ibu Ani untuk memberika ASI pada bayinya, sehingga bayi Ibu Ani tumbuh sehat dan normal.

Setelah mendengarkan sharing dari peserta yang hadir, moderator mengadakan kuis yang hadiahnya dari para sponsor acara ini antara lain : botol kaca ASIP, baju anak, baju menyusui, lotion oleh-oleh dari Monik ketika ke Amerika dll. Pertanyaan kuis antara lain :

1. Apakah bentuk payudara mempengaruhi jumlah ASI yang dikeluarkan ? Jawabannya tidak, karena besar kecilnya payudara berasal dari jaringan lemak yang ada didalamnya yang tidak mempengaruhi jumlah ASI yang dikeluarkan.

2. Apakah ibu menyusui boleh makan makanan pedas ? jawabannya boleh silahkan menikmati makanan pedas asal tidak berlebihan alias dibatasi dan amati bagaimana reaksi bayi.

3. Apa nama hormone penghasil ASI ? jawabannya prolactin

4. Apa nama hormone yang mengeluarkan ASI ? jawabannya oksitosin

Beberapa hal mengenai laktasi yang sempat saya catat diantaranya :

– Ada beberapa hal yang menyebabkan ibu tidak bisa IMD atau Inisiasi Menyusu Dini (IMD adalah segera setelah lahir bayi ditaruh di dada ibu), salah satunya adalah kalau nilai APGARnya rendah (Nilai APGAR adalah suatu metode praktis yang di gunakan untuk menilai keadaan bayi sesaat setelah di lahirkan. Fungsi nilai apgar adalah untuk melihat dan mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau tidak sehingga dapat di persiapkan penanganan yang tepat untuk mencegah timbulnya resiko yang tidak di inginkan). Untuk merangsang ASI maka dalam 6 jam setelah melahirkan ibu wajib memerah ASInya.

– Cara merangsang oksitosin khususnya untuk ibu bekerja adalah dengan membawa foto bayi atau merekam suara bayi atau membawa baju bayi, ketika ibu harus memerah ASInya ia bisa sambil melihat foto dan mendengarkan suara atau sambil mencium bayinya.

– Nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, sebetulnya tidak ada susu khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Ibu hamil dan menyusui juga tidak wajib minum susu. Sumber kalsium bisa didapatkan dari bahan makanan lain selain susu. Ibu hamil dan menyusui wajib menjaga asupan yaitu makanan sehat dan bergizi sesuai dengan komposisi “My Plate”

BBMyPlateCTT
sumber foto : abcnews.go.com

– Rooming in yang ideal adalah bayi berada satu kasur dengan ibu, saat ini banyak salah kaprah yaitu bayi ditidurkan dalam box bayi meskipun dalam satu ruangan kamar dengan ibu. Hal ini kurang tepat, karena harusnya ibu tidur bersama bayi di satu kasur, tujuannya adalah untuk mendekatkan ibu dan bayi sejak dini dan memberikan kesempatan bayi agar dapat sepuasnya menyusu pada ibunya, untuk ibunya pun bermanfaat untuk merangsang hormone prolactin dan oksitosin.

Selain mendapatkan ilmu dalam acara ini juga banyak hadiah, hadiah diberikan selain untuk para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan juga diberikan sebagai doorprize. Saya dapat doorprizenya berupa novel….hatur nuhun Monik, tau aja saya suka baca novel..hehehe 🙂 . Oh iyaaa di acara peluncuran bukunya Monik ini setiap peserta mendapatkan goodie bag yang isinya ini : goodie bag Acara ditutup dengan pemutaran video Ayah ASI, yaitu berisi kumpulan foto-foto ayah sedang bermain dan merawat bayinya. Dan video “Breastfeeding. It’s natural” dari UNICEF yang bikin kita semakin termotivasi untuk peduli dan mendukung ibu menyusui. Setelah acara ditutup dilanjutkan dengan penandatanganan buku oleh penulisnya. Kami mengantri untuk minta tanda tangan Monik.

Senang banget bisa hadir di acara peluncuran bukunya Monik, dapet ilmu, dapet goodie bag, dapet dooeprize dan saya juga bisa reunian dengan sahabat saya di KLASI Bandung, yaitu dengan Dinny KAA dan Marina Noer, asyik ngobrol sampai pulangnya basah kuyup kehujanan….hehehe 🙂 .

reuni KLASI YOP Bandung
“Reuni KLASI YOP Bandung, dari kiri-kanan : Marina Noer, Dinny KAA, F.B. Monika, Ira I

“Buku Pintar ASI dan Menyusui” karya F.B. Monika ini beneran deh isinya TOP abis, lengkap banget. Buat yang sedang mempersiapkan kehadiran sang buah hati atau yang baru mau nikah atau untuk hadiah sodara yang sedang hamil atau baru melahirkan atau buat yang peduli dan ingin mendukung ibu menyusui, beli buku ini deh. Psst….baru saja diluncurkan kabarnya buku ini sudah best seller loh! Mau cari buku ini gampang karena  sudah bisa dibeli di toko buku seperti Gramedia, Kharisma, Togamas, Gunung Agung dsb.

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

2 thoughts on “Acara Peluncuran Buku “Pintar ASI dan Menyusui” karya F.B.Monika

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s