Posted in Anak-Anak, Balikpapan, Taekwondo

Ujian Kesabaran Di Ujian Kenaikan Tingkat

Sudah dua tahun ini kedua anak saya menekuni kegiatan beladiri taekwondo. Yang pertama kali ikut taekwondo adalah si sulung, ia ikut ekskul di sekolah setiap hari Sabtu. Selang setahun kemudian ketika si bungsu masuk SD ia kami ikutkan ekskul taekwondo juga seperti kakaknya.

Kebetulan dulu si sulung begitu masuk ekskul ini, tak lama kemudian digelar kejuaraan piala walikota se-Kota Balikpapan. Ia turut menjadi peserta kejuaraan meskipun masih sabuk putih dan baru beberapa bulan saja ikut ekskul ini. Kemudian ia juga pernah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) se-Kota Balikpapan untuk naik ke sabuk kuning. Dan pada Oktober 2014 kemarin ketika ada kejuaraan pra junior digelar di Balikpapan, keduanya (saat itu si bungsu usah ikut ekskul taekwondo) kami ikut sertakan untuk bertarung di arena kejuaraan.

Setelah mengikuti kejuaraan pra junior tahun 2014 kemarin, anak-anak termotivasi untuk mengikuti latihan di luar sekolah. Pilihan kami jatuh pada tempat latihan di Telkom Balikpapan karena kebetulan tempatnya juga dekat dengan rumah kami. Jadi, sejak November jadwal latihan taekwondo anak-anak bertambah menjadi seminggu 3 kali ( di sekolah setiap Sabtu pagi, dan di Telkom setiap Minggu dan Rabu malam).

Namanya juga anak-anak, motivasi mereka untuk datang ke tempat latihan naik-turun, apalagi kalau di sekolah ada kerja kelompok atau mereka punya banyak pekerjaan rumah apalagi ketika sedang ulangan. Saya dan Papanya anak-anak yang ‘pasang badan’ untuk sedikit ‘memaksa’ supaya anak-anak tetap konsisten dan disiplin datang ke tempat latihan. Sebetulnya mereka cuma males berangkatnya saja, buktinya jika mereka sudah di lapangan dan bergabung dengan teman-temannya latihan mereka terlihat senang. Latihan biasanya dilakukan selama dua jam dan pastinya sangat menguras keringat. Kalau latihan malam anak-anak kecapekan sekali, latihan dimulai pukul 19.00-21.00 wita. Dan kalau latihan Sabtu pagi di sekolah anak-anak juga malas karena mereka kalau hari Sabtu ingin bangun siang dan bermalas-malasan di rumah (hari Sabtu sekolah libur). Biasanya sepulang latihan saya menyiapkan air hangat untuk mandi, setelah mandi mereka bergiliran minta dibalur minyak kayu putih atau minyak tawon, setelah itu mereka tidur dengan nyenyak. Awal mengikuti latihan malam anak-anak susah sekali dibangunkan keesokan paginya, mungkin karena mereka belum terbiasa tidur pukul 22.00 dan selama dua minggu masa penyesuaian kondisi mereka agak kepayahan kondisi fisik pun jadi agak menurun.  Untuk menunjang agar kondisi mereka tetap fit saya berupaya untuk memberikan makanan sehat dan bergizi kepada anak-anak dan ‘mengawal’ jadwal mereka (jadwal istirahat, bikin PR, belajar dst). Sungguh berat pada awal-awal masa penyesuaian dengan jadwal latihan baru ini. Untungnya saya dan suami kompak (dan suami saya itu orangnya super disiplin), jadilah kami berdua maju terus pantang mundur.

Melewati dua minggu masa penyesuaian, akhirnya mereka pun terbiasa dengan kegiatan barunya ini. Kondisi fisik mereka juga sudah mulai menyesuaikan, mereka sudah mulai kuat nggak ringgih seperti awal-awal latihan. Ya, mereka sudah mulai enjoy dengan jadwal 3 kali latihan dalam seminggu.

Nah minggu kemarin tanggal 18 Januari 2015 anak-anak mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo di Batalyon Infanteri 600  Raider yang berlokasi di Manggar. Pukul 7 wita kami sudah berada di tempat ujian. UKT ini diikuti oleh ratusan peserta yang datang dari seluruh penjuru kota Balikpapan. Aula yang menjadi tempat ujian diselenggarakan dipenuhi oleh para peserta yang kebanyakan usia sekolah mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Yang akan diuji pada hari itu adalah sabuk putih, kuning, hijau polos, hijau strip, biru dan biru strip. Anak-anak mendapat giliran ujian mejelang sore hari  karena yang duluan diuji adalah sabuk putih dan kuning (si sulung sudah sabuk biru dan si bungsu sabuk hijau). Seharian itu kami berempat menunggu giliran ujian sejak pagi sampai  sore hari. Duduk di lantai keramik aula milik Yonif 600 Raider tanpa alas (soalnya nggak tahu, kalau kami sejak awal tahu mungkin kami akan membawa tikar dan bantal…hehehe), belum lagi  harus berdempet-dempetan dengan orang tua dan para peserta ujian yang lain (bisa dibayangkan berjam-jam lamanya kami dalam posisi seperti itu). Pagi-pagi anak-anak masih pada semangat, tapi setelah pukul 14.00 anak-anak mulai pada manyun karena bosan. Mereka ingin pinjam tab milik saya untuk main game, nggak saya ijinkan karena rugi kalau menghabiskan waktu hanya untuk main tab, saya menganjurkan mereka memperhatikan teman-teman mereka yang sedang diuji terlebih dahulu. Sebetulnya nggak hanya anak-anak yang sudah mulai bosan tingkat dewa, saya dan suami pun sama aja sudah mulai bosan tingkat dewa. Di sinilah kesabaran kami diuji, dalam kondisi bosan dan capekkk harus menenangkan anak-anak yang mulai rewel dan keburu kecapekan padahal mereka belum mendapat giliran diuji. Kami menghabiskan waktu dengan menonton anak-anak yang sedang diuji, karena materi ujiannya sama dengan yang akan dihadapi oleh anak-anak nanti pada gilirannya. Sisanya kami jajan makanan yang ada di depan aula, ingin jalan-jalan keluar aula nggak bisa karena saat itu sedang hujan.

Alhamdulillah, kami sudah mengalami hal yang sama ketika dulu si sulung mengikuti kejuaraan piala walikota, ujian kenaikan tingkat yang sebelumnya dan pada kejuaraan pra junior. Kali ini mental kami jauh lebih siap dibandingkan dengan yang terdahulu. Sudah nggak kaget harus menunggu giliran selama lebih dari 10 jam dengan hanya duduk di lantai dempet-dempetan dengan orang lain. Anak-anak pun demikian, mereka sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini.

Pukul 15.00 wita giliran sabuk hijau diuji. Si bungsu maju bersama dengan puluhan teman-temannya sesama sabuk hijau ke tengah area pengujian. Peserta sabuk hijau dibagi menjadi 3 kelompok. Dengan penuh percaya diri si bungsu mengikuti tahapan demi tahapan pengujian (ini adalah pengalaman pertama kalinya mengikuti UKT di tingkat kota Balikpapan, biasanya dia hanya diuji kenaikan sabuk di sekolah). Saya yang duduk di pinggir matras lumayan deg-degan melihat si bungsu diuji. Apalagi ketika ia harus tampil sendirian di depan para sabeum. 45 menit berlalu….alhamdulillah si bungsu dengan keringat bercucuran bisa melewatinya dengan lancar….legaaa….tinggal si sulung nih. Si sulung dapat giliran pk. 16.30 dalam kondisi sudah mulai keluar batuk-batuknya (dia sedang nggak enak badan, hari Jumat dan Sabtu sempat demam dan batuk-batuk). Saya agak khawatir melihatnya, benar saja ketika harus memecahkan papan, baru pada tendangan ketiga ia bisa memecahkannya (nggak ada tenaga). Itu terjadi hanya pada awalnya saja, karena tak lama kemudian ia berhasil menguasai dirinya dan melaksanakan ujian dengan baik dan power full (yang jelas batuknya hilang setelah beberapa menit turun di arena pengujian). 45 menit berlalu si sulung bisa menyelesaikan ujian dengan baik…alhamdulillah.

Akhirnya selesai sudah UKT pada hari itu. Legaaaa…..sekali rasanya. Menjelang magrib kami bersiap pulang ke rumah. Di perjalanan anak-anak terlihat sangat senang, mereka ramai mengobrol tentang semua yang kami jalani pada hari itu. Sampai di rumah pk 19.00 wita (pergi saat matahari belum keluar dan pulang ketika matahari terbenam). Pulang ke rumah kami semua lelah, namun hati ini terasa senang karena pada hari itu kami berempat bisa bersama-sama melewati hari yang penuh dengan ujian 🙂

ukt
Ujian Sabuk Hijau
ukt1
Ujian Sabuk Biru

 

10945857_10204825149042211_9202034843217462674_o (1)
Ujian Kenaikan Tingkat di Aula Yonif 600 Raider Manggar

 

 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s