Posted in Balikpapan, kegiatan ku

Pucuk Di Cinta Bubur Sumsum Pun Tiba

Balikpapan, 23 September 2013

gambar diambil dari google
gambar diambil dari google

Beberapa hari yang lalu, nggak ada angin nggak ada hujan. Tiba-tiba saya kepengen banget makan bubur sumsum.

Terbayang-bayang bubur sumsum yang lembut dan dingin dicampur saus gula merah beraroma kayu manis, ditaburi potongan buah nangka….hmmmm….yummy….mak nyoss…..

Saya kemudian browsing kesana kemari mencari tau bagaimana cara membuat bubur sumsum. Karena browsingnya dari hp, saya hanya sekilas saja membaca resepnya. Setelah dirasa mengerti, saya pergi ke pasar membeli bahan-bahan untuk membuat bubur sumsum.

Bahannya simple aja, hanya tepung beras, daun pandan, santan, gula merah, dan nangka. Cara membuatnya pun sepertinya mudah, tinggal campur santan dan tepung beras jerang di atas api kecil sambil terus diaduk-aduk supaya tidak menggumpal. Membuat saus gula merahnya pun mudah.

Dengan semangat ’45 saya membuat bubur sumsum di dapur. Tapi kok, kenapa ya hasilnya kental sekali nggak lembut seperti yang ada dalam bayangan saya…hu…hu…hu…. Ketika saya cicipi juga rasanya aneh karena terlalu kental 😦 saya simpan bubur sumsum hasil buatan saya di lemari es. Siapa tau kalau sudah masuk lemari es rasanya bisa berubah menjadi enak 🙂 *ternyata teteup aja nggak enak*. Padahal saus gula merah yang saya buat enak rasanya, nggak sepadan dengan bubur sumsumnya ihiks…

Sore hari, ketika suami tiba di rumah, saya pun bercerita tentang eksperimen yang saya lakukan pada hari itu. Suami saya jadi penasaran, lalu ia meminta semangkuk bubur sumsum kepada saya.

“Papa mau coba bubur sumsum buatan Ibu ya!”

“Tapi nggak enak Pa rasanya.”

“Nggak apa-apa, tolong ambilkan buat Papa ya!”

Saya mengambilkan semangkuk bubur sumsum, disiram air gula beraroma kayu manis dan saya taburi buah nangka.
Suami menyambut bubur sumsum buatan saya dengan antusias. Tak lama kemudian dia terlihat sedang menikmati bubur sumsum buatan saya.

“Maaf ya Pa, bubur sumsumnya ngagk enak. Ibu salah bikinnya.”

“Emang Ibu bikin berapa banyak?”

“Bikin sepanci Pa.” (dengan suara yang memelas)

“Ooh…cuma sepanci. Ibu tau nggak Nyonya Liem dulu waktu masih belajar bikin kue, percobaannya lebih dari satu panci loh!”

Hu…hu…hu…suami mencoba menghibur saya nih ceritanya. Saya pun sedikit tersenyum sementara suami saya masih lahap menghabiskan bubur sumsum di mangkuknya.

Keesokan harinya, pulang dari kantor suami saya sakit perut. Bolak balik ke kamar mandi, dan minta dibalur minyak kayu putih. Saya sudah was-was dan curiga…jangan-jangan ini gara-gara kemarin makan bubur sumsum gagal buatan saya :(. Tapi suami saya keukeuh bilang bahwa sakit perutnya bukan karena makan bubur sumsum, tapi karena AC di kantor terlalu dingin *saya nggak percaya* . Untung sakit perutnya nggak keterusan sampai keesokan harinya.

Selang beberapa hari, tiba-tiba Mba Dian teman saya di sekolah memberikan sebuah bungkusan kepada saya yang isinya : sekotak Bubur Sumsum plus ketan hitam dan saus gula merah !! …..Alhamdulillah…..Iih Mba Dian tau aja kalo saya lagi kepengen makan bubur sumsum, terima kasih yaa.

Bubur sumsum buatan Mba Dian enak sekali, lembut dan harum. Maknyoss banget kalau dimakan dalam keadaan dingin. Saya sampai merem-melek menikmati bubur sumsum dari Mba Dian.

Sore harinya, ketika suami saya sudah tiba di rumah. Saya menawarkan bubur sumsum kepadanya.

“Papa, Ibu dikasih bubur sumsum nih saya Mba Dian, dia bikin sendiri. Rasanya enaaaakkk sekali, Papa mau?”

“Enggak Bu terima kasih, untuk Ibu aja.”

Heuheuheu…curiga si Papa kapok nih makan bubur sumsum ^_^

Moral of the story : lain kali kalo baca resep makanan nggak boleh sepintas-sepintas begitu, kudu dibaca bener-bener dan bahan-bahannya ditimbang dengan tepat pakai timbangan!!

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

2 thoughts on “Pucuk Di Cinta Bubur Sumsum Pun Tiba

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s