Posted in Balikpapan, kegiatan ku

Wadah Plastik

wadah plastik
gambar : http://www.vemale.com

 

Di kalangan ibu-ibu seperti saya yang namanya wadah plastik sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Beragam jenisnya mulai dari kotak bekal makan siang, botol minum, wadah camilan, rantang, piring saji, tempat roti dan masih banyak lagi. Selain karena wadah dari plastik warnanya cantik-cantik, wadah plastik ternyata diyakini lebih praktis digunakan untuk menyimpan makanan, mudah dibersihkan tanpa harus takut pecah, dan ramah lingkungan.

Pesona wadah plastik ini juga sangat memikat hati para ibu. Jujur deh meskipun di rumah koleksi berbagai jenis wadah plastik beraneka warna sudah banyak, ketika ada seorang teman yang menawarkan barang ini dengan harga discount dan bisa dicicil pula….sulit untuk menolaknya bukan? Iyah nggak apa-apa wajar kok namanya juga ibu-ibu…hehehe 🙂 pengalaman pribadi ini mah.

Waktu saya masih ‘nebeng’ di rumah Mama, saya belum paham bertapa penting dan berartinya wadah-wadah plastik itu bagi seorang ibu. Suatu hari saya pernah ngobrol dengan seorang teman, dia curhat ke saya katanya habis dimarahi ibunya karena tidak mengembalikan beberapa wadah plastik milik ibunya itu. Dan gara-gara hal ini ibunya teman saya jadi uring-uringan terus. Saya berpikir saat itu, “Kenapa sih cuma gara-gara wadah plastik begitu aja sampai harus marah-marah dan uring-uringan berkepanjangan?”

Lain lagi ceritanya  adik ipar saya. Adik saya ini tinggal di Pontianak, kalau lebaran mudik ke rumah mama di Bandung. Nah, setiap kali adik mau berangkat ke Pontianak mama selalu membawakan makanan yang disimpan di dalam beberapa wadah plastik. Pada lebaran tahun berikutnya adik saya ini membawa berbagai macam oleh-oleh yang dikemas ke dalam beberapa kardus. Tahu nggak salah satu isi kardusnya adalah wadah plastik kepunyaan mama yang dulu ia bawa ke Pontianak. Lagi-lagi saya komentar dalam hati, “Ribet amat sih bawa-bawa yang beginian.”

Wah ketahuan nih saya nggak pernah mengembalikan wadah plastik milik mama…hehehe 🙂 . Karena belum kepikiran sama saya bahwa wadah itu harus dikembalikan dan mama juga nggak pernah menanyakan wadah plastik miliknya yang belum saya kembalikan (biasanya mama langsung membeli wadah plastik baru kalau wadah plastiknya sudah habis karena sebagian besar sudah migrasi ke rumah saya).

Lama-lama wadah plastik kepunyaan mama, mama mertua dan kakak-kakak ipar saya memenuhi lemari di rumah saya (hahaha….ketahuan nih perabotannya punya orang semua 🙂 ). Karena nggak mau menumpuk barang yang bukan kepunyaan saya dan lama-lama nggak enak banget nyimpen barang yang bukan milik sendiri, maka saya kembalikan wadah-wadah tersebut kepada pemiliknya.

Jadi saya bisa membeli wadah baru yang menjadi hak milik saya. Saya menyicil mengkoleksi wadah-wadah tersebut, mulai dari botol minum, kotak bekal, rantang dan lain-lain. Namanya juga koleksi, lama-lama timbul rasa sayang terhadap wadah-wadah ini, apalagi kalau ditempeli judul “Limited Edition”.

Saya jadi suka cerewet kalau tahu ada salah satu koleksi wadah plastik saya nggak ada di rumah. Biasanya pelakunya adalah anak-anak dan Pak Suami. Ya siapa lagi kan mereka usernya, setiap hari mereka membawa bekal makanan dan minuman. Mereka suka lupa membawa pulang kotak makan atau botol minumnya. Baru-baru ini saya kehilangan sebuah kotak makan siang, botol ukuran 1 liter dan 500 ml. Sudah saya ceri kemana-mana nggak ketemu, pake uring-uringan segala ke anak-anak dan Pak Suami. Baru terasa bagaimana sedihnya kehilangan barang koleksi (lebay yah!). Pantesan dulu orang-orang sampe segitunya sama si wadah plastik ini….oooh begini toh rasanya.

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

6 thoughts on “Wadah Plastik

  1. aku juga pernah ngalamin yang sama mak.. tanpa sadar udah ngumpulin wadah plastik sodara,, trus baru sadar “sakitnya tuh disini” saat wadah sendiri raib..
    nice article mak .. love it

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s