Posted in Balikpapan

Balikpapan 118 Tahun “Kubangun,Kujaga, Kubela”

taman bekapai
Taman Bekapai

Anugerah yang Engkau berikan. Pada kami Kota Balikpapan.

Terbentang Indah dan menawan. Antara hutan bukit dan lautan.

Rasa syukur kami panjatkan. UntukMu Tuhan Yang Maha Esa.

Membangun kota tercinta. Bersih indah aman dan nyaman.

Balikpapan Balikpapan. Ku Bangun Kujaga Kubela.

Balikpapan Balikpapan. Terima kasih Tuhan tercinta.

Rasa syukur kami panjatkan. UntukMu Tuhan Yang Maha Esa

Membangun kota tercinta. Bersih indah aman dan nyaman.

Balikpapan Balikpapan. Ku Bangun Kujaga Kubela.

Balikpapan Balikpapan. Terima Kasih Tuhan Tercinta.

(Hymne Balikpapan)

Pada tanggal 10 Februari 2014, kota cantik yang terletak di salah satu pesisir pantai di wilayah Kalimantan Timur ini genap berusia 118 tahun.

Sebagai warga pendatang yang hampir empat tahun tinggal di kota Balikpapan, saya merasa betah tinggal di kota cantik dan bersih ini. Sebelum saya pindah ke sini, saya belum tahu seperti apa kota Balikpapan dan malahan terasa asing di telinga saya. Karena yang familiar kota-kota di Pulau Kalimantan hanyalah ibu kota provinsi yaitu Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin dan Samarinda.

Ketika menginjakkan kaki di Balikpapan, barulah saya tahu bahwa Balikpapan adalah kota yang istimewa. Memiliki julukan kota minyak atau Banua Patra, karena di sini terdapat sumber minyak bumi yang sejak jaman penjajahan menjadi incaran para penjajah. Perusahaan minyak dan tambang mendominasi industri perekonomian di kota ini. Di kota ini harga-harga lebih mahal dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

kilang minyak
Kilang Minyak Permtamina jaman dahulu (gambar : id.wikipedia.org)
antara foto
Kilang Minyak Pertamina sekarang (gambar : antarafoto.com)

Warga di kota ini ramah-ramah. Kebanyakan adalah warga pendatang (seperti saya). Hal ini yang menyebabkan saya merasa berada di kampung halaman sendiri. Nggak seperti di Jakarta atau Bandung, di sini jarang macet. Setiap pagi ketika saya mengantarkan anak-anak pergi sekolah, saya disuguhkan jalanan aspal yang bersih, udara yang segar dan pemandangan kota yang betul-betul indah. Tempat favorit saya adalah daerah Gunung Dubs karena dari perumahan Pertamina di Gunung Dubs yang letaknya dekat sekolah anak-anak, saya bisa melihat pemandangan laut beserta kapal-kapal yang sedang berlayar.

gn dubs1
Perumahan Pertamina Gunung Dubs (gambar : http://haisistha.wordpress.com)

Hal yang tidak saya sukai dari kota ini adalah ketika mati air, mati lampu dan harga barang-barang yang mahal. Selebihnya saya dan keluarga senang sekali tinggal di kota ini. Selamat ulang tahun Kota Balikpapan, akan selalu Kubangun, Kujaga dan Kubela.

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

4 thoughts on “Balikpapan 118 Tahun “Kubangun,Kujaga, Kubela”

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s