Posted in GA

3 Benda yang Selalu Saya Bawa Bepergian

1st-GA-Jalan-Jalan-KeNai
http://www.jalanjalankenai.com/2015/02/1st-ga-benda-yang-wajib-dibawa-saat-jalan-jalan.html

Saya,suami dan anak-anak lumayan suka jalan-jalan, baik itu cuma ‘ngukur’ jalan maupun jalan-jalan beneran mengunjungi tempat wisata. Waktu anak-anak masih kecil setiap kali mau bepergian barang bawaan kami banyak, rempong sekali. Saya selalu membawa tas berukuran besar yang isinya lengkap : tissue kering,tissue basah,diapers,kantong keresek kecil,handuk kecil,hand sanitizer, minyak kayu putih,hp, dompet,baju ganti anak masing-masing 1 set, pembalut wanita, botol minum, bekal makan anak yang masih MPASI (MPASI homemade), dan payung kecil. Hahaha….bener kan rempong segala macam saya masukkan ke dalam tas untuk dibawa bepergian. Abis gimana yaa, hati ini nggak tenang kalau pergi nggak bawa barang selengkap itu. Soalnya bawa anak kecil, masih suka muntah di jalan , kasihan kan kalau bajunya nggak diganti, nanti malah masuk angin dan bau.Kalau nggak bawa diapers, nanti bagaimana kalau harus ganti di jalan, harus bawa bekal makanan terutama yang masih MPASI soalnya anak-anak suka kelaperan di jalan dan belum bisa diajak jajan sembarangan, ya terpaksa bekal. Bawa tissue basah dan kering soalnya anak-anak suka main sembarangan pegang ini itu, setelah itu memasukkan tangannya ke dalam mulut, waah bahaya itu kuman-kuman bisa masuk kalau tangannya nggak dilap dulu pakai tissue basah. Bawa pembalut wanita untuk jaga-jaga kalau di tengah perjalanan ternyata dapat haid, iya kalau pas ada warung yang jual pembalut wanita, kalau pas lagi nggak ada yang jual pembalut kan gak asyik tuh. Bawa payung sebelum hujan….nggak hanya digunakan ketika hujan, payung juga sangat bermanfaat digunakan ketika berjalan di bawah sinar matahari yang panas terik.Dompet nggak boleh lupa harus selalu dibawa lah, soalnya di dalamnya ada uang, kartu-kartu termasuk KTP dan SIM. HP juga nggak boleh lupa dibawa,supaya bisa tetap dihubungi dimana pun saya berada. Pokoknya segala dibawa lah kalau pergi…hehehe. Udah biasa kemana-mana nenteng tas besar.

foto : dokumen pribadi
foto : dokumen pribadi

Sekarang sih udah enak, anak-anak sudah besar-besar. Barang bawaan saya semakin praktis dan ringkas. Kalau bepergian ke luar kota anak-anak membawa ransel sendiri yang berisi mp3, head phone,mainan, buku, baju ganti mereka, obat-obatan (oralit,paracetamol sachet, hansaplas), air minum dan camilan. Sedangkan saya membawa tas yang isinya dompet, hp, power bank, tissue basah, pembalut wanita 1 pcs, minyak kayu putih dan kaca mata hitam. Asyik ya kalau anak-anak sudah besar…hehehe.

Ternyata ada tiga benda yang ternyata selalu saya bawa kemana pun saya pergi karena benda itu selalu ada dalam tas saya. Benda tersebut adalah peniti, minyak kayu putih dan tissue basah :).

foto : dokumen pribadi
foto : dokumen pribadi

Saya selalu membawa peniti karena terbukti benda ini sering kali menjadi penyelamat ketika sedang bepergian. Salah sekian contohnya adalah saat kancing celana saya,suami atau anak saya ada yang lepas ketika sedang jalan-jalan. Nah loh bingung kan kalau kancing celana tiba-tiba lepas, pasti bikin risih banget kan, karena saya selalu membawa peniti ini nih, pas ada kejadian seperti ini tinggal sematkan peniti di tempat kancing yang copot…beres! Jalan-jalan bisa dilanjutkan tanpa khawatir celana melorot di tengah jalan :).

Contoh lain saya alami ketika suatu hari saya ada jadwal pengajian dan acara perpisahan. Dari rumah sudah berdandan cantik soalnya kan nanti ada acara foto-foto, pakai kerudung syar’i beserta gamisnya yang sudah sejak malam saya siapkan. Turun dari mobil, tiba-tiba terdengar suara…”Sreeettt”, saya belum menyadari apa yang sudah terjadi saat itu. Saya berjalan dengan PeDe menuju teman-teman saya yang sudah berkumpul di gazebo sekolah. Ketika sudah berada di tengah-tengah mereka, salah seorang teman saya berkata,”Mba itu renda jilbabnya sobek.”.
“Ha??” saya kaget bukan kepalang, kemudian teman saya menunjukkan kepada saya renda bagian belakang jilbab saya yang sobek. Hikss…beneran sobek, aduh jadi jelek sekali jilbab panjang saya karena renda belakangnya sobek jadi kewer-kewer menjuntai ke bawah lepas dari jilbabnya nggak jelas gitu ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜ฆ :(.

Untung dalam tas saya selalu sedia peniti, dengan sigap saya keluarkan peniti dan saya sematkan beberapa peniti untuk menyambung renda yang sobek tadi. Yess! Dalam sekejap saya bisa kembali tampil PeDe karena kini jilbab saya sudah nggak kelihatan sobek seperti tadi (cuma kelihatan ada batang peniti kecil aja turut menghiasi renda jilbab…nggak apa-apa ini jauh lebih baik dari pada sobek kayak tadi…hehehe) :).

Benda selanjutnya adalah tissue basah. Dari dulu saya tak lupa membawa benda ini kemana pun saya pergi. Karena tissue basah ini salah satu tugasnya adalah untuk menjaga tangan anak-anak agar tetap bersih. Kalau ada yang muntah jauh lebih mudah membersihkannya jika ada tissue basah. Mulut yang cemang-cemong setelah makan kue coklat atau sate ayam pun akan mudah dibersihkan kalau ada benda yang satu ini. Tissue basah juga bisa digunakan untuk meyegarkan wajah kalau sedang kepanasan atau digunakan untuk mengelap noda yang menempel di baju ketika sedang makan.

Benda terakhir yang selalu ada di dalam tas saya dan selalu saya bawa kemana-mana adalah minyak kayu putih. Dari anak-anak masih bayi sampai udah pada mau ABG saya mah pasti bawa minyak kayu putih kalau pergi. Manfaat utamanya untuk mengobati perut yang mules, baik saya, suami atau pun anak-anak yang mengalaminya ketika bepergian. Biasanya kami kalau selesai makan di luar (restoran), entah kenapa perut kami menjadi mules ingin buang air besar *maaf*. Iya kalau pada saat itu ada WC, bisa langsung ke WC. Seringnya perut mules itu kami rasakan ketika berada di tengah jalan di dalam mobil. Mau cari WC kemana coba? Sementara si mules udah nggak bisa ditahan lagi *maaf tapi inilah kenyataannya*. Maka minyak kayu putih lah yang menjadi penyelamat kami pada saat itu. Dengan mengoleskan minyak kayu putih ke perut kami, alhamdulillah rasa mules itu hilang dan kami bisa melanjutkan acara jalan-jalan dengan enjoy :). Selain untuk obat mules, minyak kayu putih juga digunakan untuk menghangatkan badan, obat mual (caranya dengan menghirup aromanya) dan obat digigit serangga.

Iyah, jadi inilah tiga benda yang wajib saya bawa ketika saya bepergian. Karena ketiga benda ini terbukti sangat bermanfaat dan telah berualng kali menyelamatkan kami ketika dalam perjalanan. Tulisan ini dibuat dalam rangka turut berpartisipasi “1st GA – Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan”

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

16 thoughts on “3 Benda yang Selalu Saya Bawa Bepergian

  1. toss dulu mba…. tissue bsah mah emg wajib deh hukumnya harus dibawa ๐Ÿ˜€ . tp kalo minyak kayu putih nth kenapa saya ga begitu suka baunya, makanya bisa dibilang ga prnh bawa bgitu.. kalo ngerasa pusing ato mual2, aku biasanya lbh suka kena udara segar.. dijamin ilang biasanya ๐Ÿ™‚

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s