Posted in kegiatan ku, olah raga

Terlalu Bersemangat!

Pagi itu cuaca sangat cerah, sinar matahari menyembul dari sela-sela dedaunan di halaman rumah. Saya mengantarkan suami dan anak-anak sampai di pagar. Membawakan serta mereka bekal makan siang dan untaian doa agar sukses selalu menyertai mereka hari itu dan malam hari bisa berkumpul lagi di rumah ini.

Sebelum suami saya pergi, saya mengutarakan niat saya yang ingin jalan-jalan pagi keliling komplek. Untuk olah raga, ke atm dan sekalian beli sayur ditukang sayur yang mangkal di depan komplek. Kemudian setelah para lelaki saya pergi, saya bersiap-siap untuk berangkat melaksanakan niat saya tadi. Saya ganti baju, mengunci pintu-pintu, dan keluar pagar menggunakan sandal jepit kuning milik si sulung.

Saya sangat bersemangat, menghirup dalam-dalam udara Jakarta yang masih segar. Di komplek ini banyak pepohonan besar dan rindang yang tumbuh di depan rumah-rumah. Banyak oksigen yang bisa saya hirup di sepanjang jalan. Saya mempercepat langkah kaki saya, karena niat saya kan sekalian untuk olah raga. Katanya berjalan cepat akan lebih efektif membakar kalori. Tak lupa saya menggerakkan tangan berirama seiring dengan gerakan langkah kaki. Yes! Satu…dua…satu….dua…

Di belokan saya bertemu dengan Mbak Beda yang biasa membantu nyuci dan nyetrika di rumah.
Mba Beda menyapa saya, “Mau kemana Bu?”
“Eh Mbak, saya mau ke atm sekalian pulangnya beli sayur.”
“Jalannya semangat amat sih Bu!” timpalnya lagi.
“Haha…kan sekalian olah raga donk!” jawab saya tambah semangat.
“Hati-hati ya Bu.” kata Mbak Beda
“Iya, saya jalan dulu ya Mbak,” lanjut saya sembari melanjutkan jalan.
Kami berpisah di belokan.

Sepanjang jalan saya berpapasan dengan warga komplek, kami saling senyum dan menyapa. Kayaknya mereka menatap saya dengan kagum, mungkin karena pagi itu saya kelihatan bersemangat. Iya donk, setiap pagi memang harus diawali dengan semangat, seperti saya ini nih! Gumam saya dalam hati.

Lalu saya melanjutkan berjalan kaki. Mendapat sapaan dari Mbak Beda dan para tetangga rasanya bikin saya tambah semangat jalan kakinya. Langkah saya semakin cepat.

Sampai di gapura komplek, tiba-tiba kaki saya tersandung batu dan….sandal jepit kuning milik si sulung putus talinya ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜ฆ .
OMG!! Bagaimana ini??? Yaaah….kok pake putus segala sih?? Haduhhh ๐Ÿ˜ฆ
Maluuuu banget, di tengah jalan, lagi semangat-semangatnya jalan gitu loh!
Saya sengaja nggak tengok kanan kiri, malu banget deh. Lalu saya berjalan sambil menyeret sandal jepit supaya nggak ketahuan orang lain kalau saya pakai sandal jepit yang putus. Otak saya berpikir cepat, bagaimana cara ‘menyelamatkan harga diri’ saya di depan warga komplek yang akan berpapasan nanti.

Tak jauh dari gapura ada toko kelontong yang sudah buka, saya harus segera ke sana, mudah-mudahan ada menjual sandal jepit. Masuk ke toko kelontong terlihat beberapa sandal jepit yang masih terbungkus plastik bergantungan di rak. Saya beli sandal yang paling murah (nggak ada anggaran mau beli sandal jepit baru soalnya). Setelah membayar di kasir, langsung saya pakai sandal jepit baru. Sandal jepit kuning milik si sulung yang talinya udah putus itu saya masukkan ke dalam keresek.
Alhamdulillah…saya keluar toko dengan perasaan lega ๐Ÿ™‚

Pagi itu saya mendapatkan pelajaran berharga. Bersemangat dan percaya diri boleh-boleh saja, nggak ada yang salah dengan keduanya. Bahkan sangat dianjurkan untuk selalu bersemangat dan penuh percaya diri untuk menyongsong pagi. Karena hal itu adalah salah satu cara kita bersyukur atas rahmat Allah Ta’ala. Namun sesuatu yang berlebihan dan cenderung takabur itulah yang salah. Sebagai makhluk, sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu mengingat bahwa di atas sana ada kekuatan yang Maha Besar dan hanya kepada Nya kita bergantung.

So, jangan lupa untuk meniatkan semua aktivitas kita untuk beribadah dan menggapai ridho Allah SWT. Selamat hari Jumat yang penuh barokah ๐Ÿ™‚

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

7 thoughts on “Terlalu Bersemangat!

    1. di sebelah Timur ๐Ÿ™‚
      iyaaa memang saya beli yg warna pink….iiih kok tau sih?
      di rumah langsung minta maaf sama si sulung karena sudah bikin sandalnya putus dan malah beli gantinya warna pink, warna khas cewek…anak saya kan cowok ๐Ÿ˜€

      Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s