Posted in kegiatan ku

Hidangan

petit fours
gambar : http://www.mrs-o-kitchen.com

Minggu yang lalu saya datang ke acara arisan dasa wisma di komplek tempat saya tinggal. Yang menjadi tuan rumah adalah seorang nenek yang usianya sudah kepala tujuh. Udah biasa kan kalau ada arisan ada acara makan-makannya.  Sore itu hidangan yang disajikan di rumah nenek itu adalah kacang rebus, pisang kukus, ubi kukus, peyek kacang dan teh panas.

Kalo dipikir-pikir, sederhana banget ya hidangannya, tapi jangan salah loh  ternyata rasanya nggak sesederhana itu. Rasanya nikmatttt banget makan kacang rebus dan pisang kukus sambil nyeruput teh tawar panas (saya nggak nyobain ubinyakarena takut kentut..ups, maaf). Eeh…nggak terasa kulit kacang dan pisang  menggunung di hadapan saya….hehehe (laper ya Neng).

Kok bisa ya meskipun sederhana tapi nikmat kayak gitu. Biasanya hidangan yang digolongkan dalam katagori nikmat itu salah satunya adalah makanan yang penampilannya menarik, bahan bakunya dari kualitas yang bagus , dibuat dengan tata cara yag tepat,  jenisnya yang beragam dan harganya pun nggak murah. (katanya ada harga ada rupa).

Saya pernah beberapa kali datang ke arisan komplek tempat saya tinggal dan menemukan hidangan yang sangat sederhana tapi punya cita rasa yang nikmat banget. Nggak kalah sama hidangan yang mahal-mahal dan macam-macam. Seperti yang saya rasakan kemarin di rumah nenek itu.

Mungkin si sederhana  bisa menjadi istimewa dan nikmat karena bahan bakunya memang berkualitas bagus. Katanya pisang dan ubinya berasal dari kebun sendiri. Kacangnya sengaja pesan di tempat yang memang terkenal enak. Sedangkan peyeknya hasil buatan nenek itu sendiri. Lalu bagaimana dengan teh tawar panasnya? Apakah berasal dari kebun teh milik nenek? Oh bukaaan….tapi mungkin cara membuat tehnya dilakukan dengan cara yang benar, sehingga aroma tehnya terasa sekali.

Selain si nenek memang ahli dalam memilih bahan baku serta mengolah bahan-bahan tersebut dengan benar. Satu hal yang saya mah percaya banget ini adalah ramuan ajaib yang bisa membuat semua hal hasilnya menjadi oke. Hal tersebut adalah : menggunakan HATI dan perasaan yang tulus.

Hahaha….lebay nggak sih? Kalo buat saya mah enggak lebay, karena saya dulu punya pengalaman sebagai pembuat kue di sini . Dulu saya suka menerima pesanan kue dari teman-teman. Kata mereka kue buatan saya rasanya enak. Harga nomor dua, apalagi untuk teman mah pasti saya beri harga spesial. Dulu tuh saya memang membuatnya dengan perasaan sepenuh hati. Mungkin itu yang bikin kue buatan saya jadi enak ya. Soalnya pakai resep yang standar aja. *sekarang udah nggak terima pesanan kue lagi karena rempong dan nggak balik modal euy…hihihi*

Kembali lagi ke masalah hidangan yang disajikan di tempat arisan. Nggak jarang saya menemukan hidangan yang keren-keren tapi kok rasanya kurang gimanaaa gitu. Terus ada juga yang menyajikan hidangan yang macam-macam karena nggak mau tersaingi dengan tetangga lain.  Ada juga yang pelit, udah mah menyediakan seadanya, eh jumlahnya pun terbatas sekali saking pelitnya. Haa….

Bagaimana ya supaya hidangan yang kita sajikan itu bisa diterima dengan enak oleh tamu kita? Selain tiga hal yang sudah saya utarakan di atas (bahan baku, cara mengolah dan dibuat dengan hati yang tulus), kata sesepuh saya kita  harus menghidangkan dengan jumlah yang pas, jangan sampai kurang (mendingan dilebihin deh). Dan disesuaikan dengan tamu yang akan kita undang.

Misalnya kalau tamunya kebanyakan orang yang sudah tua, jangan menyediakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi atau yang bisa menimbulkan penyakit asam urat dan darah tinggi. Pulang dari arisan kita harus  siap-siap ditelpon sama anggota keluarganya untuk dimintai pertanggungjawaban karena telah memberi makan orang tuanya dengan makanan berbahaya (ini mah lebay ah). Kalau tamunya anak-anak ya sediakan makanan yang cocok dimakan oleh anak-anak, jangan menyediakan pecel misalnya, dijamin anak-anak bakalan pgah-ogahan melihatnya.

Jadi, bagaimana? Sudah siap untuk kebagian jadi tuan rumah bulan depan? Hidangan apa yang akan disajikan? Semoga dapat menyajikan hidangan yang nikmat dan melekat di hati tamu ya! 🙂

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

14 thoughts on “Hidangan

  1. he he he kalau ketempatan acara Pertemuan warga…memang diusahakan hidangan yang gak tinggi kolesterol soalnya tetangga2 kita rata2 sudah seumuran neneknya Dzaky nih Bun…memang gitu, ada hidangan atau tidak biasanya kerelaan yang empunya rumah karena memang tidak ada anggarannya

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s