Posted in Kesehatan

Say No Saat Mimisan

stopping Nosebleed
gambar : http://www.drugs.com

Kemarin siang, sepulang sekolah anak bungsu saya bercerita tentang temannya yang mimisan di kelas. “ Ma, tadi teman ku ada yang mimisan. Terus sama Bu Guru disuruh mendongakkan kepalanya dan hidungnya yang keluar darah dikasih daun sirih. Itu kan bahaya ya Ma. Harusnya kalau lagi mimisan kepalanya nggak boleh dongak ke atas, tapi harus tunduk ke bawah, sambil pencet hidung yang keluar darah.” Demikian seloroh anak bungsu saya yang duduk di kelas 3 SD.

Si bungsu sejak kecil memang sering mengalami mimisan. Jika sudah mimisan, darah yang mengalir dari hidung jumlahnya cukup banyak dan berhentinya agak lama. Ia mimisan jika mengalami suhu udara yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), ketika kurang istirahat, ketika batuk pilek dan kalau dia sering korek-korek lubang hidungnya. Seringkali mimisan terjadi pada tengah malam ketika semua anggota keluarga sedang tertidur pulas. Hal ini sering membuatnya panik. Oleh karena itu, sejak batita saya sudah mengajarinya cara menanggulangi mimisan. Sehingga ia sudah terbiasa menangani sendiri tatkala hidungnya mimisan.

Tak banyak orang yang tahu cara tepat untuk menangani mimisan. Biasanya jika mimisan, langsung menengadahkan/mendongakkan kepala sambil menyumbat hidung dengan kapas/tissue/ daun sirih. Entah dari mana kebiasaan ini berasal, tapi secara turun temurun beginilah yang terjadi di kalangan masyarakat. Hal ini saya juga alami sebelum pada akhirnya saya membaca cara menangani mimisan dari sumber yang akurat. Mungkin tujuan menengadahkan kepala supaya darah dari hidung tidak mengucur keluar.

Padahal cara menghentikan mimisan seperti ini berbahaya karena darah bisa masuk ke saluran pernafasan atau pencernaan. Jika darah masuk ke saluran pernafasan bisa menyebabkan tersedak. Bahkan bisa menyebabkan penyakit pneumonia karena darah terkontaminasi dengan bakteri. Dan jika masuk ke saluran pencernaan bisa menyebabkan mual dan muntah.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk menangani mimisan? Jika terjadi mimisan, jangan panik. Yang harus kita lakukan adalah menghentikan perdarahannya.

1. Hentikan aliran darah. Berdiri atau duduk dengan kepala ditegakkan, bersandar ke depan (jaga kepala tetap lebih tinggi dari jantung). Untuk mengurangi tekanan, dan mencegah darah masuk ke kerongkongan serta tenggorokan, jangan menjatuhkan kepala ke arah belakang (mendongak). Jika darah masuk ke kerongkongan dapat menimbulkan muntah karena lambung teriritasi. Atau jika darah masuk  ke tenggorokan/saluran nafas  bisa menimbulkan tersedak.

2. Jepit hidung. Jepit kedua lubang hidung menggunakan ibu jari dan telunjuk, hingga menekan septum (pembatas) hidung. Biarkan bernapas melalui mulut. Jepit selama 5-10 menit.

3. Kompres dingin ( dengan es yang dibungkus kain atau kain yang direndam air dingin) letakkan di hidung.

4. Beri minuman manis , es krim, dll , kepada anak yang mengalami mimisan untuk membantu menghilangkan rasa darah yang mungkin tertelan.

5. Setelah darah berhenti, jaga supaya TIDAK : menyentuh, mengorek-ngorek hidung, membuang ingus , melakukan aktivitas berat , dan menyumbat hidung dengan kapas, karena saat kering akan susah dikeluarkan bahkan dapat menimbulkan pendarahan baru.

Harus menghubungi dokter jika :
1. Mimisan tidak berhenti dalam 20 menit
2. Mimisan kembali terjadi tak lama setelah berhenti
3. Mimisan terjadi akibat kecelakaan yang menimpa kepala atau hidung
4. Mimisan terjadi berulang, disertai perubahan kondisi fisik (pucat, kurus)


Sumber : www.milissehat.web.id
www.mayoclinic.com www.kidshealth.com, http://www.facebook.com/fbmonika/

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

14 thoughts on “Say No Saat Mimisan

    1. iya Tante Irly, ini udah kesekian kalinya si bungsu cerita ttg ini dan saya udah sering mergokin guru yg masihnyuruh murid mendongakkan kepala saat mimisan 😦 makanya soal mimisan ini kudu disebarluaskan lagi

      Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s