Posted in curcol

Cinta Sejati

love
http://www.etsy.com

 

Dan menurut saya, sejatinya sebuah Cinta itu harus berlandaskan kecintaan kita pada Tuhan. Saling menjaga, saling menasehati, saling mengingatkan satu sama lain untuk tetap berada di jalan yang lurus dan benar. Mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sehingga alangkah bahagianya jika nanti di surga kita bisa berkumpul lagi dengan suami/istri yang kita cintai selama di dunia.

 

Hanya selang sebulan, saya kehilangan dua orang kakek karena meninggal dunia. Yang pertama adalah suami dari adiknya almarhum nenek  (sebutlah Kakek M) dan yang satunya lagi adalah kakeknya suami saya (sebutlah Kakek W).

Bukan, bukan soal penyebab meniggalnya yang akan saya bahas. Kali ini saya akan membahas tentang cinta sejati. Loh, apa hubungannya dengan kedua kakek  saya yang menigngal tadi?

Kakek M tutup usia pada umur 80 tahunan, ia meninggalkan seorang istri yang  umurnya hanya terpaut sedikit lebih muda darinya. Sedangkan Kakek W  tutup usia pada umur 90 tahunan lebih dan meninggalkan istrinya yang berumur satu tahun lebih tua. Kedua nenek sangat sedih ditinggal mati suaminya.

Usia pernikahan Kakek M dan Nenek  M  sekitar 60 tahunan dan Kakek W dan Nenek W sekitar 70 tahunan. MasyaAllah. Saya berdecak kagum dengan panjangnya usia pernikahan mereka. Berpuluh-puluh tahun hidup bersama dalam ikatan pernikahan, hanya maut yang memisahkan (kayak lirik lagu White Lion “Till Death Do Us Part”). Kok bisa ya awet begitu? Apakah ini yang disebut cinta sejati?

Sebuah pernikahan tentu bukan sekedar ceremony belaka. Karena menikah adalah dua orang laki dan perempuan yang berjanji di hadapan Tuhan, mengikatkan diri satu sama lain untuk mengarungi samudra kehidupan bersama. Sampai kapan? Idealnya sampai maut memisahkan, seperti Kakek M dan Kakek W.

Apa iya ketika menikah memang sudah ada cinta di antara mereka? Bagaimana kalau pernikahan mereka adalah hasil perjodohan? Apa mungkin cinta itu datang setelah mereka terikat pernikahan? Dari mana cinta sejatinya muncul? Lalu bagaimana mereka bisa awet sampai berpuluh tahun hidup bersama ?

Pertanyaan ini muncul dalam kepala saya, karena yang saya tau menjalani pernikahan apalagi awet sampai puluhan tahun  itu  tidak mudah. Setelah ceremony berakhir, kedua pasangan yang baru menikah memasuki babak baru dalam kehidupan mereka. Pasangan yang berasal dari dua individu yang berbeda ini harus bisa saling menjaga cinta mereka, menghargai, percaya satu sama lain,menerima kekurangan, menyamakan visi  misi hidupnya, dan lain-lain.  Kalau ini adalah hal yang mudah, saya yakin nggak akan ada perceraian.

Okelah, katanya asal dilandasi CINTA semuanya akan baik-baik saja. Benarkah? Cinta yang bagaimana? 12 tahun yang lalu  waktu masih baru nikah, ya saya percaya everything is gonna be ok asal ada cinta. Sambil saya belum tau tuh cinta yang kayak gimana? Cinta yang diartikan dengan mencurahkan perhatian pada pasangan, atau pokoknya dunia milik kita berdua, yang lain pada ngontrak gitu ya.

Kalau saya melihat ada pasangan yang kelihatannya mesra terus, kemana-mana barengan terus, usia pernikahannya pun mencapai puluhan tahun seperti kakek M dan kakek W. Apa nggak mungkin di suatu waktu datang kepada pasangan ini sebuah badai yang memporakporandakan kepercayaan dan CINTA  di antara mereka? Sementara saya yakin, di setiap pernikahan pasti ada banyak cobaan, ada banyak sekali badai yang ingin  menceraiberaikan biduk rumah tangga. Apa pun bentuknya, bisa karena perselisihan keluarga, perselingkuhan, ekonomi, KDRT, salah satu ada yang sakit, masalah anak, dan lain-lain.

Lalu jika ada  rumah tangga yang  tetap harmonis, rukun, dan mesra terus sampai puluhan tahun….Jangan salah, di baliknya ada banyak perjuangan  dan pengorbanan dari pasangan istri dan suami . Berjuang untuk menurunkan ego,  untuk mau memaafkan pasangan,  untuk mau menerima kembali pasangannya dan mempertahankan rumah tangga…sampai maut memisahkan.

Buat saya inilah yang disebut dengan cinta sejati. Cinta yang nggak hanya diwujudkan dengan kata-kata yang indah atau berbagai macam hadiah.Dan menurut saya, sejatinya sebuah Cinta itu harus berlandaskan kecintaan kita pada Tuhan. Saling menjaga, saling menasehati, saling mengingatkan satu sama lain untuk tetap berada di jalan yang lurus dan benar.  Mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sehingga alangkah bahagianya jika nanti di surga kita bisa berkumpul lagi dengan suami/istri yang kita cintai selama di dunia.

Bagaimana cinta sejati menurut mu?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

8 thoughts on “Cinta Sejati

  1. bagi saya ira, cinta sejati = kompromi, saling menghargai. karena tidak ada seorangpun yang sempurna di dunia ini makanya kita harus saling berkompromi menerima satu paket dari pasangan yang terdiri dari + dan -nya dan menghargai semua itu 😀

    Like

  2. samaan aja deh kayak Bu ira.
    kutip lagi ya disini :

    sejatinya sebuah Cinta itu harus berlandaskan kecintaan kita pada Tuhan. Saling menjaga, saling menasehati, saling mengingatkan satu sama lain untuk tetap berada di jalan yang lurus dan benar. Mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sehingga alangkah bahagianya jika nanti di surga kita bisa berkumpul lagi dengan suami/istri yang kita cintai selama di dunia.

    Liked by 1 person

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s