Posted in Anak-Anak, curcol, Jakarta

Ketika Tangan Si Bungsu Sobek

12250655_10206913570131433_1270958186_o

Kamis, 5 November 2015

Siang itu seperti biasa saya menjemput anak-anak di sekolah. Kali ini saya ditemani oleh Mbah Akungnya anak-anak  yang kebetulan  sedang ada urusan di Jakarta.  Masuk gerbang sekolah, disambut si sulung yang langsung minta naik ke mobil, karena dia mau menghabiskan makan siangnya di dalam mobil. Sementara si bungsu belum kelihatan batang hidungnya. Selesai parkir dari kejauhan saya melihat Mama Dava memanggil-manggil saya. Saya pikir dia mau memberi tahu saya PR yang harus dikerjakan oleh si bungsu selama kemarin nggak sekolah (si bungsu dua hari nggak sekolah karena demam dan baru masuk sekolah hari ini).

Saya turun dari mobil dan menghampiri Mama Dava. Ternyata bukan soal PR yang mau ia sampaikan ke saya, tapi ia memberi tahu saya kalau si bungsu sekarang berada di UKS karena tangannya sobek kena benda tajam di belakang kelas. “Deg” jantung saya berdegup kencang begitu mendengar apa yang Mama Dava sampaikan. Saya langsung lari menuju UKS. Di sana ada beberapa orang guru berkumpul, saya menerobos masuk ke dalam UKS dan melihat si bungsu memegang tangan kanannya sambil menahan sakit. Saya peluk dia, lalu saya lihat lukanya….”Astagfirullahalazim”…Ya Allah, tangan si bungsu sobek dan lukanya terbuka lebar dan cukup dalam. Ini harus segera dibawa ke Rumah Sakit untuk dijahit, batin saya. Si bungsu tampak ketakutan sekali, ia menangis tidak mau dibawa ke RS. Sebelum saya tiba di  UKS rupanya lukanya sudah dibersihkan oleh guru UKS. Guru UKS baru saja akan menelpon saya untuk memberitahu hal ini, tapi saya keburu datang. *terima kasih ya Bu*

Tanpa menunggu lama, saya dibantu Mama Haikal dan Mama Dava membopong si bungsu ke tempat parkiran mobil. Suasana di sekolah siang itu sangat heboh, karena bungsu meronta-ronta nggak mau ke RS. Di tengah lapangan ada seorang mas-mas yang badannya tinggi besar membantu kami menggendong bungsu sampai ke dalam mobil. Mbah akung dan si sulung yang ada di dalam mobil terkejut bukan main melihat kejadian ini. Setelah bungsu masuk mobil saya langsung tancap gas menuju RS.

Untung ada Mbah Akung yang mendampingi kami. Di dalam mobil, bungsu menangis tidak mau tangannya dijahit. Sampai di RS dibantu oleh satpam UGD si bungsu turun dari mobil dan naik kursi roda. Dia masih saja teriak-teriak berontak dan menangis. Dokter mengatakan tangan si bungsu harus dijahit karena lukanya cukup dalam dan lebar. Dipegangi oleh 7  orang akhirnya dokter berhasil menjahit luka sobeknya itu, jumlahnya ada 7 jahitan.

Setelah tangannya selesai dijahit, si bungsu mulai tenang, turun dari tempat tidur, lalu jalan seperti biasa, seperti nggak ada kejadian apa-apa. Pulang dari RS dibekali obat penahan sakit yang harus buru-buru diminum karena obat bius yang tadi disuntikkan hanya bertahan selama 2 jam.  Dua hari lagi harus kembali untuk kontrol jahitan. Kata dokter mungkin perlu waktu antara 1 – 2 minggu sampai lukanya kering dan cabut jahitan. Jahitan ditutup oleh kassa dan perban model plastik anti air. Dokter juga mengingatkan agar menjaga asupan gizi dengan makan makanan yang banyak mengandung protein (ikan, ayam, telor). Supaya cepat membentuk jaringan baru dan luka cepat kering.

Setelah dua hari sekali kami bolak-balik RS untuk kontrol jahitan, akhirnya hari Selasa dokter membuka 3 jahitan. Dokter memberi tahu saya agar tidak kaget melihat hasil jahitannya akan terlihat terbuka. Walaupun terlihat terbuka, sebenarnya bagian dalam jaringannya sudah menyatu. Hal ini disebabkan karena lokasi luka berada di bagian otot tangan kanan yang sifatnya elastis dan bakalan ketarik-tarik.

Dua hari berikutnya kami datang lagi ke RS. Setelah diperiksa oleh dokter, beliau menilai bahwa jahitan sudah boleh dibuka semuanya (kemarin sisa 4 jahitan). Si bungsu agak ngeri, ketika akan dibuka jahitan dia menangis. Setelah jahitan dibuka, oleh dokter ditutup lagi dengan kassa dan perban, namun kali ini menggunakan perban biasa agar lukanya tidak lembab. Selama 1 x 24 jam perban harus dijaga tidak boleh kena air. Setelah 1 x 24 jam barulah perban boleh dibuka di rumah dan luka bekas jahitan ditetesi betadin.

Malam harinya, di perban si bungsu ada rembesan darah. Aduh saya kaget sekali, karena sudah malam, hujan dan saat itu Papa sedang dinas ke Batam (saya hanya bertiga sama anak-anak di rumah). Semalaman saya lihatin perbannya. Kalau sampai rembesan darahnya bertambah banyak akan saya bawa ke RS malam itu juga. Tapi sampai pagi harinya alhamdulillah nggak terjadi. Si bungsu juga nggak merasa sakit. Siang hari, setelah lewat 1 x 24 jam waktunya untuk membuka perban. Ketika dibuka, kami bertiga kaget kok hasilnya seperti ini?  Benar seperti apa yang pernah disampaikan oleh dokter, bekas jahitan memang kelihatan terbuka. Pertama kali melihatnya ngeri, takut sobek lagi. Setelah itu kita tetesi lukanya dengan betadin. Lama-lama bagian terbukanya itu mengecil dan kering.

Alhamdulillah luka jahitan cepat kering dan si bungsu baik-baik saja (tidak ada demam dan lainnya). Karena kejadiannya terjadi di sekolah, hari Senin yang lalu saya menghadap ke Kepala Sekolah untuk melaporkan kejadian ini. Kepala Sekolah menerima dan mendengarkan apa yang saya sampaikan, ia juga meminta maaf atas kejadian ini dan berjanji akan menindaklanjuti agar tidak ada lagi kejadian yang sama menimpa anak-anak lainnya. Saya pun tak lupa berterima kasih karena guru UKS dengan sigap menolong si bungsu dan membersihkan lukanya.

Huffffff……..Ya ampun Dek, kamu mah ada-ada aja!

 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

8 thoughts on “Ketika Tangan Si Bungsu Sobek

    1. Kejadiannya pas bubaran sekolah, si bungsu kebagian piket. Mo ambil sapu di belakang, lari trus tangannya nyangkut di dudukan blower AC, kan tajam tuh. Ya udah trus sobek dekat siku tangan kanan. Saat kejadian ga ada siapa2, ga ada yg liat. Trus dia lari ke UKS, di UKS tangannya dibersihkan dulu sama guru UKS.

      Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s