Posted in Balikpapan, kuliner

Sop Singkong dan Pisang Gapit Kebun Sayur | Kuliner Balikpapan

12092427_10206697986381974_1233190757_n (1)

Apa? Singkong kok dibikin sop?
Kira-kira seperti itu rekasi dari orang yang belum pernah bertemu dengan makanan yang bernama “Sop Singkong”. Aneh ya singkong dimasak sop, emang enak?

Saya berkenalan dengan Sop Singkong empat tahun yang lalu ketika baru pindah ke Balikpapan. Ada seorang teman  yang mengundang  saya makan-makan di rumahnya. Ia menjamu kami dengan makanan yang bernama Sop Singkong. Karena baru pertama kali mendengar makanan ini, saya agak sangsi, membayangkan rasanya singkong disop kayaknya aneh. Tapi pas saya coba, ternyata rasanya enak.

Singkongnya lembut, selain singkong ada wortel, bihun dan ceker ayam di dalamnya. Ditambahkan daun bawang seledri, bawang goreng, sambel rawit dan irisan jeruk nipis. Segarrrrr sekali rasanya. Panas, gurih, pedas dan sedikit kecut. Duh, lagi-lagi saya harus menelan air liur sendiri nih.

Sop Singkong  cukup populer di Balikpapan. Mungkin karena di dalam sop singkong ini kandungan gizinya lengkap. Ada karbohidratnya (singkong dan bihun), sayurannya (wortel), dan protein (ceker ayam). Membuatnya juga gampang (kata teman-teman saya, kalau saya belum pernah bikin sendiri). Karena gampang, sop singkong menjadi  menu favorit arisan ibu-ibu.

12268813_10206932705969817_18732184_o

Salah satu tempat makan favorit saya dan teman-teman di Balikpapan adalah Sop Singkong Kebun Sayur. Warungnya kecil, berada di pinggir jalan dekat perempatan Jl. Letjen Suprapto dan Jl. Mekar Sari. Seberangnya Toserba Giant Kebun Sayur. Bisa lihat di peta, yang saya tandai bintang berwarna biru adalah lokasi warung Sop Singkong Kebun Sayur.
12116059_10206697992822135_749302595_o

Menurut saya dan teman-teman, sop singkong di sini rasanya paling enak dibandingkan sop singkong yang ada di warung lainnya yang ada di Balikpapan. Kita kan suka keliling-keliling cari tempat nongkrong dan makan  yang enak *hihihi* 😀 jadi tahu lah.

Seporsi sop singkong dibandrol dengan harga Rp 10.000. Warung ini buka dari pukul 9 pagi sampai sopnya habis. Kalau bisa sih  datangnya pagi-pagi, karena masih sepi. Agak siang sedikit warungnya rame sekali. Cocok untuk menu sarapan. Selain sop singkong, warung ini juga menjual Pisang Gapit. Wah, makanan apalagi nih?

12081348_10206697985301947_445465693_n

Ini dia salah satu makanan khas dari Kalimantan Timur, Pisang Gapit. Terbuat dari sanggar / pisang kepok (di sini pisang kepok disebutnya sanggar) yang dibakar di atas bara api. Kemudian pisangnya dijepit hingga berbentuk pipih. Setelah pisangnya matang, disiram dengan saus berwarna coklat yang terbuat dari gula merah, daun pandan, dan santan. Rasa sausnya seperti kue sarikaya tapi ada aroma buah nangkanya. Rasanya pas, enakkkk, nggak terlalu manis, nggak eneg dan cocok sekali berpadu dengan pisang sanggar yang sudah dibakar.

Menurut saya dan teman-teman pisang gapit yang paling enak ya di sini tempatnya. Rasa sausnya itu cocok banget di lidah. Di sini pisang gapitnya original. Yang julanannya dua orang nenek-nenek (mungkin adik-kakak soalnya wajahnya mirip). Saya suka sekali memperhatikan kedua nenek tersebut sedang sibuk membakar pisang sanggar. Tangan mereka cekatan membolak-balik pisang yang sedang dibakar di atas bara api.

Sedang jalan-jalan di Balikpapan? Cobain deh Sop Singkong dan Pisang Gapit Kebun Sayur 🙂

 

 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

15 thoughts on “Sop Singkong dan Pisang Gapit Kebun Sayur | Kuliner Balikpapan

  1. Sepertinya saya bakal suka sop singkong ini, Mbak. Karena saya penggemar singkong dan ubi. Direbus aja suka apalagi dibikin sop–jadi penasaran! Moga bisa ngerasain sop singkong dengan ceker yang suka favorit.

    Elap iler sluuurp :p

    Like

  2. WP reader saja agak eror jadi nggak bisa liat gambarnya hiks…

    Sop singkong bisa mbayangin tapi pisang gapitnya nggak ada ide. Pisang + Santan + gula merah wkwwk pikiran saya membayangkan yang tidak-tidak.

    Like

    1. Maaf Mas Shiq4, sayA nggak pernah fotoin pisang gapitnya karena selalu keburu habis dimakan. Pisang gapit itu pisang kepok dibakar trus dijepit sampe gepeng, lalu disiram kinca kental (juruh ya kalo bahasa jawanya). Kinca/juruhnya terbuat dari santan, gula aren, daun pandan. Ehmm….juruhnya seperti unt kue serabi atau putu mayang, tapi unt pisang gapit sedikit lebih kental dan manis. Kebayang ga? Hehehe

      Like

      1. Seperti kolak ya? Ha ha ha sebenarnya saya nggak tahu gula aren itu apaan. Norak ya? Kalau kue serabi pernah dengar. #Adabayangan. Tapi putu mayang itu kayak kue putu yang warna ijo ya?

        Saya agak bego soal makanan hihihi. Biasanya ada gambarnya langsung tahu deh. Coba tak googling nyari gambarnya karena imajinasi saya berantakan.

        Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s