Posted in Renungan

Pak Djun

“Tak perlu mencari ketenaran untuk dapat dicintai oleh banyak orang, tak perlu lah tingkat pendidikan yang terlalu tinggi untuk dihormati. Cukup dengan ketulusan dalam menjalani apa yang seharusnya dijalani. Maka orang pun akan melihat dan merasakan kebaikan yang kita sebarkan.”

Lelaki yang berperawakan kurus dan berkulit agak gelap itu akrab dipanggil dengan Pak Djun. Usianya 60 tahun, setiap hari dari pagi sampai siang ia selalu berada di sekitar gerbang sekolah. Mengenakan seragam kemeja putih dan celana panjang serta topi berwarna biru gelap bertuliskan “SECURITY”. Ia adalah satpam di sekolah anak-anak.

Belum ada setahun saya dan anak-anak berkenalan dengan Pak Djun. Saya menitipkan anak-anak padanya ketika di sekolah. Pak Djun orang yang perhatian, setiap ada informasi yang berkaitan dengan sekolah selalu ia sampaikan pada saya. Kalau anak-anak berbuat ulah, tak segan ia ingatkan dan lapor pada saya. Sebagai orang baru di lingkungan ini, Pak Djun sangat membantu kami beradaptasi di sekolah baru.

Setiap pagi pukul sembilan saya mengantar si bungsu ke sekolah. Saya melihat Pak Djun yang selalu mengenakan topi “SECURITY”-nya sedang duduk di pos satpam, kepalanya agak tertunduk. Saya pikir ia sedang tidur, ternyata saya salah sangka. Dia bukan sedang tidur, tapi sedang membaca Al-Qur’an. Masyaallah.

Senin yang lalu di sekolah ada pemandangan yang tidak seperti biasanya. Pak Djun tidak kelihatan dari pagi sampai siang ketika anak-anak pulang sekolah. Begitu juga pada hari Selasa, ia tidak ada. Kemana gerangan Pak Djun? Ibu-ibu orang tua murid mencari tahu dimana keberadaan Pak Djun. Didapati kabar ternyata Pak Djun kena stroke dan sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Stroke menyerang Pak Djun pada hari Jumat siang di sekolah. Tak ada seorang pun yang tahu. Saat itu Pak Djun sedang sendiri, tiba-tiba ia merasa badannya tidak enak dan hampir jatuh. Beruntung ia sedang berdiri di samping tiang listrik, ia berpegangan pada tiang listrik sebentar. Lalu setelah badannya agak seimbang ia berjalan kaki pulang ke rumah. Sampai di rumah ia mengadu kepada istrinya kalau ia sedang sakit. Istrinya segera membawa Pak Djun ke dokter. Kemudian oleh dokter dirujuk ke rumah sakit dan harus menjalani rawat inap.

Mengetahui hal ini, spontan semua warga sekolah (guru-guru, murid, orang tua murid) menggalang dana untuk membantu pengobatan Pak Djun. Semua orang merasa kehilangan sosok Pak Djun. Dan kesan yang ada pada hampir semua orang tua murid tentang Pak Djun adalah kesan yang baik. Pak Djun itu orangnya amanah, nggak mata duitan, bisa dititipi anak, dia bisa menjaga anak-anak, kalau ada pak Djun rasanya tenang dan seterusnya. Berduyun-duyun ibu-ibu orang tua murid menjenguk Pak Djun di rumah sakit. Semua mendoakan kesembuhan untuk Pak Djun.

Banyak yang ingin menggantikan sementara posisi Pak Djun, namun sulit mencari orang yang benar-benar amanah dan berdedikasi pada pekerjaannya seperti Pak Djun. Pak Djun adalah contoh bagi kita semua. Tak perlu mencari ketenaran untuk dapat dicintai oleh banyak orang, tak perlu lah tingkat pendidikan yang terlalu tinggi untuk dihormati. Cukup dengan ketulusan dalam menjalani apa yang seharusnya dijalani. Maka orang pun akan melihat dan merasakan kebaikan yang kita sebarkan.

Semoga cepat sembuh Pak Djun.

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

14 thoughts on “Pak Djun

  1. Masya Allah.. teladan yang baik..

    Semoga beliau lekas sembuh, bisa beraktivitas seperti semula, guru-guru dan orang tua murid sepertinya akan lebih tenang jika beliau bisa kembali menjadi penjaga amanah di sekolah. ^^

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s