Posted in Binatang Peliharaan

Ternyata Merawat Anak Kucing Itu…..

Hari ini saya mau cerita tentang perkembangan anak-anaknya Ncan. Beberapa waktu yang lalu di sini saya pernah cerita tentang proses kelahiran bayi kucing , bayinya Ncan kucing kami. Ketika bayi-bayi tersebut berusia satu minggu, kami terpaksa meninggalkan mereka di teras rumah, karena saya dan keluarga liburan di Bandung selama dua minggu. Ternyata selama kami pergi Ncan memindahkan bayinya entah kemana.

Sampai pada suatu pagi tiba-tiba terdengar suara meong-meong dari luar rumah. Saya buru-buru membuka pintu, dan sangat terkejut karena di depan pintu sudah ada dua ekor anak kucing, anaknya Ncan. Loh kan anaknya ada empat ekor? Kemana yang lain? Rupanya yang lain masih menyusul dipindahkan oleh Ncan ke teras rumah. Dan setelah ditunggu sampai malam ternyata hanya ada tiga ekor, satu ekor lagi nggak tahu bagaimana nasibnya.

Sejak anak-anaknya Ncan baru lahir, anak-anak saya si sulung dan si bungsu yang memberikan nama. Nama beserta ciri-cirinya  mereka tulis lengkap  di white board ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ .  Ini dia catatannya :

catatan nama anak kucing.jpg
Catatan nama-nama anak kucing

Di catatan itu, anak-anak saya memberi nama bayi kucing mengambil dari huruf N,C,A,N . N (Niko), C (Canso), A (Athaima), N (Nickey) sesuai urutan lahir (bisa dilihat pada gambar). Jadi Niko itu anak pertama, Canso anak kedua, Athaima anak ketiga dan Nickey anak keempat. Meskipun kita sempat kehilangan bayi-bayi Ncan, catatan ini tidak saya hapus *karena nggak boleh dihapus sama anak saya* ๐Ÿ™‚

Ternyata keberadaan catatan ini membantu saya mengenali anak-anak kucing yang dibawa kembali oleh Ncan ke teras rumah kami. Yang kembali ke rumah adalah Niko, Canso dan Nickey. Sedangkan Athaima sampai sekarang tidak tahu dimana keberadaannya.

Pertama kali bertemu kembali dengan anak-anak Ncan, saya senang sekali. Karena terakhir melihat mereka waktu masih bayi umur seminggu, matanya masih merem, kerjanya tidur dan menyusu saja. Sekarang mereka sudah bisa jalan dan berlari-lari. Umur mereka saat dibawa kembali oleh ibunya  sekitar tiga mingguan. Nah ini foto Niko dan Canso waktu pertama kali datang ke rumah :

niko and canso
Niko anak pertama (kiri) dan Canso anak bungsu (kanan)

Mereka masih kelihatan kurus-kurus yaa ๐Ÿ™‚ . Hal pertama yang terlintas dalam kepala saya begitu melihat anak-anak kucing ini adalah harus segera membeli kandang supaya mereka tidak berkeliaran di garasi, soalnya saya takut mereka terlindas ban mobil (karena biasanya anak-anak kucing senang main di bawah mobil). Ah, kebetulan sekali waktu itu saya baru saja dapat arisan dasa wisma di komplek. Uangnya sebagian akan saya belikan kandang, bak pasir, cat sand, makanan dan wadah makannya sekalian untuk anak-anak kucing. Sore harinya pas anak-anak sudah pulang sekolah saya ke petshop membeli kandang dan lainnya.

Canso
Canso

Suka melihat foto kucing, anjing  atau kelinci yang dipelihara? Lucu-lucu ya…imut-imut dan menggemaskan ๐Ÿ™‚ . Saya nggak pernah ingin punya binatang peliharaan berkaki empat dan berbulu seperti kucing, anjing, kelinci, hamster dll. Kalau ingin melihat kelucuan mereka, cukuplah bagi saya melihatnya ke taman-taman tertentu yang ada binatang peliharaan ini. Atau main saja ke rumah tante dan kakak ipar, di sana sepupu dan  keponakan saya memelihara kucing dan marmot, kalau mau pegang-pegang dan bermain dengan mereka tinggal datang saja, mudah kan? Karena ternyata dibalik kelucuannya, cukup repot memelihara mereka.

nickey si lincah
Nickey on action

Tapi semenjak bertemu dengan Ncan anak kucing pincang yang kurus dan terlihat menyedihkan itu membuat saya nggak tega dan akhirnya saya memeliharanya. Ncan ini kucing solehah, nggak neko-neko, dia datang ke rumah untuk makan, main dan tidur . Nggak pernah ngerepotin saya, kalau saya lagi pergi dia bisa cari makan sendiri, enggak mengotori rumah saya dengan pupnya. Sepertinya rumah kami sudah dianggapnya sebagai rumah dan keluarganya sendiri. Sorot matanya seolah-olah menunjukkan kedekatan emosi dengan kami sekeluarga. Saking dekat dan percayanya Ncan memperbolehkan saya dan anak-anak menyaksikan ketika dirinya melahirkan. Bagi saya dan anak-anak hal ini “SESUATU” sekali. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Oke lah, kalau memelihara satu ekor binatang it’s ok. Tapi bukan cuma satu, dua atau tiga. Setelah Ncan melahirkan dan membawa kembali anak-anaknya ke teras rumah, artinya saya harus memelihara ENAM binatang peliharaan di rumah ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ฎ . Dan saya menjadi orang yang ‘terpilih’ untuk memelihara mereka semua…OMG!! Dari mana sejarahnya saya bisa memelihara binatang berkaki empat dan berbulu seperti mereka?? ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ฎ

Ya sudahlah, mungkin memang takdir saya harus memelihara binatang-binatang ini. FYI, di rumah ada empat ekor kucing, seekor kelinci dan seekor kura-kura brazil. Saya nggak tega kalau harus mengusir  mereka dari rumah.

Baiklah, saya mau memelihara binatang-binatang ini asal mereka tidak masuk ke dalam rumah titik. Saya nggak suka sama bau dan bulunya yang menempel di sofa dan perabotan lainnya. Jadi mereka saya tempatkan di teras dan garasi rumah.

ngacak kandang

Ceritanya saya sudah membeli kandang dan perlengkapan lainnya.  Kemudian saya masukkan anak-anak kucing ke dalam kandang. Mereka sudah bisa pup di bak pasir mungkin Ncan yang mengajarkan. Saya mengurung anak-anak di kandang dan tidak melepasnya sampai mereka berusia lebih dari satu bulan. Karena saya pikir mereka harus ASI eksklusif, jadi jangan kemana-mana dulu, di dalam kandang saja nyusu sama ibunya.

Setelah umur anak-anak kucing sudah lebih dari sebulan, baru saya lepaskan mereka dari pagi sampai siang. Lewat tengah hari mereka sudah masuk kandang sampai keesokan pagi.

Setiap kali mereka berman di luar kandang, teras saya selalu acak-acakan. Saya bisa berkali-kali menyapu dan membereskan teras. Bak pasir tempat mereka pup juga harus sering saya saring, karena kalau didiamkan mereka suka mainin pup mereka yang sudah tercampur pasir, hiyy kan bau. Setiap pagi kandang saya bersihkan, wadah makan dicuci bersih pakai sabun. Mereka saya beri makan pelet, karena menurut saya lebih praktis dan murah ketimbang makan ikan atau ayam. Air minum juga saya beri air matang supaya  nggak mudah sakit (katanya).

niko
Niko

Saya pikir Ncan bakalan menemani terus anak-anaknya di dalam kandang. Karena makanan dan minuman sudah saya sediakan, dia tinggal makan-minum-menyusui. Ternyata saya salah. Ncan itu kucing liar, meskipun dia makan dan tidur di teras rumah saya, dia nggak bisa hidup di dalam kandang. Ncan tidak betah lama-lama di dalam kandang, dia suka ingin keluar, kalau saya terlambat mengeluarkannya ia mengorek-ngorek bak pasir sampai berhamburan. Kalau malam hari Ncan tidur di luar kandang dekat anak-anaknya. Dia harus jalan-jalan keluar rumah, berburu makanan sendiri meskipun sudah saya sediakan makanan. Ya makanan yang saya sediakan dimakan, ya cari makanan sendiri juga iya. Ncan itu kayaknya malah senang menitipkan anak-anaknya kepada saya, terus dianya mah jalan-jalan sendiri, Ncan juga butuh ‘Me Time’ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ katanya hahaha . Nanti waktunya menyusui dia datang ke rumah, lalu saya masukkan ke dalam kandang. Selesai menyusui dia akan mengeong-ngeong itu tandanya minta dikeluarkan.

Ncan sering membawa makanan untuk anak-anaknya (padahal tempat makan mereka selalu berisi pelet, nggak pernah kosong). Makanan yang dibawa Ncan berasal dari tempat sampah ๐Ÿ˜ฆ ah macam-macam deh yang dibawa, ada ayam goreng, telor, kepala ikan, bahkan sering banget membawa burung walet mulai dari yang masih merah (masih bayi) sampai yang sudah dewasa, dan yang paling parah adalah ketika Ncan membawakan seekor tikus hasil buruannya ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ฎ hiyyy jijay banget!!! Tikus ini habis ludes dimakan sama anak-anaknya. Mungkin ini memang sudah nalurinya mereka sebagai binatang carnivora, saya nggak bisa mencegahnya.

 

nickey
Nickey

Anak-anak kucing sering terserang penyakit (menurut artikel yang saya baca di internet), ini kejadian juga sama anak-anaknya Ncan. Dua minggu yang lalu mereka bertiga sakit mata. Matanya belekan semua, parah. Saya tanya ke panjaga petshop bagaimana cara mengobatinya, katanya sering-sering dibersihkan beleknya pakai kapas yang dibasahi air matang. Alhamdulillah setelah rutin dibersihkan penyakit belekannya hilang, kecuali Canso. Dia kok awet ya belekan terus ๐Ÿ˜ฆ .

Niko dan Canso matanya belekan
Niko dan Canso matanya belekan

Nggak cuma belekan, suatu siang saya dan si bungsu melihat dengan mata kepala sendiri Canso muntah-muntah. Memuntahkan cacing-cacing berwarna putih, panjang dan semua masih hidup…..hiyyyy ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜ฆ . Ah seremmmmm. Saya minta tolong petugas petshop untuk memberinya obat cacing khusus untuk kucing. Semua harus minum obat cacing, termasuk Ncan ibunya. Mereka minum tablet drontal sesuai dosis (1 tablet untuk BB 4 kg). Setelah minum obat cacing keesokan harinya cacing-cacing itu keluar lewat pup mereka dalam keadaan sudah mati. Pemberian obat cacing ini akan diulang setelah tiga bulan. Mudah-mudahan saja setelah ini mereka sehat-sehat aja. Oh iya, karena anak-anak kucing ini umurnya masih di bawah tiga bulan, mereka belum boleh dimandikan.

Udah pada tahukan bunyinya kucing itu meong-meong? ๐Ÿ™‚ Ya iyalah, kalau guk-guk-guk itu udah pasti suara anjing. Saya pikir bunyi meongan kucing itu sama, ya meong aja gitu. Ternyata setelah mengamati Ncan dan anak-anaknya, meongan kucing itu ada macam-macam jenis dan artinya. Misalnya saja ketika Ncan sedang mengawasi anak-anaknya bermain, kalau anaknya mendekati bahaya, Ncan akan mengeluarkan bunyi meong yang berbeda dengan ketika ia minta kami membukakan pintu rumah. Juga ketika mereka sedang kesakitan (misalnya waktu nggak sengaja kaki Canso kejepit pintu kandang) itu bunyinya berbeda dengan ketika Canso sedang tidak ingin makanannya diambil oleh saudaranya. Lama kelamaan kami bisa mengenali perbedaannya ๐Ÿ˜€ .

Sejak anak-anak kucing ini ada di rumah, akun IG saya banyak memajang foto-foto mereka. Setelah mencuci kandang, saya suka asyik bermain dengan mereka, sambil foto-foto. Untuk mendapatkan foto yang bagus sangat sulit. Kebanyakan saya mendapat foto yang bagus kalau mereka lagi tidur…hehehe ๐Ÿ˜€

ncandananak2
Ncan dan anak-anaknya

Banyak yang bilang punya binatang peliharaan itu banyak manfaatnya. Untuk anak-anak, mereka akan belajar bertanggung jawab menyayangi dan merawat binatang. Belajar disiplin, karena binatang yang kita pelihara harus rutin dibersihkan kandangnya, rutin dimandikan, tidak boleh lupa diberi makan dan minum secara teratur, dan tidak boleh jorok supaya para binatang terjaga kesehatannya. Binatang peliharaan juga bisa digunakan sebagai obat stress, karena keimutan mereka bisa menghibur kita. Dan yang paling penting mereka bisa menjauhkan anak-anak dari bermain gadget ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ . Saya pikir berinteraksi dengan makhluk hidup jauh lebih banyak mudharatnya dibandingkan dengan benda mati apalagi hanya main games di gadget ๐Ÿ™‚ .

 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

39 thoughts on “Ternyata Merawat Anak Kucing Itu…..

  1. aih, lucu-lucu ya kucingnya, suka ga tega lihat kucing kecil di jalanan tapi saya takut tikus huhuhuu dulu pernah melihara anak kucing jalanan dan besarnya sering bawa pulang tikus mati sebagai hadiah *akkkkkkk* sejak saat itu ga mau melihara kucing jalanan lagi hiks

    Like

  2. Kucingnya banyak. Hati2 loh mbak biasanya beberapa bulan lagi si ncan bakal nglahirin lagi. Kayak kucing saya. Setelah nglahirin 4 ekor, eh nglahirin lagi ha ha ha…..
    Akhirnya anak2nya dibuang ke pasar deh….

    Like

      1. Waha ha kayak adik saya nggak dibolehin dibuang. Tapi gimana ya, kucingnya pada nakal. Jadi tetep dibuang ketika agak gedean dikit biar bisa nyari makan sendiri.

        Klo membuang kucing mesti dikarungin biar nggak balik lagi kerumah.

        Like

      2. iya Shiq4, makanya ini saya rawat dulu mereka sampe agak besar baru saya lepas. Tapi gimana ya jadi serba salah, soalnya mereka lucu, dan mereka sudah hafal dengan saya, tiap kali saya panggil namanya pasti pada datang, melihat matanya itu loh kok gak tega yaa untuk membuangnya

        Like

  3. Pernah punya dua kucing pemberian tetangga. Satu mati, satu hidup sampai akhirnya ditaksir kucing tetangga ‘dinodai’ dan hamil. Anaknya 3 ekor. Karena ribet akhirnya yang dua dikasih teman, yang dua lagi dikasih ke anaknya tukang yang kerja di rumah. Eh nggak lama yang dirawat tukang nih mati satu, yang dikasih ke teman juga mati satu. Sisanya masing2 meliarkan diri karena memang ada darah kucing liar meski induknga Persian.

    Terus punya lagi persi…eh ilang… Hiks…

    Kalau bak pasir dah kurang besar, bilang sama saya Mbak… Itu ada satu nganggur di rumah…

    Like

    1. Nambahin… Vaksin sebaiknya ke dokter hewan ntar dikasih kartu pasien dan ada keterangan kapan harus vaksin lagi. Sediain obat tetes mata(ada di petshop) buat kalau belekan…

      Like

  4. Baca ini peraaannya nyampur antara lucu, senang, kasihan, sedih, dan jijik Mbak pas yang bagian bawa makanan dari sampah ๐Ÿ˜ฆ Dan Mbak telaten banget ngurusnya ya, makanya Mbak Ira yang “terpilih” untuk merawat si Ncan dan anak-anaknya ๐Ÿ™‚

    Like

  5. Aku juga suka Kucing. Cuma Mamaku ga mau banyak-banyak kucing di rumah. Setelah si Emeng beranak, aku harus rela membiarkan anak-anaknya dilepas ke alam bebas. Dan mereka memang doyan daging tikus. Aku juga suka sebel.
    Btw kasian sekali burung walet itu jadi santapan Ncan dan anak-anaknya.

    Like

  6. berasa ya ira punya piaraan ๐Ÿ˜€ aq dirumah 1 kucing 2 kelinci. si S mau nambah kucing lagi dengan alasan: buat temen lody dirumah mak, biar dia gak suka keluar rumah lagi. tapi aq keukeuh gak ngasih nambah. ini aja piaraan 3 (tambah S dan si bapak ๐Ÿ˜† ) aq ngurusinnya kadang keteteran walaupun kami saling bantu mengurusnya. kakakku malah punya 10 kucing dirumahnya ๐Ÿ˜†

    Like

    1. berasaaaaaaa banget Trie….
      btw, kelincinya umur berapa, di rumah ku kelincinya umur satu tahun badannya besar sekali, padahal dulunya imut-imut, mengurus kelinci lebih mudah dibandingkan dengan mengurus kucing, bener nggak?

      Like

      1. umur kelinci si S udah mau 2 tahun kayaknya.udah segede anak kambing kecil.lebih gede badannya dari lody.
        sama berat menurutku ๐Ÿ˜› cuma lebih enak kucing karena kelinci gak biasa dipeluk,dicium2 atau digendong2.senengnya cuma dielus2 doang.sementara kucing kebalikannya ๐Ÿ™‚
        semangat ira !!

        Like

  7. Wuah.. sungguh berbahagia sekali bisa merawat kucing kucing tersebut…. saya juga ingin pelihara… kemarin sempat ambil anak kucing di jalan.. tetapi keluarga yang lain tidak ada yang suka dengan binatang… ๐Ÿ˜ข

    Like

  8. Enk punya induk kucing yg mau nyusui ank a. Nih si whity gk mau nyusu n induk a gk perduli lgi. Bru umur 3 minggu. Sekarang harus apa??? Sedih yg tak berujung….๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s