Posted in #BukanSuperMom

Cerita Minggu Ini

Beberapa hari belakangan saya *sok* sibuk sekali. Salah satu kesibukan saya adalah menemani si sulung belajar. Dia sedang sibuk dengan try out, mengerjakan tugas-tugas sekolah dan latihan menari. Hampir setiap minggu kerjanya try out terus. Perasaan jaman saya kelas 6 SD nggak sesibuk ini deh. Iyaaa Bu, itu kan dulu, sekarang mah udah beda lagi jamannya keleus.

Meskipun si sulung ikut bimbel (bimbingan belajar) dan pm (pendalaman materi), tapi dia merasa nyaman kalau belajar dengan saya dan papanya di rumah. Jadi ya saya dan papanya menemani dia belajar di rumah. Saya dan suami bagi-bagi tugas, saya mengajarkan Bahasa Indonesia, IPA, dan pelajaran lainnya, suami kebagian Matematika. Sejak awal tahun ajaran kemarin, saya singkirkan jauh-jauh keinginan untuk membeli dan membaca novel *padahal saya hobby sekali baca novel*. Apalagi merajut….saya sembunyikan hakpen dan semua benang rajut koleksi saya. Buku novel diganti dengan buku-buku kumpulan soal ujian πŸ˜€ . Saya juga ikut membaca buku teks pelajaran si sulung, soalnya kalau enggak baca nanti nggak asyik kalau si sulung tanya-tanya atau mengajak saya diskusi soal pelajaran dan saya nggak bisa jawab. “Nggak nyambung.” begitu kata si sulung kalau saya nggak tahu sama apa yang ia tanyakan. Dari pada dibilang nggak nyambung, saya memilih untuk membaca buku pelajaran πŸ˜€ .

Kadang-kadang sesi belajar dengan si sulung diselingi sama curhat, kata si sulung “Curhat donk Mah!” persis kayak acara curhatnya Mama Dedeh. Mungkin karena kegiatannya sangat padat sehingga kepalanya penuh dan dia butuh ngobrol sama saya. Saya senang dia mau terbuka menceritakan semua uneg-unegnya pada saya. Ngobrolin apa aja sama si sulung? Sssst…..itu rahasia saya dan sulung ya πŸ™‚ .

Di sela-sela kegiatan belajar, mereka (sulung dan bungsu) tetap bermain. Mainan yang sekarang lagi nge-trend di sekolah adalah yoyo. Mereka ngumpulin uang jajan untuk beli yoyo. Harga yoyo itu bermacam-macam dari yang paling murah Rp 20.000, – sampai ratusan ribu. Mereka punya cita-cita ingin ngumpulin uang jajan untuk beli yoyo yang harganya ratusan ribu dan ikut kompetisi. Saya mah senyum aja mendengar cita-cita mereka itu πŸ™‚ . Di rumah setiap saat main yoyo, menggunakan kaos tangan mereka berlatih macam-macam gaya bermain yoyo. Kalau main yoyo sudah bosan, mereka main bola di teras rumah sambil ditonton sama anak-anak kucing. Sementara ini kegiatan memanjat pohon dihentikan karena sedang banyak ulat. Kalau main bola sudah bosan mereka masuk rumah mengambil kertas+spidol dan mulai corat-coret membuat gambar atau tulisan. Bosan dengan kertas dan spidol mereka main lego. Mereka bermain berduaan saja, karena di sini nggak punya teman main *tetangga kanan-kiri-depan-belakang sudah sepuh semua*. Sedangkan bermain game komputer hanya dilakukan hari Jumat siang sepulang shalat Jumat sampai pukul 4 sore karena mereka harus ngaji. Game yang sedang mereka gandrungi saat ini adalah Zootopia. SayaΒ  membatasi mereka main game, membatasi bukan melarang sama sekali. Lucunya, kalau waktu bermain game sudah habis, mereka akan menyerahkan gadget ke saya atau mematikan komputer (kalau mereka menggunakan komputer), lalu mereka lanjut main ‘game’ lewat gambar. Jadi mereka membuat gambar di whiteboard atau kertas, isinya tentang game yang tadi mereka mainkan di gadget or komputer . Mereka asyik aja corat-coret sambil mulutnya nggak berhenti bersuara seperti dalam game.

kuburan nickey
menggali kuburan untuk Nickey

Tanggal 11 Maret 2016 yang lalu Nickey salah satu anak kucing yang paling bungsu mati kena mesin mobil 😦 . Aduh kejadiannya bikin saya trauma, soalnya saya yang menyalakan mesin. Jadi ceritanya waktu itu saya mau jemput anak-anak ke sekolah. Sebelumnya saya mau ‘panasin’ dulu mobilnya, saya lihat ke kolong mobil kosong nggak ada anak-anak kucing, saya pikir mereka sedang main di luar sama ibunya. Kemudian saya nyalakan mobil, tiba-tiba keluar suara ‘glodak-glodak’ dari mesinnya. Segera saya matikan lagi, udah curiga jangan-jangan anak kucing. Eh taunya benar, pas saya matikan mesin, Nickey terlempar dari bawah mesin badannya kejang-kejang lalu mati. Astagfirullah……ngeri sekali 😦 Badannya utuh, mengeluarkan darah entah dari mana. Saya ambil lalu saya kepinggirkan, karena saya mau jemput anak-anak dulu. Pulang sekolah, di bawah rintik hujan…anak-anak menggali kuburan untuk Nickey. Anak-anak sedih banget. Saya juga nggak menyangka bakalan kejadian seperti ini. Padahal sudah saya eman-eman supaya anak-anak kucing nggak kegeleng ban mobil, eh taunya si Nickey saat itu lagi tidur di mesin 😦 . Duh beneran saya trauma. Sekarang sebelum menyalakan mesin, saya klakson dulu beberapa kali untuk memastikan anak-anak kucing nggak lagi ada di mesin atau di kolong mobil. Agak ribut sih jadinya klakson-klakson, tapi dari pada kejadian kayak gitu lagi….hiyyy amit-amit.

Beberapa hari bekalangan ini banyak sekali kabar duka cita, baik yang datangnya dari tetangga sekitar rumah, maupun dari teman kerja suami dan teman di group alumni. Belum lagi kabar dari teman-teman yang sedang mengalami sakit. Membuat saya semakin menyadari bahwa saya tidak boleh menyia-nyiakan hidup. Selama nafas masih dikandung badan, selama kesempatan itu masih ada, selama tubuh masih dalam keadaan sehat, selama masih diberi rejeki, selama masih diberi kelapangan waktu….semua harus dimanfaatkan untuk ibadah dan berbuat kebaikan. Karena kita tidak pernah tahu kapan kontrak dengan kehidupan ini akan berakhir.

Akhir kata, “Selamat berakhir pekan!”

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

28 thoughts on “Cerita Minggu Ini

  1. Happy weekend juga ya buat Mbak Ira sekeluarga…btw, iya ya aku perhatiin dari ponakanku pelajaran anak sekarang berat berat banget ya 😦 apalagi matematikanya…Aku nyerah deh, dari dulu gak suka matematika…makanya dulu milih sastra biar gak ketemu angka dan matematika πŸ˜€

    Liked by 1 person

  2. Wah ternyata nggak beda ya… Anak-anak emang lebih suka belajar bareng kita ibunya atau ayahnya. Kalau anakku maunya semua sama aku. Tapi si adek selalu pasrah dan akhirnya belajar sama ayahnya. Soalnya aku yang ngikutin dari awal pelajaran kakaknya. Kecuali matematik yang harus kuserahin sama yang lebih jenius, ayahnya.

    Kalau mau beli novel ntar aja nunggu Mei Mbak. InsyaAllah novel perdanaku terbit#promoyoben

    Btw aku juga pernah nabrak kucing. Aku kira dia jalan ke belakang ternyata nyebrang langsung aja kelindws ban belakang aku. Tak bawa pulang terus tak kubur wong nabraknya di belakang sekolah anak. Habis itu trauma sampek sekarang. Jadi hati2 banget kalo ada kucing. Soale suka mendadak nyebrang gitu.

    Sama2 selamat wiken Mbak cantik…

    Like

  3. Ahh, ngeri banget mba.. Pasti merasa bersalah apalagi kalau nickey adalah kucing kesayangan. Soalnya aku juga pengalaman begitu, tapi bedanya, pelakunya tetangga sebelah karena waktu itu si kucing lagi bobo di kolong mobil nya.. Hiikksss

    Like

  4. Sama saya juga suka baca novel. Cuman akhir2 ini mood membaca sedang kacau nggak tahu kenapa. Jadi bingung sendiri padahal ada banyak buku baru yang sudah menunggu.

    Kucingnya mati dong mbak? Saya ngeri sama kejadiannya hiiii…. Moga kejadianya nggak ke ulang. Dikandangin aja mbak klo perlu anak kucingnya biar aman.

    Like

  5. wah anakmu kreatif mbak.. slesai main game, malah bikin game sendiri di kertas…moga2 ntr bisa bikin game yg fenomenal yaa ;)..

    aduuh, sedih bgt dgr kucingnya :(.. aku termasuk pecinta kucing juga.. di rumah juga ada 1, tapi udh disteril memang… anak2ku juga dari kecil udh aku ajarin utk sayang ama kucing.. malah si kaka skr mengangab Maxy, kucing di rumah, itu anggota keluarga juga πŸ™‚

    Like

    1. Hehehe…iya Mbak itu akal-akalan mereka supaya bisa tetap main tanpa gadget.
      Saya masih awam dengan merawat kucing Mbak, masih belajar .
      Wah lucu ya si kecil sampai menganggap maxy sebagai anggota keluarga. Salah satu dampak positif memelihara binatang adalah mengajarkan anak untuk menyayangi dan merawat binatang ya Mbak

      Like

  6. Duh sedih baca musibah Nickynya nih. Aku juga suka kucing dan ada di kucing kampung di rumah. Pernah kepikiran gimana kalau nanti dia mati, secara halaman rumahku ga ada tanah buat ngubur si emeng kalau satu saat dia mati (kok kepikiran gini, ya).

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s