Posted in #150minutesworkoutbbi, Kesehatan, olah raga

#150minutesworkoutbbi | Tantangan 4 Minggu Berolah Raga | Bagian #1

being a healthy weight

Group BBI

Ini adalah catatan saya selama mengikuti tantangan #150minutesworkout yang dibuat oleh dokter Farian Sakinah di group BBI (Bugar Bareng Ian). Apa sih  BBI? BBI adalah tempat belajar dan saling berbagi  untuk hidup bugar dan sehat. Terutama untuk masalah obesitas alias kegemukan yang semakin hari semakin banyak jumlahnya. Di sini kita sama-sama belajar ntuk menurunkan berat badan secara sehat dan aman bagi tubuh. Menurunkan berat badan yang aman dan sehat bukan secara instan.Bukan seberapa cepat berat itu turun tapi seberapa jauh tubuh kita mampu mempertahankannya (dr Farian).  Di group ini tidak diperbolehkan melakukan fad diet atau pola penurunan berat badan yang menjanjikan penurunan berat badan secara cepat atau menggunakan metode tertentu, suplemen, minuman/makanan tertentu. Karena fad diet  tidak direkomendasikan oleh institusi kesehatan di seluruh dunia. Di sini kita sama-sama belajar untuk mengubah pola makan secara bertahap yang tidak menyiksa tubuh kita. Pola makan yang diterapkan adalah “My Plate”

BBMyPlateCTT

Selain mengatur pola makan, yang tidak kalah pentingnya adalah belajar untuk rutin berolah raga. Beberapa penelitian menyebutkan kurang berolah raga jauh lebih berbahaya dari pada obesitas. Berolah raga tentu saja ada aturannya dan semua dilakukan secara bertahap serta disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Saya dan Obesitas

Dulu ketika anak-anak saya masih balita badan saya kurus dan proposinal, BMI (body mass index) saya normal sampai sebelum saya pindah ke Balikpapan. Di Balikpapan selama 4 tahun tak terasa jarum timbangan semakin hari semakin bergeser ke arah kanan. Naik setengah kilo, ah nggak apa-apa baru setengah kilo santai aja, semua makanan saya lahap karena saya hobby makan.  Waktu itu saya sempat mengikuti kelas aerobic seminggu 3 x  selama setahun setengah dan berat badan saya sempat bertahan alias tidak naik. Tapi karena teman-teman saya satu per satu menghilang dari kelas aerobic, lama kelamaan saya pun akhirnya berhenti juga. Sejak saat itu berat badan saya perlahan-lahan mulai  naik sekilo, sekilo setengah, dua kilo dan seterusnya naik terus sampai delapan kilo. Saya sudah kebal ketika ada yang bilang saya gendut, rasanya sudah biasa, ya cuek aja lah badan badan gue, yang penting gue enjoy, yang penting gue PD donk. Baju-baju lama yang menjadi sempit dan tidak muat, saya ganti dengan yang lebih longgar…gitu aja kok repot.

Tapi, satu hal yang membuat saya risau, yaitu badan saya mulai terasa tidak enak, tidak nyaman. Siklus haid saya acak-acakan. Saya  sering sesak nafas alias eungap kalau bahasa Sundanya sampai beberapa kali tengah malam saya ke UGD. Kaki saya (lutut dan telapak kaki) sering tiba-tiba sakit dan susah untuk digerakkan. Saya juga menjadi susah tidur di malam hari.Puncaknya adalah ketika nikahan adik saya yang bungsu, saya merasa sangat tidak nyaman menggunakan seragam kebaya. Kaki saya juga sangat tersiksa ketika menggunakan sepatu pesta yang berhak tinggi selama seharian di gedung resepsi.

Salah seorang sahabat baik saya yang super keren  : Dinny K.A. mengajak saya untuk belajar mengubah pola makan dan rutin berolah raga. Waktu itu Dinny sedang menjalankan program menurunkan berat badan dan ia  sudah menunjukkan  keberhasilannya. Dinny rajin men-tag saya ketika posting makanan yang ia makan atau kegiatan olah raga yang ia lakukan di akun Facebook dan Path-nya (hatur nuhun pisan Dinny). Saya cuma melihat-lihat saja belum tertarik. Waktu ia menawarkan kepada saya apakah saya mau ikut belajar, saya iya kan saja….yaaa siapa tahu *waktu itu saya masih belum tertarik padahal udah gendut banget dan nggak nyaman*

Sebuah amplop coklat ukuran besar saya terima siang itu. Tertulis di belakang amplop “dari : Farian Sakinah”. Ah, saya baru ingat mungkin ini yang ditawarkan Dinny tempo hari. Iya, amplop ini berisi materi dan CD dari BBI, dikirim langsung oleh dokter Farian Sakinah dari Jakarta ke tempat tinggal saya di Balikpapan *GRATIS* (terima kasih dokter Farian).  Dokter Farian itu siapa? Dulu sih saya mengenal beliau dari Milis Sehat, beliau adalah dokter umum yang peduli dengan masalah RUM (rational use of medicine) dan ternyata beliau adalah ‘komandannya’ group BBI. Dokter Farian ini berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 24 kilo dalam 8 bulan *kalau tidak salah cmiiw ya Dok* dengan cara yang  aman bagi tubuh, yaitu mengatur pola makan dan rutin berolah raga.

Saya buka ampop coklat itu, di dalamnya berisi beberapa lembar kertas kolom-kolom jadwal  dan sebuah CD yang isinya meteri tentang cara menurunkan berat badan secara bertahap serta video-video workout. Dasar saya ya, mentang-mentang nerima gratisan saya belum ada niat kuat untuk mempelajarinya. Karena banyak hal-hal yang tidak saya mengerti dalam materi itu. Mengubah pola makan itu sangat sulit buat saya yang hobbynya makan. Sama halnya dengan memulai rutin olah raga, duuuuh susah pisan…adaaa aja alasannya.

Ok, gimana kalau saya belajar olah raganya aja dulu karena saya hobby berolah raga. Saya mengenal Leslie Sansone pertama kali dari CD yang dikasih oleh dokter Farian itu.  Video yang pertama kali saya lihat untuk pemula, yaitu “2 Mile Walk” durasinya hanya 30 menit. Pertama kali melihat video Tante Leslie ini komentar saya, “Halah..ini mah enteng banget, apaan cuma jalan kaki di tempat emang bisa menurunkan berat badan? Gini doank mah ah nggak ada apa-apanya, secara saya kan dulunya biasa aerobic yang gerakannya lebih canggih dari jalan kaki kayak gini.”  Iya, saat itu saya songong alias sombong sekali sodara-sodara.

Belum sempat  mempelajari CD materi dan mengikuti video workout secara mendalam, tiba-tiba ada pengumuman mutasi dari kantor suami, saya sekeluarga harus segera packing pindah ke Jakarta. CD materi saya masukkan kembali ke dalam amplop lalu saya tumpuk dengan buku-buku dalam sebuah kardus besar, saya tutup dan merekatkannya dengan lakban. Sejak saat itu saya lupa dengan si amplop coklat. Kesibukan demi kesibukan harus saya hadapi sampai usai lebaran. Ketika perut saya mulai menggendut lagi karena kebanyakan makan gulai kambing, ketupat, opor ayam belum lagi aneka macam kue-kue khas lebaran. Saya mulai mencari-cari amplop coklat itu, belum ketemu entah dimana saya lupa menyimpannya. Waktu terus berlalu dan akhirnya pada bulan September 2015 saya menemukan amplop coklat itu terselip diantara tumpukan buku-buku…alhamdulillah. Saya pelajari lagi, dibaca pelan-pelan dan mulai mengikutinya semampu saya.

Saya dan Tantangan BBI #1

Bulan Oktober 2016 saya dan suami bertekad untuk rutin berolah raga  . Kami memutuskan berolah raga jalan kaki cepat (briskwalking) setiap hari minimal 30 menit. Alasannya karena olah raga ini sangat mudah dilakukan, waktunya sangat fleksibel dan murah. Suami saya melakukannya di kantor sebelum jam kantor dimulai. Ia briskwalking di lantai paling atas/atap gedung, kadang diselingin degan lari. Kalau hujan ia ganti dengan naik turun tangga (di kantornya ada 6 lantai, bayangin aja deh lumayan kan bisa dibuat untuk olah raga). Jarak antara rumah dan kantor cukup jauh, menempuh 1,5 jam naik motor (kalau pulang pergi totalnya setiap hari ia naik motor 3 jam), belum lagi suasana kantor yang sangat sibuk setiap harinya. Tapi kami berdua sudah bertekad untuk rutin olah raga, kami saling suppport satu sama lain.

briskwalking

Saya melakukan olah raga di rumah, briskwalking di taman atau komplek rumah setiap pagi. Kalau hujan atau tidak sempat keluar, saya latihan dengan Tante Leslie di rumah. Kebetulan bulan November 2015 ada tantangan BBI #1 dari dokter Farian. Saya yang sudah terbiasa berolah raga tertarik untuk mengikutinya. Tantangannya adalah rutin berolah raga selama 30 hari dengan aturan : olah raga setiap hari minimal 30  menit/150 menit seminggu dengan 2 hari istirahat, yang ketinggalan tidak berolah raga satu hari harus mengulang dari hari pertama.

Saya memulai tantangan hari pertama sampai hari ke-4 dengan briskwalking tanpa ada istirahat. Seharusnya di hari ke-2 atau ke-3 mengambil istirahat sehari, total dalam 7 hari ada 2 hari istirahat. Saya melanggar aturan ini, mentang-mentang lagi semangat ’45 hajar terus nggak pakai istirahat sampai 4 hari berturut-turut olah raga. Akibatnya saya sakit, waktu itu demam tinggi beberapa hari, untungnya cuma common cold. Gara-gara sakit saya absen olah raga selama seminggu. Setelah absen seminggu saya harus mengulang dari hari pertama. Saya mengulang dari hari pertama….sampai hari ke-4 saya baru istirahat langsung mengambil 2 hari, setelah istirahat 2 hari saya lanjut olah raga lagi. Tidak bertahan lama, saya tumbang lagi….sakit lagi demam tinggi. Rupanya saya masih salah kaprah soal istirahat. Karena bolak-balik sakit, saya pun gugur dari Tantangan BBI #1.

Meskipun gugur di Tantangan BBI #1, saya tetap berolah raga, hanya saja  saya tidak mengikuti aturan yang benar. Sehingga saya sering sakit dan kaki saya pun kumat. Aduh kenapa ya kok jadi  begini??

Bergabung Dengan BBI

Awal Februari 2016 akhirnya saya bergabung dengan BBI , dokter Farian membuat group BBI di Faceebook. (hehehe…jadi selama ini saya cuma ikut ngintip-ngintip aja dari luar, karena resmi bergabung ya baru Februari ini). Di sini saya belajar lebih banyak lagi, materi yang disajikan lebih lengkap dan ketika  saya tidak mengerti saya bisa bertanya langsung ke narasumbernya. Saya penasaran apa yang salah dengan saya? Kenapa dengan olah raga justru saya jadi gampang sakit? Saya jadi parno dan trauma dengan gerakan squat, jumping apalagi lari karena lutut saya sakit berkepanjangan, sakittt sekali. Padahal dulunya saya hobby dan rajin olah raga : renang, tennis, lari, bersepeda, dan aerobik.

Saya Dan Tantangan BBI #2 

Setelah bergabung di group BBI saya mempelajari banyak hal, dan akhirnya saya tahu dimana letak kesalahan saya selama ini. Pertama, di BBI semua dilakukan secara bertahap mulai dari level beginer tidak bisa sekaligus langsung lompat ke level intermediate. Olah raga dimulai dengan durasi 10 menit setiap hari, setelah itu minggu berikutnya naik menjadi 20 menit sehari, lalu 30 menit sehari pada minggu berikutnya lalu setelah sebulan naik 45 menit sehari. Kedua, waktu isitrahat / rest day sangat penting dan TIDAK boleh diabaikan. Karena isitrahat itu untuk menghindari cedera pada otot, tubuh akan mengembalikan cadangan energi dan memberi kesempatan pada otot untuk memperbaiki jaringannya. Pada saat istirahat ini kita melakukan latihan peregangan, contohnya seperti yang ada pada gambar berikut  :

streching

Pada pertengahan April 2016 dokter Farian membuat lagi Tantangan BBI #2 yang judulnya #150minutesworkoutbbi. Peraturannya masih sama seperti tantangan sebelumnya. Kali ini saya mengikutinya lagi dimulai sejak 19 April 2016. Semua catatan kegiatan olah raga pada tantangan ini saya simpan di akun Instagram saya. Yang jadi follower saya mungkin melihat sudah hampir sebulan ini saya posting kegiatan olah raga saya di sana.

Saya sudah berada di hari ke-25 , 3 hari lagi insyaAllah saya tuntas mengikuti Tantangan BBI #2. Ada banyak proses dan perubahan yang saya alami selama saya mengikuti tantangan ini. InsyaAllah akan saya sharing di sini. Berhubung sekarang sudah sangat larut, saya harus tidur karena besok ada banyak aktivitas yang harus saya lakukan, termasuk harus berolah raga.

……bersambung…..

Sumber bacaan : Group BBI

 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

8 thoughts on “#150minutesworkoutbbi | Tantangan 4 Minggu Berolah Raga | Bagian #1

  1. Wahaha manusia aneh2 ya ternyata. Lha banyak orang yang mau menurunkan berat badan. Sementara saya ini pingin nambah berat badan soalnya termasuk orang kurus ha ha ha…..

    Semoga lancar mbak usahanya menurunkan berat badan. Ntar cerita2 deh keberhasilannya.

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s