Posted in Balikpapan, kuliner

[Kuliner] Ikan Bakar Belakang Kantor Pos Klandasan Balikpapan 

Ketika berada di suatu daerah yang jauh dari kampung halaman, biasanya kita akan bertemu dengan hal baru. Sesuatu yang berbeda dengan yang pernah kita lihat dan rasakan sebelumnya. Salah satunya adalah makanan khas daerah. Meskipun lidah sudah terbiasa mengecap makanan asli kampung halaman bahkan kadang merasa susah untuk mengenal rasa yang baru. Namun tak ada salahnya belajar mengenal rasa baru dari masakan khas daerah setempat.

Kurang lebih inilah yang saya alami ketika pindah ke Balikpapan. Lidah saya merasa aneh ketika pertama kali mencicipi makanan khas Balikpapan yang cenderung asin dan kurang sayuran. Balikpapan adalah sebuah kota kecil yang berkembang sangat pesat di Provinsi Kalimantan Timur . Penduduknya heterogen berasal dari bermacam-macam suku. Suku yang mendominasi di Balikpapan berasal dari Makassar, Banjar dan Jawa Timur. Terlihat dari makanan khas yang ada di Balikpapan  didominasi oleh ketiga daerah tersebut. 

Kali ini saya akan menulis salah satu kuliner yang menjadi favorit saya dan keluarga, yaitu Ikan Bakar Belakang Kantor Pos. Namanya panjang sekali ya? Saya tidak tahu persis apa nama warung makan yang menyajikan ikan bakar sebagai menu utamanya ini. Karena warung ini tidak punya plang nama. Jadi kami menyebutnya Ikan Bakar Belakang Kantor Pos saja biar mudah diingat. Lokasinya memang di belakang Kantor Pos Klandasan, tepatnya di Jl. Tanjungpura. Di belakang Kantor Pos Klandasan ada banyak warung-warung makan, karena jalan ini memang menjadi salah satu kawasan kuliner Balikpapan. Diantara warung-warung yang ada, ada satu warung yang selalu ramai dipenuhi oleh pengunjung terutama saat jam makan siang, yaitu warung Ikan Bakar Belakang Kantor Pos.

Yang bertanda biru adalah lokasi warung Ikan bakar belakang Kantor Pos

Warung yang bentuknya sederhana ini berada di pinggir jalan pas di belokan. Ada meja-meja dan bangku panjang tempat pengunjung duduk dan makan. Di ujungnya ada tempat membakar ikan, tak jauh dari situ sebuah meja besar dengan etalase kaca di atasnya, etalase kaca ini untuk menyimpan ikan yang sudah matang, selain itu di meja ini juga dipakai untuk tempat menyimpan termos nasi berukuran besar dan baskom berisi sambel dan lalap mentah. 

Ikan dan ayam mentah sebelum dibakar direndam dulu dalam bumbu berwarna kuning katanya khas Banjarmasin. Ikan yang tersedia ada ikan kakap dan trakulu (kalau di Jakarta sebutannya ikan cue/kue) semua berukuran besar dan dipotong-potong terlebih dahulu.

Warung ini buka mulai pukul 8 pagi sampai ashar biasanya sudah habis.  Sebaiknya datanglah sebelum jam makan siang atau setelah makan siang di atas pukul 13 tapi jangan terlalu sore kalau tidak mau kehabisan. Karena setiap jam makan siang warung ini selalu penuh. 

Kalau datang ke warung ini, sebutkan ke pelayannya pesan ikan apa (trakulu, kakap atau ayam) dan bagian apa (kepala, tengah atau buntut kalau ayam bagian dada atau paha saja). Sebutkan juga mau minum apa (ada es teh manis, es jeruk, teh manis hangat, jeruk hangat atau air mineral cup). Setelah pesan lalu carilah tempat duduk. Tidak lama kemudian akan datang pesanan ke meja kita. Sepiring nasi putih panas, ikan bakar, sambel tomat mentah dengan potongan jeruk, satu kotak  lalapan mentah (timun,  selada air, kemangi, kol) dan semangkok sayur bening serta minuman. Iya, ikan bakarnya disajikan dalam satu paket seperti yang saya sebutkan. Harganya satu paket antara Rp 28.000 – Rp 30.000,-.

Favorit saya dan keluarga adalah ikan kakap bagian tengah. Karena ikan kakap ini dagingnya lembut dan bagian tengah adalah bagian yang paling banyak daging. Sayur beningnya agak aneh rasanya. Isinya kacang panjang, kol dan bayam, kuahnya diberi kunyit. Aneh banget ! Kalau sambel tomat mentahnya enak sekali, rasanya segar dan pedas apalagi setelah dikucuri potongan jeruk, menambah rasa segar….sluuurrp mantep banget!!! 👍👍👍👍👍. Sambelnya ini rasanya pas banget menemani ikan bakar. Bagaimana dengan ikan bakarnya? Ikannya juga ikan segar, rasa dagingnya manis (tidak amis) dan bumbunya terasa sekali meresap sempurna. Meskipun dibakar tapi tidak kering. 

Beberapa kali makan di warung ini, satu hal yang masih mengganjal di lidah, ini loh sayur beningnya aneh banget! Tapi kok disajikan satu paket ya? Biasanya sayur beningnya tidak saya makan. Lama-lama karena penasaran akhirnya ketika berkunjung ke sana saya memperhatikan cara pengunjung lain terutama yang menggunakan bahasa daerah Banjar makan paket ikan bakar ini. Ternyata cara mereka makan begini : ambil daging ikan, colek ke sambel, makan dengan nasi putih lalu secara bersamaan makan sayur beningnya. Sayur beningnya tidak boleh dimakan setelah ikan dan nasi habis, tapi dimakan berbarengan. Saya coba, ternyata enak dan cocok!!! Sejak saat itu sayur bening selalu saya habiskan.

Kali ini saya tidak hanya belajar merasakan masakan dari daerah lain, tapi juga belajar memahami keberagaman adat dan kebiasaan suku lain. Akhirnya saya bisa menikmati dan menjadikan masakan yang ada di warung ini menjadi salah satu kuliner favorit keluarga.

 “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

19 thoughts on “[Kuliner] Ikan Bakar Belakang Kantor Pos Klandasan Balikpapan 

  1. Ikan Patin nggak Populer ya Mbak? Soalnya kalau di sini yang ngetop Patin bakar atau pais Patin. Soal sambel emang juara.

    Kalau trakulu biasanya aku bikin pepes Mbak. Atau digoreng kering habis itu dikuah santan

    Like

  2. Saat dulu awal2 ikut merantau ke Manado nggak lama langsung hamil & morning sickness, jadi agak susah mw lgs bisa beradaptasi dgn makanan yang dijual di sana. Saat sdh ga mabok2 lagi si alhamdulillah nemu tempat makan yg cocok hehe. Ada makanan khasnya yang cocok di lidah ada juga yang nggak, mungkin masalah selera juga ya.

    Like

  3. Wah sptnya warung ini favorit banyak orang. Informasi tambahan, warung juga buka sore jam 5 sampai sekitar jam 8. Penjual beda tapi produk dan harga persis sama. Kalo favorit saya kepala kakap. Rela nunggu lama buat dibakarnya

    Liked by 1 person

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s