Posted in Binatang Peliharaan

Ikan Koi Merajut Kebersamaan Antara Bapak dan Anak

Sejak pindah ke rumah baru, kami memiliki binatang peliharaan yang baru juga, yaitu ikan koi. Sebetulnya memelihara ikan koi ini tidak sengaja. Kebetulan pemilik rumah terdahulu memang punya kolam ikan dan memelihara beberapa koi. Pemilik rumah yang lama mewariskan ikan-ikannya kepada kami.

Memiliki peliharaan ikan hias sudah tidak asing bagi keluarga saya. Karena sejak si sulung masih bayi saya sudah memelihara ikan hias di aquarium. Tapi kalau memelihara ikan koi di kolam, ini pengalaman pertama. Karena sebelumnya kami memang belum pernah punya kolam ikan di rumah.
Awalnya kami ragu apakah bisa memeliharanya. Apalagi ketika pemilik lama sudah pindah, rumah ini sempat kosong selama tiga bulan. Saya dan pak suami menengok rumah hanya seminggu sekali untuk bersih-bersih sambil memberi makan ikan. Pak suami malah pernah punya niat menitipkan ikan-ikan ini di kantornya. Tapi urung dilakukan karena nggak tega katanya.

Ikan koi yang diwariskan kepada kami berjumlah empat ekor ukuran besar, dan ada dua ikan jenis kumpai. Saya kurang tahu ikan koi yang ada di kolam termasuk jenis apa. 

Waktu mudik ke Bandung, kami memboyong  tiga ekor ikan koi ukuran kecil dari kolam di rumah Eyangnya anak-anak. Seminggu berselang, ikan koi yang besar mati seekor. Pada mudik berikutnya pak suami membeli beberapa ekor koi ukuran kecil. Ternyata setiap hari ada ikan yang mati. Sampai hanya tersisa koi besar dua ekor, kumpai dua ekor dan koi kecil dua ekor. 

Kematian ikan koi berlangsung terus menerus, hampir setiap hari ada ikan koi yang mati. Pak suami nggak kapok, ia terus-terusan membeli ikan koi baru menggantikan ikan koi yang mati. Beli ikan koi yang murah aja sih, kalau yang mahal mah waduhhh….belum sanggup  ๐Ÿ˜. Apa mungkin karena murah ya, jadi mati terus….?? 

Anak-anak dan pak suami sangat bersemangat merawat ikan koi ini. Setiap hari setiap saat mereka selalu mengawasi ikan-ikan  koi yang sedang berenang di kolam. 

Mereka mengadakan investigasi terhadap ikan koi yang mati. Yang mati hanya ikan koi, ikan kumpai sampai saat ini sehat wal afiat. Setelah diselidiki ternyata ikan koi yang mati ini di tubuhnya terdapat kutu ikan. 

Pak suami membeli obat anti kutu yang alami, yaitu 5 ekor ikan kecil-kecil pemakan kutu. Selain itu ia juga memberi obat kimia ke dalam kolam. 

Anak-anak sudah pintar membersihkan kolam ikan. Mereka mah senang sekali kalau disuruh membersihkan kolam ikan. Seminggu sekali kolam dibersihkan. Ikan-ikan dipindahkan ke bak plastik ukuran besar yang berisi air. Pompa dan selang air disikat karena banyak lumutnya. Filter air juga dibersihkan isinya. Dasar kolam dipel pelan-pelan supaya permukaannya tidak rusak. Setelah semua bersih, pasang lagi filternya, isi kolam dengan air, lalu masukkan ikan-ikan ke dalamnya.

Kemarin waktu saya ke Bandung sendirian, anak-anak dan pak suami asyik sekali mengurus ikan di rumah. Asyik soalnya mereka bebas merdeka nggak ada yang protes…ha-ha-ha๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Mereka jalan-jalan main ke toko ikan, melihat-lihat filter, aneka aksesoris kolam dan berbagai jenis ikan koi. 

Saya pribadi kurang suka mengurus ikan di kolam. Pak suami dan anak-anak saking asyiknya sama ikan  sampai-sampai saya dicuekin ๐Ÿ˜‘ (ini yang suka bikin saya protes). Tapi sebetulnya nggak masalah sih karena saya suka melihat kebersamaan antara pak suami dan anak-anak mengurus ikan-ikan koi. 

Kenapa suka? Karena sehari-hari pak suami sangat sibuk dengan pekerjaannya, pergi sebelum matahari terbit dan pulang matahari sudah tenggelam. Begitu juga dengan anak-anak, setiap hari sibuk dengan rutinitas sekolah dan belajar. Setiap hari kecuali weekend, bisa dihitung dengan jari berapa jam pak suami dan anak-anak bisa bersama. Nah, karena ada ikan koi, setiap hari mereka jadi punya bahan untuk mengobrol dan berinteraksi. Malam hari mereka bertiga suka duduk di pinggir kolam melihat ikan sambil ngobrol-ngobrol santai. 

Nggak masalah ini ikan koi beneran atau cuma koi-koi an. Yang penting gara-gara ada ikan koi di rumah jadi bisa merajut kebersamaan antara bapak dan anak. 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

18 thoughts on “Ikan Koi Merajut Kebersamaan Antara Bapak dan Anak

  1. Nggak pernah melihara ikan. Eh pernah sih dulu waktu kecil. Sama aja ikan saya mati semua ha ha ha….

    Tapi baru kali ini dengar tentang kutu ikan. Dulu saya kira ikannya mati gara2 kekurangan oksigen soalnya yg buat udara dalam air udah gak berfungsi.

    Tapi tahun depan rencananya msu beli akurium dan melihara ikan lagi. Nyari2 kesibukan pokoknya.

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s