Posted in #BukanSuperMom

Hadiah Dari Sahabat Blogger

Yang namanya kehidupan penuh dengan dinamika. Tidak monoton baik terus atau jelek terus. Termasuk kehidupan saya dan keluarga sehari-hari. Ada masanya kami baik-baik saja, namun sering juga kami mendapatkan masalah.

Setiap hari ketika pak suami dan anak-anak sudah berangkat, saya memulai aktivitas pagi dengan sarapan sambil ditemani oleh siaran tausyiah dari televisi. Sengaja memilih program ini daripada acara lain karena katanya yang namanya iman itu naik turun, jadi supaya iman ini stabil dan naik terus maka harus rajin dipupuk dan disirami dengan segala sesuatu yang bisa menambah kedekatan kita pada Allah SWT. Jadi saya nonton program tausyiah dalam rangka menjaga keimanan saya.

Setiap hari saya selalu mendengar ustad dan ustadzah penceramah berkata : “setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya,” dan satu lagi yang ini :”manusia yang sedang ditimpa masalah jika ia bersabar dan tawakal kepada Allah pasti akan mendapatkan jalan keluarnya”.

Yang namanya kehidupan penuh dengan dinamika. Tidak monoton baik terus atau jelek terus. Termasuk kehidupan saya dan keluarga sehari-hari. Ada masanya kami baik-baik saja, namun sering juga kami mendapatkan masalah. 

Seperti yang saya hadapi belakangan ini. Di rumah anak-anak lagi ‘soleh banget’. Ada aja kelakuan mereka yang memancing emosi saya. Karena hal sepele saja bisa membuat mereka berdua berantem sampai ‘bak-bik-buk’ (pukul-pukulan), baru sedetik dilerai mereka sudah mulai mau berantem lagi (maklum anak laki-laki semua). Atau ketika mereka banyak melanggar aturan di rumah dan nggak mau dikasih tahu (nggak mau tahu, maunya ayam goreng Ma! 😎). 

Kalau sedang terpancing esmosi sama kelakuan mereka, kami di rumah udah kayak kucing lagi berantem, bersahut-sahutan berisik banget. Kepala rasanya jadi keriting….pening sekali.

Tapi kadang-kadang saya bisa menahan esmosi dan tidak terpancing sama ulah mereka yang aduhai bikin gemezzz itu. 

Biasanya ini terjadi kalau tiba-tiba di kepala saya muncul perkataan ustad/ustadzah yang tadi saya sebutkan di atas. Perkataan itu muncul berkali-kali seperti running text yang ada di program berita televisi. Running text ini yang kemudian menahan gejolak esmosi jiwa saya yang saat itu nyaris meledak-ledak.

Saya langsung diam, tidak menanggapi kelakuan dan menghindar dari mereka (lari ke kamar atau ke dapur). Saya cari-cari kesibukan di kamar atau di dapur, atau ambil wudhu, istighfar dan menangis meluapkan esmosi saya sendirian. Jika perasaan saya sudah enakan, baru saya keluar tapi saya diam saja tidak menanggapi mereka. Biasanya mereka tahu diri lalu bersikap baik terhadap saya. Masalah selesai.

Eits, jangan dikira selesai sampai situ. Karena beberapa menit kemudian terjadi lagi hal error dan memancing emosi saya. LAGI 😦 .

Diam-diam, dalam setiap kesempatan saya selalu berdoa minta ampun dan pertolongan kepada Allah. Kata pak ustad juga kan kalau ada masalah tidak boleh berburuk sangka pada Allah, berdoa saja terus meminta jalan keluarnya. Allah akan menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita jika kita sabar dan tawakal kepada-Nya.

Dan hari itu pertolongan Allah datang. 

Kurir ekspedisi mengantarkan sesuatu untuk saya. Saya pikir yang datang adalah buku pesanan yang saya beli di toko online. Buru-buru saya buka sampulnya. 

Tapi…

What???!! Ini bukan buku pesanan saya!!!! 

Saya ambil lagi sampulnya yang sudah sobek, saya baca pengirimnya…kok gak kenal ya. Saya baca dokumen ekspedisinya. Hah? Dikirim dari Makassar?? Hmm….

Setelah mengingat-ingat, akhirnya saya baru sadar ini buku hadiah giveaway dari seorang sahabat blogger yang beberapa waktu lalu mengadakan giveaway di blognya. Dan saya menjadi salah satu yang dipilih untuk mendapatkan buku ini.

ALHAMDULILLAH 🙂 

Sebuah buku komik Islam berjudul “Pengen Jadi Baik 3” karyanya  Squ. Berisi tentang cerita sehari-hari keluarga Om Squ. Lucu, ringan dan penuh makna karena  disisipi dengan penjelasan Al-Qur’an dan hadits. 

Saya tersenyum lebar dan mengucap syukur berulang kali. Buku ini memberi secercah  harapan pada persoalan yang sedang saya hadapi belakangan ini.

Pulang sekolah, anak-anak saya sodorkan buku itu. Mereka antusias sekali membacanya. Alhamdulillah tidak sampai rebutan. Dalam waktu tiga hari buku itu tamat dibaca oleh mereka. Ada perubahan? Ada, Alhamdulillah.

Benar kata pak ustad tadi,”manusia yang sedang ditimpa masalah jika ia bersabar dan tawakal kepada Allah pasti akan mendapatkan jalan keluarnya”. .

Terima kasih hadiah bukunya Mas Ismail Hasan, jazakumullah khayran.

 
 

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

17 thoughts on “Hadiah Dari Sahabat Blogger

  1. Yang sabar mbak ira, anak lelaki memang suka begitu. Tapi ntar klo udah gede pasti akan jadi kenangan indah ketika ingat pernah bertengkar dgn saudara untuk alasan yang konyol :).

    Like

  2. wah sabar ya mba, enak punya anak cowo nanti gedenya bisa ngejagain 🙂 Aku sama adek kakakku juga berantem terus waktu masih kecil, untungnya sekarang akur hiihihi

    Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s