Posted in Buku

Speak Up! Karena Cinta Tak Hanya Diam

Judul        : Speak Up! Karena Cinta Tak Hanya Diam

Penulis   : Dyah Rina Nugrahani

Penerbit : Mata Pena Group

Tahun     : 2016

Tebal       : 344 halaman

Di balik sosoknya yang terlihat sempurna, Bachtiar seorang dokter spesialis kandungan di RS Graha Ulin Medica Banjarmasin, ternyata mengidap penyakit klaustrafobia. Yaitu fobia yang dirasakan ketika berada di ruangan sempit dan tertutup. Gara-gara penyakitnya ini nyaris membuat hubungannya dengan Yasmin kandas. 

Dia sepenuhnya sadar, masalah terbesar bukan pada Yasmin, tapi pada dirinya. Dia juga menyadari tak mungkin baginya menyelesaikannya sendiri. Terlalu berat. Dia butuh seseorang menariknya keluar dari kubangan traumanya.”

Yasmin akhirnya menyadari kekurangan yang terdapat dalam diri dokter  Bachtiar kekasihnya itu dan ia bertekad mendampingi Bachtiar supaya bisa sembuh dari penyakitnya.

Diam-diam Nadia memendam rasa cinta kepada dokter Bachtiar yang tak lain adalah seniornya semasa kuliah. Namun perasaan itu terhalang jurang yang dalam karena kini posisi Bachtiar adalah sebagai pimpinan sekaligus dokter senior di tempatnya bekerja.

Sementara itu Muhamad Indrajit, dokter spesialis anak yang memiliki paras ganteng dan menjadi idola mahasiswi di kampusnya dulu telah menjatuhkan hatinya pada Nadia. Namun selalu ditolak oleh Nadia, karena Nadia hanya menganggapnya sebagai sahabat. Tetapi Indra tetap menyimpan perasaan cinta dalam hatinya.

Sebuah kejadian kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh Bachtiar dan Yasmin ketika mereka akan makan siang, menyebabkan Yasmin meninggal dunia dan Bachtiar amnesia. Hal ini yang kemudian memaksa Nadia melakoni peran baru yaitu berpura-pura menjadi kekasih Bachtiar atas desakan keluarga Bachtiar.

Bachtiar akhirnya mengetahui apa yang telah terjadi dan menuduh Nadia memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan pribadinya. Bachtiar menjadi berubah sangat kasar dan emosional terutama kepada Nadia.

Nadia merasa sakit hati diperlakukan demikian oleh Bachtiar. Meskipun ia mencintai Bachtiar ia tidak punya maksud apa pun, ia hanya ingin membantu Bachtiar. Dan lagi ia melakukan ini karena desakan orang tua Bachtiar,bukan atas kemauannya.

Indra masih setiap menemani Nadia, cintanya pada Nadia membuatnya mau berkorban meskipun telah berkali-kali ditolak.

Saya tidak tahu ini perasaan apa. Tapi sejak kami masih kuliah, perasaan itu sudah ada dan makin hari makin besar. Saat saya tahu Nadia memiliki perasaan pada pria lain saya sudah berusaha mengenyahkannya. Sayangnya, bukan menghilang malah justru semakin kuat.” 

“Saya memutuskan untuk membiarkannya ada sampai kelak Allah memindahkannya pada orang lain. Sementara itu saya berusaha menjadi guardian angel bagi Nadia. Berusaha selalu ada untuknya dan memberi hati serta telinga saya untuk mendengarnya.”

Nadia mengambil cuti dan pergi ke tempat kakaknya di Ngawi Jawa Timur. Di Ngawi ia banyak merenung. Persoalannya dengan Bachtiar yang tak kunjung usai membuatnya lelah.

Mungkinkah dia bukan untukku? Lalu bagaimana menjalankannya amanah Yasmin untuk menjaganya jika yang akan aku jaga saja tidak pernah mberi kesempatan?

Di sisi lain, ada Indra yang selalu bisa menjadi seseorang yang dibutuhkan oleh Nadia. Nadia mulai merasa nyaman bersama Indra.

Seiring dengan berjalannya waktu perasaan itu semakin kuat di antara Nadia dan Indra. Hingga pada suatu hari ketika Nadia sedang terbaring sakit, Indra meminang Nadia. 

Aku tidak tahu. Apakah ada namaku tertulis di lauhul mahfudz. Sebagai orang yang akan menyandingmu hingga ujung usia. Aku juga tidak tahu. Adakah di lauhul mahfudz tertulis namamu sebagai orang yang akan kusunting. Dan menemaniku hingga saat aku renta dan raga tak berdaya. Yang aku tahu hanyalah. Aku ingin menggenapkan agama ini bersamamu. Melewati duka dan mengarungi bahagia bersama. Saling memeluk dan menguatkan. Saling menopang dan menegakkan. Dan aku hanya tahu. Bahwa kau yang kuinginkan. Semoga Allah menyempurnakan inginku. Semoga Allah melapangkan jalanku. Saat ku pinang kau Dengan Bismillah. Maka, bila kau pun berkenan menempuh jalan yang sama. Beri aku tanda. Agar tak perlu lagi meraba

Nadia menerima pinangan Indra. Dan keesokan harinya mereka menikah. Ada sebuah rahasia yang belum Nadia sampaikan pada Indra, yaitu mengenai penyakit yang sedang diderita oleh Nadia.

Akhirnya Nadia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya. Ia harus segera dioperasi. Selesai operasi Indra merawat dan menemani Nadia di rumah sakit.

Sementara Bachtiar masih memikirkan Nadia. Ia tidak tahu apa yang terjadi selama ia pergi ke Amerika untuk menyembuhkan penyakit klaustrafobia. Ia baru sadar sebetulnya ia mencintai Nadia. Dan ia yakin Nadia masih mencintainya. Ia mendatangi Nadia dan meminta membatalkan pernikahannya dengan Indra. Tetapi Nadia sudah menjatuhkan pilihan hatinya pada Indra yang kini sudah menjadi suaminya. 

==================================

Sebuah novel romantis dengan konflik yang sederhana dan ringan. Konflik yang terjadi dalam novel ini cepat selesai dan tidak bertele-tele. Meskipun terkesan ringan, Dyah Rina (Bu Dyah) mampu meraciknya dengan kata-kata yang manis dan memikat hati. Terutama pada bagian yang menunjukkan perasaan Indra kepada Nadia. 

Latar belakang Bu Dyah bukan seorang dokter, tapi ia bisa dengan baik menceritakan kehidupan para dokter dan tenaga medis sebagai manusia biasa di luar tanggung jawab profesinya. 

Sayangnya tokoh-tokoh yang ada dalam novel ini terlalu sempurna. Hampir semua tokoh adalah baik, ganteng/cantik, berpendidikan tinggi dan kaya. 

Secara pribadi yang saya suka dari karya-karyanya Bu Dyah adalah selalu santun dan sesuai dengan akidah Islam.

Advertisements

Author:

seorang ibu, suka membaca,menulis, jalan-jalan, mencoba berbagai kuliner, olah raga, dan sangat mendukung pemberian ASI eksklusif serta penggunaan obat secara rasional /RUM (Rational Use of Medicine)

23 thoughts on “Speak Up! Karena Cinta Tak Hanya Diam

      1. Tapi di sekuel kedua Indra selingkuh Mbak. Tapi entah kapan itu sekuel bakal kelar. Moodnya udah kabur kebawa arus sungai barito hiks ๐Ÿ˜ฅ ๐Ÿ˜ฅ

        Like

      2. Bu Dyah ini yaaa bikin penasaran, jangan kabur donk….ayo Bu tulis…tulis….tulis….aseli aku penasaran, mana kangen lagi biasanya hari Jumat bisa baca-baca cerita bersambung karya Bu Dyah

        Like

      1. Sebenarnya backtiar itu yang karakternya lebih manusiawi. berbuat salah dan kabar baiknya ia menyadarinya dan mengakuinya. sayangnya ia tidak beruntung.

        Like

Terima kasih ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s