Posted in Buku

Speak Up! Karena Cinta Tak Hanya Diam

Judul        : Speak Up! Karena Cinta Tak Hanya Diam

Penulis   : Dyah Rina Nugrahani

Penerbit : Mata Pena Group

Tahun     : 2016

Tebal       : 344 halaman

Di balik sosoknya yang terlihat sempurna, Bachtiar seorang dokter spesialis kandungan di RS Graha Ulin Medica Banjarmasin, ternyata mengidap penyakit klaustrafobia. Yaitu fobia yang dirasakan ketika berada di ruangan sempit dan tertutup. Gara-gara penyakitnya ini nyaris membuat hubungannya dengan Yasmin kandas. 

Dia sepenuhnya sadar, masalah terbesar bukan pada Yasmin, tapi pada dirinya. Dia juga menyadari tak mungkin baginya menyelesaikannya sendiri. Terlalu berat. Dia butuh seseorang menariknya keluar dari kubangan traumanya.”

Yasmin akhirnya menyadari kekurangan yang terdapat dalam diri dokter  Bachtiar kekasihnya itu dan ia bertekad mendampingi Bachtiar supaya bisa sembuh dari penyakitnya.

Diam-diam Nadia memendam rasa cinta kepada dokter Bachtiar yang tak lain adalah seniornya semasa kuliah. Namun perasaan itu terhalang jurang yang dalam karena kini posisi Bachtiar adalah sebagai pimpinan sekaligus dokter senior di tempatnya bekerja.

Sementara itu Muhamad Indrajit, dokter spesialis anak yang memiliki paras ganteng dan menjadi idola mahasiswi di kampusnya dulu telah menjatuhkan hatinya pada Nadia. Namun selalu ditolak oleh Nadia, karena Nadia hanya menganggapnya sebagai sahabat. Tetapi Indra tetap menyimpan perasaan cinta dalam hatinya.

Sebuah kejadian kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh Bachtiar dan Yasmin ketika mereka akan makan siang, menyebabkan Yasmin meninggal dunia dan Bachtiar amnesia. Hal ini yang kemudian memaksa Nadia melakoni peran baru yaitu berpura-pura menjadi kekasih Bachtiar atas desakan keluarga Bachtiar.

Bachtiar akhirnya mengetahui apa yang telah terjadi dan menuduh Nadia memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan pribadinya. Bachtiar menjadi berubah sangat kasar dan emosional terutama kepada Nadia.

Nadia merasa sakit hati diperlakukan demikian oleh Bachtiar. Meskipun ia mencintai Bachtiar ia tidak punya maksud apa pun, ia hanya ingin membantu Bachtiar. Dan lagi ia melakukan ini karena desakan orang tua Bachtiar,bukan atas kemauannya.

Indra masih setiap menemani Nadia, cintanya pada Nadia membuatnya mau berkorban meskipun telah berkali-kali ditolak.

Saya tidak tahu ini perasaan apa. Tapi sejak kami masih kuliah, perasaan itu sudah ada dan makin hari makin besar. Saat saya tahu Nadia memiliki perasaan pada pria lain saya sudah berusaha mengenyahkannya. Sayangnya, bukan menghilang malah justru semakin kuat.” 

“Saya memutuskan untuk membiarkannya ada sampai kelak Allah memindahkannya pada orang lain. Sementara itu saya berusaha menjadi guardian angel bagi Nadia. Berusaha selalu ada untuknya dan memberi hati serta telinga saya untuk mendengarnya.”

Nadia mengambil cuti dan pergi ke tempat kakaknya di Ngawi Jawa Timur. Di Ngawi ia banyak merenung. Persoalannya dengan Bachtiar yang tak kunjung usai membuatnya lelah.

Mungkinkah dia bukan untukku? Lalu bagaimana menjalankannya amanah Yasmin untuk menjaganya jika yang akan aku jaga saja tidak pernah mberi kesempatan?

Di sisi lain, ada Indra yang selalu bisa menjadi seseorang yang dibutuhkan oleh Nadia. Nadia mulai merasa nyaman bersama Indra.

Seiring dengan berjalannya waktu perasaan itu semakin kuat di antara Nadia dan Indra. Hingga pada suatu hari ketika Nadia sedang terbaring sakit, Indra meminang Nadia. 

Aku tidak tahu. Apakah ada namaku tertulis di lauhul mahfudz. Sebagai orang yang akan menyandingmu hingga ujung usia. Aku juga tidak tahu. Adakah di lauhul mahfudz tertulis namamu sebagai orang yang akan kusunting. Dan menemaniku hingga saat aku renta dan raga tak berdaya. Yang aku tahu hanyalah. Aku ingin menggenapkan agama ini bersamamu. Melewati duka dan mengarungi bahagia bersama. Saling memeluk dan menguatkan. Saling menopang dan menegakkan. Dan aku hanya tahu. Bahwa kau yang kuinginkan. Semoga Allah menyempurnakan inginku. Semoga Allah melapangkan jalanku. Saat ku pinang kau Dengan Bismillah. Maka, bila kau pun berkenan menempuh jalan yang sama. Beri aku tanda. Agar tak perlu lagi meraba

Nadia menerima pinangan Indra. Dan keesokan harinya mereka menikah. Ada sebuah rahasia yang belum Nadia sampaikan pada Indra, yaitu mengenai penyakit yang sedang diderita oleh Nadia.

Akhirnya Nadia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya. Ia harus segera dioperasi. Selesai operasi Indra merawat dan menemani Nadia di rumah sakit.

Sementara Bachtiar masih memikirkan Nadia. Ia tidak tahu apa yang terjadi selama ia pergi ke Amerika untuk menyembuhkan penyakit klaustrafobia. Ia baru sadar sebetulnya ia mencintai Nadia. Dan ia yakin Nadia masih mencintainya. Ia mendatangi Nadia dan meminta membatalkan pernikahannya dengan Indra. Tetapi Nadia sudah menjatuhkan pilihan hatinya pada Indra yang kini sudah menjadi suaminya. 

==================================

Sebuah novel romantis dengan konflik yang sederhana dan ringan. Konflik yang terjadi dalam novel ini cepat selesai dan tidak bertele-tele. Meskipun terkesan ringan, Dyah Rina (Bu Dyah) mampu meraciknya dengan kata-kata yang manis dan memikat hati. Terutama pada bagian yang menunjukkan perasaan Indra kepada Nadia. 

Latar belakang Bu Dyah bukan seorang dokter, tapi ia bisa dengan baik menceritakan kehidupan para dokter dan tenaga medis sebagai manusia biasa di luar tanggung jawab profesinya. 

Sayangnya tokoh-tokoh yang ada dalam novel ini terlalu sempurna. Hampir semua tokoh adalah baik, ganteng/cantik, berpendidikan tinggi dan kaya. 

Secara pribadi yang saya suka dari karya-karyanya Bu Dyah adalah selalu santun dan sesuai dengan akidah Islam.

Posted in Buku

[Buku] Yuk Ibadah di Dumay, Kiat Jitu Menjadi Remaja Gaul dan Unggul

Judul       : “Yuk Ibadah di Dumay, Kiat Jitu Menjadi Remaja Gaul dan Unggul” 

Penulis   : Abdul Cholik

Penerbit : PT. Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia

Halaman : 142 halaman

Remaja dan dumay ( dunia maya ) adalah dua hal yang memiliki hubungan erat, karena kehidupan remaja di dunia nyata jaman sekarang tidak bisa dipisahkan dari dunia maya. Coba saja perhatikan anak-anak remaja jaman sekarang yang rata-rata sudah memiliki gadget. Kegiatan belajar mengajar di sekolah juga sebagian besar saat ini menggunakan internet. Dan hampir semua aspek kehidupan kita selalu berhubungan dengan dunia maya.

Dunia maya di satu sisi bisa memberi dampak positif bagian kehidupan, di sisi lain kalau tidak bijak menggunakannya bisa menghancurkan kehidupan seseorang. Dalam dunia maya semuanya bisa viral dalam hitungan detik, jika salah langkah maka seluruh dunia akan tahu aib kita.

Sebagai orang tua menurut saya tidak bisa menutup mata dengan perkembangan jaman sekarang ini. Kita juga tidak bisa mensterilkan anak remaja kita dari dunia maya.  Kasihan jika anak kita disebut anak kuper dan dijauhkan atau malah dibully oleh teman-temannya hanya gara-gara kita larang berhubungan dengan dunia maya.

Tugas orang tua adalah mengawasi dan membimbing anak agar tidak tersesat di dunia maya. Caranya dengan menanamkan akidah yang kuat kepada anak, sehingga anak bisa mengenal dan bergaul di dunia maya sesuai dengan aturan agama dan norma yang berlaku di masyarakat.

Tidak ada yang salah dengan sebutan “remaja gaul” , karena remaja memang harus bergaul dan memiliki banyak teman. Tapi bergaul yang seperti apa? Tentu saja bergaul yang positif, yang bisa membawa kehidupan remaja ke arah yang baik. Agar bisa bergaul secara positif tapi tetap asyik Abdul Cholik atau Pakde Cholik dalam buku ini menjelaskan satu-persatu sifat-sifat yang harus dimiliki oleh remaja. 

Usia remaja adalah usia transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masa-masa dimana seseorang akan berhadapan dengan berbagai masalah kehidupan yang sering kali tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Masa serba salah, canggung dan akhirnya muncul istilah ‘galau’ yang akrab dalam kehidupan remaja. Padahal harusnya dunia remaja itu penuh gairah dan optimis dalam arti positif. Pakde Cholik memberikan kiat-kiat agar remaja tidak mudah galau. Salah satunya adalah bagaimana cara menyikapi kegagalan. 

Pakde Cholik mengingatkan agar remaja berhati-hati dan tahu godaan apa saja yang bisa menjerumuskan kehidupan nya. Karena setan itu menggunakan segala cara untuk memperdaya manusia. Kadang-kadang bujuk rayu  setan ini tidak disadari tahu-tahu remaja sudah terjerumus dalam tawuran, narkoba, minuman keras, pornografi, mencontek, judi dan pemalakan.

“Remaja yang baik dan asyik bukan hanya berpredikat gaul, terapi harus berlabel unggul.” Demikian salah satu kalimat yang terdapat dalam buku ini. Supaya unggul remaja harus punya nilai tambah, yaitu dekat dengan Tuhan, berbakti kepada orang tua, jujur, disiplin, berilmu pengetahuan, berakhlak baik, bersifat sosial dan berperikemanusiaan. 

Pada bab-bab awal Pakde Cholik menjelaskan panjang lebar tentang cara menjadi remaja gaul dan unggul sebagai modal utama dalam bergaul di dunia maya. Maka pada bab berikutnya Pakde Cholik mengupas tentang pergaulan dunia maya.

Jujur, inilah bab yang saya tunggu-tunggu. Saya paham kenapa bab ini disimpan di bagian tengah, bukan di depan. Karena dunia maya adalah dunia tanpa batas, justru kita sebagai pengguna dunia maya yang harus bisa membatasi diri. Sebelum mengenal dunia maya, remaja harus dibekali dengan pesan moral yang baik dan fondasi akidah yang kuat supaya tidak terjerumus pada hal-hal buruk yang merugikan kehidupannya kelak. 

Pakde Cholik membahas satu persatu media sosial yang saat ini populer di dunia remaja mulai dari Facebook, Twitter, YouTube dan Blog. Pakde Cholik mengajak agar remaja bisa memanfaatkan media sosial ini untuk hal-hal yang positif, yang bisa menambah ketaatan kita kepada Tuhan, memperkaya ilmu pengetahuan, dan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan.

Pada bab terakhir buku ini Pakde Cholik menuliskan ‘do & don’t’ dalam bergaul di dunia maya. Khususnya untuk remaja Muslim Pakde Cholik mengingatkan dimana pun dan apa pun yang kita kerjakan pasti dilihat dan diketahui oleh Allah SWT.

Buku setebal 142 halaman ini ditulis oleh Pakde Cholik dengan bahasa ringan dan kekinian ala remaja. Mudah sekali dipahami. Bahasanya tidak menggurui, padahal kita tahu Pakde Cholik ini sudah tidak remaja, tapi dilihat dari tulisannya berjiwa muda sekali. Isi buku ini hadir mewakili isi hati dan pikiran saya sebagai orang tua yang punya anak usia remaja. Yang ingin memberi pesan kepada mereka agar bisa bergaul asyik di dunia maya, memanfaatkan sebesar-besarnya dunia maya untuk kebaikan hidup di dunia nyata dan tentu saja terhindar dari pengaruh buruk yang bisa menjerumuskan kita.

Matur nuwun Pakde Cholik, jazakumullah khayran.

Posted in Buku

Buku : “Anak Muda Keren Akhir Jaman”

image

Judul : Anak Muda Keren Akhir Jaman
Penulis : Hardita Amalia. S.L, M.Pd.I
Penerbit : QIBLA, PT. Bhuana Ilmu Populer, Gramedia
Tahun Terbit : 2015
Tebal : 263 halaman

Menjalani masa muda itu tidak mudah. Apalagi di tengah-tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat seperti saat ini, yang membuat informasi sangat deras tak terbendung datang dari mana saja.

Karakter anak muda itu suka coba-coba, sangat menyukai sesuatu yang menantang adrenalinnya, punya idealisme yang tinggi, punya segudang talenta dan semangat yang berapi-api. Semua hal entah itu yang baik maupun yang buruk bisa saja dengan mudah dilihat dan ditiru oleh mereka. Saat ini banyak generasi muda Muslim yang kehilangan jati dirinya, kenapa? Karena mereka hanya mengikuti apa yang sedang menjadi trend saat ini, dan tidak tahu apakah trend yang mereka ikuti sesuai tidak dengan ajaran agamanya. Mereka tidak mengenal Tuhan-nya yaitu Allah SWT, tidak mengenal teladannya Rasulullah SAW dan memisahkan Islam dari tatanan kehidupannya. Tidak sedikit yang hidupnya menjadi sia-sia dan sengsara karena hal ini.

Kenapa sih hidup itu harus berlandaskan agama? Karena Islam telah mengatur semua aspek kehidupan kita baik yang berhubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia. Tujuan hidup seorang Muslim itu jelas yaitu beribadah mencari ridha Allah SWT berpedoman pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW, untuk mencapai kebahagian dunia dan akherat. Generasi muda Muslim saat ini memiliki tantangan yang cukup berat, karena harus menghadapi arus informasi dan gaya hidup yang semakin jauh dari ajaran agama.

Dalam bukunya, Hardita Amalia menjelaskan bahwa meskipun tantangan menjadi generasi muda Muslim itu cukup berat, bukan berati mustahil untuk menjadi generasi muda Muslim yang keren. Keren yang seperti apa sih? Yaitu menjadi generasi muda yang dicintai Allah SWT, menjadi kebanggaan orang tua, keluarga dan bermanfaat bagi masyarakat. Penulis memotivasi anak muda agar tidak terseret dalam arus pergaulan yang salah dan menyebabkan hidup menjadi sia-sia.

Anak muda keren akhir jaman bukanlah anak muda biasa, tetapi anak muda yang siap menggadaikan diri dan hidupnya demi Allah, Rasulullah dan Islam. Karena yakin akan janji Allah SWT yaitu memperoleh ridha dan surga-Nya. Allah SWT akan membalas setiap kesabaran menahan hawa nafsu yang bergejolak, setiap kebaikan yang kita perbuat, setiap amal soleh yang kita lakukan, dan setiap jerih payah kita dalam berdakwah. Anak muda Muslim itu harus 3K, keren agamanya, keren dunianya dan keren akhiratnya.

Penulis memberikan contoh para pemuda dan pemudi Muslim yang berhasil menjadi orang-orang keren yang kesuksesannya bisa dijadikan teladan seperti Hari Moekti, alm. Ustad Jefri Al-Buchori, Oki Setiana Dewi, DR. Khoirul Anwar, DR. ING H. Fahmi Amhar, Habibie Afsyah, Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Ri’fai Rif’an, Ustad Felix Siauw, dan Ibu Een. Juga kisah-kisah sahabat Rasulullah seperti Mus’ab bin Umair, Sa’ad bin Abi Waqqash, Al-Arqam bin Abil Arqam, kisah ashabul kahfi dan lain-lain.

Disampaikan dengan bahasa ringan yang mudah dipahami oleh anak muda saat ini. Pembaca tidak akan merasa sedang diberi ceramah yang membosankan karena penulis menuliskannya secara apik dan runut. Penulis banyak menyelipkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadist-hadist serta quotes yang memberikan kita landasan pengetahuan agama yang dapat membangkitkan semangat untuk terus menerus memperbaiki diri. Quotes favorit saya :

Syair dari Ali bin Abi Thalib :
Cinta kepada Allah itu laksana api, apa pun yang dilewatinya akan terbakar
Cinta kepada Allah itu laksana cahaya, apa pun yang dikenainya akan bersinar
Cinta kepada Allah itu langit, apa pun yang di bawahnya akan ditutupinya
Cinta kepada Allah itu laksana angin, apa pun yang ditiupNya akan digerakkanNya
Cinta kepada Allah itu laksana air dengannya, Allah menghidupkan segalanya
Cinta kepada Allah itu laksana bumi, dari situ Allah menumbuhkan segalanya
Kepada siapa yang mencintai Allah, Dia berikan kekuasaan dan kekayaan

Dan yang satu ini :

“Wahai manusia…
Engkau datang ke dunia ini dalam keadaan menangis, sementara orang-orang menyambutmu dengan senyum kebahagiaan
Maka, bekerja keraslah selama hidup, berbuat baiklah, tolonglah sesamamu dan mengabdilah kepada Tuhanmu
Dengan cara seperti ini engkau bisa meninggalkan dunia ini dalam keadaan tersenyum,
Sementara…orang-orang di sekitarmu menangis sedih karena telah ditinggalkan oleh orang yang paling bermakna dalam kehidupannya
Be the best Muslim generation”

Bagi saya pribadi yang sudah menjadi ibu-ibu, banyak hal yang bisa saya ambil dari buku ini untuk memberi vitamin bagi jiwa saya. Nggak heran kalau saya telah membaca buku ini berulang kali.

Buku ini merupakan buku wajib sih kalau menurut saya, buku yang wajib dibaca oleh anak muda Muslim, karena buku ini akan menuntun mereka untuk menjadi orang yang tangguh di masa depan. Dan tentu saja buku ini akan saya wariskan untuk kedua anak saya yang sebentar lagi akan beranjak menjadi pemuda. Semoga dengan membaca buku ini mereka menjadi faham jalan mana yang harus mereka tapaki di masa depan, agar bisa menggapai Cinta dan Jannah-Nya.

Posted in Bandung, Buku, Sahabat

Acara Peluncuran Buku “Pintar ASI dan Menyusui” karya F.B.Monika

Launching Buku Pintar ASI dan Menyusui
Keceriaan di acara launching “Buku Pintar ASI dan Menyusui” di TB. Togamas Buah Batu Bandung – Sabtu, 27 Desember 2014 (foto diambil dari koleksi pribadi F.B. Monika)
F.B. Monika, Noura book and Ayah ASI Bdg
Penandatanganan Kolase “Buku Pintar ASI dan Menyusui” oleh : F.B. Monika (penulis buku), Noura Books (penerbit) dan Ayah ASI Bandung ( Kang Veby dan Kang Idzma)

Pemberian ASI ekslusif selama enam bulan pertama dalam kehidupan seorang bayi saat ini gaungnya sudah terdengar kemana-mana. Berbagai lembaga baik itu pemerintah maupun swasta, dan group-group pendukung pemberian ASI eksklusif sudah tersebar di pelosok negeri Indonesia Raya tercinta. Kabar gembira bagi para ibu menyusui, para penggiat ASI eksklusif dan siapa pun yang peduli pada pemberian ASI eksklusif ini adalah pada akhir Desember 2014 telah diluncurkan “Buku Pintar ASI dan Menyusui” yang ditulis oleh F.B.Monika seorang konselor menyusui dan orang pertama di Indonesia yang menjadi La Leche League Leader (La Leche League adalah organisasi internasional nonprofit dan nonsektarian pendukung ASI-menyusui) setelah ia mengambil program akreditasi La Leche League di Amerika Serikat.

F.B. Monika adalah seorang ibu yang sangat aktif dan rajin membuat artikel tentang menyusui dan seputar kesehatan anak yang ia bagikan di akun media sosialnya (facebook : Fatimah Berliana Monika Purba , dan twitter : @f_monika_b ). Pada 2010 Monik begitu biasanya ia dipanggil bergabung dan menjadi salah satu narasumber/pembicara di KLASI (Klub Peduli ASI) Bandung, Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) yang secara rutin mengadakan kelas edukasi persiapan kelahiran dan menyusui serta membantu para ibu yang memerlukan dukungan mengenai ASI dan menyusui.

Saya yang pada saat itu sedang berada di Bandung tidak mau melewatkan kesempatan emas ini untuk datang pada acara peluncuran “Buku Pintar ASI dan Menyusui” yang diadakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2014 di TB. Togamas Buah Batu Bandung. Tepat pada pukul 10 pagi acara dibuka oleh Kang Idzma dan Kang Veby sebagai moderator dari Ayah ASI Bandung. Peserta telah menempati semua kursi yang disediakan oleh penyelenggara, bahkan saya lihat masih banyak peserta yang datang ketika acara dimulai. Peserta yang datang tidak hanya berasal dari kota Bandung dan sekitarnya, tetapi ada yang datang dari Bekasi,Jakarta,Garut,Sumedang, Subang dll (termasuk saya yang datang dari Balikpapan…hehehe).

Setelah pembukaan dan perkenalan oleh moderator, Monik mulai angkat bicara. Yang melatarbelakangi Monik sangat aware kepada aktivitas pemberian ASI eksklusif adalah berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu dari dua orang anak yang pernah mengalami berbagai masalah menyusui bahkan nyaris gagal saat memberikan ASI eksklusif pada kedua bayinya. Hal ini disebabkan kurangnya informasi yang akurat mengenai pemberian ASI baik yang diberikan oleh tenaga kesehatan maupun orang-orang terdekat di sekitarnya. Justru yang banyak beredar adalah berbagai mitos yang katanya….katanya…. saja tanpa didukung oleh ilmu yang benar. Monik memiliki rasa penyesalan terhadap kedua putranya, inilah yang menjadikan motivasi bagi Monik untuk menggali lebih dalam lagi mengenai ilmu laktasi secara otodidak dan bertekad keras berjuang membantu ibu agar bisa menyusui bayinya secara eksklusif. Meskipun latar belakang Monik adalah sarjana Teknik Sipil ITB (bukan dari tenaga kesehatan seperti dokter, perawat atau bidan) menurutnya bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk mempelajari lebih dalam lagi ilmu laktasi. Karena tenaga kesehatan yang tersedia di Indonesia jumlahnya sedikit dan tidak berimbang dengan jumlah penduduknya dan yang memiliki pengetahuan tentang ilmu laktasi juga jumlahnya tidak banyak. Jadi jangan menggantungkan diri kepada para tenaga kesehatan untuk mendapatkan ilmu laktasi, tetapi kita sebagai masyarakat harus inisiatif untuk menggali ilmunya dan memberikan dukungan kepada ibu untuk sukses menyusui bayinya.

Yang menarik dari acara peluncuran buku ini adalah sesi sharing dari para peserta yang hadir. Yang pertama mendapatkan kesempatan untuk sharing adalah Ibu Bidan Nani, yaitu seorang Kepala Bidan di Desa Cimerang Padalarang Bandung Barat. Ibu Bidan Nani menjelaskan bahwa sebagian besar penduduk di wilayahnya adalah ekonomi menengah ke bawah yang berprofesi sebagai buruh pabrik. Pengetahuan mengenai ASI sangat minim salah satunya karena kekurangan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan mengenai laktasi. Ibu Bidan Nani ini bahkan harus melayani 15 Rukun Warga dan pernah dalam sehari ia membantu 5 persalinan. Pada tingkat posyandu di daerahnya pemberian ASI sangat sulit karena mayoritas ibu yang memiliki bayi berprofesi sebagai buruh pabrik. Menurutnya penyuluhan harus dilakukan secara terus-menerus selama susu formula masih gencar memasarkan produknya. Karena berdasarkan pengamatannya selama ia bertugas sebagai bidan desa, bayi yang diberi susu formula secara fisik memang gemuk namun sangat rentan terkena penyakit diare sejak usia 2 minggu, 3 bulan dan seterusnya. Sedangkan bayi yang diberikan ASI eksklusif badannya tidak gemuk tetapi daya tahan tubuhnya lebih kuat dan tidak mudah terkena penyakit diare. Ia merasa sangat senang dengan hadirnya “Buku Pintar ASI dan Menyusui” karya F.B. Monika ini karena isinya sangat lengkap mulai dari A-Z membahas mengenai ASI, dan disampaikan dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh kalangan umum. Bahkan dalam “Buku Pintar ASI dan Menyusui” ini ia menemukan salah satu metoda induksi laktasi yang baru pertama kalinya ia baca.

Ayah ASI Bandung yang diwakili oleh Kang Veby dan Kang Idzma menambahkan bahwa di pedesaan banyak bayi yang diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) dini/sebelum 6 bulan justru atas saran dari tenaga kesehatan/bidan yang tidak paham mengenai pemberian ASI eksklusif.

Sharing berikutnya adalah dari Mba Mirra seorang gadis yang belum menikah tetapi sangat antusias dengan kegiatan pemberian ASI eksklusif. Menurutnya pemberian ASI eksklusif sangat penting dan ilmunya justru harus dipelajari jauh-jauh hari sebelum hamil bahkan sebelum menikah.

Selanjutnya sharing dari Mba Renny salah seorang ibu hamil. Mba Renny ini mempunyai pengalaman kurang enak ketika menyusui anak pertamanya. Salah satu penyebabnya adalah merasa dihakimi oleh para penggiat ASI dan ibu menyusui lainnya dengan perkataan yang kurang tepat pada saat ia mengalami kesulitan dalam memberikan ASI. Yang ada bukan dukungan yang ia dapatkan melainkan kata-kata yang semakin membuatnya tertekan dan tidak nyaman. Ia mengharapkan para penggiat ASI dan para ibu menyusui lebih memiliki empati kepada para ibu yang sedang mengalami masalah menyusui. Menurut saya hal ini juga sangat penting untuk diperhatikan, karena dalam komunitas menyusui biasanya anggotanya terdiri dari berbagai latar belakang dan juga karakter yang berbeda. Ada yang dengan semangat berkobar-kobar mengkampanyekan tentang ASI tanpa tendeng aling-aling dan menggunakan bahasa yang kurang ramah, ada yang memajang foto hasil perahan ASInya yang jumlahnya sangat banyak,ada yang memiliki karakter sensitive dan sebagainya. Monik juga mengingatkan kepada para aktivis pendukung ASI dan para ibu menyusui untuk lebih berempati kepada ibu yang memiliki masalah menyusui, justru pada saat itu kita harus berada di pihak ibu, bukan untuk menghakimi bahkan menyalahkan si ibu.

Sharing berikutnya dari Mba Ira Pitriawati yang berhasil menyusui bayi kembarnya (Carissa dan Cassidy) secara eksklusif. Mba Ira ini sejak mengetahui dirinya hamil anak kembar mulai berburu ilmu laktasi, ia pun tak segan untuk mengontak Monik yang ia kenal dari facebook. Monik mendampingi Ira mulai dari awal, dengan memberikan artikel-artikel seputar menyusui bayi kembar. Konseling dilakukan melalui facebook dan twitter karena pada saat itu Monik berada di Amerika, dan pada 2013 ketika Monik liburan summer ke Indonesia barulah mereka bertemu dan Monik mengechek growth chart bayi kembarnya Ira. Meskipun bayi kembarnya lahir premature dan dengan operasi SC Mba Ira berhasil menyusui bayinya smapai sekarang berusia 21 bulan. Keberhasilan Mba Ira ini atas usaha kerasnya untuk mencari tau mengenai ilmu laktasi dan juga tak luput dari dukungan dan bantuan penuh dari suaminya yang juga sama-sama belajar mengenai ilmu laktasi.

Dukungan dari suami atau keluarga terdekat yang mendampingi ibu menyusui sangat penting, hal ini ditegaskan oleh Kang Veby dan Kang Idzma dari Ayah ASI Bandung. Saat ibu menyusui sedang lelah, ayah bisa bergantian membantu ibu mengurus si kecil , memberikan kesempatan kepada ibu untuk istirahat yang cukup atau kalau si kecil sedang tertidur ayah bisa memberikan pijatan oksitosin kepada ibu agar lebih rilex dan lebih happy, ini bisa berpengaruh pada jumlah ASI yang dikeluarkan oleh ibu.

Selanjutnya sharing dari Ibu Ani Suryani seorang kader posyandu dari Bekasi. Berdasarkan pengamatannya sebagai seorang kader posyandu, permasalahan yang ia temukan di masyarakat di sekitar lingkungannya adalah minimnya pengetahuan mengenai ilmu per-ASI-an, sehingga bagi sebagian besar ibu, menyusui adalah hal yang sulit. Ditambah lagi pada umumnya para ibu sering membanding-bandingkan berat badan bayi, bayi yang memiliki berat badan banyak alias gemuk dianggap lebih sehat. Oh iya mengenai berat badan bayi, Monik mengingatkan bayi yang diberi ASI harus dipantau kurva pertumbuhannya, jika mengalami berat badan kurang maka harus segera diberikan tindakan misalnya ekstra pumping bagi si ibu untuk merangsang lebih banyak keluarnya ASI atau manajemen laktasi yang harus diperbaiki. Ibu Ani juga sharing mengenai bayinya yang mengalami  Hirschsprung’s desease. Apakah Hirschsprung’s desease? Hirschsprung’s desease adalah kelainan congenital yang menyebabkan gangguan pergerakan usus, akibat permasalahan pada persyarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus diatasnya Biasanya Hirschsprung’s desease dialami oleh bayi yang baru lahir. Ciri-ciri Hirschsprung’s desease antara lain : dalam 24 jam pertama setelah lahir bayi tidak mengeluarkan meconium yaitu feses (tinja) pertama bayi yang baru lahir bentuknya kental, lengket, dan berwarna hitam kehijauan, mengalami sembelit yang tidak normal dan muntah menyemprot. bayi yang mengalami Hirschsprung’s desease harus segera diatasi dengan cara dioperasi. Ibu Ani mengisahkan bayinya yang dioperasi ketika usianya 21 hari dengan cara ususnya dipotong lalu dibuatkan anus buatan sambil menunggu usus yang baru tumbuh. Alhamdulillah para dokter dan tenaga medis yang membantu proses penyembuhan bayi Ibu Ani semua pro ASI mereka membantu Ibu Ani untuk memberika ASI pada bayinya, sehingga bayi Ibu Ani tumbuh sehat dan normal.

Setelah mendengarkan sharing dari peserta yang hadir, moderator mengadakan kuis yang hadiahnya dari para sponsor acara ini antara lain : botol kaca ASIP, baju anak, baju menyusui, lotion oleh-oleh dari Monik ketika ke Amerika dll. Pertanyaan kuis antara lain :

1. Apakah bentuk payudara mempengaruhi jumlah ASI yang dikeluarkan ? Jawabannya tidak, karena besar kecilnya payudara berasal dari jaringan lemak yang ada didalamnya yang tidak mempengaruhi jumlah ASI yang dikeluarkan.

2. Apakah ibu menyusui boleh makan makanan pedas ? jawabannya boleh silahkan menikmati makanan pedas asal tidak berlebihan alias dibatasi dan amati bagaimana reaksi bayi.

3. Apa nama hormone penghasil ASI ? jawabannya prolactin

4. Apa nama hormone yang mengeluarkan ASI ? jawabannya oksitosin

Beberapa hal mengenai laktasi yang sempat saya catat diantaranya :

– Ada beberapa hal yang menyebabkan ibu tidak bisa IMD atau Inisiasi Menyusu Dini (IMD adalah segera setelah lahir bayi ditaruh di dada ibu), salah satunya adalah kalau nilai APGARnya rendah (Nilai APGAR adalah suatu metode praktis yang di gunakan untuk menilai keadaan bayi sesaat setelah di lahirkan. Fungsi nilai apgar adalah untuk melihat dan mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau tidak sehingga dapat di persiapkan penanganan yang tepat untuk mencegah timbulnya resiko yang tidak di inginkan). Untuk merangsang ASI maka dalam 6 jam setelah melahirkan ibu wajib memerah ASInya.

– Cara merangsang oksitosin khususnya untuk ibu bekerja adalah dengan membawa foto bayi atau merekam suara bayi atau membawa baju bayi, ketika ibu harus memerah ASInya ia bisa sambil melihat foto dan mendengarkan suara atau sambil mencium bayinya.

– Nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui, sebetulnya tidak ada susu khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Ibu hamil dan menyusui juga tidak wajib minum susu. Sumber kalsium bisa didapatkan dari bahan makanan lain selain susu. Ibu hamil dan menyusui wajib menjaga asupan yaitu makanan sehat dan bergizi sesuai dengan komposisi “My Plate”

BBMyPlateCTT
sumber foto : abcnews.go.com

– Rooming in yang ideal adalah bayi berada satu kasur dengan ibu, saat ini banyak salah kaprah yaitu bayi ditidurkan dalam box bayi meskipun dalam satu ruangan kamar dengan ibu. Hal ini kurang tepat, karena harusnya ibu tidur bersama bayi di satu kasur, tujuannya adalah untuk mendekatkan ibu dan bayi sejak dini dan memberikan kesempatan bayi agar dapat sepuasnya menyusu pada ibunya, untuk ibunya pun bermanfaat untuk merangsang hormone prolactin dan oksitosin.

Selain mendapatkan ilmu dalam acara ini juga banyak hadiah, hadiah diberikan selain untuk para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan juga diberikan sebagai doorprize. Saya dapat doorprizenya berupa novel….hatur nuhun Monik, tau aja saya suka baca novel..hehehe 🙂 . Oh iyaaa di acara peluncuran bukunya Monik ini setiap peserta mendapatkan goodie bag yang isinya ini : goodie bag Acara ditutup dengan pemutaran video Ayah ASI, yaitu berisi kumpulan foto-foto ayah sedang bermain dan merawat bayinya. Dan video “Breastfeeding. It’s natural” dari UNICEF yang bikin kita semakin termotivasi untuk peduli dan mendukung ibu menyusui. Setelah acara ditutup dilanjutkan dengan penandatanganan buku oleh penulisnya. Kami mengantri untuk minta tanda tangan Monik.

Senang banget bisa hadir di acara peluncuran bukunya Monik, dapet ilmu, dapet goodie bag, dapet dooeprize dan saya juga bisa reunian dengan sahabat saya di KLASI Bandung, yaitu dengan Dinny KAA dan Marina Noer, asyik ngobrol sampai pulangnya basah kuyup kehujanan….hehehe 🙂 .

reuni KLASI YOP Bandung
“Reuni KLASI YOP Bandung, dari kiri-kanan : Marina Noer, Dinny KAA, F.B. Monika, Ira I

“Buku Pintar ASI dan Menyusui” karya F.B. Monika ini beneran deh isinya TOP abis, lengkap banget. Buat yang sedang mempersiapkan kehadiran sang buah hati atau yang baru mau nikah atau untuk hadiah sodara yang sedang hamil atau baru melahirkan atau buat yang peduli dan ingin mendukung ibu menyusui, beli buku ini deh. Psst….baru saja diluncurkan kabarnya buku ini sudah best seller loh! Mau cari buku ini gampang karena  sudah bisa dibeli di toko buku seperti Gramedia, Kharisma, Togamas, Gunung Agung dsb.

Posted in Buku, Dunia Pena dan Kertas

Buku “Kanker Bukan Akhir Dunia”

" Kanker Bukan Akhir Dunia"
” Kanker Bukan Akhir Dunia”

Pada tahun 2011 Tante saya menghembuskan nafas terakhir karena sakit kanker tyroid. Kami sekeluarga bukan main terkejut mendengar penyakit yang diderita oleh alm. Tante. Tidak sampai setahun beliau didiagnosis menderita kanker tyroid staduim empat. Kami semua tidak pernah mengira, alm. Tante yang selalu ceria dan sehat, tiba-tiba menurun kesehatannya. Beliau sering drop tanpa tahu jelas apa penyebabnya. Sebelum akhirnya ke dokter, beliau menjalani pengobatan alternatif kesana-kemari, tanpa ada hasil yang jelas. Barulah setelah beliau merasa tidak ada hasilnya menggunakan pengobatan alternatif, beliau mendatangi rumah sakit untuk chek up lengkap. Saat itu kondisi alm. Tante sudah sangat drop, dan sudah diopname di rumah sakit. Alm. Tante sempat melakukan operasi mengangkat benjolan yang ada di leher, dan dari situlah alm. Tante didiagnosa menderita kanker tyroid dan bahkan kanker tersebut sudah menyebar kemana-mana. Tidak sampai seminggu diopname, alm.Tante menghembuskan nafas terakhirnya. Semua keluarga termasuk saya merasa sangat sedih dan terkejut, karena tidak menyangka jika selama ini Tante mengidap kanker. Kenapa baru ketahuan diakhir-akhir masa hidupnya, barangkali jika sejak awal sudah diketahui penyakitnya, mungkin jiwa Tante akan terselamatkan. Namun sebagai orang yang beriman kami tidak bisa melawan takdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT.

Seminggu yang lalu saya menemukan sebuah buku yang berjudul “Kanker Bukan Akhir Dunia” yang terpampang di salah satu rak buku di Toko Buku Gramedia Balikpapan. Tanpa pikir panjang langsung saya beli buku ini. Kebetulan saya familiar dengan nama pengarangnya, yaitu Mbak Tri Wahyuni Zuhri  . Beliau adalah salah satu anggota Kumpulan Emak Blogger . Mbak Yuni divonis menderita kanker tyroid stadium lanjut, beliau sangat aktif menulis di blognya (http://yunisukses.com) mengenai pengalaman beliau sejak divonis penyakit ini. Tulisan-tulisannya sangat bagus karena memberikan pencerahan, informasi sekaligus memotivasi.

Dalam buku “Kanker Bukan Akhir Dunia” beliau menuliskan pengalamannya ketika pertama kali divonis kanker. Saya pun teringat kembali kepada alm. Tante. Mbak Yuni memilih untuk berjuang berburu waktu untuk mengobati kanker dan mencegah berkembangnya sel-sel kanker di dalam tubuhnya. Beliau mempersiapkan senjata, amunisi dan taktik yang tepat untuk menaklukkan kanker. Saya kagum sekali dengan semboyan beliau sepeti yang dikutip dari bukunya, ” Saya tidak mau hanya duduk diam menanti keajaiban datang, agar bisa sembuh. Bagi saya, keajaiban itu sebuah imbalan pantas bagi seseorang perempuan yang bekerja keras, cerdas dan pintar.” Wow! Salut banget deh untuk Mbak Yuni dua jempol untuk kegigihan beliau.

Kanker is silent killer, bisa berada dalam tubuh tanpa kita sadari. WHO dan Serikat Pengendalian Kanker International (UICC) memprediksi lonjakan pasien kanker seluruh dunia akan mencapai 300 persen pada tahun 2030, dan 70 persennya terdapat di negara berkembang salah satunya Indonesia. Perempuan sendiri sangat rentan terhadap penyakit kanker, terutama kanker serviks dan kanker payudara yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Maka untuk meminimalisir jumlah peningkatan pasien kanker perempuan, para perempuan wajib memiliki edukasi dan pemahaman tentang kanker, sehingga bisa lebih mengantisipasi penyakit ini. Ternyata kanker bisa dicegah dengan menjalankan pola hidup dan pola makan yang sehat. Kita pun harus mencurigai perubahan yang drastis dalam tubuh kita, karena semakin dini kita mengetahui gejala kanker dan melakukan penanganan secara tepat, maka kanker akan semakin mudah untuk dilakukan penyembuhan. Tentu saja usaha ini harus selalu diiringi dengan doa agar menuai hasil yang diharapkan, yaitu kesembuhan.

Edukasi dan informasi sangat penting bagi pasien yang divonis menderita kanker. Dalam buku ini penulis memberikan informasi yang lengkap mulai dari tips-tips saat pertama tervonis kanker agar bisa menyiapkan diri setelah tervonis kanker. Saya yakin siapa pun pasti akan merasakan syok , sedih, dan sangat terpukul ketika pertama mendengar vonis ini, namun apapun yang terjadi tentunya kita harus kuat dan berjuang menghadapinya. Kemudian penulis membahas mengenai mitos-mitos mengenai kanker yang perlu sekali diketahui baik oleh pasien maupun keluarga agar tidak terombang ambing oleh mitos yang akan membuat bingung. Pada bab berikutnya penulis menjelaskan cara mencegah kanker dan apa saja yang harus diwaspadai sebagai tanda-tanda, penyebab dan diagnosis kanker. Selanjutnya penulis mengupas tetang serba-serbi pengobatan kanker yang patut diketahui dan jenis-jenis kanker yang diderita oleh perempuan lengkap disertai dengan penyebab, gejala serta pengobatannya. Lalu apa saja kiat cerdas yang harus dilakukan oleh pasien setelah divonis kanker, di sini penulis menjelaskan secara terperinci langkah apa saja yang selanjutnya harus dilakukan. Termasuk bagaiimana pola makan yang sehat dan makanan apa saja yang harus dihindari oleh pasien kanker. “Menerima vonis sebagai pasien kanker bukan berarti harus hidup dalam kesedihan dan kesendirian”, pada bab berikutnya penulis memotivasi untuk saling berbagi dan menguatkan satu sama lain. Dan pada bab penutup penulis menuliskan kisah-kisah inspiratif dari para pasien kanker khususnya perempuan. Buku ini juga dilengkapi dengan informasi alamat Yayasan Kanker Indonesia.

Menurut saya buku ini harus dibaca oleh siapa saja bukan hanya pasien kanker, karena informasi yang disampaikan sangat lengkap dan bahasanya pun mudah dimengerti. Terima kasih Mbak Yuni yang telah berbagi informasi seputar kanker melalui buku ini. Tetap semangat dan terus berjuang ya Mbak, semoga Allah SWT memberikan kesembuhan dan kesehatan, aamiin.