Posted in kuliner

[Kuliner] Ayam Goreng Karawaci Cabang Graha Raya Bintaro – Tangerang

Paket Ayam Kampung Goreng 1/2 ekor Rp 30.000,-

Postingan kuliner kali ini terinspirasi dari tulisannya Neng cantik Gustyanita Pratiwi yang berjudul Review Ayam Goreng Karawaci . Saya nggak sengaja main ke blognya dan membaca tulisan tentang Ayam Goreng Karawaci ini. Dari review-nya Gusty, katanya si ayam goreng ini rasanya lumayan enak dan harganya murah. Naluri saya sebagai emak-emak yang penuh ‘perhitungan’ langsung muncul begitu mendengar kata-kata enak dan murah. Apalagi setelah melihat foto yang Gusty unggah di postingannya, ukuran ayamnya terlihat besar dan kayaknya sih enak.

Tapi sayang jauh banget lokasinya kalau dari rumah. Apalagi cuma buat makan ayam goreng, mahal di ongkos…hehehe 🙂 .

Saya kan biasanya kalau pergi-pergi suka menyiapkan bekal makan siang dari rumah (baca  : Bekal, Setangkup Cinta Dari Mama ) . Begitu juga dalam dua weekend yang lalu, kita terus-terusan pergi di hari Sabtu dan Minggu. Saya terus-terusan masak bekal makan siang  untuk kami bawa pergi. 

Nah, hari Minggu kemarin kami jalan ke daerah Bintaro-Tangerang. Karena saya bangun kesiangan dan tidak sempat masak, kami pergi tanpa membawa bekal makan siang.

Masuk waktunya makan siang, ketika kami sedang mencari-cari tempat makan. Kok ya kebetulan di deretan ruko-ruko di Graha Raya Bintaro ketemu sama rumah makan Ayam Goreng Karawaci. Saya langsung ingat karena plangnya sama dengan foto yang ada di postingnya Gusty .

Harganya terjangkau
Daftar menu minuman Ayam Goreng Karawaci

Saya langsung minta Pak suami makan di Ayam Goreng Karawaci, Pak suami dan anak-anak setuju. 

Rumah makan Ayam Goreng Karawaci cabang Graha Raya Bintaro ini tempatnya tidak terlalu luas, hanya ada 20 set meja. Ruangannya bersih dan banyak pelayannya. Begitu masuk, kami langsung disambut ramah oleh salah seorang pelayan. Mas pelayan ini cekatan melayani kami yang saat itu sudah kelaparan. Pengunjung yang datang saat itu cukup ramai, rata-rata rombongan keluarga. Alhamdulillah  tidak usah menunggu lama, pesanan kami sudah datang ke meja. 

Saya, pak suami dan bungsu memesan paket ayam goreng 1/2 ekor, sementara si sulung memesan paket 1 potong (karena dia kurang suka makan ayam goreng). 

Satu paket isinya sudah lengkap ada nasi putih, ayam kampung goreng plus kremes, tahu, tempe, sambel korek, lalap timun dan selada, semangkok sayur asem dan air teh tawar hangat. Lengkap kan!

Paket disajikan dalam satu piring ukuran besar. Iya lah, orang ayamnya aja kan setengah ekor. Sambel koreknya pedas sekali, tapi sayang hanya dikasih sedikit (kalau buat saya mah kurang banyak…hehehe). Sayur asemnya segar enak. Ayam gorengnya jenis ayam kampung usia remaja, digoreng tidak terlalu kering, dagingnya empuk, rasanya lumayan lah. Tahunya tahu putih, tempenya tempe biasa yang digoreng rasanya gurih dan enak. Kremesnya juga enak, anak-anak doyan banget. Kremesnya dijual sendiri, saya kemarin membeli satu kemasan kecil.

Menurut saya makan di sini lumayan oke, baik dari segi rasa maupun harga. Tempatnya bersih dan pelayanannya bagus. Bisa dijadikan alternatif pilihan untuk makan bersama keluarga.

Rumah Makan Ayam Goreng Karawaci cabang Graha Raya Bintaro ini buka mulai pukul 10.00 – 21.00 WIB.

Alamatnya : Ruko Melia Walk MD B No. 6-7 Graha Raya Tangerang

Advertisements
Posted in Balikpapan, kuliner

[Kuliner] Ikan Bakar Belakang Kantor Pos Klandasan Balikpapan 

Ketika berada di suatu daerah yang jauh dari kampung halaman, biasanya kita akan bertemu dengan hal baru. Sesuatu yang berbeda dengan yang pernah kita lihat dan rasakan sebelumnya. Salah satunya adalah makanan khas daerah. Meskipun lidah sudah terbiasa mengecap makanan asli kampung halaman bahkan kadang merasa susah untuk mengenal rasa yang baru. Namun tak ada salahnya belajar mengenal rasa baru dari masakan khas daerah setempat.

Kurang lebih inilah yang saya alami ketika pindah ke Balikpapan. Lidah saya merasa aneh ketika pertama kali mencicipi makanan khas Balikpapan yang cenderung asin dan kurang sayuran. Balikpapan adalah sebuah kota kecil yang berkembang sangat pesat di Provinsi Kalimantan Timur . Penduduknya heterogen berasal dari bermacam-macam suku. Suku yang mendominasi di Balikpapan berasal dari Makassar, Banjar dan Jawa Timur. Terlihat dari makanan khas yang ada di Balikpapan  didominasi oleh ketiga daerah tersebut. 

Kali ini saya akan menulis salah satu kuliner yang menjadi favorit saya dan keluarga, yaitu Ikan Bakar Belakang Kantor Pos. Namanya panjang sekali ya? Saya tidak tahu persis apa nama warung makan yang menyajikan ikan bakar sebagai menu utamanya ini. Karena warung ini tidak punya plang nama. Jadi kami menyebutnya Ikan Bakar Belakang Kantor Pos saja biar mudah diingat. Lokasinya memang di belakang Kantor Pos Klandasan, tepatnya di Jl. Tanjungpura. Di belakang Kantor Pos Klandasan ada banyak warung-warung makan, karena jalan ini memang menjadi salah satu kawasan kuliner Balikpapan. Diantara warung-warung yang ada, ada satu warung yang selalu ramai dipenuhi oleh pengunjung terutama saat jam makan siang, yaitu warung Ikan Bakar Belakang Kantor Pos.

Yang bertanda biru adalah lokasi warung Ikan bakar belakang Kantor Pos

Warung yang bentuknya sederhana ini berada di pinggir jalan pas di belokan. Ada meja-meja dan bangku panjang tempat pengunjung duduk dan makan. Di ujungnya ada tempat membakar ikan, tak jauh dari situ sebuah meja besar dengan etalase kaca di atasnya, etalase kaca ini untuk menyimpan ikan yang sudah matang, selain itu di meja ini juga dipakai untuk tempat menyimpan termos nasi berukuran besar dan baskom berisi sambel dan lalap mentah. 

Ikan dan ayam mentah sebelum dibakar direndam dulu dalam bumbu berwarna kuning katanya khas Banjarmasin. Ikan yang tersedia ada ikan kakap dan trakulu (kalau di Jakarta sebutannya ikan cue/kue) semua berukuran besar dan dipotong-potong terlebih dahulu.

Warung ini buka mulai pukul 8 pagi sampai ashar biasanya sudah habis.  Sebaiknya datanglah sebelum jam makan siang atau setelah makan siang di atas pukul 13 tapi jangan terlalu sore kalau tidak mau kehabisan. Karena setiap jam makan siang warung ini selalu penuh. 

Kalau datang ke warung ini, sebutkan ke pelayannya pesan ikan apa (trakulu, kakap atau ayam) dan bagian apa (kepala, tengah atau buntut kalau ayam bagian dada atau paha saja). Sebutkan juga mau minum apa (ada es teh manis, es jeruk, teh manis hangat, jeruk hangat atau air mineral cup). Setelah pesan lalu carilah tempat duduk. Tidak lama kemudian akan datang pesanan ke meja kita. Sepiring nasi putih panas, ikan bakar, sambel tomat mentah dengan potongan jeruk, satu kotak  lalapan mentah (timun,  selada air, kemangi, kol) dan semangkok sayur bening serta minuman. Iya, ikan bakarnya disajikan dalam satu paket seperti yang saya sebutkan. Harganya satu paket antara Rp 28.000 – Rp 30.000,-.

Favorit saya dan keluarga adalah ikan kakap bagian tengah. Karena ikan kakap ini dagingnya lembut dan bagian tengah adalah bagian yang paling banyak daging. Sayur beningnya agak aneh rasanya. Isinya kacang panjang, kol dan bayam, kuahnya diberi kunyit. Aneh banget ! Kalau sambel tomat mentahnya enak sekali, rasanya segar dan pedas apalagi setelah dikucuri potongan jeruk, menambah rasa segar….sluuurrp mantep banget!!! 👍👍👍👍👍. Sambelnya ini rasanya pas banget menemani ikan bakar. Bagaimana dengan ikan bakarnya? Ikannya juga ikan segar, rasa dagingnya manis (tidak amis) dan bumbunya terasa sekali meresap sempurna. Meskipun dibakar tapi tidak kering. 

Beberapa kali makan di warung ini, satu hal yang masih mengganjal di lidah, ini loh sayur beningnya aneh banget! Tapi kok disajikan satu paket ya? Biasanya sayur beningnya tidak saya makan. Lama-lama karena penasaran akhirnya ketika berkunjung ke sana saya memperhatikan cara pengunjung lain terutama yang menggunakan bahasa daerah Banjar makan paket ikan bakar ini. Ternyata cara mereka makan begini : ambil daging ikan, colek ke sambel, makan dengan nasi putih lalu secara bersamaan makan sayur beningnya. Sayur beningnya tidak boleh dimakan setelah ikan dan nasi habis, tapi dimakan berbarengan. Saya coba, ternyata enak dan cocok!!! Sejak saat itu sayur bening selalu saya habiskan.

Kali ini saya tidak hanya belajar merasakan masakan dari daerah lain, tapi juga belajar memahami keberagaman adat dan kebiasaan suku lain. Akhirnya saya bisa menikmati dan menjadikan masakan yang ada di warung ini menjadi salah satu kuliner favorit keluarga.

 “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Posted in Balikpapan, kuliner

Sop Singkong dan Pisang Gapit Kebun Sayur | Kuliner Balikpapan

12092427_10206697986381974_1233190757_n (1)

Apa? Singkong kok dibikin sop?
Kira-kira seperti itu rekasi dari orang yang belum pernah bertemu dengan makanan yang bernama “Sop Singkong”. Aneh ya singkong dimasak sop, emang enak?

Saya berkenalan dengan Sop Singkong empat tahun yang lalu ketika baru pindah ke Balikpapan. Ada seorang teman  yang mengundang  saya makan-makan di rumahnya. Ia menjamu kami dengan makanan yang bernama Sop Singkong. Karena baru pertama kali mendengar makanan ini, saya agak sangsi, membayangkan rasanya singkong disop kayaknya aneh. Tapi pas saya coba, ternyata rasanya enak.

Singkongnya lembut, selain singkong ada wortel, bihun dan ceker ayam di dalamnya. Ditambahkan daun bawang seledri, bawang goreng, sambel rawit dan irisan jeruk nipis. Segarrrrr sekali rasanya. Panas, gurih, pedas dan sedikit kecut. Duh, lagi-lagi saya harus menelan air liur sendiri nih.

Sop Singkong  cukup populer di Balikpapan. Mungkin karena di dalam sop singkong ini kandungan gizinya lengkap. Ada karbohidratnya (singkong dan bihun), sayurannya (wortel), dan protein (ceker ayam). Membuatnya juga gampang (kata teman-teman saya, kalau saya belum pernah bikin sendiri). Karena gampang, sop singkong menjadi  menu favorit arisan ibu-ibu.

12268813_10206932705969817_18732184_o

Salah satu tempat makan favorit saya dan teman-teman di Balikpapan adalah Sop Singkong Kebun Sayur. Warungnya kecil, berada di pinggir jalan dekat perempatan Jl. Letjen Suprapto dan Jl. Mekar Sari. Seberangnya Toserba Giant Kebun Sayur. Bisa lihat di peta, yang saya tandai bintang berwarna biru adalah lokasi warung Sop Singkong Kebun Sayur.
12116059_10206697992822135_749302595_o

Menurut saya dan teman-teman, sop singkong di sini rasanya paling enak dibandingkan sop singkong yang ada di warung lainnya yang ada di Balikpapan. Kita kan suka keliling-keliling cari tempat nongkrong dan makan  yang enak *hihihi* 😀 jadi tahu lah.

Seporsi sop singkong dibandrol dengan harga Rp 10.000. Warung ini buka dari pukul 9 pagi sampai sopnya habis. Kalau bisa sih  datangnya pagi-pagi, karena masih sepi. Agak siang sedikit warungnya rame sekali. Cocok untuk menu sarapan. Selain sop singkong, warung ini juga menjual Pisang Gapit. Wah, makanan apalagi nih?

12081348_10206697985301947_445465693_n

Ini dia salah satu makanan khas dari Kalimantan Timur, Pisang Gapit. Terbuat dari sanggar / pisang kepok (di sini pisang kepok disebutnya sanggar) yang dibakar di atas bara api. Kemudian pisangnya dijepit hingga berbentuk pipih. Setelah pisangnya matang, disiram dengan saus berwarna coklat yang terbuat dari gula merah, daun pandan, dan santan. Rasa sausnya seperti kue sarikaya tapi ada aroma buah nangkanya. Rasanya pas, enakkkk, nggak terlalu manis, nggak eneg dan cocok sekali berpadu dengan pisang sanggar yang sudah dibakar.

Menurut saya dan teman-teman pisang gapit yang paling enak ya di sini tempatnya. Rasa sausnya itu cocok banget di lidah. Di sini pisang gapitnya original. Yang julanannya dua orang nenek-nenek (mungkin adik-kakak soalnya wajahnya mirip). Saya suka sekali memperhatikan kedua nenek tersebut sedang sibuk membakar pisang sanggar. Tangan mereka cekatan membolak-balik pisang yang sedang dibakar di atas bara api.

Sedang jalan-jalan di Balikpapan? Cobain deh Sop Singkong dan Pisang Gapit Kebun Sayur 🙂

 

 

Posted in kuliner

Kuliner Balikpapan | Cotto Makassar H .Judding | Klandasan

cottomksrHjudding
Cotto Makassar H. Judding | Klandasan | Balikpapan (dokumen pribadi)

Hari Senin pagi-pagi sudah posting makanan. Eh….salah ya ini bukan hari Senin sodara-sodara….tapi sudah hari Kamis. Berasa hari Senin karena kemarin libur.

Sebetulnya saya suka kuliner, mencicipi berbagai makanan di pelosok daerah. Tapi jarang saya foto. Karena pertama hp saya nggak asyik dipakai buat foto-foto. Kedua suka nggak enak sama keluarga atau teman kalau pas jalan bareng buat makan *biasanya saya makannya rame-rame gitu* saya sibuk sendiri foto-foto makanan. Ketiga perut udah gak bisa menahan rasa lapar, jadi pas makanan datang langsung “sikat”! Pas udah habis baru keingetan…laah, belum difoto udah keburu habis…hihihi.

Sempat cek-cek hp dan menemukan beberapa foto makanan yang pernah saya cicipi. Termasuk tempat kongkownya emak-emak para sahabat saya. Beberapa foto saya posting di akun Instagram saya *sebelum foto tersebut terhapus dan hilang*.

Baiklah, gambar di atas adalah sebuah tempat makan terkenal di kawasan Klandasan. Kalau orang Balikpapan pasti udah hafal sama Cotto Makassar H. Judding. Tempatnya berada persis di pinggir pantai Klandasan. Konon tempat ini sering dikunjungi oleh orang-orang terkenal dan artis-artis. Biasanya tempat makan lain  buka agak siang, nah Cotto Makassar H. Judding ini pagi-pagi sudah buka dan baru tutup sore hari. Seporsi harganya Rp 40.000 saja sudah termasuk buras dan es teh.

Kalau saya, paling asyik makan di sini rame-rame sama keluarga atau teman. Mata saya dimanja oleh pemandangan laut yang terbentang di depan kedai.Langit  biru dihiasi gumpalan awan-awan putih. Barisan kapal-kapal dan perahu nelayan yang tampak kecil jika dilihat dari kejauhan. Merasakan sapuan angin laut dan deburan ombak. Serta ditemani kehangatan canda dan tawa renyah dari teman-teman yang menghapus semua duka lara.

Posted in Jalan-Jalan, kuliner

Kuliner Sumedang | Rumah Makan Mah Nini

image

Sumedang adalah tanah kelahiran Mama Mertua, minimal setahun sekali keluarga besar suami berkunjung ke Sumedang untuk bersilahturahim dengan sanak saudara di sana. Letak Sumedang tidak jauh dari Kota Bandung sekitar 45 km saja. Jika menggunakan kendaraan pribadi bisa ditempuh selama 2 jam perjalanan. Kampung halaman Mama Mertua ada di kecamatan Buah Dua, dari Sumedang masih menempuh waktu sekitar 1 jam lagi ke arah utara/ Indramayu.

Biasanya untuk melepas lelah dan mengisi perut yang keroncongan di  perjalanan, kami mampir di sebuah rumah makan favorit keluarga. Rumah makan yang menyajikan kuliner khas sunda yang rasanya uenaaaakkkk banget. Namanya Rumah Makan “Mah Nini”. Tepatnya berada di pinggir  jalan raya Legok-Paseh (kalau dari Sumedang  ke arah Kadipaten, Mah Nini ini ada di sebelah kanan jalan).

Mah Nini

Di Mah Nini makanan disajikan secara prasmanan. Kamu bisa mengambil sendiri makanan yang kamu mau. Ada banyak pilihan jenis masakan khas sunda yang bisa kamu nikmati di rumah makan Mah Nini. Kamu bisa bingung mau pilih yang mana, karena semua kelihatan menggiurkan dan memang rasanya lezat ( lihat aja ibu yang ada di foto itu, bingung mau memilih yang mana karena semuanya enak-enak 🙂 ! ) . Kalau menurut saya, rasa masakan di Mah Nini ini original banget masakannya orang sunda.

Ngomongin masakan khas sunda, udah pasti bakalan ketemu sama sambal dan lalapan (ini hukumnya wajib). Ada tiga macam sambal yang tersedia, yaitu sambal terasi, sambal tomat dan sambal mentah. Sambal ini selalu berdampingan dengan lalapan. Lalapannya ada dua macam, yaitu lalap mentah : selada air, timun, terong bulat, daun tespong, daun kenikir, leunca. Dan lalapan matangnya ada : buncis, labu siam, dan keciwis.  Tersedia juga berbagai macam tumis sayuran, seperti tumis ampas kedelai hitam, daun bawang muda, daun sampeu, terong, sawi putih campur wortel, paria, dan urab. Ada juga sayur asam dan kacang merah. Selain tumis sayuran ada lagi tumis kulit kepala sapi, cumi asin, tahu, dll. Lauknya juga banyak pilihan, ada tahu, tempe bacem, ayam opor, semur daging, semur tahu, ayam goreng, ikan goreng, pindang ikan mas ( ikannya dari sawah bukan dari kolam), pepes ayam, pepes ikan asin peda, dan ada burung punai goreng.

*glek* nulisnya sambil nelen liur sendiri

Kalau favorit anak-anak makan burung punai goreng. Sedangkan favorit saya tumis kulit kepala sapi, ampas kedelai hitam dan sambal lalap. Kalo Mama Mertua favoritnya makan pindang ikan mas. Favorit suami saya? Wah buat dia semua yang ada di meja adalah favoritnya…hehehe.  Saya pernah bungkus si pindang ikan mas ini, dibawa ke Bandung. Rasanya enak, beda dengan ikan mas yang dipelihara di kolam. Ikan mas yang dipelihara di sawah jauh lebih gurih. Tapi pindang ikan mas ini bukan dimasak presto duri lunak, jadi hati-hati ya jangan sampai tertusuk durinya. Habis makan, jangan langsung pergi ya, tapi bayar dulu di kasir …hehehe.

Dari tadi ngomongin soal lezatnya aja, gimana nih harganya? Soal harga, hmm….kata Mama Mertua, makan di sini harganya lebih murah dibandingkan dengan di rumah makan lainnya. Tempatnya nggak terlalu besar tapi bersih rapi. Lantainya keramik putih, meja makan dan bangkunya dari kayu jati. Di bagian belakang rumah makan ada toilet kalau kamu mau numpang ke toilet. Ya cocok lah buat tempat persinggahan untuk mengisi perut yang lapar. Buat yang melakukan perjalanan Sumedang-Cirebon, boleh lah mampir untuk mencicipi masakan sunda di Mah Nini.

 

 

 

Posted in Balikpapan, kegiatan ku, kuliner

Lezatnya Shabu-Shabu di Musim Hujan

Foto : koleksi pribadi
Foto : koleksi pribadi

Ini gara-gara Mba Erna demo masak shabu-shabu di sekolah minggu yang lalu. Ibu-ibu jadi ketularan demam shabu-shabu, termasuk saya.

Demo masak di gasebo sekolah w/ Mba Erna dkk ( foto milik Mba Erna)
Demo masak di gasebo sekolah w/ Mba Erna dkk ( foto milik Mba Erna)

Saya sering ditanya kegiatan sehari-hari saya yang sok sibuk ini.
Me : “Setiap hari saya ke sekolah.”
A : “Ngajar ya?”
Me : “Bukannn!”
A : “Oh dibagian administrasi sekolah ya?”
Me : “Nggak juga.”
A : “???”
Me : “Saya nungguin anak-anak di sekolah dari pagi sampai pulang.”
A : “???”
Me : “Biar irit bensin.”
A : “-_-”

Okeh,kembali ke laptop!
Teman-teman yang seprofesi dengan saya ada banyak nih di sekolah. Ya kita mengisi waktu selama di sekolah dengan berbagai kegiatan salah satunya ngadain demo masak seperti yang Mba Erna lakukan baru-baru ini.

Mba Erna pinter deh kemarin dia demo masak shabu-shabu. Cocok banget lagi musim hujan kayak gini. Bumbu, bahan dan cara membuatnya pun gampang sekali.

Ketularan ibu-ibu di sekolah, saya kemarin sore masak shabu-shabu untuk makan malam.

Ini resepnya :
Kaldu : bawang putih, bawang bombay, udang/ayam/ikan, cengkih, lada, pala, gula, garam dan air. Kemarin saya menggunakan ikan salmon.
Sayuran : sawi putih,sawi hijau,wortel,daun bawang. Saya hanya punya sawi putih,wortel dan daun bawang.
Pelengkap : chikuwa,baso kepiting,baso ikan bentuk panda dkk.
Cara membuat : cincang bawang putih dan bawang bombay lalu tumis sampai wangi, masukkan udang/ayam/ikan masak sampai matang, masukkan air masak sampai mendidih, masukkan cengkih,lada,pala,gula,garam, cicipi sampai kuahn terasa enak.
Kalau kaldu sudah mendidih masukkan bahan pelengkap,masak sampai matang lalu masukkan sayuran.

Yeay!! Shabu-shabu siap dihidangkan!!

Mudah kan membuatnya? Cocok banget disantap di musim hujan yang dingin ini. Apalagi suami dan anak-anak sedang batuk pilek. Makan makanan yang berkuah kaldu yang segar apalagi di dalamnya lengkap ada sayuran dan berbagai jenis baso ikannya…hmm…sluuurrrp…. Semalam anak-anak dan suami saya lahap sekali menyantap hidangan ini.

Penasaran? Ayo cobain bikin!