Posted in #NulisRandom2015, Balikpapan

Angkot Mengejar Taxi | #NulisRandom2015

Pada hari-hari terakhir saya di Balikpapan ada aja kejadian konyol yang bikin deg-degan sekaligus lucu. Salah satunya adalah kejadian yang saya alami ini.

Hari itu saya masih sibuk berkemas, dari kemarin kok berkemas melulu nggak beres-beres ya? Hehehe, iya nggak beres-beres karena saya mengerjakannya sendiri lagi puasa pula alasan. Kebetulan hari itu saya udah janji dengan Mas Deny orang tata usaha sekolah untuk mengambil dokumen.

Sampai pukul 10.30 saya belum dapat kabar dari Mas Deny apakah dokumen sudah bisa saya ambil atau belum. Karena takut keburu petugas di sekolah pada pulang (kalau libur sekolah biasanya hanya setengah hari), maka saya telpon Mas Deny. Yang menjawab telpon saya suara perempuan, bukan Mas Deny.

“Mas Deny nggak ke sekolah hari ini, karena sakit,” kata perempuan itu.
“Maaf, saya sudah janji mau mengambil dokumen hari ini di sekolah.” kata saya.
“Oh yang dokumen itu disiapkan Bu.” jawabnya lagi.
“Jam berapa saya bisa ke sana dan bertemu dengan siapa kalau nggak ada Mas Deny?”
“Ibu sekarang ada di sekolah kah?” lanjutnya.
“Saya masih di rumah.” jawab saya.
“Kalau begitu Ibu harus segera ke sekolah, karena sebetulnya kemarin sudah dititipkan ke Dita, tapi baru saja Dita mengabarkan dia sudah pulang.” katanya.
Saya terkejut sekali, sejak pagi nggak ada kabar dari Mas Deny, dan sekarang orang yang dititipi dokumen sudah pulang. Ini gimana sih, coba kalau dari pagi saya dikasih kabar, saya pasti pagi-pagi datang ke sekolah. Agak emosi, karena tinggak beberpa hari lagi saya ada di Balikpapan. Bagaimana ceritanya jika saya pergi belum membawa dokumen itu.

“Kalau begitu bisa kah saya minta teleponnya Dita?” tanya saya, sambil mencari-cari pulpen untuk mencatat nomor telepon Dita. “Bisa, sebentar ya Bu….ini nomornya 08xxxxxxx” jawab perempuan itu.  “Baik, terima kasih.” Saya menutup mengakhirir pembicaraan dengan perempuan itu.

Lalu saya menelpon Dita. Benar saja, Dita sudah tidak ada di sekolah. Tapi kata Dita kalau saya segera ke sekolah sekarang juga,  ada bapak kepala sekolah, saya bisa mengambil dokumen itu ke beliau, tapi kalo nggak cepat-cepat takutnya bapak kepala sekolah keburu pulang. Waduh harus buru-buru nih!

Saya segera pergi ke sekolah, hanya si bungsu yang ikut, si sulung tidur di rumah. Saya berjalan bersama si bungsu ke tempat mencegat taxi argo. Di pinggir jalan saya dan si bungsu berharap bisa mencegat taxi argo. Orang Balikpapan menyebut taxi yang berupa mobil sedan dan ber-AC dengan sebutan taxi argo. Sedangkan kalau taxi  artinya angkutan kota alias angkot.

Sejak saya berdiri di pinggir jalan sampai sepuluh menit kemudian belum ada satu pun taxi argo yang melintas,  hanya taxi alias angkot saja yang hilir mudik. 

Sudah lama kami berdiri, akhirnya melintas di hadapan kami sebuah angkot jelek yang disopiri oleh seorang pemuda berkulit hitam. Sambil menyeringai menunjukkan giginya yang berwarna kuning, si sopir angkot menawarkan saya dan si bungsu untuk naik angkotnya. 

Saat itu saya pikir dari pada kelamaan nunggu taxi argo, mungkin lebih baik saya naik angkot saja siapa tahu saya bisa borong angkotnya untuk mengantarkan saya ke sekolah. Kemudian saya dan si bungsu naik angkot itu, duduk di depan.

Di dalam angkot yang sedang berjalan :
“Bang, saya lagi buru-buru nih mau ke Lapangan Merdeka. Bisa langsung antar saya ke sana kah?” tanya saya pada supir angkot.
“Kalau langsung nggak bisa Bu, saya cuma sampai terminal BP”, jawabnya.
“Tolongin saya lah Bang, saya lagi buru-buru nih, saya borong deh angkotnya.” saya keukeuh memaksa.
“Nggak mau Bu, saya takut distop sama polisi.” katanya juga keukeuh nggak mau.

Ketika kami sedang berdebat di dalam angkot, tiba-tiba dari belakang muncul sebuah taxi argo berwarna merah melaju dengan kecepatan rendah menyalip angkot. 

Taxi argo itu kosong tidak ada penumpangnya. Mata saya terbelalak melihat taxi argo. Tanpa pikir panjang, “Bang, itu ada taxi argo….tolong stop taxinya saya mau naik itu aja!!” pinta saya ke sopir angkot.

Sopir angkot lantas tancap gas mengejar taxi argo, tangannya melambai-lambai keluar jendela dan berteriak-teriak, “Woooi…..taxi….berhentiiiiiii!!!!!!”
Walaupun sudah di gas pol, angkot tidak bisa menyalip taxi argo yang melaju pelan di depan kami. Mungkin karena kondisi angkot yang sudah jelek. Namun sopir angkotnya tetap semangat ’45 berusaha mengejar taxi argo itu.

Adegan selanjutnya adalah aksi sopir angkot mengejar-ngejar taxi argo sambil berteriak-teriak dan sesekali membunyikan klakson yang suaranya bikin sakit telinga. Saya jadi ngeri, karena takut remnya blong. 

Tiba-tiba di depan angkot ada mobil, saya dan si bungsu spontan berteriak, “Awaaaaassss  mobil!!!”

Sopir angkot cepat menginjak rem. Alhamdulillah angkot berhasil direm dan tidak menabrak mobil.

Akhirnya taxi argo yang sejak tadi dikerjar-kejar dan diteriaki berhasil menepi. 

Hufffffhh………. saya dan si bungsu turun dari angkot masih dengan perasaan deg-degan.

“Terima kasih ya!” kata saya sambil menyerahkan uang enam ribu rupiah kepada sopir angkot. Sopir angkot menerima uang dari saya sambil menyeringai lebar menunjukkan gigi-giginya yang berwarna kuning. Tampak wajahnya penuh kemenangan. -_-“

Advertisements
Posted in #NulisRandom2015, Balikpapan

Cargo Suryagita Balikpapan | #NulisRandom2015

10011948_10205968658429231_3511260925146990524_o
dokumen pribadi

[Bukan Iklan]

Kemarin banyak teman-teman yang tanya, saya pakai jasa angkut apa untuk mengangkut barang-barang ke pulau Jawa.

FYI,  saya hanya punya waktu 7 hari untuk segera berkemas  barang-barang . Karena pak suami sudah mendapat surat pelantikan dan harus segera berangkat . Jadi super ngebut beberesnya.

Alhamdulillah saya dan suami menemukan jasa angkut barang yang sangat membantu sekali dalam situasi yang serba diburu-buru ini. Namanya : Suryagita Nusaraya. kami mendapatkan perusahaan ini juga dari referensi teman-teman. Katanya harga dan pelayanannya ok.

Baiklah pertama-tama kami mendatangi PT. Suryagita yang terletak di komplek ruko Balikpapan Permai. Di sana kami diterima oleh Mas Dwi bagian kepala divisi pengiriman barang.  Mas Dwi ini orangnya nggak pelit informasi dan ramah banget. Semua pertanyaan kami dijawab dengan lengkap dan memuaskan.

Kita dipersilahkan packing di rumah, kalau sudah selesai barang-barang yang akan kita bawa bisa disurvey dulu oleh mereka. Disurvey untuk mengetahui berapa biaya yang harus kita bayar kalau kita jadi menggunakan jasa angkut ini.  Lalu kalau nggak jadi bagaimana? Nggak apa-apa, nggak harus pakai jasa angkut ini  silahkan memilih jasa angkut lain yang dirasa lebih cocok.

Pulang dari Suryagita, kami segera berkemas. Kami harus segera mengirimkan barang-barang. Karena di bulan ramadhan ini, pengiriman barang dengan truk besar akan distop H-7 dan H+7 lebaran. Sedangkan jadwal keberangkatan kapal tidak berangkat setiap hari dan di laut membutuhkan waktu untuk sampai di pelabuhan Tanjung Priok . Jadi dari pada nanti barang-barang saya kepentok jadwal yang ada, mendingan kami kirimkan segera mungkin.

Setelah barang-barang yang kami packing semuanya sudah siap, kami hubungi Mas Dwi. Menginformasikan berapa banyak barang yang sudah  siap dijemput. Keesokan harinya Mas Dwi mengutus anak buahnya untuk menjemput barang-barang. Nggak pakai disurvey dulu, karena nggak sempat.

Setelah barang kita sampai di Suryagita, barang  dibungkus lagi menggunakan karung dan diberi nama serta alamat tujuan. Untuk barang elektronik seperti kulkas, dibungkus menggunakan plastik. Motor juga dibungkus dengan rapi oleh mereka. Saya lihat kemarin waktu di gudang, barang-barang saya yang lain semuanya dipacking lagi oleh mereka dengan rapi. Dan alhamdulillah ketika membayar harganya terjangkau banget.

Barangkali ada yang mau survey jasa angkut barang, silahkan datang langsung ke kantor Suryagita menemui Mas Dwi, atau telpon di 0812-5823 892.

Ini nih barang-barang saya yang sedang dibungkus lagi oleh Suryagita :

10847170_10205968658349229_1254477507191295333_o
dokumen pribadi
11402305_10205969641173799_7973866034370161769_o
dokumen pribadi
11537955_10205968658389230_5412878477363642996_o
dokumen pribadi

 

Alhamdulillah barang sampai di Jakarta 7 hari kemudian. Semua dalam kondisi baik. 🙂

Posted in #NulisRandom2015, Balikpapan

Sampai Jumpa Lagi Sahabat | #NulisRandom2015

15 Juni 2015
15 Juni 2015

 

Tau nggak temans, apa yang bikin saya sedih ketika pertama kali mendengar pengumuman mutasi kemarin?  Saya sedih karena tiba-tiba ingat dengan kalian. Karena nggak lama lagi saya nggak akan ketemu kalian  😦

Tak lama setelah pengumuman mutasi saya sibukkkkkk dengan urusan pindah. Pagi,siang,malam saya dan suami berusaha berkemas-kemas memburu waktu agar barang-barang bisa segera dikirim. Sesaat itu saya lupa bahwa saya akan berpisah dengan kalian.

Kini, setelah semuanya beres dan tiinggal hitungan jam saja saya meninggalkan kota ini. Perasaan itu datang lagi….perasaan sedih karena  akan berpisah.

Nggak terasa ya saya udah mau pindahan lagi. Kalian sudah saya anggap seperti sodara.  Susah dan senang kita lalui bersama. Di kala susah, kalian ada menghibur saya. Kita suka ketawa-ketawa bareng, kalau ada teman kita yang ngobrol serius suka kita bercandain ngalor ngidul sampai-sampai semua lupa sebenernya kita lagi ngobrolin apa. Tiap hari kita  senam wajah, karena ketika sedang susah pun kita tetap bercanda terus.

Kalau lagi mudik, saya suka kangen kumpul dengan kalian. Rasanya nggak sabar ingin cepat-cepat bercerita tentang ini itu kepada kalian. Kangen sama becandaan kalian. Tapi sekarang saya akan pergi….hiks 😦

Kalian adalah teman-teman yang tulus, kompak, dan asyik. Terima kasih banyak yaaaa…. Semoga tali silahturahim kita tetap terjaga. Semoga kita bisa gokil-gokilan lagi lewat bbm. Semoga kalau kalian liburan ke Jakarta kita bisa ketemuan lagi…. Saya masih tetap nulis, kalo kangen sama saya main-main ya ke blog ini, jangan lupa tinggalin komen. Eh, siapa tahu nanti  saya pindah lagi ke Balikpapan, jadi bisa ketemu lagi….

Sekali lagi terima kasih banyak. Saya mohon maaf kalau ada kata-kata dan perbuatan saya yang tidak berkenan di hati teman-teman.  Sampai jumpa lagi yaaa….. I love you all.

 

 

Posted in #NulisRandom2015, Balikpapan

Tips Packing Pindahan | #NulisRandom2015

Pengumuman mutasi itu bak sebuah misteri yang bisa kapan saja keluar. Nggak ada yang tahu dan nggak bisa ditebak. Hanya Tuhan dan PIC pembuat keputusan yang mengetahuinya.

Lalu apa setelah mutasi?

Ya buru-buru berkemas lah, karena kita hanya punya waktu maksimal sebulan untuk segera angkat kaki dari rumah dinas ini.  Atau bisa lebih cepat kalau pak suami sudah menerima surat pelantikan di tempat yang baru.

Oh iya, jadi begini…supaya nggak acak-acakan, setelah ada pengumuman mutasi saya dan suami langsung membuat perencanaan pindah. Ini penting sekali agar pekerjaan kita rapi, tidak ada barang yang tertinggal dan bisa berangkat sesuai jadwal. Karena kita harus memadukan antara jadwal barang bisa diangkut kapal, jadwal pengurusan dokumen sekolah dan jadwal pak suami harus dilantik di tempat baru.

Biasakan untuk membuat beberapa alternatif rencana (rencana A,B,C,D dan seterusnya), jadi kalau di tengah jalan terjadi hal-hal yang nggak sesuai dengan yang sudah kita rencanakan, kita nggak  be-te. Tinggal pindah ke rencana selanjutnya. Ingat! Perasaan be-te hanya akan membuang-buang waktu dan merugikan kita.

Kita harus aktif untuk mengurus urusan sekolah, mencari cargo dan lain-lain. Jangan malu untuk bertanya kepada siapa saja yang berhubungan dengan hal tersebut. Biar aja kalau saat itu kita dianggap ‘kepo’ atau SKSD (sok kenal sok dekat), orang kita lagi butuh kok.

Hal yang pertama kami kerjakan adalah menghadap ke kepala sekolah untuk mengurus surat-surat pindah sekolah. Sementara suami saya mencari sekolah di tempat yang baru.

Untuk keperluan packing, siapkan kardus-kardus kosong. Usahakan mencari kardus yang berukuran besar dan tebal agar barang-barang kita aman di dalamnya selama dalam perjalanan. Untuk Balikpapan bisa mencari di daerah kilo 6 dengan harga murah . Tapi kemarin saya dibantu oleh Mba Erna mendapatkan kardus besar dan tebal (thanks Mba Erna).

Jangan lupa sediakan lakban, tali rapia, kapur barus dan koran bekas yang cukup supaya kita nggak bolak-balik ke warung untuk membeli perlengkapan tersebut. Kalau bolak-balik ke warung waktu kita bisa habis dan keburu capek.

Di rumah saya mulai membereskan barang-barang. Dimulai dari buku, buku-buku dipilih-pilih mana yang mau dibawa mana yang mau ditinggalkan (dibuang or diberikan ke orang).

Buku-buku dan tas-tas yang sudah dipilih masukkan ke dalam kardus dan langsung dilakban dengan rapi, lalu beri nomor. Selanjutnya adalah membongkar mainan anak-anak, sepatu-sepatu dan perabotan dapur. Perabotan pecah belah harus dibungkus kertas koran satu persatu lalu masukkan ke dalam kardus. Jika sudah siap, segera masukkan dalam kardus dan diberi nomor, begitu seterusnya.

Jika akan membawa kulkas, pastikan dua hari sebelum kulkas dipacking dalam kardus kosongkan terlebih dahulu isi kulkas, cabut listriknya. Bersihkan terlebih dahulu kulkasnya, cuci semua rak-raknya, dan dilap bagian dalamnya. Lalu keringkan dengan lap kering yang bersih. Ini dilakukan agar kulkas tidak bau, dan nanti kalau tiba di tempat tujuan perasaan kita akan lebih senang karena melihat kulkas kita bersih.

Kalau kardus tv, kulkas, mesin cuci dan peralatan eletronik lainnya sudah rusak, jangan putus asa. Kita bisa kok bikin kardus sendiri. Caranya dengan menyambung-nyambungkan kardus-kardus yang ada sesuai ukuran peralatan yang akan dibungkus. Makanya carilah kardus yang tebal dan besar. Jangan lupa untuk tv bagian kacanya dibungkus menggunakan sprei supaya tidak pecah atau tergores-gores.

Jika baju akan dimasukkan ke dalam kardus, sebaiknya dibungkus terlebih dahulu menggunakan plastik besar, lalu di dalamnya diberi kapur barus supaya nggak apek.

Jangan lupa ya beri nomor dan tulis alamat yang dituju di setiap kardusnya. Dan berikan tanda jika di dalamnya adalah barang pecah belah. Kalau semuanya sudah siap, tinggal menelpon bagian cargo untuk menjemput barang kita.

Dan yang paling penting adalah banyak-banyak berdoa minta pertolongan Tuhan supaya memberikan kemudahan, kelancaran dan kesehatan kepada kita dalam mengurus semua persiapan pindahan.

 

Posted in #NulisRandom2015

Nostalgia Anak Kolong | #NulisRandom2015

Anak kolong adalah sebutan untuk anak tentara yang tinggal dan besar di tangsi/asrama  tentara. Kenapa disebut “anak kolong?” Konon jaman dulu tentara dan keluarganya hidup di tangsi atau asrama yang ukurannya sempit. Karena sempit, tidak bisa ditempati lebih dari satu tempat tidur. Maka anak-anaknya terpaksa tidur di kolong dipan atau tempat tidur. Dan anak-anak ini akhirnya punya sebutan ‘anak kolong”. Saya anaknya tentara, nggak…saya nggak pernah tidur di kolong kok. Cuma karena ada sebutan itu maka saya pun disebut “anak kolong”.

Sejak kecil saya sudah mengenal kegiatan Persit (persatuan istri prajurit) . Karena dulu mama adalah salah satu anggota Persit. Kalau bapak kita adalah anggota TNI, otomatis ibu kita wajib aktif di Persit.  Antara TNI dan Persit merupakan satu kesatuan yang nggak bisa dipisahkan. Kalau nggak salah (kalau salah mohon dikoreksi) Persit adalah organisasi yang menjadi bagian dari pembinaan di keluarga besar TNI. Hal ini sangat memperngaruhi dan memberi warna  dalam kehidupan keluarga saya.

Mama aktif sebagai pengurus Persit. Kalau mama kebagian piket di kantor Persit, pulang sekolah saya dan adik sering menuggu sambil main di sana atau di kantornya bapak.  Sebagai anak SD saat itu saya merasa senang sekali kalau pulang sekolah harus menunggu mama di kantor. Di sana saya bisa membaca-baca majalah dan buku yang disediakan di perpustakaan. Kadang saya menguping  ibu-ibu teman mama yang saling curhat. Cuma ngedengerin aja, tanpa tahu apa yang sedang mereka bicarakan 🙂 . Kalau ada teman sesama anak kecil, biasanya kami main bersama.

Nah kalau sudah bosan bermain di dalam ruangan, biasanya saya dan teman-teman main di luar. Di depan kantor Persit ada sebuah pohon asem berukuran besar dan tinggi. Kami bermain di bawah pohon asem yang rindang itu. Main petak umpet, mengumpulkan daun untuk dijadikan uang dan lain-lain. Atau kami main di lapangan halang rintang. Di sana ada tambang dan kita anak-anak bisa bergelantungan dan berayun-ayun sepuasnya.

Di dekat tempat halang rintang ada tempat parkiran mobil-mobil tentara dan meriam. Kita suka naik-naik ke atas mobil dan main petak umpet di sana. Di sana ada pohon kersen besar dan rindang. Kalau sudah capek bermain kita memetik buah kersen yang berwarna merah dan memakannya sambil beristirahat di bawah pohon kersen.

Paling seru kalau akan ada acara ulang tahun kantor bapak atau ada pejabat tinggi yang akan datang berkunjung ke kantor bapak. Pasti sebulan sebelumnya mama dan ibu-ibu lainnya sangat sibuk sekali mempersiapkan acaranya.  Mulai dari rapat-rapat persiapan, membeli berbagai keperluan untuk menyambut tamu, gladi-gladi, dan lain-lain. Setiap hari mama dan teman-temannya sibukkkkk dengan persiapan ini. Saya dan adik senang aja sih, karena kami kadang diajak jalan-jalan keliling kota mencari perlengkapan. Atau kami diajak ke tempat latihan untuk melihat langsung om tentara melakukan gladi. Atau main petak umpet di aula. Atau ikut latihan untuk tampil di acara. Kadang-kadang kita bisa bertemu dengan artis ibu kota yang sengaja diundang oleh kantor bapak untuk mengisi acara. Pernah juga ketika acara ulang tahun kantor, anak-anak diberi kesemptan naik helikopter.

Ketika bapak menjadi komandan, bapak secara rutin mengunjungi batalyon-batalyon di bawah pimpinannya. Mungkin ada dua atau tiga bulan sekali saya diajak ke Sukabumi, Purwakarta dan Bogor. Kami pergi menggunakan mobil dinas kijang kotak atau toyota hardtop kadang isinya berlima (bapak, mama, saya,adik dan supir) kadang harus bersempit-sempit dengan ibu-ibu yang turut serta. Saya kurang suka diajak bepergian, karena saya selalu mabok di mobil. Saya nggak kuat dengan jalan yang berkelok-kelok. Rasanya nggak sabar ingin segera sampai tujuan, tapi kok ya rasanya nggak sampai-sampai. Tersiksaaaa banget 😦 .

Saya  terbiasa mendengar suara dentuman meriam ketika om tentara sedang berlatih. Dan melihat pasukan tentara yang sedang latihan di lapangan. Mereka keren sekali, meskipun jumlahnya banyak gerakan mereka tetap kompak. Nggak seperti  saya dan teman-teman ketika latihan baris berbaris di sekolah, sudah latihan tiap hari masih aja ada yang nggak kompak….hedeuuuhhh.

Nggak terasa sekarang saya sudah jadi emak-emak. Kenangan masa kecil di lingkungan tentara masih melekat dalam ingatan. Suami saya bukan tentara, tapi masih sama sebagai abdi negara. Anak-anak sering saya bawa juga ke kantor papanya. Atau ikut saya di kegiatan DWP (Dharma Wanita Persatuan), karena  saya aktif di kegiatan DWP. Mungkin mereka juga nantinya punya kenangan tersendiri tentang lingkungan kerja ibu dan papanya.

Kehadiran anak-anak  membuka cakrawala dan wawasan mereka, akan memberi warna dalam hidup mereka  ketika dewasa kelak. Dan melahirkan cerita yang tak terlupakan semasa hidupnya.

 

 

Posted in #NulisRandom2015, Balikpapan

Ramadhan 1436 H | #NulisRandom2015

Alhamdulillah tahun ini Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada saya dan keluarga bertemu dengan bulan ramadhan. Bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Karena di bulan ini Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW, membelenggu setan-setan, mengabulkan doa-doa kita, melipatgandakan semua amalan ibadah kita dan dalam bulan ini terdapat malam istimewa, yaitu Laitalul Qadar (malam yang penuh keberkahan dan kemuliaan).

Terasa lebih istimewa lagi karena seperti ramadhan empat tahun yang lalu, kami sedang persiapan pindah dari Jakarta ke Balikapan. Dan pada ramadhan tahun ini kami sedang persiapan pindahan dari Balikpapan ke Jakarta.  Akan melewati hari-hari  di bulan ramadhan dengan beribadah sambil  berkemas-kemas, mengurus dokumen sekolah, mencari sekolah anak-anak dan lain sebagainya.

Anak-anak tampak bersemangat sekali menyambut bulan ramadhan. Mereka sudah punya jadwal dan kegiatan sendiri untuk beribadah di bulan yang istimewa ini. Tidak perlu saya suruh-suruh lagi, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jadi tidak mengganggu persiapan saya berkemas.

Semoga Allah SWT memudahkan kita semua dalam menjalankan ibadah di bulan ini.  Selamat menjalankan ibadah Ramadhan yaaa…..

Posted in #NulisRandom2015, kegiatan ku

Alon-Alon Asal Kelakon | #NulisRandom2015

“Alon-alon asal kelakon” sebuah pepatah Jawa yang artinya : biar lambat asal selamat.

Tak terasa sudah memasuki hari ke-17 di bulan Juni. Artinya sudah setengah bulan saya mengikuti event #NulisRandom2015. Alhamdulillah sampai hari ke-17 ini saya bisa konsisten menulis. Meskipun sekarang posisi saya terlambat (harusnya sudah posting hari ke-17 ini masih posting hari ke-16). 😀

Sejak pengumuman mutasi kemarin, saya mendadak sibuk. Semua hal yang sudah saya rencanakan berubah. Termasuk kegiatan #Nulis Random2015 ini.

Di sela-sela kesibukan saya menyempatkan diri untuk menulis. Menulis apa saja yang saat itu ada dalam kepala. Si bungsu sampai berkomentar “Mama ini sekarang apa-apa ditulis.” ….hahahaha…. 🙂

Ternyata menulis itu kalau sudah terbiasa menjadi hal yang asyik untuk dilakukan. Tahun lalu saya banyak alasan dan hasilnya nggak maksimal. Tahun ini saya upayakan lebih baik lagi. Meskipun isinya hanya tulisan ringan, pokoknya menulis setiap hari.

Pengalaman tahun lalu, saya kesulitan menulis karena nggak punya ide….udah mentok mau nulis apa lagi ya? Padahal dari beberapa workshop menulis yang pernah saya ikuti, pemberi materi selalu mengatakan ide itu ada dimana saja kapan saja, tinggal bisa nggak kita menangkapnya dan dituangkan dalam bentuk tulisan.

Pada event #Nulisrandom2015 kali ini saya berusaha menangkap ide sebanyak-banyaknya. Supaya ketika melewati masa-masa jenuh atau tiba-tiba di tengah jalan ada sesuatu yang nggak diprediksi seperti yang saat ini saya alami (tiba-tiba keluar pengumuman pindah, mendadak  rempong berkemas dan persiapan mengurus ini itu). Ide itu ada di dalam kepala saya dan harus segera ditulis.

“Segera menulis.” Dua kata yang simple sekali tapi agak susah dilakukan terutama kalau banyak alasan. Begitu ada ide, langsung tulis! Mau ditulis langsung diblog kah atau dimana saja, pokoknya menulis. Jangan biarkan ide yang udah nempel di kepala kita menguap begitu saja. Salah satu tips dari saya kalau sedang pergi kemana aja, coba ambil beberapa foto di tempat tersebut, siapa tahu bisa dijadikan bahan untuk menulis.

Saya masih penulis amatir, tapi boleh yaa menyemangati teman-teman yang punya hobby menulis. Semoga kita selalu banjir ide dan punya banyak waktu untuk menulis. Mari kita tuntaskan #Nulisrandom2015 ! Semangat!!!