Posted in Binatang Peliharaan

Ikan Koi Merajut Kebersamaan Antara Bapak dan Anak

Sejak pindah ke rumah baru, kami memiliki binatang peliharaan yang baru juga, yaitu ikan koi. Sebetulnya memelihara ikan koi ini tidak sengaja. Kebetulan pemilik rumah terdahulu memang punya kolam ikan dan memelihara beberapa koi. Pemilik rumah yang lama mewariskan ikan-ikannya kepada kami.

Memiliki peliharaan ikan hias sudah tidak asing bagi keluarga saya. Karena sejak si sulung masih bayi saya sudah memelihara ikan hias di aquarium. Tapi kalau memelihara ikan koi di kolam, ini pengalaman pertama. Karena sebelumnya kami memang belum pernah punya kolam ikan di rumah.
Awalnya kami ragu apakah bisa memeliharanya. Apalagi ketika pemilik lama sudah pindah, rumah ini sempat kosong selama tiga bulan. Saya dan pak suami menengok rumah hanya seminggu sekali untuk bersih-bersih sambil memberi makan ikan. Pak suami malah pernah punya niat menitipkan ikan-ikan ini di kantornya. Tapi urung dilakukan karena nggak tega katanya.

Ikan koi yang diwariskan kepada kami berjumlah empat ekor ukuran besar, dan ada dua ikan jenis kumpai. Saya kurang tahu ikan koi yang ada di kolam termasuk jenis apa. 

Waktu mudik ke Bandung, kami memboyong  tiga ekor ikan koi ukuran kecil dari kolam di rumah Eyangnya anak-anak. Seminggu berselang, ikan koi yang besar mati seekor. Pada mudik berikutnya pak suami membeli beberapa ekor koi ukuran kecil. Ternyata setiap hari ada ikan yang mati. Sampai hanya tersisa koi besar dua ekor, kumpai dua ekor dan koi kecil dua ekor. 

Kematian ikan koi berlangsung terus menerus, hampir setiap hari ada ikan koi yang mati. Pak suami nggak kapok, ia terus-terusan membeli ikan koi baru menggantikan ikan koi yang mati. Beli ikan koi yang murah aja sih, kalau yang mahal mah waduhhh….belum sanggup  šŸ˜. Apa mungkin karena murah ya, jadi mati terus….?? 

Anak-anak dan pak suami sangat bersemangat merawat ikan koi ini. Setiap hari setiap saat mereka selalu mengawasi ikan-ikan  koi yang sedang berenang di kolam. 

Mereka mengadakan investigasi terhadap ikan koi yang mati. Yang mati hanya ikan koi, ikan kumpai sampai saat ini sehat wal afiat. Setelah diselidiki ternyata ikan koi yang mati ini di tubuhnya terdapat kutu ikan. 

Pak suami membeli obat anti kutu yang alami, yaitu 5 ekor ikan kecil-kecil pemakan kutu. Selain itu ia juga memberi obat kimia ke dalam kolam. 

Anak-anak sudah pintar membersihkan kolam ikan. Mereka mah senang sekali kalau disuruh membersihkan kolam ikan. Seminggu sekali kolam dibersihkan. Ikan-ikan dipindahkan ke bak plastik ukuran besar yang berisi air. Pompa dan selang air disikat karena banyak lumutnya. Filter air juga dibersihkan isinya. Dasar kolam dipel pelan-pelan supaya permukaannya tidak rusak. Setelah semua bersih, pasang lagi filternya, isi kolam dengan air, lalu masukkan ikan-ikan ke dalamnya.

Kemarin waktu saya ke Bandung sendirian, anak-anak dan pak suami asyik sekali mengurus ikan di rumah. Asyik soalnya mereka bebas merdeka nggak ada yang protes…ha-ha-hašŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚. Mereka jalan-jalan main ke toko ikan, melihat-lihat filter, aneka aksesoris kolam dan berbagai jenis ikan koi. 

Saya pribadi kurang suka mengurus ikan di kolam. Pak suami dan anak-anak saking asyiknya sama ikan  sampai-sampai saya dicuekin šŸ˜‘ (ini yang suka bikin saya protes). Tapi sebetulnya nggak masalah sih karena saya suka melihat kebersamaan antara pak suami dan anak-anak mengurus ikan-ikan koi. 

Kenapa suka? Karena sehari-hari pak suami sangat sibuk dengan pekerjaannya, pergi sebelum matahari terbit dan pulang matahari sudah tenggelam. Begitu juga dengan anak-anak, setiap hari sibuk dengan rutinitas sekolah dan belajar. Setiap hari kecuali weekend, bisa dihitung dengan jari berapa jam pak suami dan anak-anak bisa bersama. Nah, karena ada ikan koi, setiap hari mereka jadi punya bahan untuk mengobrol dan berinteraksi. Malam hari mereka bertiga suka duduk di pinggir kolam melihat ikan sambil ngobrol-ngobrol santai. 

Nggak masalah ini ikan koi beneran atau cuma koi-koi an. Yang penting gara-gara ada ikan koi di rumah jadi bisa merajut kebersamaan antara bapak dan anak. 

Posted in Renungan

Catatan Idul Adha 1437 H

Foto terakhir bersama Om R, istri dan anaknya

Hidup itu penuh kejutan. Seperti yang saya alami menjelang Idul Adha kemarin .Saat semua orang berkumpul dan bersuka cita merayakannya bersama keluarga. Tahun ini saya memiliki cerita yang berbeda.

(Baca : Idul Adha 1436 H)

Hari Raya Idul Adha 1437 H sudah di ujung mata. Saya dan suami siap-siap mudik ke Bandung karena tahun ini kami berencana merayakan Idul Adha di Bandung di rumah orang tua. Berangkat hari Sabtu pagi, jalanan sangat lancar pukul 9.30 kami sudah tiba di Bandung. Cerahnya udara pagi itu dan lengangnya jalalan membuat hati kami bersuka cita. Kerinduan untuk bertemu orang tua sudah tak tertahankan.Tak ada yang ingin kami cari selain bertemu dengan mereka.

Hari Minggu pagi sama seperti pagi-pagi sebelumnya ketika berada di rumah orang tua kami, suasananya santai dan tidak ingin terburu-buru pergi karena masih ingin menikmati kesempatan berkumpul bersama mereka.

Tidak ada satu pun diantara kami yang memiliki firasat. Pagi itu Om Lan mampir. Kami bertemu sebentar di lantai bawah  lalu ia terburu-buru pamit untuk berangkat ke rumah sakit.

Sebetulnya keluarga saya tidak punya hubungan darah dengan keluarga besar Om Lan, Om Lan ini adik kandungnya Om R. Dulu waktu saya masih SMA Om R menjadi petugas bersih-bersih di rumah dinas bapak di Bandung. Dan jauh sebelum bertemu dengan Om R,  Yu S yang kini menjadi istrinya, sudah terlebih dahulu bekerja di keluarga kami sejak saya masih SD. Om R dan Yu S bertemu ketika kami tinggal di Bandung. Status mereka saat itu sudah sama-sama PNS, dan bertugas di rumah bapak. Atas saran bapak, Om R belajar nyupir mobil, agar bisa menjadi sopir bukan petugas bersih-bersih lagi. Akhirnya Om R berhasil mendapatkan SIM.Tak lama kemudian ia menikahi Yu S. Seiring dengan berjalannya waktu mereka berdua yang tadinya tinggal bersama keluarga kami, akhirnya membeli sebuah rumah di Bandung. Karena kerja keras mereka, Om R dipercaya menjadi sopir direktur dan Yu S bekerja di kantor masih satu instansi dengan suaminya. Mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang kini sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, seorang anak perempuan yang solehah. Mereka berdua orang yang sangat baik, tidak pernah lupa asal usulnya. Meskipun telah tinggal terpisah dengan keluarga kami dan mempunyai kesibukan, mereka tetap menganggap bapak dan mama seperti orang tuanya sendiri. Om R sangat dekat dengan bapak saya, bisa dibilang salah satu orang kepercayaan bapak. Menyaksikan jalan hidup mereka sejak dahulu saya pribadi ikut bahagia, karena mereka bisa mengangkat derajat hidupnya atas kerja keras, kejujuran serta sifat amanah yang dimiliki oleh keduanya.

Setelah Om R dan Yu S meninggalkan rumah, adiknya Om R (Om Lan) dan kakaknya Yu S (Yu M) yang menggantikan membantu mama dan bapak di rumah. Kini Om Lan sudah jadi pegawai dan sudah memiliki tempat tinggal sendiri.Sedangkan Yu M masih bekerja di rumah.

Sejak tiga bulan yang lalu Om R sakit, ia divonis menderita lekeumia. Berkali-kali harus masuk rumah sakit dan transfusi darah karena HB-nya drop. Semua merasa bersedih termasuk kami. Padahal selama ini ia sehat-sehat saja, jarang sakit malah. Lebaran idul fitri tahun ini Om R dan Yu S tidak datang ke rumah karena Om R masih sakit. Waktu itu kami menengok ke rumahnya. Om R baru seminggu keluar dari rumah sakit. Tapi kondisinya masih demam dan sangat lemas. Beberapa hari setelah kami tengok, kondisinya drop lagi dan harus menjalani rawat inap lagi. Karena fasilitas untuk pemeriksaan di rumah sakit di Cimahi kurang lengkap, ia harus dirujuk ke RSPAD Jakarta. Di sana Om R diopname selama seminggu. Lalu kembali ke Bandung, setelah itu Om R keluar-masuk RS karena kondisinya memburuk.

Sudah dua minggu ini ia diopname lagi di RSHS Bandung. Pagi itu Om Lan adiknya bercerita sejak malam Om R sudah dipasang selang oksigen. Om Lan mau segera ke rumah sakit mengantarkan cemilan titipan mama dan bubur ayam pesanan Om R.

Setelah Om Lan pergi saya mengajak bapak, mama, adik dan pak suami untuk menjenguk Om R. Pukul 10.00 kami sudah berada di gerbang pintu masuk RSHS dengan belasan orang yang sudah lebih dahulu berdiri di depan pintu yang masih tertutup. Pintu baru dibuka pukul 10.30, waktunya kunjungan keluarga.

Melalui telepon genggam Yu S sambil menangis mengabari saya bahwa Om R saat itu sedang kritis. Akhirnya bapak dan Mama diijinkan oleh satpam untuk masuk, sedangkan saya, suami dan adik harus menunggu di luar gerbang. Om Lan sendiri saat itu sudah tidak di rumah sakit.

Perasaan saya saat itu menjadi sangat gelisah, ingin sekali menyusul bapak dan mama ke dalam, tapi dilarang oleh satpam.  Saya baru bisa masuk kalau gerbang sudah dibuka 30 menit lagi. Ya Allah rasanya saat itu adalah 30 menit terlama yang pernah saya rasakanšŸ˜¦ .

Pukul 10.30 tepat akhirnya gerbang dibuka, saya berdesakan dengan orang lain yang ingin masuk. Setengah berlari kami bertiga mencari ruang perawatan Om R. Dari pintu ruangan, saya melihat Om R sedang dibantu pernafasannya menggunakan alat…Dokter menyatakan Om R sudah sangat kritis…tak terasa air mata saya menetes. Yu S dan anak perempuannya  berada di sisi kanan dan kiri telinganya, sambil tak putus melafalkan  “Laa illa haillallah”

Perasaan saya saat itu sedihhh sekali. Mulut saya komat-kamit tidak berhenti mendoakan Om R agar diberi kekuatan dan kesehatan. Siapa tahu Tuhan menurunkan keajaiban-Nya. Semua yang ada di ruangan tak berhenti berdoa. Memohon yang terbaik untuk Om R dan keluarganya.

Untuk yang kedua kalinya dokter datang ke ruangan dan memeriksa Om R. Dokter menjelaskan kondisi terakhir Om R kepada kami. Kondisinya semakin memburuk, detak jantung dan nafas saat itu masih terbaca oleh monitor karena Om R masih dipasang alat bantu. Dokter meminta agar keluarga mengikhlaskan Om R. Ya Allah…..air mata saya semakin deras, jantung ini berdegup sangat kencang….Ya Allah….kuatkan,kuatkan kami….saya peluk Yu S dan anaknya.

Perawat dengan hati-hati membuka semua peralatan yang menempel pada tubuh Om R. Kemudian memasangkan selimut.  Empat menit kemudian, Om R menghembuskan nafas terakhir. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Usai sudah perjalanan hidup dan perjuangannya melawan sakit. Om R telah kembali kepada Sang Pencipta. Spontan kami yang menungguinya menghadapi sakaratul maut, meneteskan air mata…air mata perpisahan. Perpisahan yang sesungguhnya, yaitu maut.

Saat itu yang menemani Om R bukan hanya saya sekeluarga. Hadir di tengah-tengah kami komandannya Om R, seorang jendral berbintang tiga bersama istri dan adik istrinya. Beliau turut mendampingi Om R saat sakaratul maut. Om R saat itu bertugas menjadi sopir istrinya. Begitu besar perhatian dari pak komandan yang baik hati dan low profile ini terhadap Om R dan keluarganya. Sejak Om R dirawat, saat sakaratul maut sampai jenazah siap dikirim ke kampung halaman.

Kami berbagi tugas. Bapak saya memandikan jenazah Om R di RS, sementara saya dan suami langsung bersiap ke rumah Om R untuk membantu menyiapkan segala sesuatunya. Sementara pak komandan langsung kontak bawahannya untuk mempersiapkan ambulance, vooridjer, tenda kursi di rumah, mobil untuk mengantar ke kampung halaman Om R dan lain-lain.

Kami semua yang mengenal Om R termasuk para tetangga dan rekan kerjanya memiliki kesan yang sama, Om R yang juga menjabat sebagai ketua RT di lingkungan rumahnya adalah orang yang sangat baik, sangat amanah dan hidupnya berdedikasi tinggi.
Ketika jenazah dishalatkan di Mesjid komplek rumah, ketua DKM membocorkan sebuah rahasia yang selama ini tidak diketahui oleh warga. Om R selama hidupnya adalah orang yang sangat rajin beribadah di mesjid. Dan selama ini ia yang membayar tagihan listrik di mesjid menggunakan uang pribadinya supaya mesjid tetap hidup dan jama’ah bisa mengaji , shalat dan beribadah dengan nyaman di dalamnya…..masyaAllah.

Ya Allah, sehari menjelang Idul Adha 1437 H Engkau  memberikan kepada saya pelajaran yang sangat berharga.

  • Tuhan menunjukkan kekuasan-Nya, sehebat apa pun manusia, pasti akan bertemu dengan ujungnya yaitu kematian”Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (Al-Anbiya : 35)
  • Memberi peringatan kepada saya agar lebih rajin dan khusyuk beribadah. Karena ketika mati semua urusan di dunia terputus kecuali sedekah jariyah, doa anak soleh dan ilmu yang bermanfaat. Berbuat amal sebanyak-banyaknya selama Allah masih memberikan kesempatan hidup.
  • Kemuliaan seseorang bukan ditentukan dari harta, pangkat atau pun jabatan. Kemuliaan seseorang didapatkan dari kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, amanah yang selalu dijaga dan kesungguhan dalam menjalankan semua kewajiban. (Baca : Pak Djun)

Selamat jalan Om R…Allahummagfirlahu warhamhu wa’fu anhu

Posted in Kesehatan

Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Mengganti Sabun Antibakteri Yang Ada Di Rumah Dengan Sabun Biasa

Gunakan sabun biasa untuk mencuci tangan
Gunakan sabun biasa dan air mengalir untuk mencuci tangan

Kesehatan adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita. Karena ketika badan dalam kondisi sehat kita bisa melakukan berbagai aktivitas yang kita inginkan. Berbagai cara Ā dilakukan agar terhindar dari penyakit. Salah satunya adalah dengan selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun diri sendiri. Misalnya mandi sehari 3 x, mencuci tangan menggunakan sabun, mencuci aneka sayuran dan ikan sebelum dimasak, mengepel lantai dan lain-lain. Karena di tempat-tempat yang kotor bisa menjadi tempat penyebaran kuman yang menyebabkan kita menjadi sakit.

Berbagai produk kebersihan muncul dan telah menjadi partner kita selama bertahun-tahun dalam menjaga kesehatan keluarga. Ketakutan terhadap kuman penyakit yang mengancam kesehatan anggota keluarga membuat produsen sabun menciptakan berbagai produk antibakteri untuk digunakan di rumah tangga. Mulai dari sabun untuk mandi, cuci tangan, cuci baju, cuci perabotan, cairan pel dan hampir semua produk untuk rumah tangga diberi label ‘antibakteri’. Rasanya jika tidak ada label ‘antibakteri’ produk sabun tersebut kurang laku di pasaran. Di lain pihak, sebagai konsumen sama saja, merasa belum bersih dari kuman jika menggunakan sabun biasa.

Sebetulnya apa sih pengertian kuman yang kita takuti selama ini? Bakteri? Atau virus? Dan seberapa besarnya kah mereka dapat mengancam kesehatan kita? Mari kita bahas sedikit beberapa hal yang berkaitan dengan kuman, bakteri dan virus.

1. Pengertian kuman

Dalam kehidupan sehari-hari kata-kata kuman sangat akrab di telinga kita. Apa sebetulnya pengertian kuman? Kuman adalah makhluk yang sangat kecil yang hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop ia disebut dengan mikroba. Ada dua macam kuman yang sangat terkenal yaitu virus dan bakteri. Virus berukuran sangat kecil dan lebih kecil dari bakteri. Virus sebenarnya bukan makhluk hidup, mereka menumpang hidup pada makhluk hidup supaya bisa memperbanyak diri. Sel yang telah diserang oleh virus akan mati, sedangkan sel hidup dalam tubuh kita akan membentengi diri sehingga tidak dapat diserang virus. Jika virus tidak dapat menyerang sel hidup maka ia tidak bisa memperbanyak diri. Penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain sebagian besar demam, batuk, pilek, diare tanpa darah, cacar air dan lain-lain. Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak ada obatnya, karena bersifat self limiting deseas alias bisa sembuh sendiri dengan beristirahat, asupan gizi yang baik, dan menjaga kebersihan. Sedangkan bakteri adalah makhluk hidup yang sangat kecil dan dapat hidup di mana-mana, termasuk di dalam tubuh kita. Bakteri dibagi menjadi dua, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat.

2. Bakteri Baik Vs Bakteri Jahat

Faktanya manusia itu sebetulnya bersahabat dengan bakteri. Dalam tubuh manusia banyak terdapat bakteri. Contohnya bakteri yang hidup di usus besar, bakteri ini tugasnya membusukkan sisa makanan menjadi tinja. Ada juga bakteri yang bertugas membentuk vitamin K yang dibutuhkan darah untuk proses pembekuan dan menghentikan pendarahan ketika luka. Kemudian ada bakteri yang bertugas menjaga kesehatan pencernaan agar tidak diserang bakteri jahat. Tanpa bakteri kita tidak bisa membuat roti, tempe, kecap, yoghurt, keju dan lain-lain. Ā Dengan kata lain hidup kita sangat tergantung pada bakteri. Kita tidak bisa hidup tanpa bakteri. Lalu apakah bakteri jahat ? Bakteri jahat adalah bakteri yang jika masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan penyakit, seperti paru-paru, diare berdarah dan lain-lain. Bakteri jahat atau patogen yang ada di rumah tangga jumlahnya hanya sedikit dibandingkan dengan jumlah bakteri baik.

3. Bakteri yang ada di Rumah Sakit berbeda dengan yang ada di rumah tangga

Bakteri jahat dalam jumlah sedikit tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Tetapi ketika ia berkoloni dalam jumlah banyak maka akan menyebabkan seseorang menjadi sakit. Pernah mendengar bakteri nosokomial? Rumah sakit adalah sarangnya bakteri jahat yang bernama nosokomial. Bakteri ini sangat jahat dan rata-rata sudah kebal terhadap obat antibiotik. Oleh karena itu sebaiknya menghindari datang ke rumah sakit jika tidak ada keperluan (rumah sakit bukan hotel atau tempat jalan-jalan). Untuk menghindari penyebaran bakteri, di rumah sakit selalu disediakan handrub yang bisa digunakan siapa saja. Di rumah sakit harusĀ menggunakan cairan antibakteri untuk membersihkan lantai dan sebagainya serta ada proses sterilisasi pada alat-alat kesehatan. Bagaimana dengan di rumah tangga? Jelas kondisinya berbeda dengan rumah sakit dan tempat-tempat yang sangat kotor seperti tempat pembuangan sampah dan yang lainnya. Bakteri jahat yang ada di rumah tangga jumlahnya sedikit tidak sebanyak dan sejahat yang ada di rumah sakit dan tempat-tempat yang sangat kotor.

Selama bertahun-tahun para peneliti mengadakan penelitian mengenai efektivitas penggunaan sabun antibakteri di rumah tangga. Dan pada bulan September 2016 badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) dengan tegas mengeluarkan aturan melarang penjualan sabun cuci rumah tangga yang mengandung antibakteri.

Langkah ini dilakukan karena ternyata sabun antibakteri yang digunakan di rumah tangga menimbulkan lebih banyak dampak negatif. “Tidak ada bukti ilmiah bahwa sabun antibakteri lebih baik dibandingkan dengan sabun biasa dan air,” demikian menurut Dr Janet Woodcock, direktur pusat penelitian dan evaluasi obat di FDA. Oleh karena itu sabun yang mengandung satu atau lebih dari 19 bahan kimia tertentu harus ditarik dari peredaran. Diantara bahan kimia tersebut adalah triclosan dan triclocarban.

Berikut beberapa alasan penggunaan sabun antibakteri Ā tidak efektif di rumah tangga :

1. Menyebabkan bakteri baik mati

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa tidak semua bakteri itu jahat. Justru ada banyak bakteri baik yang sangat berguna bagi kehidupan. Sabun antibakteri akan membunuh semua bakteri termasuk bakteri baik.

2. Bakteri jahat menjadi kebal

Bisa jadi karena seringnya penggunaan sabun antibakteri menyebabkan munculnya bakteri jahat yang semakin kebal, karena bakteri baik yang melindungi tubuh kita turut mati dibasmi oleh sabun antibakteri sehingga tubuh tidak lagi memiliki pertahanan untuk melawan penyakit. Dan bakteri jahat bermutasi menjadi kebal atau resisten.

3. Sabun antibakteri terbukti tidak lebih efektif dari pada sabun biasa

Hal ini berdasarkan dari penelitian yang dilakukan oleh FDA, bahwa zat triclosan tidak memberikan manfaat kesehatan dibandingkan dengan sabun biasa.

4. Mengganggu hormon

Sejumlah penelitian menemukan bahwa triclosan dapat mengganggu keseimbangan hormon yang akan menimbulkan gangguan infertilitas, obesitas dan kanker.

5. Meningkatkan alergi

Selama ini orang tua ingin melindungi anaknya dari penyakit dengan menggunakan sabun antibakteri. Padahal sabun ini akan membunuh juga bakteri baik. Dengan berkurangnya bakteri baik, maka kekebalan tubuh anak akan semakin berkurang, sehingga mereka lebih rentan terhadap alergi.

Demikia penjelasanĀ singkatĀ mengenai alasan anda harus mengganti sabun antibakteri di rumah dengan sabun biasa. Semoga bermanfaat.

Sumber bacaan :

http://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/ucm517478.htm

http://www.watoxics.org/healthy-living/healthy-homes-gardens-1/factsheets

http://Arifianto.blogspot.co.id

http://www.milissehat.web.id

http://purnamawati.wordpress.com

 


 

Posted in Buku

[Buku] Yuk Ibadah di Dumay, Kiat Jitu Menjadi Remaja Gaul dan Unggul

Judul       : “Yuk Ibadah di Dumay, Kiat Jitu Menjadi Remaja Gaul dan Unggul” 

Penulis   : Abdul Cholik

Penerbit : PT. Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia

Halaman : 142 halaman

Remaja dan dumay ( dunia maya ) adalah dua hal yang memiliki hubungan erat, karena kehidupan remaja di dunia nyata jaman sekarang tidak bisa dipisahkan dari dunia maya. Coba saja perhatikan anak-anak remaja jaman sekarang yang rata-rata sudah memiliki gadget. Kegiatan belajar mengajar di sekolah juga sebagian besar saat ini menggunakan internet. Dan hampir semua aspek kehidupan kita selalu berhubungan dengan dunia maya.

Dunia maya di satu sisi bisa memberi dampak positif bagian kehidupan, di sisi lain kalau tidak bijak menggunakannya bisa menghancurkan kehidupan seseorang. Dalam dunia maya semuanya bisa viral dalam hitungan detik, jika salah langkah maka seluruh dunia akan tahu aib kita.

Sebagai orang tua menurut saya tidak bisa menutup mata dengan perkembangan jaman sekarang ini. Kita juga tidak bisa mensterilkan anak remaja kita dari dunia maya.  Kasihan jika anak kita disebut anak kuper dan dijauhkan atau malah dibully oleh teman-temannya hanya gara-gara kita larang berhubungan dengan dunia maya.

Tugas orang tua adalah mengawasi dan membimbing anak agar tidak tersesat di dunia maya. Caranya dengan menanamkan akidah yang kuat kepada anak, sehingga anak bisa mengenal dan bergaul di dunia maya sesuai dengan aturan agama dan norma yang berlaku di masyarakat.

Tidak ada yang salah dengan sebutan “remaja gaul” , karena remaja memang harus bergaul dan memiliki banyak teman. Tapi bergaul yang seperti apa? Tentu saja bergaul yang positif, yang bisa membawa kehidupan remaja ke arah yang baik. Agar bisa bergaul secara positif tapi tetap asyik Abdul Cholik atau Pakde Cholik dalam buku ini menjelaskan satu-persatu sifat-sifat yang harus dimiliki oleh remaja. 

Usia remaja adalah usia transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masa-masa dimana seseorang akan berhadapan dengan berbagai masalah kehidupan yang sering kali tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Masa serba salah, canggung dan akhirnya muncul istilah ‘galau’ yang akrab dalam kehidupan remaja. Padahal harusnya dunia remaja itu penuh gairah dan optimis dalam arti positif. Pakde Cholik memberikan kiat-kiat agar remaja tidak mudah galau. Salah satunya adalah bagaimana cara menyikapi kegagalan. 

Pakde Cholik mengingatkan agar remaja berhati-hati dan tahu godaan apa saja yang bisa menjerumuskan kehidupan nya. Karena setan itu menggunakan segala cara untuk memperdaya manusia. Kadang-kadang bujuk rayu  setan ini tidak disadari tahu-tahu remaja sudah terjerumus dalam tawuran, narkoba, minuman keras, pornografi, mencontek, judi dan pemalakan.

“Remaja yang baik dan asyik bukan hanya berpredikat gaul, terapi harus berlabel unggul.” Demikian salah satu kalimat yang terdapat dalam buku ini. Supaya unggul remaja harus punya nilai tambah, yaitu dekat dengan Tuhan, berbakti kepada orang tua, jujur, disiplin, berilmu pengetahuan, berakhlak baik, bersifat sosial dan berperikemanusiaan. 

Pada bab-bab awal Pakde Cholik menjelaskan panjang lebar tentang cara menjadi remaja gaul dan unggul sebagai modal utama dalam bergaul di dunia maya. Maka pada bab berikutnya Pakde Cholik mengupas tentang pergaulan dunia maya.

Jujur, inilah bab yang saya tunggu-tunggu. Saya paham kenapa bab ini disimpan di bagian tengah, bukan di depan. Karena dunia maya adalah dunia tanpa batas, justru kita sebagai pengguna dunia maya yang harus bisa membatasi diri. Sebelum mengenal dunia maya, remaja harus dibekali dengan pesan moral yang baik dan fondasi akidah yang kuat supaya tidak terjerumus pada hal-hal buruk yang merugikan kehidupannya kelak. 

Pakde Cholik membahas satu persatu media sosial yang saat ini populer di dunia remaja mulai dari Facebook, Twitter, YouTube dan Blog. Pakde Cholik mengajak agar remaja bisa memanfaatkan media sosial ini untuk hal-hal yang positif, yang bisa menambah ketaatan kita kepada Tuhan, memperkaya ilmu pengetahuan, dan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan.

Pada bab terakhir buku ini Pakde Cholik menuliskan ‘do & don’t’ dalam bergaul di dunia maya. Khususnya untuk remaja Muslim Pakde Cholik mengingatkan dimana pun dan apa pun yang kita kerjakan pasti dilihat dan diketahui oleh Allah SWT.

Buku setebal 142 halaman ini ditulis oleh Pakde Cholik dengan bahasa ringan dan kekinian ala remaja. Mudah sekali dipahami. Bahasanya tidak menggurui, padahal kita tahu Pakde Cholik ini sudah tidak remaja, tapi dilihat dari tulisannya berjiwa muda sekali. Isi buku ini hadir mewakili isi hati dan pikiran saya sebagai orang tua yang punya anak usia remaja. Yang ingin memberi pesan kepada mereka agar bisa bergaul asyik di dunia maya, memanfaatkan sebesar-besarnya dunia maya untuk kebaikan hidup di dunia nyata dan tentu saja terhindar dari pengaruh buruk yang bisa menjerumuskan kita.

Matur nuwun Pakde Cholik, jazakumullah khayran.

Posted in Balikpapan, kuliner

[Kuliner] Ikan Bakar Belakang Kantor Pos Klandasan BalikpapanĀ 

Ketika berada di suatu daerah yang jauh dari kampung halaman, biasanya kita akan bertemu dengan hal baru. Sesuatu yang berbeda dengan yang pernah kita lihat dan rasakan sebelumnya. Salah satunya adalah makanan khas daerah. Meskipun lidah sudah terbiasa mengecap makanan asli kampung halaman bahkan kadang merasa susah untuk mengenal rasa yang baru. Namun tak ada salahnya belajar mengenal rasa baru dari masakan khas daerah setempat.

Kurang lebih inilah yang saya alami ketika pindah ke Balikpapan. Lidah saya merasa aneh ketika pertama kali mencicipi makanan khas Balikpapan yang cenderung asin dan kurang sayuran. Balikpapan adalah sebuah kota kecil yang berkembang sangat pesat di Provinsi Kalimantan Timur . Penduduknya heterogen berasal dari bermacam-macam suku. Suku yang mendominasi di Balikpapan berasal dari Makassar, Banjar dan Jawa Timur. Terlihat dari makanan khas yang ada di Balikpapan  didominasi oleh ketiga daerah tersebut. 

Kali ini saya akan menulis salah satu kuliner yang menjadi favorit saya dan keluarga, yaitu Ikan Bakar Belakang Kantor Pos. Namanya panjang sekali ya? Saya tidak tahu persis apa nama warung makan yang menyajikan ikan bakar sebagai menu utamanya ini. Karena warung ini tidak punya plang nama. Jadi kami menyebutnya Ikan Bakar Belakang Kantor Pos saja biar mudah diingat. Lokasinya memang di belakang Kantor Pos Klandasan, tepatnya di Jl. Tanjungpura. Di belakang Kantor Pos Klandasan ada banyak warung-warung makan, karena jalan ini memang menjadi salah satu kawasan kuliner Balikpapan. Diantara warung-warung yang ada, ada satu warung yang selalu ramai dipenuhi oleh pengunjung terutama saat jam makan siang, yaitu warung Ikan Bakar Belakang Kantor Pos.

Yang bertanda biru adalah lokasi warung Ikan bakar belakang Kantor Pos

Warung yang bentuknya sederhana ini berada di pinggir jalan pas di belokan. Ada meja-meja dan bangku panjang tempat pengunjung duduk dan makan. Di ujungnya ada tempat membakar ikan, tak jauh dari situ sebuah meja besar dengan etalase kaca di atasnya, etalase kaca ini untuk menyimpan ikan yang sudah matang, selain itu di meja ini juga dipakai untuk tempat menyimpan termos nasi berukuran besar dan baskom berisi sambel dan lalap mentah. 

Ikan dan ayam mentah sebelum dibakar direndam dulu dalam bumbu berwarna kuning katanya khas Banjarmasin. Ikan yang tersedia ada ikan kakap dan trakulu (kalau di Jakarta sebutannya ikan cue/kue) semua berukuran besar dan dipotong-potong terlebih dahulu.

Warung ini buka mulai pukul 8 pagi sampai ashar biasanya sudah habis.  Sebaiknya datanglah sebelum jam makan siang atau setelah makan siang di atas pukul 13 tapi jangan terlalu sore kalau tidak mau kehabisan. Karena setiap jam makan siang warung ini selalu penuh. 

Kalau datang ke warung ini, sebutkan ke pelayannya pesan ikan apa (trakulu, kakap atau ayam) dan bagian apa (kepala, tengah atau buntut kalau ayam bagian dada atau paha saja). Sebutkan juga mau minum apa (ada es teh manis, es jeruk, teh manis hangat, jeruk hangat atau air mineral cup). Setelah pesan lalu carilah tempat duduk. Tidak lama kemudian akan datang pesanan ke meja kita. Sepiring nasi putih panas, ikan bakar, sambel tomat mentah dengan potongan jeruk, satu kotak  lalapan mentah (timun,  selada air, kemangi, kol) dan semangkok sayur bening serta minuman. Iya, ikan bakarnya disajikan dalam satu paket seperti yang saya sebutkan. Harganya satu paket antara Rp 28.000 – Rp 30.000,-.

Favorit saya dan keluarga adalah ikan kakap bagian tengah. Karena ikan kakap ini dagingnya lembut dan bagian tengah adalah bagian yang paling banyak daging. Sayur beningnya agak aneh rasanya. Isinya kacang panjang, kol dan bayam, kuahnya diberi kunyit. Aneh banget ! Kalau sambel tomat mentahnya enak sekali, rasanya segar dan pedas apalagi setelah dikucuri potongan jeruk, menambah rasa segar….sluuurrp mantep banget!!! 👍👍👍👍👍. Sambelnya ini rasanya pas banget menemani ikan bakar. Bagaimana dengan ikan bakarnya? Ikannya juga ikan segar, rasa dagingnya manis (tidak amis) dan bumbunya terasa sekali meresap sempurna. Meskipun dibakar tapi tidak kering. 

Beberapa kali makan di warung ini, satu hal yang masih mengganjal di lidah, ini loh sayur beningnya aneh banget! Tapi kok disajikan satu paket ya? Biasanya sayur beningnya tidak saya makan. Lama-lama karena penasaran akhirnya ketika berkunjung ke sana saya memperhatikan cara pengunjung lain terutama yang menggunakan bahasa daerah Banjar makan paket ikan bakar ini. Ternyata cara mereka makan begini : ambil daging ikan, colek ke sambel, makan dengan nasi putih lalu secara bersamaan makan sayur beningnya. Sayur beningnya tidak boleh dimakan setelah ikan dan nasi habis, tapi dimakan berbarengan. Saya coba, ternyata enak dan cocok!!! Sejak saat itu sayur bening selalu saya habiskan.

Kali ini saya tidak hanya belajar merasakan masakan dari daerah lain, tapi juga belajar memahami keberagaman adat dan kebiasaan suku lain. Akhirnya saya bisa menikmati dan menjadikan masakan yang ada di warung ini menjadi salah satu kuliner favorit keluarga.

 “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Posted in giveaway

Dear Suami Ku

Assalamualaikum Pa…

Jangan kaget ya kalau ibu nulis surat cinta buat Papa. Karena sejarahnya hubungan kita mah nggak ada kirim-kiriman surat cinta, hehe. 

Jadi Ibu nulis surat cinta yang pertama kali Ibu bikin untuk Papa ini dalam rangka ikut Giveaway-nya salah satu sahabat blogger dalam rangka merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-12 tahun. Ini nulisnya juga mepet banget sama deadline, soalnya asli dari kemarin Ibu nggak punya ide mau nulis apa buat Papa. Lha wong tiap hari kita kan ketemu, ngobrol,dst ngapain harus bikin surat ya? Ah, dasar kita mah memang bukan pasangan yang romantis, tapi kita sangat realistis #eaa . Apalagi sehari tadi kita sempat sebel-sebelan gara-gara masalah sepele, Ibu ditinggalin Papa beli bensin…wkwkwk, jadi tambah nge-blank lah otak Ibu nggak tahu mau nulis apa, masa nulis curhat Ibu yang lagi kesel, loh…kan tema-nya tentang cinta, nggak nyambung donk!

Umur pernikahan kita setahun lebih tua dibandingkan dengan sahabat Ibu ini. Tepatnya 13 tahun. Alhamdulillah ya Pa kita bisa bersama-sama mengarungi samudra kehidupan ini selama 13 tahun. 

Sebelum menikah kita pacaran cukup singkat. Semua bermula dari Papa yang diam-diam menyukai Ibu tapi Ibu tidak suka pada Papa (eeeeh…iya bener dulunya Ibu belum suka sama Papa, bukan sok kece ada yang naksir loh,beneran ini mah suwerāœŒ! ). Sampai akhirnya Papa memberanikan diri datang menghadap ke orang tua Ibu . Di situ Ibu baru sukaaaaa sekali sama Papa #ihiww😍😍😍. Kenapa suka? Soalnya Papa berani menyatakan niat baik Papa pada Bapak, meskipun saat itu status pekerjaan Papa masih belum pasti. Tapi memang sudah digariskan oleh Allah Papa adalah jodoh Ibu, alhamdulillah semua usaha menuju pelaminan dilancarkan oleh Allah.

Dan kita memulai hidup berumah tangga dari NOL. Papa baru aja diangkat menjadi pegawai Negeri sipil, belum punya apa-apa dan kita masih kos di rumah Bibi di Jakarta. Proses penyesuaian diantara kita juga tidak berjalan mulus. Ibarat jalan berbatu-batu dan berkelok-kelok. Padahal kita berdua masih ada hubungan kekerabatan. Tapi nggak ngaruh ya, apa mungkin karena proses pacaran kita terlalu cepat? Ah, lama-lama pacaran kan malah banyak mudharatnya. Mendingan nikah sekalian katanya kan ibadah dan banyak berkahnya.

Ternyata menjalankan ibadah dan ingin meraup berkah itu butuh perjuangan. Mengenal sosok lain yang baru masuk dalam kehidupan kita butuh pengorbanan. Apalagi harus mengorbankan ego masing-masing, luar biasa lah rasanya. 

Cinta…hey kemana si cinta? Rasa cinta ada tuh lagi bersembunyi di dalam  hati kita masing-masing karena saat itu lebih banyak kalah sama rasa egois. Tapi kita berdua punya keinginan sama, ingin sama-sama berjuang mempertahankan rasa cinta kita, iya kan Pa?

Ujian demi ujian dalam pernikahan kita hadapi bersama. Sampai  berada di sini di usia 13 tahun kebersamaan kita. Alhamdulillah.

Kalau ditanya soal rasa cinta…ya pasti lah cinta, masa hidup bareng selama 13 tahun nggak cinta sih sama Papa. Hayooo Papa cinta nggak sama Ibu?!.. hihihi 😁😁

Pada kesempatan ini Ibu ingin mengucapkan terima kasih kepada Papa karena sudah menjadi sahabat terbaik yang pernah Ibu miliki. Teman curhat Ibu yang paling setia. Papa juga telah mewujudkan impian-impian Ibu salah satunya impian Ibu memiliki kasur yang nyamanšŸ˜‰;) (baca : Serial Si Kasur Butut). Papa juga menjadi penguat hati kala Ibu sedang galau. Pokoknya Ibu bersyukur punya Papa sebagai pendamping hidup Ibu.

Ibu minta maaf ya Pa suka bikin Papa kesel. 

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Keluarga kita sakinah, mawaddah dan warohmah…langgeng sampai kakek nenek, dan bisa kembali berkumpul di surga-Nya….aamiin.

I love U 

GiveAway 12th Wedding Anniversary : Letter to My Husband/Wife, My Future Husband/Wife

Posted in Sekolah

Kapan Sebaiknya Memindahkan Sekolah Untuk Anak Kelas 6, 9 dan 12 ?

Di blog wordpress saya terdahuhu (NooRFamiLy) saya pernah menulis tentang cara pindah sekolah dan banyak pertanyaan yang masuk berkaitan dengan hal ini. Beberapa mingu yang lalu salah satu pembaca ada yang melayangkan pertanyaan kepada saya bagaimana kalau anaknya di posisi kelas 6 harus pindah sekolah ke lain daerah. Sedangkan mereka harus mengikuti Ujian Nasional (istilah ujian nasional ini berganti-ganti, pokoknya tahun di mana mereka akan mengikuti ujian kelulusan). Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mau sharing pengalaman pindah sekolah anak sulung saya yang tahun lalu naik ke kelas 6 SD.

Ketika sulung saya naik ke kelas 5 SD, saya dan papanya sudah mulai mencari informasi mengenai pindah sekolah khususnya untuk persiapan ujian di kelas 6. Maklum saja karena kondisi kami memang harus pindah-pindah mengikuti tugas kepala keluarga. Kenapa kami mulai mencari informasi sejak sulung kelas 5 SD? Karena kami akan membuat beberapa alternatif pilihan. Pilihan pertama memindahkan sulung di kelas 5 semester 2 . Alternatif kedua memindahkan sulung kenaikan kelas 6. Dan alternatif ketiga menunggu kelulusan kelas 6 baru pindah. Saat itu Surat Keputusan mutasi suami belum keluar dan sepertinya belum ada tanda-tanda, masih gelap lah. Tapi saat itu sulung sudah menginjak kelas 5. Karena belum ada kepastian kami akan pindah kemana kami memutuskan kota Bandung dan Jakarta sebagai alternatif pilihan sekolah karena di Bandung ada orang tua kami berdua, jadi kalau Papanya ternyata pindah ke kota mana….anak-anak terutama sulung bisa sekolah di sana pengawasan dibantu oleh kakek dan nenek. Memilih Jakarta juga menjadi pertimbangan kami, karena home base kami di Jakarta.

Langkah selanjutnya kami mendatangi calon sekolah yang sudah kami incar (dengan membawa foto copy rapot anak mulai dari kelas 1 sampai yang terakhir), yaitu sekolah yang letaknya dekat dengan rumah kedua orang tua kami di Bandung. Dan di Jakarta, sekolah yang dekat dengan rumah kami di sana.  Kami datang ke sana bertemu dengan ibu guru bagian mutasi anak sekolah serta kepala Tata Usaha. Kami menggali banyak informasi dari ibu guru tersebut, terutama informasi mengenai prosedur pindah sekolah untuk anak yang siap-siap akan menghadapi ujian kelas 6. Informasi yang kami dapatkan sebagai berikut :

  1. Setiap anak WAJIB memiliki NISN (nomor induk sekolah nasional), ini adalah syarat agar anak kita bisa ikut Ujian Nasional/Sekolah. Kalau belum punya NISN, segera urus ke dinas pendidikan setempat.
  2. Pendaftaran peserta ujian kelas 6 biasanya dilakukan oleh sekolah sekitar bulan November (sekolah akan mendaftarkan murid kelas 6 secara kolektif ke dinas pendidikan setempat)
  3. Oleh karena itu anak kelas 6 yang akan pindah sekolah sebaiknya pindah sebelum bulan November. Kalau tidak bisa (pindahnya lewat dari bulan November), maka anak tersebut harus mengurus daftar ujian  ke dinas pendidikan (tidak kolektif daftarnya). Daftar sendiri ini bisa saja dilakukan, tapi ortu harus memastikan berkas anak tidak terselip di dinas, karena yang mendaftar ada dari banyak sekolah.
  4. Selain tenggat waktu mendaftar ujian di bulan November, ternyata kita harus memikirkan juga tentang proses seleksi penerimaan di SMP/SMA Negeri (kalau anaknya mau masuk SMPN seperti anak saya). Karena setiap daerah memiliki kebijakan dan menerapkan aturan yang berbeda-beda pada saat melakukan proses seleksi pendaftaran SMP/SMA Negeri. Jadi, orang tua harus menggali informasi mengenai hal ini.
  5. Saya berikan contoh PPDB DKI Jakarta : pemegang Kartu Keluarga DKI Jakarta dan yang sekolahnya berasal dari DKI Jakarta  berhak mendaftarkan anaknya ikut seleksi jalur umum domisili DKI (tahap I) dan jalur lokal (tahap II). Tersedia jumlah kuota sebanyak 35% untuk jalur umum domisili DKI Jakarta dan 55% jalur lokal (jalur lokal ini maksudnya yang punya KK satu Kecamatan dengan sekolah, misalnya KK saya adalah Kecamatan Gandaria, maka anak saya bisa ikut jalur lokal di semua sekolah dalam wilayah Kecamatan Gandaria). Sedangkan untuk pemegang KK & sekolahnya berasal dari luar DKI Jakarta hanya ada kuotanya sebesar 10%. Jadi, kalau anaknya mau sekolah di Negeri supaya dapat kuotanya lebih besar, sebaiknya pindah sebelum kenaikan kelas 6 (dengan syarat harus punya KK DKI Jakarta). Informasi lebih lanjut bisa dilihat di sini.

Waktu itu anak saya sudah dites di sekolah Negeri di Bandung dan berdasarkan hasil tesnya anak saya diterima di sekolah tersebut. Rencananya awal kelas 5 semester 2 anak-anak akan kami pindahkan duluan ke Bandung. Tapi urung kami lakukan karena suami masih ingin menunggu sampai kenaikan kelas. Detik-Detik menjelang pembagian rapot kenaikan kelas, keluarlah pengumuman mutasi suami. Ternyata suami pindah ke Jakarta. Segera setelah menerima kabar ini kami follow up sekolah yang pernah kami survey di Jakarta. Selain menyiapkan dokumen pindah sekolah, anak-anak harus mengikuti tes terlebih dahulu. Alhamdulillah hasil tes anak-anak bagus dan dinyatakan diterima di salah satu SDN favorit di Jakarta. Sekarang tinggal melengkapi dokumen nya saja. 

Karena pindah dari sekolah swasta ke sekolah Negeri, maka dokumen berikut ini yang diminta oleh SDN di Jakarta :

  1. Buku Rapot asli dan foto copy 
  2. Akte kelahiran
  3. Surat permohonan pindah dari orang tua murid kepada sekolah asal bermaterai Rp 6009,-
  4. Foto copy SK mutasi orang tua
  5. Daftar nama peserta didik kolektif (form 8355) dari sekolah asal
  6. Surat keterangan pindah dari sekolah asal
  7. Surat keterangan pindah sekolah dari Suku Dinas Pendidikan Kota
  8. Surat keterangan berkelakuan baik dari sekolah asal
  9. Foto copy Surat Keterangan (SK Yayasan) dari Kementrian Hukum dan Perundang-undangan sekolah asal
  10. Foto copy Surat Keterangan (SK) Terdaftar dari Suku Dinas Kota atas nama sekolah asal
  11. Foto copy Piagam Akreditasi sekolah asal
  12. Validasi NISN

Dokumen yang harus kami siapkan lumayan banyak dan agak ribet ngurusnya terutama pada saat mencari dokumen SK Yayasan, Piagam Akreditasi dan SK Terdaftar dari sekolah asal. Tapi alhamdulillah saat itu bagian TU, Bpk Kepsek dan wakilnya sangat baik dan mereka membantu pengurusan dokumen sampai semua lengkap. Terima kasih Pak Suriyadi, Pak Warso dan Mas Deni, jazakumullah khayran. 

Belajar dari pengalaman mengurus persyaratan ini, sejak awal memasukkan anak sekolah orang tua harus betul-betul mempertimbangkan Akreditasi yang dimiliki oleh sekolah dan jika bersekolah di sekolah swasta sebaiknya ortu wajib mengetahui Sekolah tersebut didirikan oleh Yayasan apa bagaimana dokumen SKnya, bagaimana hubungannya dengan dinas Pendidikan setempat dan apakah sekolah mengurus validasi NISN ke dinas Pendidikan kota (ini khusus untuk ortu yang kondisinya pindah-pindah seperti kami). 

Kadang-kadang ada sekolah swasta baru yang surat-surat legalisasinya belum jelas, atau dia belum mengurus validasi NISN murid-muridnya. Menurut saya hal ini akan merepotkan ortu ketika harus memindahkan sekolah anaknya.

Singkat cerita, anak saya sudah diterima di SDN di DKI Jakarta. Setelah urusan sekolah anak beres, saya segera mengurus pindah Kartu Keluarga dari Bandung  ke Jakarta. Cara memindahkan Kartu Keluarga ini nanti ya kapan-kapan saya ceritakan. Kenapa saya cepat-cepat mengurus KK? Supaya anak saya nanti bisa ikut seleksi penerimaan SMPN jalur umum dan lokal domisili DKI Jakarta. Alhamdulillah Desember 2016 saya resmi jadi warga Jakarta (KK Jakarta). 

Alhamdulillah (lagi) sulung dengan mudah mendapatkan SMPN yang ia cita-citakan. 

Kesimpulannya : 

  1. Kapan harus memindahkan sekolah anak? Silahkan lihat situasi dan kondisi masing-masing. Jika memungkinkan cara yang kami ambil ini menurut kami memudahkan anak untuk mengikuti ujian nasional dan proses seleksi ke jenjang sekolah berikutnya. 
  2. Cari informasi sebanyak mungkin baik dengan cara langsung datang ke kepala sekolah asal maupun yang akan dituju dan juga bertanya kepada teman yang memiliki pengalaman harus pindah-pindah. 
  3. Harus selalu update informasi, karena setiap tahun biasanya peraturan berubah. Yang saya tulis ini semua berdasarkan pengalaman saya pada tahun 2015, bisa jadi tahun berikutnya peraturan berubah.
  4. Demi turut serta memberantas korupsi, tolong jangan takut untuk menolak apabila ada oknum pegawai Negeri sipil (aparatur negara) yang meminta uang sogokan. Insyaallah dinas Pendidikan di DKI Jakarta tidak meminta pungutan uang dari orang tua murid, karena hal ini adalah aturan yang tidak boleh dilanggar oleh semua pihak. Jangan dulu mikir tentang sogok menyogok lah. Pegawai Negeri sipil/aparatur negara sudah digaji oleh negara dari uang hasil pajak yang ditarik dari masyarakat. Sudah menjadi kewajiban mereka untuk melayani masyarakat.
  5. Jangan lupa berdoa, agar Tuhan Yang Mahal Esa memberikan kemudahan dan kelancaran pada saat memindahkan sekolah anak.

Semoga tulisan ini bermanfaat, kalau ada yang salah saya mohon maaf, kalau ada yang kurang lengkap silahkan tulis di kolom komentar.