[Kuliner] Ikan Bakar Belakang Kantor Pos Klandasan Balikpapan 

Ketika berada di suatu daerah yang jauh dari kampung halaman, biasanya kita akan bertemu dengan hal baru. Sesuatu yang berbeda dengan yang pernah kita lihat dan rasakan sebelumnya. Salah satunya adalah makanan khas daerah. Meskipun lidah sudah terbiasa mengecap makanan asli kampung halaman bahkan kadang merasa susah untuk mengenal rasa yang baru. Namun tak ada salahnya belajar mengenal rasa baru dari masakan khas daerah setempat.

Kurang lebih inilah yang saya alami ketika pindah ke Balikpapan. Lidah saya merasa aneh ketika pertama kali mencicipi makanan khas Balikpapan yang cenderung asin dan kurang sayuran. Balikpapan adalah sebuah kota kecil yang berkembang sangat pesat di Provinsi Kalimantan Timur . Penduduknya heterogen berasal dari bermacam-macam suku. Suku yang mendominasi di Balikpapan berasal dari Makassar, Banjar dan Jawa Timur. Terlihat dari makanan khas yang ada di Balikpapan  didominasi oleh ketiga daerah tersebut. 

Kali ini saya akan menulis salah satu kuliner yang menjadi favorit saya dan keluarga, yaitu Ikan Bakar Belakang Kantor Pos. Namanya panjang sekali ya? Saya tidak tahu persis apa nama warung makan yang menyajikan ikan bakar sebagai menu utamanya ini. Karena warung ini tidak punya plang nama. Jadi kami menyebutnya Ikan Bakar Belakang Kantor Pos saja biar mudah diingat. Lokasinya memang di belakang Kantor Pos Klandasan, tepatnya di Jl. Tanjungpura. Di belakang Kantor Pos Klandasan ada banyak warung-warung makan, karena jalan ini memang menjadi salah satu kawasan kuliner Balikpapan. Diantara warung-warung yang ada, ada satu warung yang selalu ramai dipenuhi oleh pengunjung terutama saat jam makan siang, yaitu warung Ikan Bakar Belakang Kantor Pos.

Yang bertanda biru adalah lokasi warung Ikan bakar belakang Kantor Pos

Warung yang bentuknya sederhana ini berada di pinggir jalan pas di belokan. Ada meja-meja dan bangku panjang tempat pengunjung duduk dan makan. Di ujungnya ada tempat membakar ikan, tak jauh dari situ sebuah meja besar dengan etalase kaca di atasnya, etalase kaca ini untuk menyimpan ikan yang sudah matang, selain itu di meja ini juga dipakai untuk tempat menyimpan termos nasi berukuran besar dan baskom berisi sambel dan lalap mentah. 

Ikan dan ayam mentah sebelum dibakar direndam dulu dalam bumbu berwarna kuning katanya khas Banjarmasin. Ikan yang tersedia ada ikan kakap dan trakulu (kalau di Jakarta sebutannya ikan cue/kue) semua berukuran besar dan dipotong-potong terlebih dahulu.

Warung ini buka mulai pukul 8 pagi sampai ashar biasanya sudah habis.  Sebaiknya datanglah sebelum jam makan siang atau setelah makan siang di atas pukul 13 tapi jangan terlalu sore kalau tidak mau kehabisan. Karena setiap jam makan siang warung ini selalu penuh. 

Kalau datang ke warung ini, sebutkan ke pelayannya pesan ikan apa (trakulu, kakap atau ayam) dan bagian apa (kepala, tengah atau buntut kalau ayam bagian dada atau paha saja). Sebutkan juga mau minum apa (ada es teh manis, es jeruk, teh manis hangat, jeruk hangat atau air mineral cup). Setelah pesan lalu carilah tempat duduk. Tidak lama kemudian akan datang pesanan ke meja kita. Sepiring nasi putih panas, ikan bakar, sambel tomat mentah dengan potongan jeruk, satu kotak  lalapan mentah (timun,  selada air, kemangi, kol) dan semangkok sayur bening serta minuman. Iya, ikan bakarnya disajikan dalam satu paket seperti yang saya sebutkan. Harganya satu paket antara Rp 28.000 – Rp 30.000,-.

Favorit saya dan keluarga adalah ikan kakap bagian tengah. Karena ikan kakap ini dagingnya lembut dan bagian tengah adalah bagian yang paling banyak daging. Sayur beningnya agak aneh rasanya. Isinya kacang panjang, kol dan bayam, kuahnya diberi kunyit. Aneh banget ! Kalau sambel tomat mentahnya enak sekali, rasanya segar dan pedas apalagi setelah dikucuri potongan jeruk, menambah rasa segar….sluuurrp mantep banget!!! 👍👍👍👍👍. Sambelnya ini rasanya pas banget menemani ikan bakar. Bagaimana dengan ikan bakarnya? Ikannya juga ikan segar, rasa dagingnya manis (tidak amis) dan bumbunya terasa sekali meresap sempurna. Meskipun dibakar tapi tidak kering. 

Beberapa kali makan di warung ini, satu hal yang masih mengganjal di lidah, ini loh sayur beningnya aneh banget! Tapi kok disajikan satu paket ya? Biasanya sayur beningnya tidak saya makan. Lama-lama karena penasaran akhirnya ketika berkunjung ke sana saya memperhatikan cara pengunjung lain terutama yang menggunakan bahasa daerah Banjar makan paket ikan bakar ini. Ternyata cara mereka makan begini : ambil daging ikan, colek ke sambel, makan dengan nasi putih lalu secara bersamaan makan sayur beningnya. Sayur beningnya tidak boleh dimakan setelah ikan dan nasi habis, tapi dimakan berbarengan. Saya coba, ternyata enak dan cocok!!! Sejak saat itu sayur bening selalu saya habiskan.

Kali ini saya tidak hanya belajar merasakan masakan dari daerah lain, tapi juga belajar memahami keberagaman adat dan kebiasaan suku lain. Akhirnya saya bisa menikmati dan menjadikan masakan yang ada di warung ini menjadi salah satu kuliner favorit keluarga.

 “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Dear Suami Ku

Assalamualaikum Pa…

Jangan kaget ya kalau ibu nulis surat cinta buat Papa. Karena sejarahnya hubungan kita mah nggak ada kirim-kiriman surat cinta, hehe. 

Jadi Ibu nulis surat cinta yang pertama kali Ibu bikin untuk Papa ini dalam rangka ikut Giveaway-nya salah satu sahabat blogger dalam rangka merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-12 tahun. Ini nulisnya juga mepet banget sama deadline, soalnya asli dari kemarin Ibu nggak punya ide mau nulis apa buat Papa. Lha wong tiap hari kita kan ketemu, ngobrol,dst ngapain harus bikin surat ya? Ah, dasar kita mah memang bukan pasangan yang romantis, tapi kita sangat realistis #eaa . Apalagi sehari tadi kita sempat sebel-sebelan gara-gara masalah sepele, Ibu ditinggalin Papa beli bensin…wkwkwk, jadi tambah nge-blank lah otak Ibu nggak tahu mau nulis apa, masa nulis curhat Ibu yang lagi kesel, loh…kan tema-nya tentang cinta, nggak nyambung donk!

Umur pernikahan kita setahun lebih tua dibandingkan dengan sahabat Ibu ini. Tepatnya 13 tahun. Alhamdulillah ya Pa kita bisa bersama-sama mengarungi samudra kehidupan ini selama 13 tahun. 

Sebelum menikah kita pacaran cukup singkat. Semua bermula dari Papa yang diam-diam menyukai Ibu tapi Ibu tidak suka pada Papa (eeeeh…iya bener dulunya Ibu belum suka sama Papa, bukan sok kece ada yang naksir loh,beneran ini mah suwer✌! ). Sampai akhirnya Papa memberanikan diri datang menghadap ke orang tua Ibu . Di situ Ibu baru sukaaaaa sekali sama Papa #ihiww😍😍😍. Kenapa suka? Soalnya Papa berani menyatakan niat baik Papa pada Bapak, meskipun saat itu status pekerjaan Papa masih belum pasti. Tapi memang sudah digariskan oleh Allah Papa adalah jodoh Ibu, alhamdulillah semua usaha menuju pelaminan dilancarkan oleh Allah.

Dan kita memulai hidup berumah tangga dari NOL. Papa baru aja diangkat menjadi pegawai Negeri sipil, belum punya apa-apa dan kita masih kos di rumah Bibi di Jakarta. Proses penyesuaian diantara kita juga tidak berjalan mulus. Ibarat jalan berbatu-batu dan berkelok-kelok. Padahal kita berdua masih ada hubungan kekerabatan. Tapi nggak ngaruh ya, apa mungkin karena proses pacaran kita terlalu cepat? Ah, lama-lama pacaran kan malah banyak mudharatnya. Mendingan nikah sekalian katanya kan ibadah dan banyak berkahnya.

Ternyata menjalankan ibadah dan ingin meraup berkah itu butuh perjuangan. Mengenal sosok lain yang baru masuk dalam kehidupan kita butuh pengorbanan. Apalagi harus mengorbankan ego masing-masing, luar biasa lah rasanya. 

Cinta…hey kemana si cinta? Rasa cinta ada tuh lagi bersembunyi di dalam  hati kita masing-masing karena saat itu lebih banyak kalah sama rasa egois. Tapi kita berdua punya keinginan sama, ingin sama-sama berjuang mempertahankan rasa cinta kita, iya kan Pa?

Ujian demi ujian dalam pernikahan kita hadapi bersama. Sampai  berada di sini di usia 13 tahun kebersamaan kita. Alhamdulillah.

Kalau ditanya soal rasa cinta…ya pasti lah cinta, masa hidup bareng selama 13 tahun nggak cinta sih sama Papa. Hayooo Papa cinta nggak sama Ibu?!.. hihihi 😁😁

Pada kesempatan ini Ibu ingin mengucapkan terima kasih kepada Papa karena sudah menjadi sahabat terbaik yang pernah Ibu miliki. Teman curhat Ibu yang paling setia. Papa juga telah mewujudkan impian-impian Ibu salah satunya impian Ibu memiliki kasur yang nyaman😉;) (baca : Serial Si Kasur Butut). Papa juga menjadi penguat hati kala Ibu sedang galau. Pokoknya Ibu bersyukur punya Papa sebagai pendamping hidup Ibu.

Ibu minta maaf ya Pa suka bikin Papa kesel. 

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Keluarga kita sakinah, mawaddah dan warohmah…langgeng sampai kakek nenek, dan bisa kembali berkumpul di surga-Nya….aamiin.

I love U 

GiveAway 12th Wedding Anniversary : Letter to My Husband/Wife, My Future Husband/Wife

Kapan Sebaiknya Memindahkan Sekolah Untuk Anak Kelas 6, 9 dan 12 ?

Di blog wordpress saya terdahuhu (NooRFamiLy) saya pernah menulis tentang cara pindah sekolah dan banyak pertanyaan yang masuk berkaitan dengan hal ini. Beberapa mingu yang lalu salah satu pembaca ada yang melayangkan pertanyaan kepada saya bagaimana kalau anaknya di posisi kelas 6 harus pindah sekolah ke lain daerah. Sedangkan mereka harus mengikuti Ujian Nasional (istilah ujian nasional ini berganti-ganti, pokoknya tahun di mana mereka akan mengikuti ujian kelulusan). Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mau sharing pengalaman pindah sekolah anak sulung saya yang tahun lalu naik ke kelas 6 SD.

Ketika sulung saya naik ke kelas 5 SD, saya dan papanya sudah mulai mencari informasi mengenai pindah sekolah khususnya untuk persiapan ujian di kelas 6. Maklum saja karena kondisi kami memang harus pindah-pindah mengikuti tugas kepala keluarga. Kenapa kami mulai mencari informasi sejak sulung kelas 5 SD? Karena kami akan membuat beberapa alternatif pilihan. Pilihan pertama memindahkan sulung di kelas 5 semester 2 . Alternatif kedua memindahkan sulung kenaikan kelas 6. Dan alternatif ketiga menunggu kelulusan kelas 6 baru pindah. Saat itu Surat Keputusan mutasi suami belum keluar dan sepertinya belum ada tanda-tanda, masih gelap lah. Tapi saat itu sulung sudah menginjak kelas 5. Karena belum ada kepastian kami akan pindah kemana kami memutuskan kota Bandung dan Jakarta sebagai alternatif pilihan sekolah karena di Bandung ada orang tua kami berdua, jadi kalau Papanya ternyata pindah ke kota mana….anak-anak terutama sulung bisa sekolah di sana pengawasan dibantu oleh kakek dan nenek. Memilih Jakarta juga menjadi pertimbangan kami, karena home base kami di Jakarta.

Langkah selanjutnya kami mendatangi calon sekolah yang sudah kami incar (dengan membawa foto copy rapot anak mulai dari kelas 1 sampai yang terakhir), yaitu sekolah yang letaknya dekat dengan rumah kedua orang tua kami di Bandung. Dan di Jakarta, sekolah yang dekat dengan rumah kami di sana.  Kami datang ke sana bertemu dengan ibu guru bagian mutasi anak sekolah serta kepala Tata Usaha. Kami menggali banyak informasi dari ibu guru tersebut, terutama informasi mengenai prosedur pindah sekolah untuk anak yang siap-siap akan menghadapi ujian kelas 6. Informasi yang kami dapatkan sebagai berikut :

  1. Setiap anak WAJIB memiliki NISN (nomor induk sekolah nasional), ini adalah syarat agar anak kita bisa ikut Ujian Nasional/Sekolah. Kalau belum punya NISN, segera urus ke dinas pendidikan setempat.
  2. Pendaftaran peserta ujian kelas 6 biasanya dilakukan oleh sekolah sekitar bulan November (sekolah akan mendaftarkan murid kelas 6 secara kolektif ke dinas pendidikan setempat)
  3. Oleh karena itu anak kelas 6 yang akan pindah sekolah sebaiknya pindah sebelum bulan November. Kalau tidak bisa (pindahnya lewat dari bulan November), maka anak tersebut harus mengurus daftar ujian  ke dinas pendidikan (tidak kolektif daftarnya). Daftar sendiri ini bisa saja dilakukan, tapi ortu harus memastikan berkas anak tidak terselip di dinas, karena yang mendaftar ada dari banyak sekolah.
  4. Selain tenggat waktu mendaftar ujian di bulan November, ternyata kita harus memikirkan juga tentang proses seleksi penerimaan di SMP/SMA Negeri (kalau anaknya mau masuk SMPN seperti anak saya). Karena setiap daerah memiliki kebijakan dan menerapkan aturan yang berbeda-beda pada saat melakukan proses seleksi pendaftaran SMP/SMA Negeri. Jadi, orang tua harus menggali informasi mengenai hal ini.
  5. Saya berikan contoh PPDB DKI Jakarta : pemegang Kartu Keluarga DKI Jakarta dan yang sekolahnya berasal dari DKI Jakarta  berhak mendaftarkan anaknya ikut seleksi jalur umum domisili DKI (tahap I) dan jalur lokal (tahap II). Tersedia jumlah kuota sebanyak 35% untuk jalur umum domisili DKI Jakarta dan 55% jalur lokal (jalur lokal ini maksudnya yang punya KK satu Kecamatan dengan sekolah, misalnya KK saya adalah Kecamatan Gandaria, maka anak saya bisa ikut jalur lokal di semua sekolah dalam wilayah Kecamatan Gandaria). Sedangkan untuk pemegang KK & sekolahnya berasal dari luar DKI Jakarta hanya ada kuotanya sebesar 10%. Jadi, kalau anaknya mau sekolah di Negeri supaya dapat kuotanya lebih besar, sebaiknya pindah sebelum kenaikan kelas 6 (dengan syarat harus punya KK DKI Jakarta). Informasi lebih lanjut bisa dilihat di sini.

Waktu itu anak saya sudah dites di sekolah Negeri di Bandung dan berdasarkan hasil tesnya anak saya diterima di sekolah tersebut. Rencananya awal kelas 5 semester 2 anak-anak akan kami pindahkan duluan ke Bandung. Tapi urung kami lakukan karena suami masih ingin menunggu sampai kenaikan kelas. Detik-Detik menjelang pembagian rapot kenaikan kelas, keluarlah pengumuman mutasi suami. Ternyata suami pindah ke Jakarta. Segera setelah menerima kabar ini kami follow up sekolah yang pernah kami survey di Jakarta. Selain menyiapkan dokumen pindah sekolah, anak-anak harus mengikuti tes terlebih dahulu. Alhamdulillah hasil tes anak-anak bagus dan dinyatakan diterima di salah satu SDN favorit di Jakarta. Sekarang tinggal melengkapi dokumen nya saja. 

Karena pindah dari sekolah swasta ke sekolah Negeri, maka dokumen berikut ini yang diminta oleh SDN di Jakarta :

  1. Buku Rapot asli dan foto copy 
  2. Akte kelahiran
  3. Surat permohonan pindah dari orang tua murid kepada sekolah asal bermaterai Rp 6009,-
  4. Foto copy SK mutasi orang tua
  5. Daftar nama peserta didik kolektif (form 8355) dari sekolah asal
  6. Surat keterangan pindah dari sekolah asal
  7. Surat keterangan pindah sekolah dari Suku Dinas Pendidikan Kota
  8. Surat keterangan berkelakuan baik dari sekolah asal
  9. Foto copy Surat Keterangan (SK Yayasan) dari Kementrian Hukum dan Perundang-undangan sekolah asal
  10. Foto copy Surat Keterangan (SK) Terdaftar dari Suku Dinas Kota atas nama sekolah asal
  11. Foto copy Piagam Akreditasi sekolah asal
  12. Validasi NISN

Dokumen yang harus kami siapkan lumayan banyak dan agak ribet ngurusnya terutama pada saat mencari dokumen SK Yayasan, Piagam Akreditasi dan SK Terdaftar dari sekolah asal. Tapi alhamdulillah saat itu bagian TU, Bpk Kepsek dan wakilnya sangat baik dan mereka membantu pengurusan dokumen sampai semua lengkap. Terima kasih Pak Suriyadi, Pak Warso dan Mas Deni, jazakumullah khayran. 

Belajar dari pengalaman mengurus persyaratan ini, sejak awal memasukkan anak sekolah orang tua harus betul-betul mempertimbangkan Akreditasi yang dimiliki oleh sekolah dan jika bersekolah di sekolah swasta sebaiknya ortu wajib mengetahui Sekolah tersebut didirikan oleh Yayasan apa bagaimana dokumen SKnya, bagaimana hubungannya dengan dinas Pendidikan setempat dan apakah sekolah mengurus validasi NISN ke dinas Pendidikan kota (ini khusus untuk ortu yang kondisinya pindah-pindah seperti kami). 

Kadang-kadang ada sekolah swasta baru yang surat-surat legalisasinya belum jelas, atau dia belum mengurus validasi NISN murid-muridnya. Menurut saya hal ini akan merepotkan ortu ketika harus memindahkan sekolah anaknya.

Singkat cerita, anak saya sudah diterima di SDN di DKI Jakarta. Setelah urusan sekolah anak beres, saya segera mengurus pindah Kartu Keluarga dari Bandung  ke Jakarta. Cara memindahkan Kartu Keluarga ini nanti ya kapan-kapan saya ceritakan. Kenapa saya cepat-cepat mengurus KK? Supaya anak saya nanti bisa ikut seleksi penerimaan SMPN jalur umum dan lokal domisili DKI Jakarta. Alhamdulillah Desember 2016 saya resmi jadi warga Jakarta (KK Jakarta). 

Alhamdulillah (lagi) sulung dengan mudah mendapatkan SMPN yang ia cita-citakan. 

Kesimpulannya : 

  1. Kapan harus memindahkan sekolah anak? Silahkan lihat situasi dan kondisi masing-masing. Jika memungkinkan cara yang kami ambil ini menurut kami memudahkan anak untuk mengikuti ujian nasional dan proses seleksi ke jenjang sekolah berikutnya. 
  2. Cari informasi sebanyak mungkin baik dengan cara langsung datang ke kepala sekolah asal maupun yang akan dituju dan juga bertanya kepada teman yang memiliki pengalaman harus pindah-pindah. 
  3. Harus selalu update informasi, karena setiap tahun biasanya peraturan berubah. Yang saya tulis ini semua berdasarkan pengalaman saya pada tahun 2015, bisa jadi tahun berikutnya peraturan berubah.
  4. Demi turut serta memberantas korupsi, tolong jangan takut untuk menolak apabila ada oknum pegawai Negeri sipil (aparatur negara) yang meminta uang sogokan. Insyaallah dinas Pendidikan di DKI Jakarta tidak meminta pungutan uang dari orang tua murid, karena hal ini adalah aturan yang tidak boleh dilanggar oleh semua pihak. Jangan dulu mikir tentang sogok menyogok lah. Pegawai Negeri sipil/aparatur negara sudah digaji oleh negara dari uang hasil pajak yang ditarik dari masyarakat. Sudah menjadi kewajiban mereka untuk melayani masyarakat.
  5. Jangan lupa berdoa, agar Tuhan Yang Mahal Esa memberikan kemudahan dan kelancaran pada saat memindahkan sekolah anak.

Semoga tulisan ini bermanfaat, kalau ada yang salah saya mohon maaf, kalau ada yang kurang lengkap silahkan tulis di kolom komentar.


    Catatan Ramadan 1437 H

    Sebelum sibuk, pagi ini saya sengaja menyempatkan diri untuk menulis catatan Ramadan 1437 H. Catatan ini sengaja selalu  ditulis agar saya bisa memperbaiki diri dan melakukan hal-hal yang lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.

    Tahun ini saya menjalankan Ramadan dengan kondisi badan yang tidak fit. Mungkin karena sebelum masuk bulan Ramadan kesibukan saya luar biasa (si sulung UN, rencana pindah rumah, jadi panitia wisuda, anak-anak pada sakit, dll). Si sulung sejak selesai UN sakit demam-batuk-pilek agak parah nggak sembuh-sembuh selama hampir sebulan. Saya harus bolak-balik ke rumah baru untuk bersih-bersih dan mencat. Sementara si bungsu mulai UAS.

    Ramadan minggu pertama saya masih sehat. Si sulung juga sudah sembuh, tapi adiknya ketularan. Giliran adik yang sakit, suami ketularan juga sampai saya juga ketularan tapi belum terlalu parah. Ramadan minggu ke-2 semua sudah sembuh termasuk saya. Tapi mungkin karena saya terlalu capek, saya sakit lagi. 

    Badan saya demam setiap pagi dan siang. Batuk-batuk saya agak parah. Apalagi saat itu sedang puasa. Dua hari saya terpaksa batal puasa karena badan saya sudah tidak kuat. 

    Meskipun sedang sakit, life must go on. Saya berusaha sekuat tenaga untuk tetap beraktivitas, belanja, masak dll mengerjakan semua tugas saya sebelum libur lebaran tiba. Beruntung anak-anak sangat pengertian, mereka selalu membantu saya. 

    Dalam keadaan kurang sehat, saya hanya fokus pada ibadah dan tugas utama saya. Saya pikir mumpung masih kuat apa yang bisa ya harus saya kerjakan. Karena sebentar lagi semua libur dan mudik ke kampung halaman. 

    Selebihnya saya berbaring di kasur ditemani demam dan batuk-batuk yang kadang membuat saya sampai muntah-muntah. Anak-anak yang menemani saya merasa kasihan melihat kondisi saya yang seperti itu. Saya bilang pada mereka agar mereka mendoakan saya supaya lekas sehat. Sakit ini insyaallah saya ikhlas menerimanya. Mudah-mudahan bisa menggugurkan dosa-dosa saya. 

    Gara-gara sakit, saya jadi lebih khusyuk beribadah. Setiap kali sedang menggigil saya berdzikir sebanyak-banyaknya. Waktunya adzan saya segera mengambil wudhu dan shalat. Ketika sedang istirahat di kamar Al-Qur’an selalu saya baca. Entahlah, saat itu saya tidak ingin apa-apa selain mendekatkan diri pada Allah.

    Mungkin saya tampak riya menuliskan hal di atas, tapi sebetulnya saya tulis niatnya bukan untuk riya kok. Untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwa SEHAT itu sangat berharga. Karena ketika badan dan pikiran kita sehat, kita bisa enak dan lancar melakukan semua aktivitas.

    Tapi, ketika saya diberi sakit saya tidak mau mengeluh pada Allah. Saya tetap bersyukur, mungkin dengan cara ini Allah mengingatkan saya untuk memberikan haknya tubuh saya yaitu beristirahat. Mungkin dengan cara ini saya lebih fokus beribadah dan mengingat Allah setiap detiknya. 

    Menjelang lebaran, sementara kebanyakan orang  sibuk menyiapkan kue, hidangan, baju dll. Saya saat itu sedang bergumul dengan rasa sakit. Berusaha menyelesaikan tugas-tugas sebelum mudik ke Bandung. Dan selebihnya saya berusaha ibadah sebanyak mungkin. Memanfaatkan waktu dan kesempatan yang masih Allah berikan kepada saya.

    H-3 sebelum lebaran kami mudik ke Bandung. Di Bandung saya banyak istirahat di rumah saja. Alhamdulillah orang tua dan mertua saya dalam keadaan sehat wal afiat, demikian juga dengan saudara-saudara kami. Lebaran adalah momen dimana kami bisa berkumpul dengan keluarga besar, baik dari keluarga saya maupun suami. Kalau tidak lebaran, belum tentu kami bisa berkumpul seperti ini karena masing-masing punya kesibukan dan tempat tinggal yang berjauhan.

    Di tengah-tengah kebahagiaan berkumpul bersama di hari lebaran, terselip kabar duka. Neneknya suami (kami menyebutnya dengan panggilan Emak) yang tinggal di Sumedang telah meninggal dunia di hari pertama Ramadan ini 😭😭😭😭. Emak menjadi korban meninggal karena musibah kebakaran di rumahnya. Innalillahi wa innailaihi roji’un. Selain itu salah satu orang terdekat keluarga saya yang sudah kami anggap sebagai saudara, sedang sakit  berat. Saat ini beliau sedang menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto. Semoga lekas sehat kembali Om Rohmat.

    H-1 sebelum kembali ke Jakarta, di rumah orang tua saya dilaksanakan acara halal bihalal keluarga besar dari almarhum Nenek. Selain acara silahturahim, pada kesempatan ini kerabat yang hadir mendengarkan siraman rohani dari  Ustad Nur Muttaqin. Isinya tentang 11 hal yang bisa dilakukan setelah Ramadan, yaitu :

    1. Menjaga sholat (wajib & sunah)

    2. Puasa sunah (syawal, senin-kamis, dll)

    3. Sodaqoh

    4. Silahturahim 

    5. Membaca Al-Qur’an 

    6. Memaafkan

    7. Tolabul Ilmi (mendatangi majelis maklum untuk mendapatkan ilmu agama)

    8. Senantiasa beristigfar

    9. Menjaga emosi / sabar

    10. Membiasakan berdzikir

    11. Tidak membicarakan kejelekan orang lain.

    Sebelah poin tersebut adalah amalan yang biasanya kita lakukan di bulan Ramadan, maka setelah Ramadan berakhir kita harus melanjutkan mengerjakan amalan tersebut sampai tiba pada Ramadan berikutnya.

    Seminggu mudik di Bandung, akhirnya tiba saatnya kami kembali ke Jakarta. Di Jakarta kami bersilaturahim dengan tetangga. Kebetulan tetangga saya kebanyakan sudah sepuh. Setiap berkunjung ke rumah mereka, kami selalu dioleh-olehi berbagai nasehat. Nasehat yang kami dapatkan kali ini adalah tentang pentingnya mendoakan anak dan kenapa kita harus mengingat mati. 

    Para Eyang ini tidak segan-segan mengeluarkan semua rahasia kesuksesan hidupnya serta cara mendidik anak sampai menjadi berhasil. Ada satu eyang yang sampai membawa Al-Qur’an dan menunjukkan kepada kami ayat-ayat tentang keutamaan mendoakan serta mendidik anak. Beliau menuturkan bahwa anak adalah investasi dunia dan akherat. Sebagai orang tua memiliki kewajiban untuk merawat dan mendidik anak agar menjadi anak yang soleh dan solehah serta menjadi orang yang berhasil di kemudian hari. 

    Sedangkan Eyang yang lain lagi bercerita tentang pengalamannya sebagai koordinator fardhu kifayah di komplek kami. Beliau salah satu orang yang bertugas memandikan jenazah laki-laki. Dari pengalamannya ini beliau menasehati kami agar menjalankan hidup dengan sebaik-baiknya dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Karena ketika Allah mencabut nyawa kita, hanya 3 hal yang akan dibawa mati, yaitu amal baik, doa anak-anak soleh dan ilmu yang bermanfaat. 

    Biasanya berkunjung ke satu rumah memakan waktu berjam-jam lamanya. Para Eyang tetangga tampaknya senang menerima kedatangan kami. Kami pun senang karena mendapatkan sesuatu yang berharga dari mereka. Terima kasih Eyang, sehat-sehat selalu ya.

    Seminggu setelah kembali ke Jakarta, saya sudah sehat dan kami sekeluarga mulai sibuk lagi persiapan pindah rumah. Rumah baru, lingkungan baru dengan harapan baru yang lebih baik lagi.

    Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran 2016/2017

    Selamat siang!
    Bagaimana pengalaman mengantarkan hari pertama anak ke sekolah ? Heboh? Seru? Atau malah terharu biru? Mudah-mudahan  semuanya berjalan lancar dan sesuai rencana ya.

    Kalau cerita saya sendiri tahun ini si sulung masuk SMP dan bungsu kelas 4 SD. Tidak terasa, rasanya baru kemarin saya dan suami mengantar si sulung di hari pertamanya sekolah di sekolah swasta Islam di daerah tempat kami tinggal. Dan rasanya baru kemarin si bungsu masuk kelas 1 SD di Balikpapan.

    Alhamdulillah si sulung mendapatkan nilai USMBD yang bagus, dengan nilai rata-rata di atas 9. Sehingga memudahkan ia lulus seleksi PPDB SMP Negeri jalur umum di salah satu sekolah unggulan di daerah tempat kami tinggal. Sebelum libur hari raya urusan mencari sekolah SMPN sudah beres.

    Kebetulan sehari sebelum hari pertama masuk sekolah saya pindah rumah. Kalau dibilang repot, wah repot sekali. Seminggu sebelumnya suami dan anak-anak sudah saya minta menyiapkan baju seragam yang akan dipakai selama seminggu ke depan, baju seragam dan perlengkapan tersebut saya masukkan ke dalam satu koper khusus. Tujuannya agar tidak bingung mencari karena semua barang masih di dalam kardus dan bertumpukkan.
    Malam Senin dalam keadaan lelah, tetangga dan keluarga adik yang membantu kami sejak pagi sudah pulang. Tinggallah kami berempat di rumah baru yang barang-barangnya masih berantakan. 

    Kami mulai menyiapkan seragam untuk dipakai besok, hari pertama masuk sekolah. Malam itu sekitar pukul 23 semua sudah konfirmasi ke saya bahwa seragam untuk hari Senin sudah siap dipakai. Saya saat itu sudah capek sekali, tidak men-chek seragam mereka, saya langsung tidur.

    Esok harinya , sebelum subuh kami berempat sudah bangun. Saya langsung ke dapur masak sarapan dan bekal makan siang, suami dan anak-anak mandi dan siap-siap. Tiba-tiba suami keluar dari kamar memakai kemeja putih yang kekecilan, “Bu, ini kemejanya kok aneh ya?” Saya memperhatikan kemeja yang digunakan suami, “Loh Pa, ini kan seragam si sulung kok dipake sama Papa sih?” Saya baru-baru ke koper mencari kemeja putih milik suami. Alhamdulillah tidak lama kemudian saya berhasil menemukan kemeja putih milik suami, saya setrika dulu. Setelah disetrika, saya serahkan ke suami. Eh, suami saya protes lagi, “Bu, ini kan celana yang sobek..kok Papa disuruh pake celana yang ini sih?” Ya ampuuun…saya kembali ngubek-ubek koper mencari celana hitam dan menyetrikanya. 

    Anak-anak alhamdulillah seragamnya udah benar semua, mereka sarapan , setelah itu siap-siap memakai sepatu di teras. Tiba-tiba si bungsu lari ke gudang, ternyata sepatu yang ia siapkan kemarin salah (dia salah ambil, yang diambil sepatunya yang sudah rusak). Dia tidak berhasil menemukan sepatu sekolahnya. Saya ikut membantu si bungsu mencari sepatu di dalam kardus. Akhirnya ketemu, cepat-cepat ia pakai karena waktu sudah hampir setengah enam, waktunya berangkat. 

    Waktu itu saya masih di dapur, si sulung mendatangi saya, “Bu, itu di depan ada tetangga ingin ketemu sama Ibu.” Saya cepat-cepat keluar rumah, benar saja ada seorang Ibu usianya sudah paruh baya berdiri di depan gerbang rumah kami. Intinya Ibu itu protes karena saya membuang sampah di tempat dia. Dan Ibu itu minta saya segera mengambil dan memberikan semua sampah kardus milik saya itu. Aduh…nyebelin banget, subuh-subuh sudah diomelin orang, lagi pula saya tidak tahu yang membuang sampah kardus itu bukan saya tapi yang membantu kami kemarin pindahan. Tapi ya sudah lah, itu menang sampah milik saya, ya saya harus bertanggung jawab. 

    Suami sudah mengeluarkan motor, anak-anak bergantian salaman pamit pada saya, mereka bertiga berangkat ke sekolah dan tempat bekerja. Sedangkan saya cepat-cepat ke tempat sampah Ibu yang barusan protes itu, memunguti semua sampah milik saya dan memindahkannya ke depan rumah saya. Ah, untung hari masih gelap.

    Selesai dengan urusan sampah, saya buru-buru masuk ke rumah, saya harus beres-beres rumah. Hari ini ada rapat di sekolah si sulung pukul 7. Suami Menyuruh saya berangkat menggunakan gojek saja, tidak boleh bawa mobil katanya karena jalanan macet.

    Saya pesan gojek ketika sudah siap berangkat. Tiga menit kemudian gojek datang. “Mas, tolong antar saya ke SMPN * ya.” kata saya menjawab sapaan sopir gojek. “Bu, SMPN* itu di mana tempatnya?” kata sopir gojek. Saya bengong sebentar, berusaha mengingat alamat yang tertulis di surat undangan rapat. “Kalau nggak salah di jalan *** Mas, tahu kan?” Sopir gojek itu menjawab dengan polos, “Nggak tahu Bu.” “Ha??” Saya kaget mendengarnya, maklum karena saya belum hafal route sekolah baru anak saya ini. Rasanya lemas mendengar si Mas gojek juga tidak tahu. “Saya juga nggak tahu Mas…” jawab saya. Waduh ini gimana sih harusnya dia sebagai sopir ojek wajib tahu jalan donk kan dia juga pakai GPS. “Ya udah kita jalan aja sekarang, ini sudah hampir mulai rapatnya” , kata saya buru-buru pakai helm dan naik motor. 

    Lima belas menit kemudian kami tiba di sekolah. Sudah ramai sekali, parkiran mobil dan motor sudah penuh. Setelah membayar gojek saya bergegas menuju gedung pertemuan tempat diselenggarakannya rapat. Di sana sudah penuh dan saya tidak kebagian tempat duduk. Saya mengikuti rapat sambil berdiri.

    Eh…tunggu!!! Tulisan ini kan judulnya “Hari Pertama Sekolah”, kok isinya malah menceritakan saya sih?? 😂😂😂😂😂

    Intinya sih begini, hari pertama masuk sekolah anak-anak diantar oleh suami. Alhamdulillah lancar semuanya. Saya bersyukur sekali menjadi warga DKI Jakarta karena sekolah di sini sangat mudah. Proses seleksi PPDB DKI juga saya rasa adil dan anak saya alhamdulillah berhasil masuk SMPN unggulan. Perhatian pemerintah tentang pelarangan praktek perploncoan di sekolah juga saya sambut dengan gembira. Karena menurut saya perploncoan terhadap anak baru itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. Hal ini juga berulang Kali disampaikan oleh Ibu Kepala Sekolah dalam rapat kemarin. Bayangkan jika plonco masih berlaku bagi Siswa baru, nggak tahu bagaimana repotnya saya dan anak saya yang baru pindahan harus bikin ini itu, mencari ini itu untuk tugas MOS belum lagi berapa biaya yang harus dikeluarkan. Kami sebagai orang tua murid juga tidak dibebani  kewajiban membeli seragam olah raga, batik, dan baju Muslim dari sekolah. Ibu Kepsek menegaskan berkali-kali bahwa hal ini sudah menjadi peraturan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dan di sekolah tidak boleh ada pungutan. Ada satu kalimat yang disampaikan oleh Ibu Kepsek yang membuat saya kagum pada sekolah ini yaitu : ” Gaji guru serta tunjangan yang diberikan oleh pemerintah sudah sangat cukup, kami dibayar untuk melayani para murid anak didik kami, serta para orang tua. Saya siap 24 jam jika Ibu/Bapak ingin menghubungi saya tentang urusan anak-anak kita.”

    Bu Kepsek, semoga apa yang Ibu sampaikan betul-betul sesuai dengan pelaksanaannya di lapangan….aamiin. Saya istri pegawai Negeri sipil dan suami saya selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

    Sekian cerita hari pertama sekolah anak-anak saya. Hari berikutnya kami berempat masih sibuk dengan urusan beres-beres rumah 😂.

    Bagaimana dengan cerita mu?

    #150minutesworkoutbbi I Tantangan 4 Minggu Berolah Raga I Bagian #3 Tamat

    Pada tulisan saya sebelumnya, bagian #1 menjelaskan tentang latar belakang saya mengikuti tantangan BBI dan bagian #2 tentang dasar ilmu yang saya gunakan dalam mengikuti program ini. Sedangkan pada bagian #3 ini saya akan membagikan pengalaman saya berolah raga secara rutin setiap hari. Mungkin bagi orang yang menjadikan olah raga adalah bagian dari aktivitasnya sehari-hari pasti sudah tidak aneh lagi. Tetapi bagi saya yang baru mencoba, ada banyak tantangan yang harus saya hadapi agar saya bisa konsisten. Iya, kuncinya adalah konsisten dan pada prakteknya tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semudah ketika kita makan atau mandi misalnya, padahal yang namanya olah raga juga harus dperlakukan sama seperti aktivitas makan dan mandi.

    Pertama-tama saya mengukur BB, BMI dan LP saya

    Saya mengikuti program BBI sejak Oktober 2015 (yang ketinggalan ceritanya bisa baca di sini). Saat itu BB saya 67 kg dan LP 100 cm,  perut saya gendut sekali. Februari 2016 saya resmi bergabung dengan group BBI di facebook, di sana saya bertanya dan belajar lebih banyak tentang materi untuk menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dan aman bagi tubuh. Saya melanjutkan program yang sudah saya rintis sejak Oktober 2015 dengan cara yang lebih benar. Hasilnya, pada April 2016 BB 64 dan LP 83. Berat badan saya turun 3 kg dan lingkar pinggar saya menyusut 17 cm. Waah lama amat ya setahun hanya 3 kg turunnya. Eitss, tapi lihat donk berapa cm susutnya lingkar pinggang saya??

    Pada saat saya mengikuti tantangan #150minutesworkoutbbi BB saya ada di posisi 64 kg , BMI saya 25,63 dan LP saya 83 cm. Semua nilainya masih di atas normal. Artinya tugas saya masih banyak karena saya punya target BB < 60 kg, nilai BMI normal dan LP < 80 cm.

    Mengatur Pola Makan
    Seperti yang sudah saya tulis pada bagian #2 porsi makan menggunakan MY PLATE. Minum air putih yang cukup. Mengurangi konsumsi gula dan garam yangberlebihan juga konsumsi gorengan. Makan wajib 3x sehari ditambah 2x cemilan sayur atau buah. Sebetulnya secara bertahap saya harus mengganti karbo nasi putih dengan karbo komplek misalnya oats, ubi, roti gandum dll. Tapi saya itu susah kalau tidak ketemu nasi, jadi saya tetap makan nasi dengan porsi sedikit, yaitu dua sendok makan saja. Sesekali menggantinya dengan oats atau dua lembar roti gandum.

    Untuk urusan makan saya tidak terlalu ketat, saya masih jajan kalau weekend, masih makan nasi pada 3x makan besar, masih makan cake dan cemilan lainnya, masih makan bakso atau mie ayam. Tapi diatur sesekali saja dan porsinya sedikit saja. Senin-Jumat saya makan makanan rumah sesuai MY PLATE. Weekend kadang-kadang saya makan gorengan, cake atau mie ayam pilih salah satu saja. Selebihnya saya menyediakan banyak sayuran dan buah di rumah supaya kalau lapar makan sayur dan buah saja (di luar makan wajib).

    Bukan apa-apa, saya ini kalau sudah craving (ingin makan ini itu) repot sekali. Soalnya saya doyan makan, apa aja saya makan dan saya suka sekali. Untuk menyiasati craving, saya penuhi jadwal makan wajib dan cemilan. Setelah itu kalau perut sudah kenyang tapi mulut dan pikiran masih aja ingin mengunyah alias laper mata. Saya minum air putih atau makan buah/sayur, kecuali weekend saya boleh ngemil gorengan, cake, dll dengan porsi kecil, sebagai obat untuk menghilangkan rasa penasaran saja. Kalau lagi craving BB saya cepat naik lagi, makanya saya tidak terlalu ketat dalam soal makan. Bertahap aja disesuaikan dengan kondisi diri sendiri. Saya lebih memilih turun pelan-pelan dan bisa bertahan lama dari pada turun cepat tapi nanti naiknya juga cepat.

    Saya adalah penggemar kopi hitam pakai gula. Paling susah kalau sudah ketemu sama kopi, lihat gambarnya saja saya udah kebelet banget ingin  minum kopi. Nah, kalau di tangan saya sudah ada secangkir kopi hitam, artinya harus ada temannya yaitu gorengan. Parah ! Itulah kebiasaan saya dulu yang susah sekali dihilangkan. Sampai sekarang saya masih minum kopi kalau saya mau, tapi kalau tidak mau ya gak bakalan sengaja bikin kopi. Untuk mengalihkan supaya tidak setiap hari minum kopi plus makan gorengan, pagi-pagi sebelum kemana-mana saya pasti sarapan dulu di rumah (sarapan dan minum air putih yang cukup). Kemudian saya buru-buru beraktivitas, jangan sampai bengong, karena kalau bengong suka tiba-tiba ingin minum kopi….hehehe😀 .

    Mungkin karena saya memenuhi makan besar wajib 3x dan cemilan sayur/buah 2x lama kelamaan lidah, perut dan pikiran saya jadi terbiasa. Jadi sekarang saya kalau makan bisa memilih (kalau dulu kan semua disikat habis). Saya tetap makan karbo tapi sedikit saja malah kadang-kadang saya ganti dengan karbo komplek, makan protein, dan banyakin makan sayur/buah.

    Ada satu nasehat jitu dari suami saya kalau saya masih lapar mata padahal sudah banyak makan ini itu, yaitu “TIDUR”. Suami saya suka nyuruh saya tidur kalau saya ingin makan ini itu. Tapi benar juga sih, dengan tidur saya nggak jadi makan paling dalam mimpi aja…hehehe.

    Minggu #1 Melawan Rasa Malas Berolah Raga

    tantanganwobbi4
    Saya memulai tantangan #150minutesworkoutbbi pada tanggal 19 April 2016. Dengan tekad yang kuat dan bulat saya tidak mau mengulangi kesalahan pada tantangan sebelumnya. Pada saat mengikuti tantangan ini saya sudah berada di level  intermediate, yaitu berolah raga dengan durasi 225 menit/minggu atau 45 – 60 menit per hari, dengan jeda istirahat 2 hari dalam seminggu (saya memilih hari Senin dan Kamis sebagai hari istirahat).

    Untuk menghindari sakit dan cedera ketika menjalankan aktivitas ini, saya sangat berhati-hati dan benar-benar teliti membaca semua teori dan aturan mainnya. Olah raga yang saya pilih adalah briskwalking atau jalan cepat, karena pada saat itu kondisi kaki saya masih sakit. Saya tidak boleh memilih olah raga high impact dan tidak boleh lupa melakukan peregangan atau streching supaya kaki tidak bertambah parah sakitnya (karena saya juga tidak mau gugur pada tantangan kali ini).

    Hari ke-1 dan ke-2 semangat saya masih membara, saya memilih olah raga briskwalking di taman.

    Pada hari ke-3 saya istirahat sambil tetap melakukan streching. Lanjut di hari ke-4 saya yang tadinya mau mau briskwalking di taman seperti dua hari sebelumnya, ternyata kesiangan karena pagi-pagi harus mengantar anak-anak ke sekolah, pulangnya mampir dulu di pasar. Sampai di taman sinar matahari sudah mulai panas membuat saya kurang nyaman berolah raga di sana. Akhirnya saya memilih walk in home bersama Leslie Sansone menggunakan video dari youtube yang berjudul “3 Miles Walking” yang berdurasi 45 menit. Meskipun olah raga di dalam rumah saya tetap menggunakan sepatu (saya kan punya dua sepatu, unntuk indoor dan outdoor). Kenapa saya menggunakan sepatu? Karena kaki saya rawan cedera pada saat berolah raga.

    Hari ke-5 saya nyaris tidak berolah raga, karena sejak bangun tidur saya sibuk sekali dengan urusan domestik, urusan emak-emak….biasa lah. Nah, ini nih….penyakit menunda-nunda mulai datang. Hari itu tidak terasa sudah pukul 5 sore dan saya belum olah raga. Waktu itu kalau tidak salah saya ada acara keluar rumah dan pulang ke rumah sore hari. Karena tidak mau gugur dalam tantangan ini, sesampainya di rumah saya langsung ganti baju, pakai sepatu olah raga dan menyetel youtube video “5K 3 Miles Walking With A Twist” Leslie Sansone dari hp. Saya suka nih sama video Leslie Sansone yang ini . Dalam video ini didominasi oleh power walk dan ada selingan lari-lari kecilnya. Lumayan loh dalam 45 menit bisa membuat saya berkeringat. Waktu itu belum sempat masak makan malam, baru masak nasi aja di rice cooker. Olah raga hari ini ditutup sebelum adzan magrib berkumandang, suami saya membuatkan air panas untuk mandi, so sweet ya…hehehe. Sambil menunggu air panasnya matang, saya masak dulu untuk makan malam. Tetap lah tugas sebagai emak-emak wajib dilaksanakan, boleh saja punya kesibukan baru tapi tugas utama tidak boleh diabaikan.

    Hari ke-6, bertepatan dengan hari Minggu, jadwalnya anak-anak latihan taekwondo di GOR. Pagi-pagi saya mengantar mereka latihan, tempat latihannya dekat rumah jadi kami jalan kaki menuju ke sana. Biasanya saya menunggu anak-anak latihan sambil duduk-duduk di bangku, main hp dan ngemil jajanan (di depan GOR ada pasar kaget). Tapi kali ini beda, sambil nungguin anak-anak latihan saya briskwalking di lantai paling atas mengelilingi GOR. Alhamdulillah sampai anak-anak selesai latihan saya dapat 46 menit briskwalking….hore!!! Pulang dari GOR saya turun ke dapur masak makan siang, selesai masak saya menyikat kamar mandi dan membersihkan baknya. Pekerjaan emak-emak memang never ending, meskipun begitu olah raga harus tetap jadi rutinitas yang tidak boleh dilewatkan. Hari ke-8 istirahat.

    Sebetulnya rasa malas itu menghampiri saya setiap saat. Tapi saya teringat pada suami yang rajin olah raga di kantor. Bagaimana tidak, setiap hari dia harus berangkat pk 5.30 menggunakan motor selama 1,5 jam ke kantor, sampai di kantor ganti baju pakai sepatu lalu olah raga di atap gedung kantor selama 30 menit (briskwalking dan lari, kalau hujan ia olah raganya naik-turun tangga kantor/gedung kantornya ada 6 tingkat). Selesai olah raga ia ganti baju, cuci muka lalu sarapan. Nanti pukul 5 sore waktunya pulang, ia harus naik motor lagi 1,5 jam menuju rumah. Kebayang capeknya, belum kena macet di jalan, pakai motor kan pegel banget, bisa rontok itu badan. Tapi suami alhamdulillah istiqomah berolah raga. Setiap hari Senin ia membawa ransel yang isinya baju olah raga. Kalau dipikir-pikir sebetulnya yang punya waktu dan kesempatan lebih sempit itu kan suami. Tapi dia bisa ya meluangkan waktunya yang sempit itu untuk olah raga setiap hari. Lah saya gimana? Dibandingkan dengan suami, saya punya lebih banyak waktu luang untuk olah raga. Makanya kalau datang penyakit malas, saya langsung ingat suami…hehehe.

    Saya memilih waktu berolah raga di pagi hari. Karena semakin siang kegiatan saya semakin padat, ya adaa aja yang mesti saya urusin. Kalau ditunda-tunda, nggak bakalan terasa matahari sudah mau terbenam, hari mulai gelap dan saya belum olah raga. Untuk disiplin olah raga, saya analogikan seperti membiasakan shalat wajib tepat waktu, begitu adzan berkumandang langsung ambil wudhu dan sholat. Tidak ditunda-tunda. Kalau ternyata pagi hari saya tidak sempat berolah raga, maka saya mengambil waktu sore hari sebelum magrib, karena setelah magrib biasanya saya sudah ngantuk dan lelah.

    Minggu #2 Menambah Latihan Toning/Pembentukan

    tantanganwobbi3
    Dalam teori dijelaskan jika sudah memasuki intermediate, maka selain latihan cardio selama 45 – 60 menit sehari ditambah lagi dengan latihan pembentukan/toning . Saya tadinya tidak mengerti saya kira toning itu semacam cairan untuk vitamin rambut, eh taunya toning itu artinya pembentukan…hahaha😀😀😀 . Latihan pembentukan untuk perut, tubuh bagian bawah dan lengan.

    Saya tidak mau gegabah, karena gegabah bisa menyebabkan cedera. Saya melakukannya secara bertahap (walaupun sebetulnya kalau mau nurutin kata hati sih merasa sanggup). Alhamdulillah saya sudah melewati minggu pertama tantangan dengan sehat wal afiat. Kaki saya juga alhamdulillah baik-baik saja sampai masuk minggu kedua ini. Karena semua baik-baik saja, maka pada minggu kedua saya menambah latihan toning/ pembentukan di luar latihan cardio, pembentukan ini kurang lebih waktunya antara 10-15 menit .

    Hari ke-8 dan ke-9 saya mulai latihan cardio 45 menit + toning 10-15 menit. Hari ke-10 istirahat.

    Untuk latihan tangan saya menggunakan sepasang dumble yang beratnya masing-masing 0,5 kg. Suami dan anak-anak saya pernah tanya, “Kok ringan amat sih dumblenya?” Iya, 0,5 kg memang ringan sekali,kayak lagi pegang botol kemasan air mineral 650 ml. Saya memilih dumble yang ringan untuk mengurangi resiko cedera, itu saja sih. Mungkin nanti seiring berjalannya waktu akan saya naikkan bebannya secara bertahap. Oh iya,kalau belum punya dumble bisa menggunakan air mineral kemasan botol yang 650ml.
    Sedangkan untuk latihan perut dan tubuh bagian bawah saya paling sering menggunakan video 10 Minnutes ABS Workout Fitness Blender (ada di youtube). Latihannya hanya 10 menit, tapi efeknya cepat sekali terlihat pada perut saya. Menurut saya agak berat, awalnya ada beberapa gerakan yang tidak sanggup saya ikuti, tapi lama kelamaan akhirnya bisa.

    Pada hari ke-11 saya sedang haid, biasanya kalau sedang haid keluar banyak sekali dan otomatis tubuh saya terasa lemas. Mungkin karena saya sudah rutin berolah raga selama 11 hari, haid kali ini rasanya nggak terlalu berat buat saya. Saya tetap melakukan olah raga di rumah, latihan cardio dari videonya Denise Austin ditambah latihan pembentukan untuk lengan.

    Hari ke-13. Setiap hari saya merasakan tubuh saya semakin kuat untuk melakukan olah raga. Mungkin inilah efek dari melakukan olah raga secara rutin. Kaki saya tidak cedera, badan saya terasa sehat dan kemampuan saya untuk melakukan olah raga yang lebih berat semakin meningkat. Pada hari ke-13 ini saya mencoba untuk latihan cardio “Fat Burning Cardio Workout 37 Minutes Fitness Blender” . Menurut saya video ini meskipun durasinya hanya 37 menit tapi sangat berat. Berberapa bulan yang lalu saya pernah menggunakan video ini dan hasilnya setelah dua hari berturut-turut melakukannya pada hari ketiganya saya langsung sakit demam tinggi selama seminggu. Dahsyat efeknya, hal ini terjadi mungkin karena saya tidak mengikuti aturan olah raga yang benar.

    Kali ini karena saya merasa kondisi tubuh saya siap, maka saya tertantang untuk mencoba lagi video ini. Ada apa di dalam video ini? Ini dia isinya : diawali dengan warming up : jalan di tempat, lari di tempat (jug in place) , torso twist, row+lateral steps dan squats semua dilakukan masing-masing 30 detik. Dilanjutkan dengan cardio workout ada 8 group gerakan, setiap group 2 set AB AB 40 detik active dan diselingi 15 detik active rest. Latihan pertama slow burpees-jug in place-jumping jack-jug in place-slow burpees-jug in place-jumping jack. Latihan kedua Lateral step + reach dan ventral jack (polanya sama dengan yang pertama). Latihan ketiga high knee pause + fliying jack. Water Break. Latihan keempat bicycle crunch + Lunge Jack. Latihan kelima plank slaps + sutter jack. Latihan keenam high knee jack + lateral hops. Latihan ketujuh leg raise crunch + plank leg raise. Latihan kedelapan (terakhir)toe touch kick + jumping jack. Ditutup dengan cooling down. Dalam 37 menit bisa membakar 400 kalori, gak heran baju saya basah kuyup seperti habis dibanjur air setiap kali melakukan latihan ini.

    Pada hari ke-13 saya lakukan latihan cardio Fast Burning Fitness Blender 37 menit ditambah dengan latihan pembentukan lengan dari XHITDaily selama 11 menit. Dan tahu nggak?? Setelah latihan ini badan saya gempor plus pegel-pegel. Beruntung keesokan harinya yaitu hari ke-14 adalah hari istirahat.

    Minggu #3 Saya Belajar Lari

    tantanganwobbi1
    Hari ke-15 . Pada hari ini saya mulai lagi olah raga menggunakan video Fat Burning 37 Minutes Fitness Blender. Whohoo….nggak kapok apa? Enggak sih…hehehe. Alhamdulillah setelah istirahat kemarin badan saya sudah siap lagi latihan. Meskipun berat, saya suka sama video Fitness Blender ini apalagi ditambah latihan pembentukan ABS Workout, latihan ini bikin otot perut saya cepat terbentuk.

    Yang saya harapkan dari mengikuti tantangan #150minutesworkoutbbi ini adalah saya bisa rutin berolah raga dengan nyaman (selain ingin menurunkan berat badan tentunya). Nyaman maksudnya tidak ada sakit atau cedera selama melakukan olah raga.
    Memasuki minggu ke-3 ini saya mencoba olah raga yang lebih berat.

    Pada hari ke-16 saya kembali ke taman setelah beberapa hari sebelumnya saya latihan di dalam rumah saja. Di taman saya briskwalking 38 menit disambung dengan lari 9 menit dan di rumah dilanjutkan dengan latihan pembentukan abs workout 10 menit. Ya, saya lari selama 9 menit!!! Walah lari cuma 9 menit kok sombong sih? Hahaha…. iya soalnya sebelumnya saya nggak sanggup lari. Selain karena nafas saya nggak kuat, kaki saya juga nggak kuat menahan beban berat badan saya, jadi kaki saya kalau dibawa lari pasti cedera. Tapi hari ini saya berhasil lari 9 menit tanpa putus…yeayy!!! Saya bahagia banget hari ini. Rasanya hari ini cita-cita saya terkabulkan. Dimulai dengan tahapan yang paling mudah, yaitu jalan cepat alias briskwalking dan walk in home dari Leslie Sansone mengantarkan saya pada tahapan olah raga yang saya impikan, yaitu lari. Setelah lari alhamdulillah kaki saya nggak cedera….alhamdulillah🙂🙂 .

    Hari ke-17 saya istirahat kebetulan waktu itu jalan-jalan sama keluarga ke kota Bogor.

    Hari ke-18 saya olah raga lagi di taman ditemani oleh suami dan anak-anak. Saya briskwalking + running total selama 60 menit. Senang sih bisa bareng-bareng ke taman sama suami dan anak-anak, soalnya biasanya saya olah raga sendirian. Tapi walaupun olah raga bereng suami dan anak, tetap saja kami jalan sendiri-sendiri, nggak pakai ngobrol karena kami memang serius datang ke taman untuk berolah raga.

    Hari ke-19 entah kenapa rasa malas olah raga mulai mendera. Mungkin karena efek liburan. Saya baru olah raga sore hari, olah raga yang ringan saja walk in home Leslie Sansone 45 menit. Jujur deh hari ini saya olah raganya ogah-ogahan gitu, meskipun selesai juga sih 45 menit. Aduh susah juga ya kalau malas sudah mulai datang kayak gini. Padahal kemarin saya lagi semangat-semangatnya lari.

    Hari ke-20 saya mulai lagi memupuk semangat berolah raga, harus semangat donk supaya nggak diulang ke hari pertama (aturan mainnnya kalau putus sehari harus mengulang dari hari pertama). Hari ke-20 ini masih hari libur panjang suami dan anak-anak. Cukup berat tantangannya, karena anak-anak dan suami bermalas-malasan di rumah saya ikutan kebawa-bawa malas. Hari ini saya olah raga sore, menggunakan Fast Burning Cardio Fitness Blender 37 menit. Dan karena malas saya tidak latihan pembentukan.
    Hari ke-21 saya istirahat.

    Minggu #4 Minggu Terakhir Tantangan #150minutesworkoutbbi

    tantanganwobbi2
    Woww….tidak k terasa saya sudah memasuki minggu ke-4 Tantangan #150minutesworkoutbbi , artinya 7 hari lagi saya selesai mengikuti tantangan ini.

    Hari ke-22 saya semangat saya sudah kembali yeayyy!!! Pagi itu saya kembali ke taman untuk melakukan latihan cardio. Cuaca pagi itu cerah ceria, saya lari selama 15 menit dilanjutkan dengan briskwalking 25 menit dan di rumah dilanjutkan ABS workout 10 menit. Perasaan rajin banget latihan ABS ya? Iya soalnya senang melihat pinggang mulai mengecil, perut mulai rata dan kelihatan ototnya, hehehe.

    Hari ke-23 hari ini mood saya sedang tidak bagus. Saya juga nggak menyangka, hari ini mood saya turun. Mungkin hal ini disebabkan karena ada beberapa urusan dengan layanan publik yang bikin saya kesal. Saya baru bisa olah raga pada sore harinya. Saya paksakan berolah raga, lari 16 menit dan briskwalking 39 menit di taman. Lumayan sih selesai olah raga rasa kesal saya sedikit hilang.

    Hari ke-24 istirahat.

    Hari ke-25 sebetulnya deg-degan karena tinggal beberapa hari lagi saya bisa menyelesaikan tantangan ini. Tapi kok ya ada saja gangguan di hari-hari terakhir tantangan. Saya hari ini sedang bad mood lagi. Pasalnya urusan yang kemarin belum selesai dan semakin ruwet saja. Jadi saya baru bisa olah raga sore hari. Saya nggak mau pakai video Fitness Blender yang biasa saya pakai, karena kayaknya bakalan bikin saya tambah tidak enak hati. Akhirnya pilihan saya jatuh pada video Hip Hop yang pernah disharing oleh dokter Farian di group. Video Hip Hop ini durasinya hanya 30 menit, ada musik yang mengiringinya, tidak seperti video Fitness Blender. Saya pikir video ini levelnya ringan, ternyata setelah warming up gerakannya tidak jauh beda dengan Fitness Blender, loncat-loncat terus.

    Hari ke-26 dan ke-27 saya olah raga di dalam rumah menggunakan video Cardio Workout Fast Burning dengan durasi 37 menit. Suka sih sama video ini, waktunya singkat tapi berasa banget efeknya.

    Hari ke-28….dan akhirnya sampai juga saya di hari terakhir tantangan ini…horeee!!! Hari ke-28 adalah rest day alias hari istirahat.

    Alhamdulillah akhirnya saya bisa juga menyelesaikan tantangan tanpa putus, tanpa diulang, tepat 28 hari atau 4 minggu.

    Hasil Mengikuti Tantangan #150minutesworkoutbbi

    Jadi…..turun berapa kilo nih?? Alhamdulillah setelah sebulan mengikuti tantangan ini dari BB 64 Kg menjadi 62 Kg , dari LP 83 cm ke 81 cm, dan dari BMI 25,63 ke BMI 24,83. Untuk standar international BMI saya sudah mencapai normal, tapi untuk standar ASIA masih overweight. PR saya masih banyak!!!

    Lah kok sedikit amat turunnya, padahal sudah susah-susah olah raga setiap hari?? Nah ini nih yang perlu saya jelaskan ke permirsa. Pada tulisan saya bagian #1 dan #2 sudah dijelaskan bahwa program BBI dokter Farian ini adalah program menurunkan berat badan secara aman dan sehat, bukan FAD diet. Tujuan program BBI dokter Farian adalah untuk menjaga agar tubuh mencapai berat badan yang ideal dan mempertahankannya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh dalam jangka waktu yang lama.

    Sering kali program – program diet tertentu itu sangat menyiksa tubuh kita, mungkin ketika mengikuti program tertentu berat badan akan banyak menyusut, tetapi sampai berapa lama bertahannya? Dalam satu atau dua bulan setelah lepas diet biasanya berat badan akan naik lagi. Atau kalau terus menerus menggunakan produk pelangsing tertentu, mau sampai kapan mengkonsumsinya? Jika berhenti mengkonsumsi produk tersebut berat badan akan kembali naik? Belum lagi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli produk. Dan apakah yakin produk-produk yang masuk ke dalam tubuh tidak menimbulkan efek samping di kemudian hari?

    Sedangkan di BBI saya belajar untuk membiasakan hidup sehat, makan dengan pola makan MY PLATE 3x sehari, cemilan buah/sayur 2x di antara jam makan, dan olah raga setiap hari. Tidak lupa minum air putih yang cukup. Makanan yang saya makan adalah makanan sehari-hari yang ada di rumah, hanya porsinya yang saya atur. Olah raga yang saya pilih juga bukan yang aneh-aneh, sederhana saja kok cuma jalan cepat alias briskwalking atau lari, atau mengikuti video dari youtube. Murah dan mudah sekali.

    Belajar menjalani pola hidup sehat  bukan hanya untuk menurunkan berat badan dan lingkar pinggang. Ada banyak manfaatnya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Kalau dulu saya hanya sekadar membaca poster yang tulisannya “Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari”, kini saya sudah merasakan manfaat tersebut. Ditambah lagi bonusnya berat badan dan lingkar pinggang saya menyusut. Iya, itu bonus buat saya karena tujuan yang utama adalah badan saya menjadi sehat dan bugar.

    Bagaimana dengan kamu, hari ini sudah berolah raga belum?
    -Tamat –

    #150minutesworkoutbbi | Tantangan 4 Minggu Berolah Raga | Bagian #2

    Weight loss is not about racing to the finish line…” (dokter Farian Sakinah)

    Olah raga yang dilakukan tanpa aturan yang benar justru akan berakibat buruk bagi tubuh. Olah raga secara berlebihan bisa menyebabkan tubuh kita sakit. Sedangkan kurang olah raga mengakibatkan tujuan tidak tercapai (misalnya tadinya ingin kurus malah sebaliknya setelah olah raga nafsu makan semakin menjadi-jadi). Untuk menghindari hal tersebut, saya belajar dan berusaha menerapkan materi yang diberikan di group BBI  berikut ini.

    overtraining

    BMI (Body Index Mass)

    Pada tulisan bagian #1 saya menyinggung tentang obesitas, atas dasar apa saya menyebut diri saya mengalami obesitas?

    Untuk mengetahui seseorang itu mengalami kegemukan atau tidak ada banyak cara penilaiannya. Salah satunya adalah dengan menilai indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). BMI adalah perkiraan kasar / awam untuk menilai status gizi seseorang, tapi pada kasus tertentu BMI tidak bisa dijadikan patokan (pada atlet misalnya).

    Secara garis besar WHO Global membagi kelompok BMI jadi beberapa kelompok. Seseorang dikatakan kelebihan berat badan jika BMI diatas 25, dan kegemukan jika diatas 30. Tapi WHO regional ASIA PASIFIC lebih saklek lagi, BMI 23 ke atas sudah dianggap obesitas, hal ini dikarenakan tubuh orang asia lebih kecil/pendek.

    ASIA PASIFIC :
    >18,5  Underweight
    18,5 – 23  Normal
    23 – 25  Overweight
    25 – 30  Obese Class I
    >=30  Obese Class II

     WHO :
    18.5-24.9 Normal
    25-29.9 Overweight
    30-34.9 Obese I
    35-39.9 Obese II
    >= 40 Obese III

    BMI chart

    BMI bukan satu-satunya faktor penilai status gizi seseorang, jangan lupakan juga Lingkar Pinggang . Karena obesitas central alias perut buncit juga menjadi suatu masalah tersendiri, meski BMI normal.

    Pengelompokan BMI akan menentukan langkah apa yang harus dilakukan jika seseorang memiliki BMI yang tidak normal. Apakah perlu penambahan porsi makan untuk yang BMI kurang, atau langkah penurunan berat badan apa yang harus dilakukan jika BMI berlebih.

    Kegunaan menghitung BMI selain menilai status nutrisi dan menentukan langkah tata laksana, juga untuk menentukan jenis latihan atau olah raga yang aman untuk BMI yang berlebih.

    Untuk yang memiliki BMI 30 ke atas hindari olah raga high impact alias olah raga yang memiliki dampak atau tumbukan yang besar terhadap sendi tubuh, misalkan lari, melompat, melakukan latihan beban tubuh (bodyweight) yang menggunakan lengan atau lutut/kaki sebagai tumpuan (misal squat, plank). Risiko cedera lebih besar untuk tubuh.

    Karena untuk menjaga kebugaran atau menurunkan berat badan BUKAN yang paling berat jenisnya, tetapi yang paling sesuai dan memungkinkan kita lakukan untuk tubuh kita (dr Farian Sakinah)

    Penasaran berapa BMI kamu? Silahkan cek di sini : Kalkulator BMI

    Lingkar Pinggang

    Kalau sudah menghitung nilai BMI , selanjutnya adalah tentang Lingkar  Pinggang. BMI normal tapi perut tampak buncit? Mungkin itu salah satu tanda obesitas sentral atau obesitas abdomen. Salah satu untuk menilai status nutrisi bisa juga dengan menggunakan lingkar pinggang. Sebenarnya ada beberapa lagi seperti menggunakan fat calipper, bio impendance, hitung hip waist rasio, dll. Namun yang paling mudah dilakukan adalah dengan mengukur lingkar pinggang (LP).

    Kita tahu jika kelebihan kalori salah satunya akan disimpan dalam bentuk lemak. Lemak ini akan disimpan di mana saja selama jaringan yang dihinggapinya mampu menampung lemak. Jadi lemak akan bersembunyi di pipi, lengan, paha, betis, dan tentu saja perut.
    Penumpukan lemak di perut ini jika semakin lama semakin bertambah,  akhirnya akan menyebabkan perut buncit. Dan ternyata perut buncit atau obesitas sentral ini cukup berbahaya, karena meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan pembuluh darah lainnya.

    Mengapa? Karena lemak pada perut bergantung di bagian omentum. Yaitu suatu jaringan yang menahan/melapisi usus. Kapasitas penampungan omentum ini terbatas, sehingga jika jumlah lemaknya berlebihan maka lemak akan mengekspansi organ-organ dalam dibawahnya. Lemak yang menempel di organ dalam ini dinamakan lemak viseral, organ yang ditempeli lemak viseral mengalami proses yang disebut perlemakan. Organ yang paling sering terkena salah satunya hati (fatty liver). Namun beberapa organ lain seperti ginjal dan jantung juga dapat mengalami perlemakan. Selain itu lemak viseral itu menghasilkan toksin yang namanya sitokin. Sitokin ini dapat meningkatkan risiko sakit jantung, membuat insulin tidak sensitif (sehingga menimbulkan diabetes), juga meningmatkan risiko kanker saluran cerna.

    Jadi jangan lega dulu kalau BMI oke tapi perut buncit, karena kita tidak tahu sejauh mana lemak yang ada di bawah kulit mampu bertahaan dan tidak menembus ke dalam organ tubuh kita dan menjadi lemak viseral. Tidak ada tes yang menujukan kita punya lemak viseral, oleh karena itu diberi patokan (tentunya berdasarkan hasil penelitian), untuk menurunkan risiko perut buncit, Lingkar Pinggang sebagai berikut: Wanita < 80cm ;  Pria < 90 cm.

    Cara mengukur Lingkar Pinggang sebagai berikut :

    waist measurement

     

    Briskwalking Dan Aktivitas Cardio

    Jalan kaki adalah salah satu aktivitas fisik yang sederhana tapi cukup efektif untuk menjaga kebugaran kita. Jalan kaki yang dimaksud adalah BRISKWALKING yaitu jalan cepat dengan posisi lengan 90 derajat saat diayun, lengan tidak menyilang garis tengah, pandangan lurus kedepan, badan tegak, perut dikempiskan, dan jangan lupa bernapas (silahkan lihat gambar di tulisan saya bagian #1).

    Berdasarkan penelitian briskwalking atau jalan cepat 30 menit 5x seminggu cukup efektif untuk menurunkan berat badan (tentu saja jika dilakukan rutin dan  diikuti dengan perbaikan pola makan). Jalan cepat termasuk dalam aktivitas fisik atau olah raga cardio/aerobik. Yaitu olah raga yang meningkatkan aktivitas jantung. Untuk membakar kalori baik dari glukosa ataupun lemak yang dibutuhkan adalah kerja jantung yang adekuat.

    Apakah jalan biasa atau jalan tradisional bisa dianggap olah raga? Ya. Untuk awal-awal, untuk orang yang tidak biasa berjalan, kemudian mulai rutin berjalan (kata kunci : RUTIN), jantung akan terpacu, sehingga laju metabolisme pun meningkat. Namun jika sudah terbiasa, maka jantung telah beradaptasi dan laju metabolisme pun tetap, sehingga jika diharapkan terjadi pembakaran lemak, tidak akan terjadi. Yang terjadi adalah aktivitas pembentukan/anaerob yaitu menguatnya otot tungkai bawah. Jadi jika tujuannya ingin meningkatkan kebugaran atau menurunkan berat badan, maka jarak tempuh ditambah atau kecepatan ditambah, agar jantung bekerja.

    Untuk memulai jalan cepat bagi pemula bisa coba dari 5-10 menit dulu.
    Dengan komposisi
    1-2 menit jalan tradisional, (pemanasan)
    3-6 menit jalan cepat, (inti)
    1-2 menit jalan tradisional (pendinginan)
    dengan kecepatan dinaikan atau diturunkan bertahap. Jangan lupa lakukan stretching (lihat gambar) 20 detik tiap sisi. Dan untuk melakukan aktivitas briskwalking ini dianjurkan memakai sepatu olah raga  untuk menghindari cedera pada kaki.

    Di atas sudah disebutkan bahwa tujuan berlatih cardio adalah untuk memacu kerja jantung. Latihan cardio ada bermacam-macam jenisnya tidak hanya briskwalking saja. Saya memilih briskwalking karena ini adalah olah raga yang paling mudah dan murah untuk dilakukan. Saya memulai tahapan olah raga dari briskwalking. Gambar di bawah ini adalah macam-macam jenis latihan cardio :

    cardio

     

    cardio activities

    Berdasarkan tumbukan dengan sendi tubuh, latihan cardio dibagi menjadi tiga : Low Impact, High Impact, No Impact. Untuk yang memiliki BMI > 30 TIDAK disarankan untuk melakukan High Impact karena resiko terkena cedera lebih tinggi. Juga untuk yang memiliki riwayat penyakit hipertensi dan jantung harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    cardio exercises

     

    Jadwal Olah Raga

    Olah raga yang dilakukan secara rutin harus memiliki jadwal yang tepat dan disesuaikan kemampuan dengan kondisi tubuh. Dokter Farian berulang kali mengingatkan, olah raga itu yang penting rutin bukan seberapa lama dan beratnya. Saya sering kali menemukan banyak sekali teman-teman yang olah raganya angot-angotan alias musim-musiman. Misalnya kalau lagi musim zumba…semua ikut kelas zumba…tapi lama-lama satu persatu menghilang. Atau misalnya satu hari olah raga berat lalu berhenti keesokan harinya tidak melakukan olah raga lagi.

    Efek dari olah raga bisa dirasakan setelah rutin dilakukan. Bukan seperti contoh berikut ini :  hari ini makan burger 6 pcs misalnya lalu setelah itu  olah raga berat (lari marathon misalnya) untuk menghilangkan kalori dari burger yang sudah dimakan tadi. Contoh seperti ini tidak tepat dan justru akan membahayakan tubuh. Jangan lupa olah raga harus dilakukan secara bertahap agar terhindar dari cedera dan over training seperti yang pernah saya alami. Atau sebaliknya. Untuk jadwal olah raga, yang disarankan adalah sebagai berikut :

    Jadwal untuk Pemula/Beginer : cardio seminggu 150 menit / 30 menit sehari (istirahat 2 hari)

    Misalnya :
    Day 1-2 : 10 menit cardio
    Day 3 :  15 menit cardio
    Day 4 : rest
    Day 5 : 15 menit cardio
    Day 6  : 20 menit cardio atau 1 mile leslie sansone cardio
    Day 7 : 20 menit cardio atau 1 mile leslie sansone cardio
    Day 8 : rest
    Day 9-10-11 : 20 menit cardio atau 1 mile leslie sansone cardio
    Day 12 : rest
    Day 13-14 : 30 menit cardio atau 2 miles leslie sansone cardio

    Setelah rutin melakukan 150 menit/minggu  selama sebulan pada bulan berikutnya bisa naik ke level lanjutan/intermediate.

    Jadwal untuk Lanjutan/Intermediate : cardio seminggu 225 menit / 45 menit (max 60 menit) sehari (istirahat 2 hari) ditambah latihan pembentukan (toning : abs workout, arms workout) seminggu 2x

    Perlengkapan Olah Raga :

    Karena latihan cardio yang saya pilih adalah briskwalking dan kadang-kadang mengikuti video Leslie Sansone & Fitness Blender dari youtube, maka peralatan olah raga saya juga sederhana saja.  Terdiri dari dua pasang sepatu olah raga untuk latihan indoor dan outdoor, sepasang dumble 0,5 kg (beli online harganya nggak sampai seratus ribu rupiah) dan tali elastis (ini hadiah dari video senam pilates yang saya beli tahun 2004🙂🙂 )

    perlengkapanolahragaku
    dokumen pribadi

     

    Pengaturan Makan

    breakfast is good for you

    Aturan makan dalam programnya dokter Farian di group BBI  sangat mudah dan tidak menyiksa tubuh. Makan menggunakan porsi My Plate (dalam satu piring terdiri dari karbo, sayur, lauk/protein, dan buah lalu boleh ditambah susu low fat) makan wajib 3x sehari (pagi,siang,malam) tidak boleh ada yang dilewatkan. Sarapan maksimal pukul 9 pagi, makan siang maksimal pukul 2 siang dan makan malam sebelum pukul 7 malam.

    Disarankan bertahap untuk mengganti karbohidrat sederhana (nasi putihdan tepung-tepungan) ke karbohidrat komplek (oat, kentang, ubi, nasi merah dll). Bertahap maksudnya kalau terbiasa makan nasi putih porsi banyak, ya dikurangi sesendok demi sesendok setiap minggunya. Lalu kalau sudah terbiasa makan nasi putih 2 sendok makan, coba diganti dengan karbo komplek misalnya makan malam aja pakai karbo kompleknya , makan pagi dan siang masih pakai nasi. Terus bertahap sampai bisa semua waktu makan menggunakan karbo komplek.

    Selain 3x makan wajib ada tambahan cemilan buah atau sayur pada pukul 10 pagi dan 3 sore.

    Semua dilakukan BERTAHAP dan disesuaikan dengan tubuh kita. Kalau sudah makan tapi masih lapar, ya makan aja lagi beri jarak 2 jam.

    Beri jarak 30 – 60 menit antara makan dengan aktivitas olah raga (bisa sebelum atau sesudahnya).

    Masih boleh kok makan yang ‘bandel-bandel’ #halahhh istilah ne🙂 seminggu sekali aja dan ya porsinya harus dibatasi. Atau mungkin sedang craving (ingin makan ini itu) ikuti saja tapi dengan porsi yang sedikit. Kurangi pelan-pelan atau modifikasi pelan-pelan jangan drastis kecuali kalau tubuhnya punya kepatuhan yang sangat baik, untuk menghindari craving (kepengen ini itu) yang bisa berujung bouncing (naik kembali).

    Kenapa sih kok beda ya sama cara diet yang lain?? Iya, pada bagian #1 sudah dijelaskan bahwa group BBI ini tidak diperbolehkan menurunkan berat badan dengan fad diet (minum suplemen/ cairan tertentu, menggunakan menu yang menyiksa tubuh dll). Semua dilakukan harus aman bagi tubuh baik pola makan maupun olah raga.

    Intinya sih nanti semua harus RUTIN dan dapat mempertahankan berat badan ideal dalam jangka waktu yang lama (bukan naik-turun seperti yoyo). Dan tentu saja tujuan utamanya adalah untuk kesehatan tubuh kita dalam jangka panjang. Mengutip istilah dari dokter Farian, “Weight loss is not about racing to the finish line…”

    Tulisan di atas inilah yang saya jadikan acuan untuk mengikuti tantangan #150minutesworkoutbbi , tanpa ilmu yang benar akan sulit untuk dapat mencapai tujuan yang saya inginkan. Materi tulisan ini saya tulis atas persetujuan dari dokter Farian. Group BBI sendiri adalah group belajar bersama, semua orang boleh saja bergabung dan GRATIS tidak dipungut biaya apapun. Semua materi diaplikasikan oleh masing-masing anggota secara mandiri. Apabila ada yang tidak mengerti bisa bertanya kepada dokter Farian dan berdiskusi dalam group.

    …..bersambung…..